5 Alasan Main ke Kampung Ragam Warna

Pernah dengar soal Kampung Ragam Warna?

Kalau belum pernah, gak apa-apa kok. Sama seperti kalian, saya juga baru tau soal kampung ini. Kampung Ragam Warna adalah nama yang disematkan untuk 2 RT (rukun tetangga) di Kampung Mranggen, Desa Kuthoharjo, Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah. Sekitar 100 KK di desa ini bersepakat menciptakan destinasi pariwisata baru dengan membuat kampungnya jadi cantik warna-warni.

Proses munculnya kampung ini cukup panjang. Tidak seperti seven eleven yang munculnya mirip candi, hari ini ga ada, eh besok udah jualan. Idenya sendiri muncul dari Ibu Wiwik Wijaya. Konseptor Kampung Ragam Warna ini punya harapan kampung halamannya bisa ramai dikunjungi wisatawan. Tujuan akhirnya tentu saja kesejahteraan masyarakat kampung. 🙂

Warga kampung mulai mengecat sejak penghujung 2017 lalu dan sudah menghabiskan sekitar 3000 liter cat. Dari hasil ngobrol-ngobrol di galeri kampung kemarin, saya dapat informasi kalau seluruh mural di kampung dikerjakan swadaya. Anja Geem, seorang konsultan seni lokal, memang membantu untuk panduan, tapi proses gambar dan pengecatannya murni hasil karya pemuda setempat.

Mengecatnya tidak sekaligus jadi satu kampung, tapi lebih ke model kerja bakti. Warga mengerjakan satu rumah hingga selesai, baru kemudian pindah ke rumah lainnya. Dalam acara peresmian Kampung Ragam Warna kemarin, kampung sudah selesai dicat sekitar 90 persen, hanya tinggal jalanan saja yang belum rampung.

Destinasi wisata yang mengandalkan warna sudah ada di beberapa tempat. Berikut LIMA ALASAN mengapa Kampung Ragam Warna berbeda dan layak dikunjungi saat kalian main-main ke daerah Kendal.

1. WARGANYA RAMAH DAN SIAP MENERIMA TAMU

Setiap berkunjung ke lokasi wisata, saya seringnya dag-dig-dug-ser, kepikiran bagaimana sikap warga setempat menerima pengunjung. Apakah ada kebiasaan yang harus saya tau supaya warga dan saya (selaku tamu) sama-sama senang.

Setibanya di Mranggen, seluruh kekhawatiran saya luruh. Kampung Mranggen yang warganya guyub rukun adalah prototipe sebuah budaya masyarakat yang siap menghadapi pergeseran budaya dengan cara yang cantik. 🙂

Kenalkan, Mas Andre, pemuda kampung yang siap meramaikan desa dengan karya seni.

Sejak tiba hingga waktunya pulang, warga tidak bosan menegur dan tersenyum. Beberapa warga malah jauh lebih santai dan mengajak berbincang langsung. Penerimaan warga membuat saya seperti main ke kampung halaman ketimbang ke tempat wisata. Terlalu nyaman. 😀

Sedikit kilas balik, sebelum melompat ke dunia pariwisata, sebagian besar penduduk Mranggen dulunya adalah buruh pabrik Kayu Lapis Indonesia dan Texmaco. Ketika akhirnya kedua pabrik tutup, angka pengangguran meningkat tajam. Hebatnya warga tidak menyerah, tetap semangat, dan tidak lelah mengasah kreativitas. Hasilnya cukup manis, Kampung Ragam Warna saat ini sudah siap menyambut wisatawan.

2. FASILITAS LENGKAP

Tidak hanya berkunjung, saya dan teman-teman yang menghadiri undangan peresmian kampung juga mencicipi rasanya jadi warga desa dengan menginap satu malam. Beberapa teman menginap di rumah warga, beberapa lagi-termasuk-saya kebagian menginap di salah satu rumah kosong yang disulap jadi homestay.

pagi di kampung ragam warna

Niat baik saya sebelum tidur adalah bangun cukup pagi untuk melihat matahari terbit. Apa daya tidurnya terlalu lelap, saya bangun saat kampung sudah terang dan warga sudah sibuk beraktivitas. Menginap di kampung bisa jadi pilihan kalau teman-teman datang dari jauh dan ingin menikmati suasana kampung lebih puas.

Pernah dipaksa beli sesuatu kalau jalan-jalan ke tempat wisata? Saya cukup sering mengalami itu. Kalau cuma menawarkan ya oke saja, tapi kalau dipaksa lama-lama jadi risih. Apalagi kalau sampai diikuti sepanjang jalan, jadi kesal sendiri. Di Kampung Ragam Warna saya tidak mengalami hal itu, harga-harga barang juga tidak dibedakan antara warga lokal dan pengunjung. Rasanya bahagia bisa jajan aneka makanan enak dengan harga murah.

jajan sarapan

Oh iya, di kampung ini ada fasilitas MCK juga. Sama seperti rumah warga, toilet umum kampung juga dicat dan digambar semarak.

3. ATRAKSI WISATA KEREN

Setiap daerah punya hal yang diunggulkan untuk berkembang, begitu juga dengan Mranggen. Sebelum kampungnya dicat dengan beragam warna, pemuda Mranggen sudah lebih dulu menguasai atraksi Drumblek. Drumblek adalah pertunjukan musik dengan menggunakan barang bekas/limbah seperti ember, tong, seng, dan lain-lain. Atraksi ini sudah membawa pemuda-pemudi Mranggen ke berbagai festival dan kompetisi, lho!

Kalau pemudanya piawai menabuh alat musik, pemudi Mranggen memilih menyemarakkan desa dengan atraksi menari. Tatanan rambut ikat dua ala gadis-gadis Mranggen bikin saya ingat film Indonesia zaman dulu. Sungguh nostalgia. 🙂

Saat kami datang kemarin, memang belum tersedia pilihan wisata bermain drumblek atau menari payung, semoga nanti segera ada, ya. Pasti seru kalau pengunjung punya pilihan untuk membeli  paket wisata seperti: “Satu Jam Pintar Main Drumblek” atau “Satu Jam Pintar Menari Payung”, lengkap dengan dandanan dan kostumnya tentu saja. ^^

4. WORKSHOP MEWARNAI PAYUNG

Lihat payung cantik yang dipakai gadis-gadis Mranggen menari? Payung itu ternyata diwarnai sendiri oleh warga desa. Kemarin saya dan teman-teman sempat ikut workshopnya sebelum pulang.

Lokasi workshopnya ada di JL. BARENG AKU KAPAN (sengaja ditulis pake huruf besar dan tebal supaya kecengan saya baca. #eh). Workshop makan waktu sekitar satu jam. Tentu saja waktunya bisa lebih cepat atau lebih lama, tergantung seberapa pandai dan semangat kamu mewarnai.

Ketika ikut mewarnai kemarin, 30 menit pertama saya habiskan untuk berpikir mau menggambar apa. 15 menit berikutnya saya habiskan dengan tanya-tanya teman saya gambar apa, di 15 menit terakhir baru saya sibuk menarikan kuas di punggung payung. Sungguh saya sibuk sekali, ya. Hehehe. 😀

sebelum diwarnai
foto bareng setelah workshop

Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, saya tidak pintar menggambar. Supaya saya ga bawa pulang payung kosong, saya memilih mewarnai payung dengan beragam warna. Oh iya, untuk mewarnai kampung dan segala isinya, termasuk untuk workshop ini, catnya disediakan oleh Pacific Paint. ^^

hasil menggambar, payung saya yang tengah

Payung kami bertiga lucu ya. Kalau dibaca dari kiri ke kanan jadinya:

PACIFIC PAINT MEWARNAI INDONESIA.

#ahzeg!

5. TABURAN MURAL CANTIK 

Dari sekian banyak alasan di atas, saya menyimpan alasan paling utama dari kunjungan kami ke Kampung Ragam Warna di urutan paling buntut! Karena jalan-jalan kurang lengkap kalau ga foto-foto. Benar apa benar?

TIGA GADIS MRANGGEN – BY WIRA NURMANSYAH
WARNA-WARNI MRANGGEN
JANGAN LUPA RONDA
MEMELIHARA POHON IMPIAN – BY INDRI JUWONO

Banyak sekali murah cantik yang bisa dijadikan spot berfoto di kampung ini. Jangan ragu masuk ke gang kecil atau sela antara rumah, bisa jadi ada kejutan menunggu kamu di sana. ^^

___________

Alasan untuk main-mainnya sudah lengkap. Sekarang saya ingin berbagi tips agar acara jalan-jalan ke Kampung Ragam Warna berlangsung lebih nyaman. 🙂

TIPS MAIN-MAIN KE KAMPUNG RAGAM WARNA

  1. Pakai baju satu warna/monochromatic agar latar kampung terlihat mentereng saat berfoto.
  2. Bawa botol minum, kemarin waktu ke sana cuaca cukup panas.
  3. Gunakan sunblock/lipbalm agar kulit dan bibir tidak terbakar.
  4. Bawa uang kecil untuk jajan makanan/minuman. Tidak ada ATM di sekitar kampung.
  5. Berpakaian dan bertingkah laku sopan saat berkunjung.
  6. Jaga kebersihan dan buang sampah pada tempatnya.
  7. Ikuti workshop untuk pengalaman maksimal!

___________

Semalam di Kampung Ragam Warna sangat menyenangkan. Supaya kampung ini sukses menarik minat, warga punya pekerjaan rumah yang cukup panjang. Kecantikan dan warna-warni kampung harus terus dipertahankan. Kebersihan kampung tak kalah penting, mesti dijaga setiap waktu.

Akan baik jika warga tidak lelah meningkatkan potensi kampung agar tamu terus mendapatkan hal-hal baru dan segar dari setiap kunjungannya. 🙂

Selamat untuk Kampung Ragam Warna, semoga niat baiknya terlaksana lancar, warganya sejahtera, dan kampungnya ramai.

foto milik Dwika Putra

Selamat juga untuk Pacific Paint dan kebesaran hatinya memfasilitasi kebutuhan Desa Mranggen. Sebelum Kampung Ragam Warna Mranggen, Pacific Paint juga ambil bagian mewarnai Kampung Bekelir-Tangerang dan Kampung Merah Putih-Tual-Kepualauan Kei-Maluku.

Dalam waktu dekat rencananya Pacific Paint akan mewarnai salah satu kampung di Bau Bau-Buton-Sulawesi Tenggara. Semoga proses pengecatannya lancar dan semakin banyak warna yang menghiasi Indonesia.

foto milik Dwika Putra

 

Masih ragu main-main ke sini?

JL.NIN AJA DULU!

/salam warna-warni!

61 thoughts on “5 Alasan Main ke Kampung Ragam Warna”

  1. Aku salah fokus sama tulisan “Jalanin aja dulu” wakakakak.
    Terngakak banget. Btw beberapa daerah di Indonesia sekarang punya kampung warna warni yaaah.

  2. wadaaaawww benar2 indahh,,, rata2 kalau orang dikampung memang ramah2 mbak apalagi sadar kalau kampung tempat wisata yang menggenjot prekonomian,

    semua berbasis gotong royong ya ngecat rumah, 1 rumah kelar baru lanjut ke rumah yg lain, ga ngecat sendiri2 ternyata

  3. Lucu ya, warna-warni. Emang sih, cocok buat stock foto di Instagram 🙂

    Oh iya bener juga ya, krn kampungnya udah warna-warni, jd kita pake baju yg monokrom aja ya 🙂

  4. Hahahaaayy Jl. Nin Aja Dulu. Kreatif amatttt itu nama jalannya. Mana tau di sana ada kampung cantik dan cerah dengan penduduk yang kreatif yahh..

    Sekarang keknya lagi musim kampung warna-warni gini, ya. Di Jakarta aku baru liat di tivi aja si. Kalau deket rumahku namanya kampung tosca, satu warna semua. Kampung warna gini ajang promosi daerah dengan melibatkan seluruh masyarakat. Jadi, ga cuman pihak tertentu aja yang bekerja keras. Semuanya juga

    1. Ya ampun lucu amat kampung tosca. Jadi kepingin mampir euy. *brb cari referensi foto di Instagram. 😀

      Yang begini ini ga bakal jalan kalo warga ga ikut serta ya. Bisa-bisa kalo ga sepakat di awal, tar belakangan banyak yang protes karena dampak rame-ramenya.

  5. Sepertinya beberaa daerah di Indonesia sudah mulai melirik potensi wisata dari nilai lokal mereka sendiri ya Kak? Ada kampung warna yg di Depok, di Tangerang Kampung Berkelir, di Semarang juga ada, semoga makin meluas ke daerah lain dengan mural yang lebih kece. Atraksinya keren banget.

  6. keren banget, kampung ragam warna ini . Warna warni yang indah. Ada kesenian drumblek yang kreatif. Tujuan wisata baru untuk Kendal nih, secara waktu pernah kesana belum ada seperti ini.

  7. kampungnya bagus banget ini mbak, gak cuma dicat2 aja tapi terkonsep dengan baik bahkan warganya ikut diberdayakan, semoga makin banyak perkampungan yg kayak gini … senang kan liatnya

  8. Duh aku mainnya kurang jauh nih kak. Banyak banget tempat menarik di luar Jakarta yaa. Semoga kesampaian main ke Kampung Ragam Warna ini dan berharap kampung lainnya bisa mengikuti langkah mereka dan menjadikan kampung mereka juga tidak kalah menarik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *