8 Tips Berkendara Aman dengan UBER

Menggunakan alat transportasi, apapun pilihannya, pasti punya risiko. Seaman apapun, senyaman apapun, tetap aja kita harus waspada dan jaga konsentrasi supaya bisa sampai di tujuan dengan sehat dan selamat.

uber uber

Kali ini, saya mau menulis sedikit tips berkendara aman dengan Uber. Kenapa spesifik ke Uber? Karena belakangan ini saya cukup sering menggunakan layanan Uber untuk keluarga.

Punya anak yang jelang besar, membuat saya sering berpikir ulang untuk berboncengan bertiga di motor. Bukan hanya udah terasa sempit dan capek di jalan, tapi juga karena alih cuacanya cukup ekstrim. Kadang kepanasan sekali kalau berangkat jelang tengah hari, kadang juga kedinginan kalau pulangnya terlalu malam/pas hujan. Saya dan bapaknya sih udah biasa, tapi kalau terus-terusan begitu, kasian juga ke anaknya.

Keengganan saya untuk boncengan bertiga makin berat setelah bulan kemarin kami sempat kecelakaan di sekitaran Kebun Nanas, Tangerang. 🙁

Pecah ban motor itu biasa, namanya di jalanan pasti banyak hal yang bisa terjadi, kan. Kebetulan saat itu bebannya aja yang nggak biasa. Saya, suami, dan anak, plus beberapa tas yang cukup berat. Traumanya masih sisa sampai sekarang. Jadi, kalau bisa dihindari, sebisa mungkin kami gak boncengan bertiga, sih. Saya masih mau kalau jaraknya pendek, tapi kalau jarak panjang, pilihan saya jatuh ke kereta, bus, dan Uber.

uber x.

Kebahagiaan saya menggunakan Uber makin menjadi setelah tau biayanya lebih murah daripada taksi reguler. Jumlah penumpangnya bisa lebih banyak, pula. Cocok betul buat keluarga besar kalau butuh transportasi pilihan untuk keliling-keliling Jakarta dan sekitarnya.

Tapi, kembali lagi ke bahasan awal tadi, apapun pilihan transportasinya (termasuk Uber), pastikan bahwa kita sudah lakukan beberapa hal ini supaya keamanan kita terjamin.

Ini ada beberapa tips dari saya, semoga bermanfaat.

  1. Sudah pesan dengan aplikasi Uber-nya? Kalau udah, tunggu ada notifikasi sms yang masuk ke handphone saat mobil menuju lokasi dan tiba di lokasi.
    notifikasi
    notifikasi SMS uber

    ——————————-

  2. Setelah mobil tiba di tujuan, pastikan kembali kalau kita masuk ke mobil yang benar. Cek plat nomor kendaraannya & foto pengemudi, apakah sesuai dengan yang tertera di aplikasinya. Agar yakin, konfirmasi lagi nama pengemudi lalu sebutkan nama kita ke mereka. Kalau nama dan plat mobil yang datang ga sesuai dengan yang tertera di aplikasi, lebih baik batalin aja ya, kak. Stay safe!
    Oh iya, kalau ketemu kejadian seperti ini, bisa banget kirim email ke support.jakarta@uber.com

    ——————————-
  3. Kita masih bisa lebih aman lagi di perjalanan dengan Uber, lho. Caranya dengan sebar info ke keluarga/teman terdekat waktu lagi pakai Uber. Fitur “Send Status” ini bisa dipakai waktu kita masih di dalam perjalanan. Setelah “Send Status”, teman/keluarga terpilih akan dapat peta rute perjalanan dan perkiraan waktu tiba. Seru, ya!
    send status
    send status

    ——————————

  4. Selain nyaman dan harganya yang terjangkau, yang paling saya suka dari Uber adalah kuitansinya yang detil! Seusai trip dengan Uber, mereka akan kirimkan kuitansinya ke email. Ada informasi soal jasa sewa kendaraan, bensin, dan biaya sopir. Tertera juga peta perjalanan, waktu tempuh, dan nama pengemudi yang mengantar kita ke lokasi tujuan.
    Perlu tanya-tanya ke Uber soal tripnya, bisa klik Uber Support yang ada di bagian kiri bawah kuitansinya. 🙂

    kuitansi uber
    kuitansi uber

    ——————————-

  5. Setiap perjalanan punya ceritanya masing-masing. Apalagi dengan kendaraan sewaan dengan aplikasi Uber. Kita bisa terburu-buru lalu ketinggalan sesuatu di mobil, bisa jadi mobil penjemputnya mogok tiba-tiba, dll.
    Untuk semua permasalahan ini, kita bisa klik fitur HELP di aplikasi Uber yang kita punya. Semoga masalahnya (kalau ada), bisa ditanggapi dengan cepat. 🙂

    HELP FITUR
    fitur help

    ——————————-

  6. Sebagai penyewa kendaraan, kita mesti ikut aturan juga, ya. Waktu pesan Uber usahakan membuat titik “start”yang benar agar waktu jemputnya lebih cepat. Jangan lupa pakai sabuk pengaman waktu di dalam kendaraan, jangan memaksakan jumlah penumpang melebihi kapasitas mobil, plus jangan asal minta pengemudi Uber untuk jemput di lokasi yang nggak boleh/nggak layak buat berhenti, contohnya di atas flyover. 🙂
    start - end
    tulis alamat yang benar

    ——————————-

  7. Lalu, pastikan juga kita ga bikin pengemudi Uber menunggu terlalu lama, ya. Kalo di lobby kantor/mal gitu kan biasanya cukup ramai dan pak satpam biasanya minta mobil untuk ga terlalu lama berhenti. Trus, kalau kurang puas dengan pengemudinya, pakai bahasa yang sopan untuk menegur.
    Satu lagi, setau saya Uber juga ga mengijinkan makan/minum/merokok/serta bawa binatang peliharaan dibawa serta ke dalam mobil. Hormati juga aturan yang mereka bikin, karena mobil yang mereka pakai itu sumber usahanya mereka. Kalau bau atau kotor, pelanggan berikutnya bisa jadi nggak nyaman.

    aturan uber
    ikut aturan

    ——————————-

  8. Terakhir soal rating. Usahakan banget waktu menulis rating, jumlah bintang yang dipilih sudah sesuai dengan pengalaman yang kita dapatkan seperti cara mengemudi, etiket, ketepatan waktu, dan kebersihan kendaraan.
    rating uber
    isi ratingnya jangan lupa!

    ——————————-

Ini informasi yang menurut saya juga penting. Sebagai pengguna tentu saja kita mau diberikan kesempatan seluasnya untuk membatalkan perjalanan dengan alasan apapun. Tapi, kita mesti sadar juga kalau pengemudi Uber yang sudah datang menjemput bakalan kehilangan waktu/bensin/kesempatan untuk mendapatkan pelanggan lain waktu kita batalin perjalanan.

Jadi, ada biaya pembatalan yang Uber tagihkan kalau kita batalin sepihak ordernya. Soal pembatalan itu, saya kutip dari websitenya di sini, tertulis:
“Uber akan menagihkan biaya pembatalan jika Anda melakukan pembatalan 5 menit setelah permintaan perjalanan. Namun, jika sistem kami mencatat kedatangan pengemudi lebih dari 5 menit (berdasarkan perkiraan waktu tiba), Anda dapat membatalkan permintaan tanpa dikenakan penalti.”

Yup, kalau mau batal, jangan lama-lama! Buruan supaya ga kena pinalti dari Uber-nya. Lumayan lho, biaya pinaltinya Rp 30ribu aja. #emakhemat. 😀
Tips #emakhemat berikutnya, kalau jalan-jalan satu kendaraan dengan teman-teman yang lain, coba itu fitur “fare split” nya dipake. Mayan biayanya bisa dibagi-bagi. :p

Sementara itu aja sih dari saya, yang paling penting jangan lupa baca doa supaya perjalanannya aman, lancar, dan direstui semesta. 🙂

Satu lagi, kalau pingin coba berkendara gratis dengan Uber, bisa banget lho. Caranya, download lalu buka aplikasi uber. Pilih menu – promotions – masukkan kode REREA3UE. Nanti bisa dapat free ride! 😀

 

/salam manis dari saya, pengguna Uber yang bahagia. 🙂

11 thoughts on “8 Tips Berkendara Aman dengan UBER”

  1. Aku juga sekarang udah lumayan rajin pake Uber, Kak. Tapi, ada beberapa fitur yang disebutkan di sini belum aku coba. Hehehe. 😀 Asik, ya, skrg udah banyak pilihan. Di Depok juga Uber uda mulai rame.

    1. Nah, yang fare split ini belum nyoba Om.
      Selama ini pake uber ya sendiri atau sekeluarga.

      Seru banget udah murah, bisa dibagi-bagi pulak biayanya. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *