AKHIR PEKAN BERSAMA EMBUN: NAIK GUNUNG SIBAYAK

Sibayak jadi gunung ketiga yang Embun kunjungi. Sebelum ini, Embun sudah pernah ke Merbabu dan Bromo. Kalau dilihat tantangannya, Sibayak ini sebenarnya cukup mudah. Jalur terlihat jelas dan cukup aman untuk dilalui anak kecil. 😀

Karena ini kali pertama untuk Embun, kami memilih rute termudah, jalur wisata. Selain jalur wisata ada jalur tangga dan jalur 54. Bedanya dengan jalur wisata apa? Di dua jalur terakhir ini jalannya lewat hutan, lebih sering bertemu jurang, dan jalurnya cukup sempit.

Jalur wisata bisa diakses lewat Brastagi. Dari Brastagi, langsung ambil jalan ke arah Sibayak. Sinyal cukup lancar di sini, buka google maps kalau butuh petunjuk jalan ya. Kalau ikut jalan yang benar, nanti akan bertemu jalan aspal yang panjang dan cukup sepi. Jalan ini mengantarkan langsung ke pos tempat membayar tiket sekaligus tempat parkir kendaraan.

Ini beberapa pengumuman yang terpasang di pos masuk jalur wisata Sibayak. Meskipun gunungnya cukup mudah didaki, perbekalan tetap harus lengkap ya. Pakai sepatu yang cocok di tanah berbatu, bawa jas hujan, obat-obatan pribadi, dan camilan yang cukup.

Rencananya kami naik saat subuh dan tiba di puncak saat matahari terbit. Tapi Brastagi dingin betul, rasanya kok malas sekali harus mendaki di cuaca sedingin itu. Setelah shalat, kami malah tidur-tiduran dulu sebentar nunggu matahari agak naik dan udara mulai hangat.

Jalur wisata kebanyakan sudah aspal. Kondisi aspalnya memang tak mulus, 80 persennya sudah boncel di sana sini. Ada beberapa kendaraan yang memaksa naik hingga ke pos terakhir, tapi kebanyakan sadar risiko dan parkir di pos bawah.

Jalan aspal akan habis di sini. Setelah ini, jalur akan menanjak terus sampai ke puncak. Banyak pohon, tangga batu, dan kemarin cukup becek juga. Dari pos pertama ke tempat peristirahatan ini, jalannya ga terlalu jauh, kalau jalan santai butuh waktu sekitar 30 menit.

Oh iya, karena menuju puncak kita tidak menemukan sumber air layak minum lagi. di tempat ini kita bisa santai sebentar, makan-minum di warung, mampir ke toilet, dan shalat. Kalau ingin camping tapi ingin dekat sumber air, sebagian warung juga menyediakan lahan untuk disewa.

mushalla
toilet

Perjalanan terus berlanjut. Menuju puncak butuh waktu 20-40 menit. Kalau bawa anak kecil, pastikan selalu berada di belakang mereka untuk mengantisipasi kemungkinan terpeleset. Untuk bayangan ini ada beberapa foto jalur menuju Puncak Sibayak.

Gunung yang terletak di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara ini adalah gunung berapi aktif. Gunung ini terakhir meletus di tahun 1881. Meski statusnya aktif, hingga hari ini gunungnya aman didaki.

Terobsesi dengan puncak gunung? Kalau naik Sibayak pasti puas karena gunung ini punya dua puncak, yaitu puncak pilar dan puncak takal kuda (kepala kuda). Puncak-puncak ini ada di sebelah kanan dan kiri kawah. Kemarin Embun memutuskan ga naik ke puncak tapi malah turun ke kawah. 🙂

Awalnya sekeliling gunung penuh kabut. Karena kabutnya cukup lama, cukup banyak pendaki yang memutuskan pulang dan batal naik ke puncak. Kami, karena punya waktu cukup luang, sempat duduk-duduk cukup lama sambil menunggu kabut hilang.

Kami beruntung. Cuaca membaik dan sekeliling Sibayak jelas terlihat. Embun langsung minta jalan lagi menuju kawah. Terinsipirasi foto-foto kami dari Sibayak sebelumya, dia punya target menulis surat cinta dengan batu buat Buya dan Buma. Tonton surat cintanya Embun di video ini ya.. ^^

Setelah puas main di area kawah, kami segera turun. Dari Sibayak rencananya kami melanjutkan liburan ke Bumi Perkemahan Sibolangit. Cerita soal Sibolangit akan ditulis setelah ini… ^^

Sekarang saatnya berbagi informasi yang penting, soal bayar-bayaran!

  • Retribusi pengunjung tidak dibedakan antara lokal dan mancanegera. Per orang wajib membayar Rp10.000 di pos pendakian. Uang diberikan ke petugas akan ditukar dengan kertas tanda masuk.
  • Parkir untuk kendaraan roda empat Rp20.000 untuk satu hari. Jika ingin parkir menginap maka biaya menjadi Rp40.000
  • Biaya parkir kendaraan roda dua (termasuk helm) Rp15.000 untuk satu hari.
  • Jika ingin menggunakan pemandu akan dikenakan biaya Rp50.000 untuk satu orang.

naik gunung bersama anak

Dan berikut ini ada beberapa tip untuk orang tua yang akan mengajak anaknya naik gunung.

  • Jika memilih waktu pendakian di pagi hari, pastikan anak dapat cukup istirahat malam sebelumnya.
  • Sarapan lebih dulu!
  • Bawa jaket. Meskipun cuaca terlihat cerah dan matahari bersinar cukup terang, angin di gunung kadang-kadang sangat dingin.
  • Gunakan sepatu yang nyaman dan sesuai dengan jalur pendakian.
  • Bawa kaus kaki cadangan.
  • Bawa makanan dan minuman favorit anak untuk membangkitkan semangatnya.
  • Bawa uang kecil untuk jajan di warung dan membayar toilet.
  • Cuaca tidak bisa ditebak, bawa jas hujan.
  • Agar anak terbayang dan siap dengan rute yang akan dilalui, boleh juga ajak nonton video dan lihat-lihat foto sebelumnya.

Terpenting dari semuanya adalah, kondisi fisik orang tua harus sehat dan bugar agar bisa mendampingi anak mendapatkan pengalaman baru. ^^

Rencananya, kalau tidak ada halangan, kami akan main ke Sibayak setiap beberapa bulan sekali. Kalau kali ini lewat jalur wisata, mungkin besok akan coba lewat jalur lainnya. Doakan yaa. 🙂

/salam jalan-jalan

29 thoughts on “AKHIR PEKAN BERSAMA EMBUN: NAIK GUNUNG SIBAYAK”

  1. Keren mbak, naik gunung dan kemping mulu. Pengen banget nyobain bareng anak-anak kayak Embun gitu. Btw kalau bawa anak, waktu tempuh berapa lama ya kira-kira kalau naik gunung gitu? #penasarandotcom

    1. Tergantung gunungnya. Kemarin di Merbabu kami jalan sekitar 6 jam baru ketemu tempat buka tenda.
      Kalau di Bromo cuma naik turun aja, sejam lebih PP

  2. aku salut sama embun — dan emaknya nih. Pengen juga ajak anak wisata dengan “tema” gitu. Tapi gue gitu loh, ngajak anak wisata naik eh turun aja ke Pantai kali yaaa 😀 : D

  3. Salut mba,ajak anak jalan2 di alam bukan di mall. Aku juga udah mampir ke channelnya,udah like ,comment dan subscribe,bolehlah mampir ke channel aku juga ya,makasih. Keren,aku di Depok jadi tahu kalau ada gunung seeksotis gunung Sibayak,dan salut sama Embun yang sangat menikmati perjalanannya.

  4. Wahhh hebat euy si kecil suka naik gunung. Lihat tracknya lumayan juga buat si kecil tapi kayaknya dia senang-senang aja ya. Itu yang penting sih.

    Saya belum pernah naik gunung di Sumatera sih tp Sibayak ini tampaknya cocok buat ngejajal dan latihan dulu sebelum yang tinggi-tinggi deh..

    1. Iya, dia senang, makanya mamak jalan.
      Kalau ga senang mah ngapain ya Mba. Jatuhnya terpaksa, liburannya ga kerasa jadinya kalo ada yang bad mood.

      Kalau main ke sini, cobain Sibayak yuk.

  5. emang anak-anak mesti sering-sering diajak jelajah alam kayak gini buat mengasah fisik dan kecerdasan dia juga. Salutttt buat orangtua yang ngajak jalan-jalan anaknya ke tempat kayak gituu apalagi naik gunung. Salam kenal buat si cantik 🙂

  6. Mupeng ih liatnya hahaha maklum seumur umur baru ke Pangrango aja dulu. Tetap ya logistik lengkap ya kak pun mudah pendakiannya. Enjoy all…sehat semua.

  7. Wah, Embun keren sudah mendaki beberapa gunung.. Noted banget nih mba untuk tips-tips ngajak anak naik gunung. Pingin sesekali ngajak anak juga, belum pernah soalnya.. 🙂 Aku baru ini tau soal Gunung Sibayak, jalur wisatanya cukup menantang juga ya kelihatannya..

  8. Embun hebat banget. Pengalaman naik gunungnya udah banyak
    Itu sambil manggul ransel pula
    Kalau Prema pas tracking kayak gini, paling bawa tongkat doang, ransel bagian emak bapaknya haha
    Kapan-kapan muncak bareng yuk, Embun cantik

  9. Lengkap banget kontennya, mbak. Salute! Masih bisa ngekonten sambil naik gunung, sambil bawa anak. Aku jadi ingat keluarga Fadli yang fotografer itu bawa anak muncak ke Himalaya.

  10. baca tulisan ini bikin rindu naek gunung dan kempiiing ihhhhhh ….

    btw, nah, kek gini neh seharusnya keluarga Indonesia tuh. Banyakin piknik dan wisata alam. banyak bertualang ajak anak ke gunung, danau, sungai, sawah, bukan nge-mall muluk 😉

  11. Wah keren banget ka bawa anak ke gunung dan ternyata anaknya juga sudah terbiasa, kalau sudah bisa ke merbabu.. Laksana ke gunung yg lain juga bisa 👍
    Keren sih asli

  12. Ku cuman bisa salut liat orang naik gunung.. apalagi anak kayak embun.. soalnya akutu nggak suka naik gunung.. mending makan or nge mall gituh

  13. keren banget embun kecil2 udah beberapa kali naik gunung, aq cuma ke bromo doang itu juga cuma liat kawahnya aja, hahaha

    semoga bisa terwujud yah mbak ke gunung sibayak beberapa kali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *