aksara mencari cinta

mencari cinta

Aksara berarak, berjalan pelan, membuka buku, mencari petunjuk.lantas lihat kiri, lihat kanan, diam-diam membentuk kata,

Tapi bentukan tak selesai sepenuhnya, ada yang kurang, terasa timpang.

Aksara kembali berjalan lagi, kali ini ada yang membisiki, katanya kali ini harus lebih cepat, aksara nunut, tak peduli meski langkahnya menyakiti.

Toh, aksara merasa belum mampu membentuk kata, “sedikit lagi” katanya, meminta pengertian pada semua.

Kali lain, ada yang menyikut. Bilang kalau aksara harus ngebut. Serupa motor, aksara pasang gigi empat. Dia berharap bisa jalan lebih cepat.

Tapi perjalanan malah tersendat, karena aksara banyak nabrak. Aksara mesti banyak berhenti untuk minta maaf pada orang-orang yang mengumpat.

Aksara bingung, terduduk sendirian, meratap. Dia telah mencoba banyak jalan, semestinya salah satu diantaranya berhasil bukan?

Belakangan, setelah diam sejenak, aksara menyadari.  Jalan pelan, bergegas, hingga menjatuhkan orang tak akan ada guna.

Karena, tak ada rumus sempurna, untuk membentuk kata cinta.

/re

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *