Anak Aktif Gak Takut Luka

Punya anak yang lagi aktif-aktifnya itu nyenengin sekaligus juga ngagetin. Nyenenginnya, anaknya tampak sehat dan bugar karena banyak bergerak. Ngagetinnya, pas anaknya lagi seru-seruan main, loncat-loncat, atau lari-larian, eh trus jatuh. ๐Ÿ™

Penderitaan batin emak ngeliat anaknya luka-luka ini udah berlangsung tujuh tahun belakangan. Mulainya sejak Embun mulai jalan merayap, dan ga berhenti sampai sekarang. Sebenarnya saya tahu, luka lecet dan berdarah kecil-kecil ini wajar saja karena anak banyak bergerak, banyak eksplorasi. Sesekali salah memijakkan kaki atau terpeleset bukan masalah.

Tapi, hati emak itu sungguhlah ya. ๐Ÿ™

Saya mau cerita sedikit tentang Embun dan aktivitasnya sehari-hari. Beberapa tahun ini, Embun cukup senang diajak lari. Mulanya dia cuma lihat-lihat waktu saya dan bapaknya latihan buat marathon. Lama-lama, dia minta ikutan lari. Awalnya kami lari bareng-bareng satu putaran, lama-lama dia sanggup lima putaran.

Setelah kami yakin Embun cukup kuat, anaknya langsung diajak ikut fun run. Jaraknya lumayan, 5 km, mulai dari Senayan – ke Bundaran HI – balik lagi ke Senayan. Emaknya agak degdegan, tapi ternyata anaknya sukses finish dengan senyum lebar.

Setelah race pertama, kegemaran Embun buat lari-larian ternyata ga berhenti. Setiap saya ajak ke Taman Kota buat latihan, anaknya selalu aja pasang tampang bahagia. Selain lari, sekarang anaknya mulai tertarik buat latihan dengan alat-alat yang ada di Taman Kota. Kalau udah main ke sini, anaknya susah betul diajak pulang ke rumah. Keasyikan sih! ๐Ÿ˜€

Setiap mau seru-seruan di Taman Kota gini, gembolan tas saya biasanya penuh sama macam-macam. Ada handuk buat ngelap keringetnya, ada botol minum, ada camilan, ada baju ganti, ada plester buat luka, dan ada tissue basah buat bersihin luka lecet. Bukan mengharapkan anaknya luka, tapi emaknya jaga-jaga aja kalau-kalau anaknya jatuh dan lecet.

Dulu, duluuuu banget, kalau saya jatuh, mamak selalu oles-oles obat merah. Karena saya dari kecil ngertinya obat luka ya obat merah, Embun saya perlakukan sama. Eh anaknya menolak habis-habisan lho. Katanya mending dia bersihin aja pake air ketimbang harus ditetesin obat merah. “Perih Ma, ga mau!” ๐Ÿ™

Jadi, kami bersepakat pakai cara lain buat ngebersihin lukanya Embun. Pertama siram air bersih, lalu tepuk-tepuk dengan tissue basah, dan terakhir tutup dengan plester. Bagian pas puk-puk luka ini kadang-kadang yang bikin kasihan karena anaknya kesakitan. Tapi ya mau gimana, daripada lukanya ga sembuh-sembuh atau malah infeksi kan. ๐Ÿ™

Syukurnya, ada kabar baik buat Embun (dan saya). Sekarang tuh ada inovasi baru buat bersihin luka, namanyaย HANSAPLAST Spray Antiseptik.ย Kandungan utama yang ada di Hansaplast Spray Antiseptik ini namanya Polyhexamethylene Biguanide (PHMB). PHMN adalah zat antiseptik yang banyak digunakan oleh dokter. Antiseptiknya efektif untuk mengatasi infeksi, tidak perih kalau terkena luka, tidak meninggalkan noda di pakaian, dan tidak berbau.

Pakainya juga praktis banget. Cuma perlu semprot-semprot bagian yang luka, terus tutup deh pakai plester.

Kemasan Hansaplast Spray Antiseptik ini kecil banget, cuma 50ml. Gampang buat dibawa-bawa, ringkes, dan bermanfaat. Informasi aja, ini antiseptiknya aman dipake segala usia ya, jadi kalau kamu ketemu mas-mas tamvan yang sedang terluka, bolehlah ditawarin untuk pake produknya. ๐Ÿ˜€

Hansaplast Spray Antiseptik ini udah dijual bebas di apotek dan toko terdekat ya. Sila dibeli buat stok di rumah. Harganya sekitar Rp 45.000 aja. Demi pengalaman hidup yang #GakPakePerih, harga segitu layak banget kaannn?

Mau lanjut cerita soal Embun dan hobi lari-lariannya. Sekarang, setelah emaknya selalu bawaย Hansaplast Spray Antiseptik ke mana-mana. Anaknya lari makin kenceng aja. Ga takut jatuh, gak takut lecet, soalnya emaknya punya obat yang gak pake perih!

Buah lari-lariannya Embun kemarin, berlanjut ke Jakarta Maratoonz, versi anak-anaknya Jakarta Marathon. Anaknya seneng banget, dapet tambahan koleksi medali buat digantung di kamarnya. Medalinya bolak-balik diliat, dipegang, digantung lagi, terus begitu, berulang kali. Sepertinya sih emak harus segera cari info race berikutnya supaya anak terus bahagia. ๐Ÿ˜€

Oh iya, soal luka, emak punya beberapa tips merawat luka, semoga bermanfaat yaa..

  1. Jangan Panik.
    Tips ini berlaku untuk emaknya ya. Paniknya emak biasanya nular ke anak. Anak yang tadinya ga nangis, malah bisa meraung-raung kalau emaknya ga tenang.
  2. Tenangkan Anak.
    Kalau anak nangis, tenangkan lebih dulu sebelum mengobati lukanya. Sambil menenangkan anak, cek-cek bagian tubuh mana saja yang terluka dan perlu diobati.
  3. Bersihkan Luka.
    Sebelum membersihkan luka, pastikan tangan emak sudah bersih ya. Jika sudah, perhatikan kondisi lukanya, jika kotor sebaiknya bersihkan dulu di air mengalir.
  4. Beri Cairan Antiseptik.
    Semprot/oles cairan antiseptik pada luka. Sebaiknya tidak pakai antiseptik yang mengandung alkohol karena dapat membuat luka terasa lebih perih. Embun pakai Hansaplast Spray Antiseptik dengan Polyhexamethylene Biguanide (PHMB) yang efektif mengatasi infeksi, tidak perih, tidak meninggalkan noda, dan tidak berbau.
  5. Beri Plester.
    Saya memilih menutup luka dengan plester untuk menghindari terkena debu dan kotoran. Menutup luka (penyembuhan luka lembab) juga bisa menyembuhkan dua kali lebih cepat lho. Ide penyembuhan luka lembab ini pertama kali muncul pada tahun 1962 ketika George D. Winter menemukan bahwa epitelisasi, proses penutupan luka, akan berjalan dua kali lebih cepat dalam kondisi lembab daripada di bawah koreng.
  6. Biarkan Luka Mengering.
    Pada fase ini biasanya akan muncul keropong/koreng. Biarkan saja dan jangan digaruk. Tahan juga rasa gatalnya karena gatal di sekitar luka menandakan bahwa proses penyembuhan sedang berlangsung.

Semoga tipsnya bermanfaat yaa..
Kalau emaknya sudah siap sedia, anaknya jadi gak takut buat lari-lari bahagia. Selamat senang-senang semuaa.. ๐Ÿ˜€

/salam lari-lari

44 thoughts on “Anak Aktif Gak Takut Luka”

  1. Ih sama kita..zaman kecil dulu kalau luka tau nya obat merah, btw nggak untuk anak aja ya kan re..untuk mamak-mamak kek kita ni kalo pas kepeleset trus lecet bisa juga kan ya ๐Ÿ™‚

    1. Iya Mba, di sini deg-degan, khawatir, eh dianya baik-baik-baik-baik aja.
      Kurang-kurangin deh paniknya biar dia bisa main dengan tenang ya.

    1. Iya, kita khawatir anaknya ga liat kanan-kiri pas bergerak.
      Padahal anaknya lagi belajar, jatuh juga belajar supaya besok-besok lebih jaga keseimbangan pas aktivitas. ๐Ÿ™‚

  2. Embun kuat kayak mama yaa ๐Ÿ˜Š iya bener, kadang suka ngagetin sama aksi2 dia. Kejutan setiap saat hihi
    Anakku suka minta beli hansaplast..

  3. Anakku lumayan tabah kalau dikasih obat yang perih, tapi kalau ada yang enggak perih kayak Hansaplast Spray Antiseptik tentulah lebih baik, ya. Nanti aku rekomendasi ke kakakku yang anaknya paling takut sama obat luka. Thanks for sharing yaa..

  4. Kalo anak aktif emang liatnya seneng ya kak. Tp kadang suka ngeri sendiri, takut2 kalo anak kenapa2. Berdarahlah, benjollah, dsb. Tapi disitulah proses belajar ya.

    Aku juga kemana2 bawa hansaplast. Tapi bukan yg spray, yang plester dan antiseptik.

  5. ya ampun mak, anaknya aktif banget tapi aq seneng anak yang aktif, banyak gerak, hepi gitu lihat anaknya.
    aq udah lama tuh cari Hansaplast Spray Antiseptik, praktis banget kalau di pake, makasih kak udah di bocorin harganya, hihihi

  6. dulu jaman kecil saya juga hiperaktif banget..
    bahkan sering luka kebeset apaan gitu gak berasa saking seringnya dan baru terasa perih begitu mandi dan kena sabun. wkwkwk..
    sekarang hansaplast praktis yaa ada atiseptic spray. jadi mending nyetok itu deh kalau mau traveling kemana-mana

  7. Informasi menarik nih mbak, anak saya biasa kalau jatuh gak mau dikasih obat tetes. Maunya langsung hansaplast tapi kan kudu dibersihkan dulu ya lukanya. Ada ini bakal mempermudah proses pembersihan luka, apalagi gak menimbulkan efek perih. Makasih sharingnya mbak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *