Jangan Abaikan Lemah, Letih, dan Lesu!

Kakak-kakak sering lemah, letih, lesu, ga bersemangat, dan kurang gairah? Jangan diabaikan ya, bisa jadi itu gejala anemia, lho!

gambar dari sini

Apa Itu Anemia 

Umumnya, gejala pada anemia defisiensi besi ini tidak terdeteksi karena sangat ringan. Terasa seperti gejala sakit biasa. Saking ringannya, kita sering menyalahkan “kecapean” dan “kurang tidur”. Iya, kan?

Pertama, mesti dijelasin dulu anemia itu apa. Anemia adalah kondisi dimana seseorang tidak memiliki sel-sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen yang memadai ke setiap organ dan jaringan tubuhnya.

Anemia itu ga sama dengan darah rendah. Kalau darah rendah itu tekanan darahnya yang rendah atau lemah, cara pengukurannya dengan menggunakan tensi meter. Sedangkan anemia adalah butir darah merahnya yang berkurang, kalau ini diukurnya dengan Hb meter.

Selain lewat Hb meter, anemia juga bisa dideteksi dengan pengecekan bagian bawah mata. Coba deh tarik kelopak mata bagian bawah ke arah luar, kalau warnanya pucat, bisa jadi anemia, lho.

Gejala Anemia

Umumnya, gejala-gejala di bawah ini muncul pada orang dengan anemia defisiensi besi. Sila dicek, mungkin beberapa diantaranya sering kakak-kakak rasakan dan sering diabaikan:

  • Mudah lelah dan mudah tersinggung.
  • Nafsu makan yang menurun, selera makan hilang.
  • Kurang berenergi, selera makan hilang.
  • Sesak napas, wajah pucat, serta sulit berkonsentrasi atau berpikir.
  • Pusing, sakit kepala, lidah bengkak.
  • Kaki dan tangan terus terasa dingin, kesemutan pada kaki.
  • Sistem kekebalan tubuh menurun hingga rentan terkena infeksi.
  • Sakit pada dada, palpitasi (denyut tidak teratur).
  • Kuku menjadi rapuh, rambut mudah patah dan rontok.

Kapan seseorang bisa dipastikan anemia? Satu-satunya cara cuma dengan tes darah. Agak repot memang, tapi demi kesehatan mesti investasi waktu ke rumah sakit. Hasil tes darah cukup akurat buat nunjukin kalau-kalau ada kekurangan zat besi atau zat lain yang diperlukan dalam memproduksi sel darah merah yang sehat. Jadi, kalau sering ngerasain dua, tiga, atau empat gejala di atas, baiknya ke dokter, ya.

Penyebab Anemia

Tadi udah ngomongin gejalanya. Sekarang ngobrol soal penyebabnya, ya. Penyebab anemia itu ada dua:

  1. Rendahnya asupan zat gizi yang penting untuk pembuatan Hemoglobin (Hb), yaitu zat besi, asam folat, vit B12, dan protein.
  2. Meningkatnya pengeluaran yang disebabkan karena pendarahan seperti infeksi kecacingan, pecahnya sel darah merah karena malaria atau thalassemia, atau pendarahan oleh sebab lainnya seperti luka.

Menurut Prof.  Dr. Endang L. Achadi sewaktu diskusi “Solusi Total untuk Indonesia yang lebih produktif & Bebas Anemia” bersama Merck Tbk di Hotel Dharmawangsa, Rabu lalu, penyebab nomor 1 yang paling umum terjadi di Indonesia. Bahan makanan sebagian besar penduduk Indonesia itu berasal dari pangan nabati, padahal zat besi dari nabati lebih sulit diserap oleh tubuh.

Perempuan Lebih Berisiko

Berdasarkan riset kesehatan dasar 2013, perempuan hamil merupakan kelompok yang paling sering terkena anemia, yaitu sekitar 37,1 persen. Ketika memasuki masa kehamilan dalam keadaan anemia, perempuan jadi punya banyak risiko yang mengintai, diantaranya pendarahan waktu melahirkan dan bayi lahir dengan berat badan yang rendah.

Selain ibu hamil, ibu bekerja merupakan kelompok yang rentan mengalami anemia karena kurangnya konsumsi makanan yang mengandung zat besi padahal aktivitas hariannya sangat padat. Perempuan secara umum juga memerlukan asupan zat besi lebih banyak karena berbagai macam faktor, salah satunya menstruasi.

Pernah lihat ibu menyusui yang kelihatan lemas? Bisa jadi sumber zat besi dalam makanannya juga tipis, belum lagi Si Ibu tidurnya tidak teratur dan istirahatnya minus. Duh!

Cegah Anemia!

Kalau udah kena, anemia bisa bikin repot. Jadi, lebih baik dicegah sejak dini. Di bawah ini saya tuliskan beberapa cara untuk mencegah anemia, ya. 🙂

  1. Pola makan seimbang: Kenyang sama seimbang itu beda jauh banget. Cek lagi apa yang kita makan setiap hari, pastikan semua zat gizi yang diperlukan tubuh sudah ada di sana, khususnya makanan kaya zat besi. Zat besi dari hewani, seperti hati, daging sapi, unggas, dan ikan, dianjurkan karena lebih mudah terserap tubuh.
  2. Konsumsi vitamin C secara rutin. Makanan kaya vitamin C membantu proses penyerapan zat besi oleh tubuh.
  3. Olahraga secara teratur. Jangan terlalu berat sampai kelelahan. Olahraga yang benar harusnya memberikan efek segar setelahnya. Waktu yang disarankan sekitar 175 menit/minggu atau 30 menit perhari.
  4. Hindari minum kopi/teh bersamaan dengan makanan. Kopi/teh menghambat penyerapan zat besi di dalam tubuh. Beri jeda waktu beberapa jam.
  5. Minum suplemen zat besi. Sekarang banyak suplemen yang beredar dan mudah didapatkan di apotek. Saya biasanya beli Sangobion.

Apa untungnya bebas anemia? Pastinya aktivitas jadi lebih lancar, ga ada lagi letih, lelah, lesu, lunglai, dan lemah. Kita juga jadi lebih produktif dan semangat.

Semua segar dan bebas anemia.

Oh iya, kalau mau tau lebih banyak atau mau tanya-tanya lebih lanjut soal anemia, bisa mampir ke akun media sosialnya Sangobion di sini. Semoga bermanfaat!
Twitter:  sangobion4life
Instagram: sangobion4life
Facebook: Sangobion
Website: http://www.sangobion.co.id/

/salam bebas anemia

16 thoughts on “Jangan Abaikan Lemah, Letih, dan Lesu!”

    1. Gula darah berbeda dari Hb yang bikin anemia.
      Kalau ada masalah dengan gula darah dan terjadi menahun sepertinya udah mesti ke dokter untuk cek gejala diabetes.
      Kalau anemia, bisa dibantu dengan mengonsumsi makanan yang kaya zat besi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *