Apa Jadinya Aku, Tanpa Kamu

Tak perlu berpikir, mari kita jalani, sampai nanti
Kelak, jika terlalu dipikir, kenyataan senyata-nyatanya belalang berwarna hijau akan menyeruak.
Perlukah adanya kita, jika sendiri pun dunia akan berjalan wajar saja.

Sekuat batu sungai, sehitam batu sungai, seramai ilalang, demikian duniaku.
Lalu, perlukah adanya kita?

Pikiran muncul hilang timbul, sesaat kuat sesaat selemah lidi sebatang.
Adanya kita apakah membuat pelangi tambah cantik gemerlapan.
Jutaan manusia bercinta, apa guna?

Sebentar kuat, sebentar lemah
Memandangi foto di tangan, air mata semerta merebak, jatuh lancar.

Gelisah, seiring lagu rindu menyeruak.
Apa jadinya aku, tanpa kamu?

Sekian tahun bergandeng bersamamu, kawan.
Apa jadinya aku, tanpa kamu?

Terima aku selamanya, kawan
Apa jadinya aku, tanpa kamu?

/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *