Asupan Gizi 1000 Hari Pertama

Ada yang sedang hamil atau punya batita? Pas banget nih, saya mau bagi-bagi cerita, oleh-oleh dari datang ke acaranya @nutrisi_bangsa, jumat lalu.

Nutrisi dan kemiskinan
Nutrisi dan kemiskinan

Jadi Nutrisi Bangsa ini sudah beberapa kali bikin #nutritalk, bincang-bincang seputar gizi dan kesehatan. Acaranya ada yang online di twitternya @nutrisi_bangsa, ada juga yang offline. Salah satu acara offline-nya ini yang saya datangi kemarin. ^^ 

Pemateri Nutritalknya ada Dr. Martine Alles, Direktur Development Physiology dan Nutrition Danone Nutricia Early Life Nutrition, Belanda dan Prof. Dr. Ir. Hardinsyah Guru Besar Ilmu Gizi FEMA IPB.

Tema Nutritalknya soal bagaimana gizi/nutrisi bisa mempengaruhi pertumbuhan. Kali ini yang dijadikan contoh adalah kisah suksesnya Belanda yang berhasil mengurangi angka kematian ibu, kelahiran bayi prematur/berat kurang, dan bayi stunting (pendek).

Katanya, waktu Perang Dunia ke-2, bencana kelaparan meluas. Memang waktunya ga lama, tapi efeknya masih ada dalam jangka panjang. Banyak perempuan yang terpapar bencana kelaparan melahirkan bayi dengan bobot lahir rendah yang beresiko tinggi kena obesitas & diabetes.

Untuk memperbaiki keadaan, pemerintah Belanda di tahun 1930-an bagi-bagi susu gratis ke anak-anak sekolah dan kawasan miskin. Belakangan susu gratis itu berubah jadi subsidi susu. Ga sekedar susu, pemerintah Belanda juga fokus di kebersihan keluarga plus KB! Kalau sebelumnya satu keluarga punya anak 5-6 sekarang anaknya berkurang jadi 2-3 saja.

Dr. Alles bilang, jumlah keluarga yang sedikit bikin kepala keluarga mampu menyukupi kebutuhan nutrisi. Jadi ga asal kenyang, tapi juga cukup vitamin, mineral, dan kebutuhan gizi yang penting lainnya.

NUTRITALK
NUTRITALK

Lalu, usahanya Belanda kelihatan manfaatnya, ga?
Eh, ternyata kelihatan banget, lho!

Jadi kalau di tahun 1800 tinggi badan pria dewasa Belanda cuma 163cm saja, di tahun 1997, tinggi badan rata-ratanya udah sampe 184cm!

Jadi mikir, orang Indonesia bisa kali ya dibikin gitu kalo ada program pemerintah yang sesuai. Kata Prof. Arif, saat ini rata-rata tinggi badan laki-laki di Indonesia 168 cm dan perempuan 159 cm. Ini mirip dengan kondisinya Belanda 200 tahun lalu. 🙁

—————

Gizi di Indonesia

Tapi ga usah jauh-jauh ke sana dulu deh, sampai sekarang ini masih banyak banget anak yang ngalamin gizi buruk, kak. Kalau cek data di 2013 lalu, kekurangan gizi di Indonesia itu bikin angka stunting (anak-anak berbadan pendek) ada di 37,2% atau 8,8juta balita. Banyak banget, yaa.. 🙁

Soal stunting ini, mesti diperhatikan dari kondisi waktu bayi masih di perut. Intinya si ibu mesti dapat gizi yang cukup supaya perkembangan janinnya oke. Nutrisinya ga cukup protein, lemak, karbohidrat, tapi juga ada vitamin, zat lain seperti zinc, zat besi, kalsium, selenium, yodium, juga asam folat.

Prof. Arif cerita kalo di Indonesia itu sumber vitamin C bukan main banyaknya, tapi masih banyak orang yang kekurangan vitamin C soalnya ga konsumsi makanan yang punya kandungan itu. Trus, matahari di Indonesia juga bukan main ramahnya, ehh ternyata masih banyak orang kekurangan  vitamin D juga, padahal vitamin ini penting banget buat pertumbuhan tulang dan gigi!

Lha kok bisa kurang vitamin D? Ya bisaa..
Orang Indonesia itu ga demen panas-panasan. Di kantor tinggal di ruangan ber-AC, di rumah jarang berjemur, anak-anak ga boleh main ke luar rumah, entah takut sakit kepala entah takut hitem, plus terlalu banyak pakai krim-krim anti sinar matahari. 🙁

Sinar matahari ini penting banget untuk mengubah makanan yang dikonsumsi jadi vitamin D. Kalau ga kena matahari, walau makanannya penuh nutrisi, tetap aja defisiensi.  Kalau defisiensi vitamin D, tubuh bisa kena gangguan penyakit, contohnya osteoporosis, osteopenia, diabetes, hipertensi, dan berbagai penyakit jantung, kanker payudara, dan kanker endometrium.  Serem!

Matahari

Soal sinar matahari, ternyata masih banyak yang salah kaprah. Sinar matahari yang baik untuk pembentukan vitamin D itu ada di jam 9 pagi – 1 siang, bukannya jam 6 – 9 pagi. Lalu, dalam satu sesi berjemur hanya diperlukan 20 menit saja, tidak perlu terlalu lama.

Berjemur tiap hari? Ternyata nggak! Berjemur cukup 3-4 kali seminggu saja. Kurang lebih sama dengan waktu yang dibutuhkan untuk olahraga.

—————

Kebutuhan Nutrisi Anak

Gizi baik untuk...
Gizi baik untuk…

Banyak banget PR ibu hamil – ibu menyusui – ibu yang punya toddler buat mencukupi kebutuhan nutrisi anak, yah. Tapi ya ga sendirian juga lah, mesti kerjasama juga dengan bapaknya si anak, saling mengingatkan.

Balik ke asupan nutrisi 1000 Hari Pertama Kehidupan yang penting banget buat anak. Periode pertumbuhan yang pesat itu bisa dilihat dari :

  1. Tinggi badan si anak saat 3 tahun mencapai 2 kali tinggi badan saat lahir.
  2. Anak mencapai 5 kali berat lahir di usia 3 tahun.
  3. Ada +1gr perkembangan otak setiap harinya di 3 tahun pertama.
  4. Adanya perkembangan yang signifikan di sistem saluran cerna, organ metabolik, perkembangan kognitif, komposisi tubuh dan ada pematangan sistem kekebalannya. Soal sistem kekebalan ini saya pernah baca kalau anak yang mendapatkan ASI di dua tahun pertama punya sistem kekebalan tubuh yang lebih baik.

—————

Terimakasih Nutrisi Bangsa dan Sari Husada yang sudah mengundang hadir ke acaranya. Banyak banget info bermanfaat yang saya dapat dan bisa saya bagi. 🙂

Ketemu @fairyteeth, @ceritaeka, @nagacentil, dan @titiwakmar di @nutritalk
Ketemu @fairyteeth, @ceritaeka, @nagacentil, dan @titiwakmar di @nutritalk

/Salam Melek Gizi!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *