All posts by rere

Kakak, Duriannya Mau Dimasak Apa?

Musim durian hampir tiba, biasanya kalau akhiran bulan sudah mendekat ke “ber-ber”, tau kan, itu lohh bulan September – Desember, durian mulai merajalela deh.

Durian tetiba duduk manis di pinggir jalan ini, di pinggir jalan itu, belum lagi promo “all you can eat durian” di mal atau warung buah. Huihh… Durian is the fruit of my country! (Kalimat ini saya tuliskan lebih karena saya belum pernah sempat makan durian di luar negeri, hahah).

Kalau musim durian tiba, sudah pastilah ya, ritual makan durian beramai-ramai musti dijalankan. Gak penting udah mandi atau belum, udah makan atau belum. Durian tetep nomor satu.

Mulai dari makan durian ramai-ramai di abang tukang durian, sampai beli durian sekian puluh buah sekaligus untuk dicelamiti makhluk satu rumah. Durian segar is the best, Yes?

Tapiii, biasanya sih makan durian segar itu di awal-awal saja ya. Selain karena harga durian cukup mahal, tidak layak dikonsumsi setiap hari, dijamin kantong lekas bolong deh. Tapi kemudian kami satu rumah akhirnya bosan.

Nah, kalau sudah bosan begini, biasanya ide-ide mengolah durian bermunculan. Tapiii, apapun idenya, biasanya mamak selalu saja pada akhirnya masak Ketan Kukus kuah Kinca Durian.

Apa sih, Re.. Namanya kok ribet gitu?
Jadi, ini adalah dua masakan yang penyajiannya dijadikan satu. Ketan putih kukus, disiram dengan kinca durian. Aduh, sembari mengetik ini, saya melapaar ingin durian.. 🙂

Cara membuatnya lumayan mudah, gak perlu kursus masak ala koki, deh.

Bahan 1
1. Satu kilo beras ketan putih, dicuci bersih, direndam dengan air sampai empuk, kira-kira dua jam. Tambahkan garam sedikit.
2. Santan kental dari satu butir kelapa.
3. Daun pandan untuk mengukus ketan

Bahan 2
1. Dua buah durian segar
2. Santan dari satu butir kelapa
3. Gula merah setengah kilogram
4. Garam
5. Daun pandan

Cara Memasak :
1. Beras ketan yang sudah direndam dikukus, pada air kukusan letakkan dua lembar daun pandan agar ketan wangi.
Kira-kira lima belas menit kemudian dan beras ketan sudah setengah matang, siram dengan santan kental. Aduk beras santan dan ketan di dalam dandang sampai rata.
Tutup kembali dan tunggu sampai matang.

2. Durian dikeluarkan dari kulitnya, letakkan di dalam panci, siram santan dari satu butir kelapa.
Remas-remas durian sampai tercampur rata dengan santan, tambahkan gula putih setengah kilo, sedikit garam, dan dua lembar daun pandan.
Masak di atas kompor, sambil terus diaduk sampai agak kental. Cicip masakan, jika dirasa kurang manis, tambahkan gula.

Bagi ketan ke dalam piring, siram kuah kinca durian. Hidangkan.
Untuk 15 porsi.

………………….

Biasanya sih, saat penyajian kami menggunakan piring-piring imut. Kenapa tuh? Karena menu ini cukup bikin kenyang. Paduan ketan dan durian gitu loh..

Yuk yuk, mari kita bedah kandungan gizi menu favorit keluarga saya yang asli berasal dari tanah batak ini.

Ketan hampir sepenuhnya didominasi oleh amilopektin sehingga teksturnya sangat lekat. Ketan mengandung karbohidrat yang diperlukan tubuh sebagai bahan bakar/nutrisi dan cadangan energi.

Pelengkap durian, si santan kelapa mengandung kolesterol 185 mg.

Sedangkan setiap 100 g salut biji durian si raja buah mengandung 67 g air, 28,3 g karbohidrat, 2,5 g lemak, 2,5 g protein, 1,4 g serat; serta memiliki nilai energi sebesar 520 kJ. Durian juga banyak mengandung vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin C; serta kalium, kalsium dan fosfor.

Karena kandungan gizi durian yang sangat padat, sebaiknya buah ini tidak dimakan berlebihan. Mmm, sebenarnya sih, apapun yang berlebihan memang tidak baik, yah…

Musim hujan sudah tiba, musim durian di depan mata.
Kalau kamu, kamu, dan kamu, bagaimana caramu mengolah buah durian?

/salam durian

sumber :

http://health.detik.com/read/2012/08/08/145747/1986366/775/rajanya-kolesterol-jahat-ada-disini
http://id.wikipedia.org/wiki/Durian#Nilai_gizi
http://id.wikipedia.org/wiki/Beras

Tulisan ini diikutkan dalam lomba menulis Jelajah Gizi Nutrisi Untuk Bangsa.

Di Mana Kamu Menulis

Di mana kamu menulis? Saya kebanyakan menulis di komputer. Menulis di komputer, menurut saya sangat nyaman. Tuts keyboardnya yang besar-besar (sebanding dengan besarnya jari-jari saya), memungkinkan saya menulis cepat tanpa terlalu banyak melakukan kesalahan.

Pada masa lampau, pendahulu kita, menggunakan berbagai media untuk menulis. Batu yang diukir dengan simbol, tanah liat yang dibentuk (atau dicetak) dengan cara tertentu, tulang hewan, lembaran daun yang dikeringkan, lalu kertas.

Jaman semakin maju, tulisan semakin berkembang, jika dulu harus menulis dengan lembaran bulu angsa yang dicelupkan pada tinta, sekarang cukup membeli pulpen di toko, jika habis gampang beli lagi isi ulangnya, atau pulpen baru sekalian.
Teknologi tidak berhenti. Maka kemudian muncullah pulpen tanpa tinta yang dinamakan stylus.

Jika dilihat dari asal katanya (sumber : Wikipedia)

Stilus (bahasa Inggris: stylus) atau gerip (bahasa Belanda: griffel) adalah alat tulis pada zaman kuno yang digunakan untuk menghasilkan tulisan pada batu tulis.

Dalam perkembangannya, istilah stilus juga diberikan pada
(1) berbagai jenis instrumen runcing berbentuk pena yang digunakan untuk menulis atau menggambar,
(2) jarum untuk menghasilkan bunyi atau merekam bunyi pada fonograf atau gramofon, serta
(3) alat untuk menghasilkan titik kecil pada kertas, misalnya pada pembuatan Braille. Dalam bidang komputer, stilus juga dipakai untuk merujuk pada batang kecil yang digunakan sebagai pena untuk layar sentuh peranti elektronik.

Stylus yang kita kenal saat ini adalah pena kecil yang digunakan dengan cara disentuhkan pada layar smartphone. Tulisan/coretan muncul pada layar seiring goyangan tangan. Menulis/menggambar atau sekedar oret-oret bisa dilakukan.

Berhenti sampai disitu? Tentu tidak!

Stylus semakin canggih, tidak hanya bisa digunakan untuk menulis, stylus juga dilengkapi penghapus. Persis seperti pensil kita waktu jaman sekolah dasar dulu, bukan? 🙂

Adalah Samsung Galaxy Note 10.1 yang diluncurkan 1 September 2012 lalu dengan dilengkapi stylus pen (kemudian disingkat S-Pen) canggih itu. Selain penghapusnya yang oye, S-Pen juga sensitif terhadap 1.024 tekanan yang berbeda. Tebal tipisnya tulisan bisa diatur sendiri oleh si penulis. Ada kata/kalimat yang harus ditegaskan? Cukup tekan S-Pen lebih kuat untuk menghasilkan tulisan yang “berbeda”.

S-Pen dari Samsung Galaxy Note 10.1 ini juga mampu mengenal tulisan. Bahasa kerennya, handwriting recognition. S-Pen ini kata @salsabeela di blogger gathering Samsung Galaxy Note 10.1, bekerja sangat baik di Photoshop touch! Menggambar jadi lebih menyenangkan.

gambar dari sini

Bukan cuma S-Pen yang diunggulkan dalam Samsung Galaxy Note 10.1. Ukuran layarnya yang wah, dan kemampuannya untuk multitasking menjadi keunggulan. Mengerjakan tulisan sambil browsing, sekaligus menikmati pop-up screen di layar yang sama. Kurang keren apa coba?

Penampilan Galaxy Note 10.1 : 

gambar dari sini

Spesifikasi : 

OS Android 4.0 Ice Cream Sandwich. RAM sebesar 2GB. Layar sentuh berukuran 10.1 inci dengan resolusi 1280 x 800 piksel (149ppi). Dilengkapi dengan kamera 5 megapiksel dengan LED flash, kamera depan 1.9 megapiksel. Ada tiga versi kenektivitas versi Wi-Fi, Versi 3G HSPA, dan versi LTE.

Penasaran dengan penampakannya? Liat langsung videonya :

dan

 

 

Jadi, mau menulis dengan apa hari ini?

/Salam tulis

Mari Mencoba D’Eyeko Premium Lashes

Pernah pakai bulu mata palsu? Beberapa orang mungkin sudah, beberapa lainnya bisa jadi belum pernah. Saya pernah menggunakan bulu mata palsu beberapa kali saja seumur hidup. Entah kenapa, di otak saya, yang namanya bulu mata palsu itu mustinya dipadankan dengan make up sempurna. Kalau cuma pakai bedak tabur, sayang bulu matanya.. hihi

Minggu lalu saya mendapat kiriman 3 pasang bulu mata dari D’Eyeko.  D’Eyeko ini brand bulu mata palsu asli Indonesia. Produk unggulannya adalah D’Eyeko Premium False Eyelashes. D’Eyeko Didirikan pada tahun 2008, di Purbalingga. Continue reading Mari Mencoba D’Eyeko Premium Lashes

Penipuan Kartu Diskon dari VISA/MASTERCARD

Siang ini saya ditelepon seorang Bapak dengan menggunakan nomor telkomsel, si Bapak menyebutkan nama saya dengan fasih. Saya jawab, Benar. Si bapak lantas mengonfirmasi apakah benar saya telah menerima kartu kredit dari CIMB Niaga. Saya jawab kembali dengan, Benar. Si bapak menanyakan apakah yang saya terima adalah kartu visa/mastercard, saya jawab Visa. “Oh, jadi kartu mastercard-nya belum datang ya, Bu?”

Si Bapak lantas bertanya limit kartu kredit yang saya terima, menanyakan apakah kartu sudah diaktifkan atau belum, dan kemudian berbicara panjaaang sekali tentang penawaran kartu tambahan dari VISA/Master Card.

Si Bapak kemudian bercerita, kartu itu diberikan hanya kepada nasabah terpilih saja, dari 1000 nama nasabah yang masuk hari ini, ada 100 nama yang ditelepon dan ditawarkan.

Penggunaan kartu ini, kata dia melanjutkan, sangat mudah. Saat berbelanja, berikan kedua kartu kepada kasir, kartu kredit dan kartu diskon, maka pemilik kartu akan langsung mendapatkan diskon bervariasi mulai dari 30-50 persen.  Jika telah menerima kartu, saya diminta membaca buku panduan yang tertera dan jika masih kurang jelas saya bisa menghubungi nomor telepon yang tertera di belakang kartu.

Kartu yang dikirimkan akan disisipi 2 lembar voucher menginap pada hotel di seluruh Indonesia, pemegang voucher tinggal menelepon hotel untuk memesan kamar dua hari sebelumnya. Jika ingin menambah jumlah hari di hotel, tinggal menggesek kartu kredit dan kartu diskon agar mendapatkan potongan biaya menginap.

Penjelasan si Bapak sangat panjang dan lebar, kemudian dia berujar, pemilik kartu akan dikenakan biaya Rp 2.350ribu untuk seumur hidup. Biaya tersebut tidak berupa cash/tunai, tetapi dibayarkan langsung oleh visa/master card dari potongan tiap pembelanjaan.

Ia mengilustrasikan begini : Kalau menggunakan kartu kredit, saya akan dikenai biaya PPN 10 persen dari total belanja. Misalnya saya belanja Rp 500ribu, total yang harus saya bayarkan adalah Rp 550ribu. Jika menggunakan kartu diskon secara bersamaan, saya tinggal membayar Rp 250ribu saja + PPN 50ribu, jadi total Rp 300ribu. Penjelasan ini diulang-ulang terus, sepertinya ingin memengaruhi psikologis ibu-ibu yang doyan diskonan.

Karena berurusan dengan uang, kuping saya langsung tegak. Saya tidak rela membayar, apalagi jutaan rupiah. Saya meminta si bapak menyebutkan web untuk mempelajari lebih dulu tentang kartu diskon tersebut, jawabannya : Semua tercetak dengan jelas (termasuk alamat web) pada buku panduan, jika ibu tidak berkenan kartu bisa dikembalikan ke alamat kami.

Saya berkali menolak dikirimkan, tetapi si bapak ngotot kalau kartu sudah dikirim per Senin kemarin, dan karena bentuknya adalah fasilitas, kartu tidak bisa ditolak. Tetapi kartu bisa dikembalikan, mmm makin banyak yang aneh, ya.

Segera setelah telepon ditutup, saya mencari informasi terkait kartu diskon itu. Jaman sekarang kan jaman internet ya..

Beginilah penampakan halaman pertama google dengan keyword : kartu diskon visa mastercard

Astaghfirullah, hampir saja.

Saya menelepon kembali nomor tersebut, tidak diangkat. Tak berapa lama, saya yang ditelepon kembali. Saya tegaskan. “Pak, tidak usah kirim kartunya ke rumah saya ya, saya tahu ini penipuan.” | “Ibu tahu dari mana ini penipuan, bla bla bla.” Kemudian saya tegaskan sambil menjerit, karena si bapak tidak berhenti bicara “Saya tidak mau kartunya dikirim ke rumah saya, terimakasih”.

Lalu telepon saya tutup.

Belakangan saya mengirimkan sms untuk menegaskan maksud saya,

 

Aduh, saya mau dituntut katanya. :p *masih mikir, kok customer service/call centre bisa balas sms sambil mengancam.

Teman semua, waspadalah. Penipuan bisa terjadi dimana saja, kapan saja. Jangan sampai lengah.

Untuk diperhatikan :

1. Penelepon mengetahui nama lengkap, alamat lengkap, nomor handphone.
2. Penelepon mengetahui anda baru saja menerima kartu kredit. (Ini mereka dapat informasinya darimana, ya?)
3. Background-nya berisik
4. Cara bicaranya ceplas ceplos, tertawa terbahak, sok akrab

/salam waspada

Sanggul Jilbab Masuk Neraka

Teman saya baru saja mengirimkan tulisan ini pada saya, diambil dari Hadist Rasulullah SAW dan Hadist Riwayat Ahmad.

“Akan muncul dalam kalangan umatku di akhir zaman, kaum lelaki yang menunggang sambil duduk di atas pelana, lalu mereka turun di depan pintu-pintu masjid. Wanita-wanita mereka (isteri mereka atau anak perempuan), berpakaian tetapi seperti bertelanjang (nipis dan ketat). Di atas kepala mereka pula (wanita) terdapat bonggolan (sanggul atau tocang) seperti bonggol unta yang lemah gemalai. Oleh itu laknatlah mereka semua. Sesungguhnya mereka adalah wanita-wanita yang terlaknat ” – Hadis riwayat Ahmad, jil.2, ms. 223.

Rasulullah s.a.w bersabda:
“Dua golongan penghuni neraka yang mana aku sendiri belum pernah melihat keadaan mereka di dunia: golongan yang membawa cemeti seperti seekor lembu lalu menggunakannya untuk memukul manusia dan juga kaum wanita yang berpakaian seperti bertelanjang, menggoyangkan badan dan berlenggang-lenggok, kepala mereka ada suatu seperti bonggol di kepala unta yang bergoyang-goyang. Mereka tentu tidak akan memasuki syurga atau mencium baunya sedangkan bau syurga itu dapat dihidu dari jarak perjalanan begitu dan begini ” – Hadis riwayat Muslim.

Saya, entah kurang mengerti, entah tidak mau mengerti, jadinya tidak paham dengan dua hadist di atas. Sanggul pada jilbab, aka ciput tinggi, yang hanya serupa bongkahan kain itu, masa iya menghalangi seseorang masuk ke surga.
Tapi, untuk membantah dua hadist di atas, saya semestinya belajar banyak tentang Quran Hadist sih ya.

Ada yang pernah bilang, jangan mendebat apa yang dikatakan Al-Quran dan hadist sampai kamu bisa membuktikan sebaliknya. Caranya? Ya mengaji ke guru agama. Tentu saja hal yang satu itu, sampai sekarang belum saya lakukan, ada saja alasan saya, yang waktulah, yang belum bertemu guru yang tepatlah, yang bingung harus memulai dari manalah.

Saya, berpikir, Allah cinta keindahan. Sanggul jilbab (ciput tinggi) semacam gambar di atas akan kelihatan cantik apabila dipadankan dengan selendang yang sesuai. Wajah yang tadinya bulat akan terlihat lonjong. Pemakai ciput(selendang) akan lebih percaya diri.
Tidak semua orang cocok menggunakan ciput tinggi semacam itu (termasuk saya), tetapi bagi mereka yang cocok dan senang menggunakannya, saya rasa tidak adil surga dijauhkan dari mereka.

Sampai saat ini saya masih menganggap, baik tidaknya seseorang baiknya dinilai dari bagaimana ia memperlakukan sesama, berbicara tanpa menyakiti, bertindak melewati hak, bagaimana memperlakukan keluarga, bagaimana memperlakukan makhluk tuhan lainnya, dan bagaimana interaksinya dengan Tuhan. Iya, Tuhan yang memiliki berbagai nama itu.

/salam selendang

*gambar dikirim teman saya, entah dia ambil dari mana.

Lagu Bunuh Diri

Lagu bunuh diri sementinya dihentikan peredarannya. Si pembuat lagu tidak pernah memikirkan efek jangka panjangnya pada pendengar.
Diputar berulang, makin ingin bunuh diri, loncat ke sungai kemudian romantisku.

Tak tahu dia, mati ya mati saja. Mati demi cinta, sudah haknya romeo dan juliet. Jika mampu membuat kisah lebih tragis dari mereka, maka bolehlah namanya masuk sejarah.
Jika tidak, maka siap-siap, sudah mati masih dibodoh-bodohi.

Masih ingin bunuh diri? Coba mengaca sebentar, tanyakan pada diri, jujur.
Apa iya, kalau mati, dia yang terus dirundungi itu akan bersedih?
Haha, jangan harap.

Mereka yang sudah kawin, anak selusin, ditinggal mati, besoknya saja bisa kawin lagi
Lalu kamu, berharap si dia akan mengingatmu selamanya, menyesal telah menyakiti hati.
Gelap! Gelap!

Terlalu panjang harapmu kawan, sekali lagi berkacalah.
Tarik nafas, terima nasibmu.

Masih ingin bunuh diri?
Sudahlah, jangan menyusahkan orang.

/lagupatahhati

Derai Agustus

Derai agustus, sepi tanpa putus.
Dimana kamu Johanus, padamu kutitipkan sebagian nafasku.

Kecup basah, dekapan erat, bisikan lembut di telinga.
Aku mencintaimu, sungguh.

Lalat pun berdekapan, Johanus. Maka sudah sewajarnyalah kita bersama.
Tak lain tak bukan, selalu demikian, berpanjangan.

Gelap di luaran, Johanus. Pada saat demikian, betapa perlindunganmu kuharap.
Peluk ketat, ciuman hangat. Air mataku membasahi ubin, sudah.

Hujan turun satu-satu, gelisah terasa, berapa kali aku harus memanggilmu,
Hadirlah, Johanus. Hadir disini.
Ceritakan padaku, tentang segala yang membuatmu tertawa di luar sana.

Gelakmu indah, Johanus. Ingin aku menyumpal mulutmu lekas dengan bibirku.
Kutelan gelakmu, dan kuperdengarkan saat rindu mulai menguap lewat kepalaku.

Duhai Johanus, jika kelak kita berjumpa, ingatkan aku untuk mengambil sebagian nafas yang kutitipkan, dulu.
Sesak aku, tanpamu.

/untukmu johanus, derai agustus berlagu

Apa Jadinya Aku, Tanpa Kamu

Tak perlu berpikir, mari kita jalani, sampai nanti
Kelak, jika terlalu dipikir, kenyataan senyata-nyatanya belalang berwarna hijau akan menyeruak.
Perlukah adanya kita, jika sendiri pun dunia akan berjalan wajar saja.

Sekuat batu sungai, sehitam batu sungai, seramai ilalang, demikian duniaku.
Lalu, perlukah adanya kita?

Pikiran muncul hilang timbul, sesaat kuat sesaat selemah lidi sebatang.
Adanya kita apakah membuat pelangi tambah cantik gemerlapan.
Jutaan manusia bercinta, apa guna?

Sebentar kuat, sebentar lemah
Memandangi foto di tangan, air mata semerta merebak, jatuh lancar.

Gelisah, seiring lagu rindu menyeruak.
Apa jadinya aku, tanpa kamu?

Sekian tahun bergandeng bersamamu, kawan.
Apa jadinya aku, tanpa kamu?

Terima aku selamanya, kawan
Apa jadinya aku, tanpa kamu?

/

5 Tempat Menyenangkan di Ciputat dan Sekitarnya

Posting ini dibuat untuk ngerame-in #seminggusatu. Apa itu seminggu satu, bisa dibaca di sini ya 😀

Minggu ini, topik seminggu satunya adalah, tempat menyenangkan di kota anda. Kedengarannya gampang kan? Tapi, udah sejam lebih tulisannya gak rampung-rampung nih. Tetiba bingung gitu aja. hihi.

Padahal, sebagai penghuni tetap kampung Ciputat per 1 Januari 2009, saya harusnya sudah tidak perlu mikir lagi kalau hanya sekedar menulis tentang tempat, bukan?

Oke, jadi setelah mikir panjang, lebar, kali tinggi, berikut ini lima tempat yang saya anggap paling menyenangkan di kampung saya tercinta, Ciputat dan sekitarnya. Ihiyy..

1. Teras Kota

Teras kota adalah mal kecil yang berlokasi di Bumi Serpong Damai (BSD). Teras Kota ini terdiri dari 4 lantai, kebanyakan tenantnya adalah restoran. Apa sih yang saya suka dari teras kota? Teras kota itu lengkap, ada bioskop (blitz), toko buku (gramedia), warung makan, live entertainment, dan sering bikin bazaar diskonan di lantai dasarnya. Ada juga pusat kebugaran loh (sayangnya saya gak punya budget untuk ikut-ikutan ng-gaya di gym).. hihi.

Oh iya, ada juga playground buat anak-anak. Meski lokasinya di BSD, tiket playgroundnya masih terbeli lah buat saya yang warga ciputat.

2. Taman Kota BSD

BSD punya dua taman kota. Taman Kota 1, dan Taman Kota 2. Taman Kota 1 posisinya ada di pinggir jalan yang lumayan ramai, jadi kalau niat selingkuh disana, hati-hati, mungkin saja pasangan anda kebetulan lewat. Kalau Taman Kota 2, posisinya agak minggir sedikit. Jalanan menuju ke lokasi relatif sepi, plus banyak spot buat mojok berdua. Mau piknik seperti saya juga boleh.

Taman Kota 2, BSD

3. Pasar Ciputat

Pasar Ciputat ini biang macet! Pedagang, pembeli, angkot, bus kota, tumpah jadi satu. Macet kok menyenangkan, Re? hehe..

Jadi, buat ibu rumah tangga seperti saya, pasar ciputat itu udah kayak departemen store yang bukan main luasnya. Mau beli apa aja ada, semacam one stop shopping :D. Bumbu masak dasar sampai bumbu masak spesial, kaos dalam sampai abaya, setrikaan sampai AC, handphone, makanan, springbed, dll. Intinya sih, jangan lupa bawa dompet.

Sebenarnya, kondisi pasar ciputat dulu jauh lebih mengenaskan. Kalau hujan pasti banjir, macetnya sulit terurai. Sekarang sih, sudah dibangun flyover yang cukup panjang. Sayangnya, masih banyak warga pengguna pasar dan jalan yang abai aturan, macetnya jadi tak habis-habis.

foto dari http://poskota.co.id/

4. Pusat Jajanan di depan perumahan Gria Jakarta, Pamulang.

Entah kapan mulanya, jalan masuk perumahan Gria Jakarta Pamulang kalau malam berubah jadi pusat jajan yang super ramai. Jajanan favorit saya disana adalah martabak! Pedagang yang mangkal terbagi dua jenis, pedagang tenda dan pedagang gerobak. Jenis makanannya lengkap. Sate, Bakso, Bakmi, Dimsum, Siomay, Otak-Otak, Gorengan, Unggas-Unggasan, Makanan ala Jepang, Pizza, dll. Kalau sekeluarga punya selera makan yang beda-beda, bolehlah datang kemari. Harga makanannya sangat bersahabat.

5. RS Eka Hospital

Yang paling saya senangi dari RS ini adalah fasilitas UGD-nya. Saya pikir, gerak cepat perawat dan dokter saat menyambut pasien UGD itu hanya di film saja. hehe. Begitu turun dari kendaraan, satpam UGD lekas menyambut dan bertanya, “perlu bed atau kursi roda”. Sekian detik kemudian mas-mas perawat lekas membantu bapak satpam memapah/menggendong pasien menuju bed/kursi. Lalu dokter lantang bersuara “yang sakit lekas masukkan ke bed nomor sekian”.

Dokter datang, memeriksa, memberi pengurang rasa sakit (bila perlu), menghubungi dokter spesialis (bila perlu), melakukan rontgen (bila perlu), dll. Semuanya dilakukan tanpa menyinggung biaya lebih dulu. Segera setelah kondisi pasien stabil, pengantarnya baru diminta mengurus administrasi di ruang berbeda.

———

Apa yang menyenangkan buat saya, belum tentu menyenangkan buat anda. Jadi, daripada misuh-misuh tidak sepakat, boleh loh anda ikutan posting tempat favorit. Yuk.. yuk…

/salam senang selalu

Tulisan dari teman-teman blogger lainnya: Mas Zam, Mas Pitra, Mas Suprie, Mas Alya, dan Mas Karmin,

Guru Jaman Sekarang, Senjatanya Kasih Sayang

Guru – jika ingin disegani, dihormati, dan didengarkan perkataannya – menurut saya tidak perlu galak. Ada banyak cara lainnya, semisal: pintar, mau mendengarkan murid, atau pandai menjaga bicara. Guru yang pintar memaki atau memukul, sudah tidak jamannya lagi. Sudah lewat masanya penggaris jadi senjata untuk memukul, dan kapur tulis dilempar jauh sampai mengenai murid. Hukuman tidak membuat jera, tapi membawa luka.

Ada yang pernah punya pengalaman dipukul guru?

Saya pernah. Walaupun hanya di tangan dan tidak meninggalkan bekas di kulit, tetapi pengalaman tersebut membekas selamanya, di hati saya.  Memori yang jelek, ya.

Beda dengan guru jaman sekarang, berlomba mengukir prestasi. Bisa lewat event olimpiade, kontes seni daerah, ataupun olahraga.

Kali ini saya ingin cerita tentang adik saya, yang seorang guru pendidikan jasmani di SMU 6 Bandar Lampung. Sejak kecil adik saya ini, namanya Maya Octa Sari, memang punya bakat adu jotos. Laki-laki atau perempuan, jangan berani menganggu, siap saja ditunggu si adik pulang sekolah. Panggilan untuk orangtua dari sekolah datang bukan sekali atau dua kali, tetapi si adik selalu mampu berkelit. Perkelahian, kata dia, terjadi bukan karena dia yang memulai. Dia hanya berusaha membela diri, demikian si adik berargumen.

Titik balik kehidupan si adik bermula saat dia mengenal ekstrakurikuler taekwondo. Energi berlebih yang dia punya akhirnya bisa tersalurkan dengan kegiatan yang baik. Prestasi demi prestasi dia torehkan,  bahkan beberapa kali mewakili daerah Lampung untuk event olahraga nasional. Belakangan si adik mulai menekuni Olahraga Gulat. Olahraga ini pula yang membawanya menjadi utusan Lampung pada Pekan Olahraga Nasional di Kalimantan Timur,  2008 lalu. Saat masuk universitas, bakat dan prestasi si adik terbukti menyelamatkan. Dia diterima masuk kuliah jurusan ilmu pendidikan lewat program Penelusuran Minat Dan Bakat (PMDK).

Perjalanan panjang dilalui si adik sampai akhirnya dia diterima menjadi guru pegawai negeri sipil. Si adik lekas saja melihat potensi luar biasa di sekolah tempat dia mengajar, hanya saja potensi itu belum dikembangkan. Rasa gemas melingkupi batinnya. “Saya harus bisa bisa membuat perubahan,” begitu tekadnya.

Sebagai seorang guru muda, yang penuh bakat dan prestasi, wajar saja si adik begitu bersemangat. Menyimak ke belakang, dia adalah siswa yang aktif mengembangkan minat dan bakat, maka hal serupa tentu saja dia inginkan terjadi pada siswa yang ia ajar.

Si adik hampir selalu menggunakan lapangan saat jam mengajarnya dimulai. Berada di luar ruangan setelah seharian belajar di ruangan-dengan bangku tersusun rapi memanjang ke belakang-tentu saja membuat siswa kembali segar dan bersemangat kembali.

Perlahan tapi pasti, siswa yang menjadi tanggung jawabnya mulai menunjukkan prestasi. Piala dari olahraga futsal dan sepakbola sukses dibawa pulang dari beberapa kompetisi tingkat daerah. Bukan hanya disayang sekolah, dia juga disayang siswanya.

Bahkan, begitu disayangnya dia, siswa berani “melampaui” ruang mengajar. Tidak lagi hanya di sekolah, dia dikejar hingga ke rumah. Siswa jatuh sayang, mudah diajar, prestasi diraih. Kurang apa senangnya dia.

Pendidikan yang membebaskan dianut si adik. Siswa dibagi berdasarkan minatnya.  Tidak harus setiap siswa menyukai olahraga renang, dan tidak harus pula setiap siswa gemar permainan bola basket.

Pendidikan yang membahagiakan seperti itu, patutnya bisa berkembang. Guru yang mengajar dengan hati, akan mudah dikenali siswanya. Bahkan pelajaran eksakta pun, harusnya bisa dibungkus menarik, tidak menegangkan.

Siswa yang bahagia akan membawa pengalamannya itu sampai kapanpun. Jika kelak ia memutuskan menjadi pendidik, cara mendidik menyenangkan itulah yang akan dipraktekkannya.  Hal itu terbukti pada adik saya, bukan? Jika kelak dia pindah tugas/mengajar di sekolah lain, kenangan baik akan selalu hadir mengikuti namanya. J

Menurut saya, pendidikan harusnya membahagiakan, bukannya membawa trauma.

/salam untuk pendidik Indonesia