Bebek Belur Film Indonesia

foto dari cineplex.com

Pertama nonton film ini, sebenernya kepala saya sudah tidak berharap apa-apa, saya sudah keburu kaciwa dengan film Indonesia. Pernah, dalam satu kesempatan saya ke satu sinema di kawasan Blok M, yang tersedia hanya film Indonesia, 4 layar film Indonesia semuanya. Tiga layar di sinema itu menampilkan tokoh-tokoh dari keluarga hantu semacam, pocong, tuyul, dan kawan-kawannya, satu layar lagi akan menampilkan film yang cukup kontroversial. “ada adegan pijit-pijitan di film ituh”

Oke, saya sudah dewasa, tak ada salahnya nonton film pijit memijit bukan? Hehe.. hasilnya? Pijit memijit disensor, dan saya kecewa pol dengan filmnya.

Berdasarkan pengalaman maka saya anggap wajar saja kalau saya memasang tingkat kepuasan di tingkat terendah saat akan nonton film Bebek Belur malam itu. Karena ekspektasi saya rendah, saya pastikan akan menikmati fim tanpa marah, dan kaciwa.

Perlahan film mulai, ceritanya tentang laki-laki tua, buncit, beruban, dan sudah beristri dari kampung cibebek. Bapak tua ini jatuh cinta pada kembang desa di kampung sebelah, sangking cintanya si bapak sampai mengganti nama dan status. “saya duda,” kata dia. Ibu si gadis, yang mata duitan menerima si bapak dengan tangan terbuka, si anak kelihatannya nunut saja.

Dalam film ini, digambarkan dunia memang nyatanya seperti daun kelor, tokoh yang satu ternyata mengenal tokoh yang lain, tokoh yang lain itu mengenal tokoh yang lain lagi. Nah, tokoh-tokoh itu, yang berkenalan belakangan akhirnya bersepakat menolong laki-laki, pacar si kembang desa, yang berpotensi besar ditinggalkan sang pacar demi si bapak tua.

Keseluruhan, film ini cukup menghibur. Kelasnya jauh di atas film “pijit-pijit Kontroversial” yang saya ceritakan di atas. Layak tonton, pemain film kawakan bertebaran di mana-mana. Oh iya, jangan menebak akhir ceritanya, nikmati saja. 😀

9 thoughts on “Bebek Belur Film Indonesia”

  1. penasaran..penasaran..penasaran..apalagi GIGI main. Pasti udah biasa liat mereka nyanyi, makin penasaran pengen liat mereka main film…hhmmm…

    1. nofi… hehe.. tunggu filmnya di TV muh ituh yah…
      duduk manis, siapin cemilan *aku menunggu komentarmu setelah nonton. 😀

      1. karena bayarannya cuma cukup buat 2 menit aja kali ya? hahaha
        eh tapi menurutku film ini lumayan menghibur kok… romansa kampung dengan setting yang membumi 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *