Bila Bukan

Bila ini bukan cinta, mengapa hatiku gundah gulana.
Bila yang kurasa bukan sayang, mengapa aku mabuk kepayang.
Bila kau bukan untukku, mengapa ku semakin rindu.
Bila kita tak ditakdirkan satu, mengapa hatiku bilang begitu.

Bila semesta tak merestui, mengapa kakiku enggan pergi.
Bila pelukku bukan tempatmu pulang, mengapa getarnya tak hilang.
Bila genggamku tak berarti, mengapa hangatnya menetap di hati.
Bila rasaku ini bukan apa-apa, mengapa dia bertahan begitu lama.

Bila setiap kali ku merindu satu bunga baru tumbuh, maka seluas pandangan hanya akan ada taman penuh kembang mekar.
Bila setiap kali ku menyebut namamu hujan turun tanpa permisi, maka sejauh penglihatan hanya akan ada lautan.

Setelah jutaan pilu.
Setelah sekian perih.
Sekarang saatnya aku menggugat.
Bila nama kita tak tertulis dalam baris yang sama di buku pemilik raga, mengapa rasa ini harus ada?

/oderindu nomor sekian ribu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *