Bukan Kolam Susu

Sebelum memutuskan menyelam sama kamu, aku sudah siap tenggelam.
Aku percaya, tidak ada yang pasti di dunia ini, dan seperti biasa, aku sudah menyiapkan diri pada seribu kemungkinan yang bisa terjadi.
Kemungkinan yang sangat baik, dan kemungkinan yang sangat buruk.
Aku sangat siap bahagia, dan sangat siap pula untuk sengsara.

Hidup sama kamu itu pilihan yang aku buat dalam sadar yang penuh.
Selayaknya sebuah keputusan besar, yang melibatkan banyak orang, sebagian mendukung sebagian lagi mencela.
Aku siap, sesiap kamu.

Kemudian kita menyeburkan diri sama-sama di kolam yang sudah kita persiapkan bertahun lalu.
Aku, kamu, sama-sama sadar, kolam kita bukan kolam susu.
Kadang manis, kadang pahit, kadang mendekatinya saja perut sudah mual-mual.

Tapi itu kolam kita. Kita menangis, tertawa di kolam itu.
Bertebaran hal baik di kolam kita, hanya perlu melihat lewat sisi yang berbeda untuk menemukannya.

Dear, aku cinta kamu, dan kolam kita.

——
#30HariMenulisSuratCinta
#Day21

One thought on “Bukan Kolam Susu”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *