Cap Go Meh dan Parade Tatung di Singkawang

Sebagai penggemar film slasher, Parade Tatung dalam pagelaran puncak Cap Go Meh di Singkawang adalah hal yang saya nantikan. Biasanya saya melihat bagian tubuh ditusuk-tusuk dan dibelah-belah hanya di layar kaca, kali ini saya bisa melihat langsung, dan rasanya luar biasa.

tatung 1

Cap Go Meh melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Istilah ini berasal dari dialek Hokkien yang artinya hari kelima belas dari bulan pertama. Cap Go Meh dirayakan berbeda di setiap komunitas. Masyarakat Singkawang, Kalimantan Barat, merayakannya dengan pawai lampion pada 20 Februari 2016, sembahyang di kelenteng, dan yang paling ditunggu, parade tatung pada 22 Februari 2016.

Tatung dalam bahasa Hakka adalah orang yang dirasuki roh dewa atau leluhur. Dimana raga atau tubuh orang tersebut dijadikan alat komunikasi atau perantara antara roh leluhur atau dewa. Sebelum roh masuk, ada mantra yang harus diucapkan. Roh leluhur dipanggil untuk kepentingan tertentu, misalnya meramal kejadian, meminta nasihat, dan mengusir bala.mohon ijin

Para tatung ini ga asal-asal muncul trus ikut pawai, mereka harus lebih dulu minta berkah dan ijin ke kelenteng. Ritual ini sudah dimulai dari beberapa hari sebelum cap go meh. Semakin dekat hari H,  Kota Singkawang makin penuh dengan rombongan tatung yang berharap ijin dari roh leluhur.

Waktu menjalankan ritual, ga semua tatung beroleh ijin, lho. Tatung yang tidak dirasuki roh leluhur di salah satu kelenteng, mesti datang mengulangi kembali ritual yang sama di kelenteng yang berbeda. Kemarin intip wajahnya abang tatung tampan yang gagal dirasuki kok jadi ikut sedih, ya.. 🙁

Gimana sih caranya bisa jadi tatung? Hasil obrol-obrol dengan Pak Lie Sau Fat alias XF Asali – ahli budaya Tiongkok asal Pontianak, yang jadi tatung itu orang-orang yang diberi karunia, kemampuan untuk menerima roh leluhur. Kemampuan jadi tatung juga bisa didapat secara turun-temurun, bahkan ada satu keluarga yang semuanya bisa menjadi tatung.

Tepat di hari Cap Go Meh, rombongan tatung sudah bersiap sejak jam 5 pagi, jam 10 pagi, rombongan akan melewati panggung utama di Jalan Setia Budi.

Perayaan puncak tanggal ke-15 bulan pertama kalender Tiongkok di panggung utama dimulai tepat jam 9 pagi dengan tarian khas Dayak – Melayu – Tiongkok. Tariannya cantik, musiknya enak, bikin saya terlena sejenak. Persis seperti musik yang melebur sempurna, begitu juga sistem masyarakat di Singkawang. Beberapa hari tinggal di sana, yang terasa suasana damai, nyaman.

tarian pembuka

Singkawang itu lebih Indonesia daripada Indonesia sendiri. Saya suka kota ini. 🙂

Usai pertunjukan musik dan tari yang cantik, tiba waktunya menantikan parade tatung yang tersohor sampai ke negeri seberang. Oh iya, parade tatung ini hanya ada di Singkawang lho, kak. 🙂

Ini beberapa foto yang sempat saya ambil saat parade, mohon maaf kalau beberapa di antaranya agak sadis, ya.

tatung 3 tatung 1 tatung 2 tatung 6 tatung 7 tatung 8 tatung 9 tatung 10 tatung 4 tatung 5 tatung 11

Tiap tatung berdandan maksimal, saya seperti terlempar ke momen nonton film kolosal. Tidak hanya tatung yang berdandan, pengiring hingga panji-panji yang dibawa dalam parade dipersiapkan khusus untuk acara ini.

kursi tatung

Setiap tatung akan diarak dalam tandu, duduk di kursi khusus yang asesorisnya pake dan golok panjang. Ketika parade, beberapa tatung akan berdiri di atas golok, menebaskan pedang ke bagian tubuh tertentu, menusuk mulut dengan tongkat, bahkan ada yang duduk di atas pedang.

Tapi ga semua tatung kegiatannya seram seperti itu. Ada juga yang kalem dan adem seperti bunda tatung yang satu ini..

tatung 13

~ atau sibuk menggoda tatung yang lainnya, seperti mba tatung yang satu ini..

tatung 12

Saya awalnya punya niatan untuk bertingkah kalem waktu paradenya muncul di depan mata, tapi saya ga kuat euy. Akhirnya terpekik-pekik takut tapi penasaran dan terus melotot karena harus motret demi konten yang oke. 🙁

Saya kasian sama tatungnya, mikirin itu gimana sakitnya waktu mereka nancepin besi ke mulut, rasa kakinya waktu nginjek golok tajem, bayangin mereka gigit-gigit ayam idup. Haduh..
Tapi ini pengalaman yang belum tentu bakal terulang lagi, jadi mengikuti petuah Mas Him-blogger Indonesia Travel yang ikut dalam rombongan, saya nikmati acaranya, sampai hampir selesai.

Oh iya, ini satu bukti lagi kalau Singkawang itu luar biasa Indonesia. Kegiatan parade tatung ini dijadwalkan selesai sebelum waktunya adzan dzuhur! Jadi, ketika waktunya shalat, segala tetabuhan musik sudah berhenti. Parade selesai.

Terimakasih untuk pengalaman menyenangkan di kotamu, Singkawang. Doakan saya bisa kembali lagi. ^^

/salam capgomeh

———————–

Tulisan lain mengenai Cap Go Meh Singkawang 2016 bisa dibaca di blog beberapa teman-teman seperjalanan saya:

  1. Simbok Venus => Festival Cap Gomeh di Singkawang
  2. Teh Nita=> Cap Go Meh Singkawang 2016
  3. Satya Winnie => Cap Go Meh dan Tatung Singkawang yang Mendunia
  4. Kak Terry => Tatung, Atraksi Percampuran Budaya
  5. Nona Sefin => Akhirnya Ngerayain Cap Go Meh di Singkawang!
  6. Ivan Loviano => Bab Cap Go Meh di Singkawang: Festival Tatung
  7. Si Ochoy => Semua Hal yang Perlu Kamu Tahu Tentang Tatung Singkawang
  8. Indohoy => Cap Go Meh in Singkawang – A Parade of the Possessed

Perjalanan ini adalah undangan dari Kementerian Pariwisata Indonesia. Silakan mampir ke Twitter dan Instagram dengan hashtag #PesonaSingkawang #PesonaPontianak #PesonaIndonesia untuk melihat oleh-oleh dari para blogger yang diundang. 

12 thoughts on “Cap Go Meh dan Parade Tatung di Singkawang”

  1. Wah fotonya banyak banget!!! Cakep!! Udah lama nggak ke Singkawang, terakhir ke sana pas cap go meh pas lagi hamil Sabai, berarti 8 tahun lalu 😀
    Kebayang nggak lagi hamil 7 bulan shooting Tatung di tengah perayaan cap go meh yang suaranya super gedumbrangan 😀

    1. Dibilang cakep sama kamu itu, kak.
      Luar biasa bahagianya…

      kamu mesti disambut dengan senyum sama orang-orang Singkawang, kan?
      Mereka itu lho, bae-bae bangeettt…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *