Catatan: Berjuang Demi ASI

Soal menyusui, setiap orang pasti punya cerita masing-masing. Ada yang semacam mudah sekali, seperti keran dengan stok air yang melimpah, cukup buka lalu mengucur deras. Ada juga yang susah, mesti bolak-balik main ke konselor laktasi, belajar cara menyusui yang benar, pelekatan yang benar, baru bisa.

Iya, beda-beda. Bedanya bahkan bisa sangat ekstrim. Ada yang menyusui mukanya cerah, ada yang putingnya berdarah, ada yang menyusui sambil marah-marah, ada yang ketika sesi menyusui datang bawaannya kesal ke bayi merah. Macam-macam.

gambar dari fimela
gambar dari fimela

Saya kebetulan salah satu orang yang bisa menyusui dengan cukup mudah. Awal-awal sakitnya memang ambooii, setiap mulut bayi menjangkau puting, kepala sampai kaki rasanya macam ditusuk-tusuk duri. Perih bukan kepalang. Di tengah proses menyusui, sakit melebar ke bagian perut, seperti dipilin-pilin. Sesekali saya menyusui sambil menangis dan pukul-pukul dada/punggung suami. Sambil pukul, rasanya saya pingin menjerit, bilang, “Ini bikinnya berdua, kenapa yang kesakitan cuma saya?” 🙁

Ga enaknya cuma satu-dua bulan pertama. Saya lupa persisnya kapan, tapi kemudian sesi menyusui ini jadi sesi yang paling menyenangkan. Kalau dulu saya nangis kesakitan, tangis saya berubah jadi haru, bahagia. Apalagi waktu si bayi-waktu menyusu-berusaha menjangkau wajah saya, menelusuri wajah saya dengan jari kecilnya, lalu memberikan senyum paling manis sedunia. Saat itu, Ayang Ariel lewat juga saya gak bakalan peduli. Percaya, deh!

embun

Satu hal yang saya pelajari dari pengalaman menyusui adalah, don’t judge! Ga semua orang bisa menyusui dengan nikmat. Semua ibu punya prosesnya masing-masing. Semua bayi itu unik. Jangan sekali-sekali bilang si ibu salah salah ini dan itu kalau belum pernah tukar posisi sama mereka. Don’t even try! *galak

Untuk info aja, nih.  Sewaktu mengandung dan menyusui, ada yang namanya hormon oksitosin. Hormon ini sering disebut sebagai hormon kasih sayang. Kadar oksitosin sangat dipengaruhi oleh rasa bahagia, suasana hati, rasa dicintai, ketenangan, rasa aman dan juga relaks. Hormon oksitosin bikin otot-otot kecil yang ada di sekitar payudara memeras air susu melalui kelenjar air susu. Kelenjar air susu ini akan bikin besar puting susu yang dipakai buat jalan keluar air susu ke mulut bayi.

Jadi, you, you, dan you, coba hindari berkata-kata bengis kepada ibu menyusui, ya. Kata-kata ga enak, kalimat menuduh, menganggap si ibu kurang pintar mengurus bayi, dsb, bisa bikin hormon oksitosin kabur. Ibunya stress, bayinya kekurangan ASI. Sekali lagi, yang kalian lakukan itu jahat!

Oke, kembali cerita soal menyusui. Pada satu masa, saya pernah harus dioperasi dan menginap di RS selama sepuluh hari. Waktu itu yang saya pikirkan bukan biaya rumah sakit (karena sudah ditanggung asuransi), bukan pula proses operasi (karena saya orangnya pasrah-an), tapi stok ASI Perah buat anak bayi. Untuk menjaga produksi ASI, saya tetap memerah selama dirawat. Saya sudah minta obat-obatan yang tidak mengganggu kualitas ASI memang, tapi entah kenapa karena banyaknya obat baik suntik maupun kapsul yang masuk badan, saya tak lagi percaya dengan kualitas ASI-nya.

Sepulangnya dari RS, bayi tak mau menyusu langsung. Sepuluh hari ditinggal bikin dia berteman akrab dengan dot. Saya sedih, produksi ASI turun. Butuh waktu beberapa lama sampai saya dan si bayi bisa berteman baik lagi. Awal-awal, bayinya ngambek karena susu-nya jadi sedikit. Teman-teman sempat datang dengan berbagai saran, beberapa saya ikuti, beberapa tidak. Saya coba makan-minum enak, asup buah-buahan dengan porsi luar biasa, berpikir positif, dan berupaya bahagia.

Sekarang, untuk menambah produksi ASI sudah cukup banyak pilihannya, bahkan bisa pilih yang benar-benar sehat alami. Kalau bahannya sehat dan alami, ibu-ibu lebih lapang minum suplemennya, kan? 😀

herbatia2Salah satu produk yang sehat alami ada dari Herbatia Sari ASI. Bentuknya kapsul, jadi mudah diminum. Kandungannya ada Ekstrak daun katuk (Sauropi androgynus folium) 250 mg, dan fenugreek seed/biji Klabet (Trigonella foenum-graecum semen) 300 mg. Iya, isinya cuma itu, bener-bener alami. 😀

Supaya dapat manfaatnya dengan maksimal, si kapsul sehat alami ini bisa diminum 3 kali sehari. Eniwei, Herbatia Sari ASI ini dijualnya perbox isi 3 karton @10 kapsul. Kalau diminumnya sehari 3, se-box bisa cukup buat 10 hari. Beli produknya bisa di apotek atau via online, udah banyak yang jual. *cah jajan onlen*

varian lain dari Herbatia
varian lain dari Herbatia

Suplemen seperti Herbatia Sari ASI ini bisa jadi bantu proses menyusui jadi lancar. Plus jangan lupakan juga dukungan keluarga dan partner. Buat saya, peluk-cium-dan diajakin belanja juga punya manfaat yang sama baiknya. ^^

Dari tadi ngomongin soal menyusui, tapi saya malah belum share manfaat menyusui, ya?

Jadi, dari aneka artikel yang saya baca, berikut rangkuman manfaatnya:

  1. Menyusui itu murah. Ga perlu belanja susu bubuk, cukup senangkan saja ibunya. Ketika si bapak membuat ibu bahagia, maka investasi akan terjadi, pada bayi, dan pada kekekalan cinta ibunya.
  2. Tak perlu repot pada higienitas botol dan alat lenong menyusui lainnya. Cukup bersihkan area payudara dan sekitar puting sebelumnya.
  3. Bayi punya daya tahan tubuh yang lebih baik, tidak mudah sakit.
  4. KB alami. Biasanya saat menyusui ekslusif, siklus menstruasi akan berhenti sementara. KB alami ini tidak berlaku untuk semua orang, ya. 🙂
  5. Bonding antara ibu dan bayi lebih lekas terjadi. Kontak antar kulit, pandangan mata, elusan kecil, membuat bayi mengenal ibu dan merasa nyaman.
  6. Kandungan ASI sudah tepat dan bisa diproduksi sesuai dengan kebutuhan.
  7. Memperkecil kemungkinan ibu terkena kanker payudara.
  8. Membantu ibu kembali ke berat badan semula.

Soal berat badan itu, pada beberapa ibu memang berhasil. Tapi pada saya, uhm.. *lempar timbangan*

Tante-tante, kenapa pada pilih menyusui?

/salam ASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *