Category Archives: 30HariMenulisSuratCinta

Cinta Kita Penuh Jelaga

Kita terlalu banyak menyimpan dusta.
Kamu bilang kamu bahagia, aku bilang aku bahagia.

Lalu kita berjalan bersama, masih menautkan jemari satu dan lainnya.
Tapi tidak ada bara. Sentuhan kita tak ada rasa.

Mulut kita bercerita, banyak, tapi pandangan kita melayang.
Mana mata tajam yang meluluhkan hatiku itu, sayang?

Ini cuma satu dua hari yang mesti kita jalani berdua, kita hadapi bersama.
Atau, memang sudah tidak ada cinta diantara kita?

Ini cuma satu dua bosan yang belakangan jadi penuh hingga menutupi jalan kita.
Atau, memang sudah ditakdirkan sampai disinilah kita bercinta?

Aku sayang kamu. Penuh. Mengalir bersama darahku.
Sayang kamu dari rambut hingga jemari kaki. Sayang kamu dalam segala kondisi, sehat atau sakit, senang atau susah.

Sayang, janji kita dulu masih berlaku kah?
Tetap disini, duduk, berusaha memperbaiki semuanya, sepenuh hati.
Sampai kita sama-sama tak punya tenaga, menyerah, dan membiarkan cinta mati.

Kalau benar demikian, maka tidak ada pilihan bagi kita selain
duduk bersama,
Membersihkan cinta yang sudah penuh jelaga.

——

#30HariMenulisSuratCinta
#8

Hujan

Dear kamu,

Hujan deras disini, sejak pagi terus tak berhenti.
Awalnya sih tanahnya cuma basah aja, lama-lama air mulai tergenang, jalan jadi kubangan.
Tapi aku baik-baik saja sih.

Kamu gimana?
Duh, kamu kan sendirian gitu, pasti kedinginan ya disana.
Sabar ya, aku terus berdoa supaya hujannya lekas reda, supaya kamu ga terus-terusan kebasahan.

Entah kenapa kalo cuaca lagi ga tentu kayak gini, aku selalu kepikiran kamu.
Kamu tuh suka ga peduli sama diri sendiri. Panas, hujan, ga pernah jadi masalah buat kamu.

Aku cerewet, ya?
Semoga kamu ga marah.

Dear,
Nanti kalo hujannya udah reda, aku datang ke tempatmu, ya.
Aku bakal bawain bunga kesukaan kamu.

Dear,
Aku udah pesen tempat di samping kamu, lho.
Sabar sebentar, oke?
Nanti kalau waktunya tiba, kita bisa bareng lagi, pelukan lagi kaya dulu.

Aku sayang kamu.

——

#30HariMenulisSuratCinta
#4

Rasa

love

Dear kamu.

Apa kabar?
Sudah lama kita tak berjumpa ya.
Cuma mau bilang, tadi waktu ketemu kamu, hatiku berdebar.

Kamu sedang apa sekarang disana?
Aku disini sedang memandangi jemari yang kamu sentuh tadi.
Resah.

Dadaku sesak. Lama sungguh tak rasa yang begini.
Seperti kapal digoyang ombak, terus, tak berhenti.
Sampai-sampai aku pusing sendiri.

Dear kamu,
Kata orang, cinta bisa saja tumbuh karena sering bersama.
Sepertinya orang-orang itu benar, ya. Mereka layak diberi piala.

Aduh,
Akan kulanjutkan lagi nanti ya.
Sekarang, aku mesti pegang dadaku erat-erat.
Mau pecah, gara-gara kamu.

——

#30HariMenulisSuratCinta
#3

Lihat Aku

love

Aku mesti bilang apa?
Bilang ‘aku suka kamu’, keras-keras,
di puncak menara, biar semua tau?

Lalu, setelahnya bagaimana?
Apa kamu akan datang padaku
Atau malahan pergi jauh. malu.

Aku mesti gimana
Bikin tato bertuliskan nama kamu di punggungku?
Lalu seperti tato itu, kamu akan setia di dekatku.
Apa iya?

Aku maunya kamu ada.
Tapi kalau kamu ga mau.
Aku harus bagaimana?

——

#30HariMenulisSuratCinta
#2

Mencari Kamu

loveSeharian ini aku sibuk.
Mencari kamu di mana-mana.

Sudah bongkar lemari, rak buku, meja belajar, dapur, kamar mandi.
Tapi kamu tak ada.

Lalu aku terduduk sendiri. Letih.
Mengingat-ingat, di mana dulu kamu berjanji akan selalu hadir.

Malam dingin, angin menghentak-hentak pintu.
Aku masih disini, tak berubah posisi.
Berharap bisa menenangkan pikiran, lalu bisa menemukanmu perlahan.
Yang ada hanya kusut, ingatan tentangmu bercampur.

Duduk sendiri, mencoba mengayak butiran kenangan.
Berharap ada kamu di sisa-sisa serpihan.

Sudah malam.
Aku belum selesai mencari
Tapi aku sudah letih.

Besok, aku akan mengulangi hal yang sama seperti hari ini.
Aku berjanji akan berusaha lebih keras.
Kumohon jangan pergi,
aku belum menyerah.

——

#30HariMenulisSuratCinta
#1