Category Archives: Event

Sarapan Pagi untuk Awali Hari Baik

Pertengahan tahun kemarin, pas jadwalnya bagi rapor, saya dapat pesan begini dari wali kelasnya Embun. “Bu, saya mau titip pesan, sebelum berangkat sekolah anak-anak jangan lupa sarapan dulu, ya.” Saya agak kaget. Saya pikir sarapan itu udah “urusan dalam” nya murid. Orang tua, tanpa dibilang, pastilah sudah kasi anaknya sarapan dulu sebelum sekolah. Ya kan.. Ya kan…

Embun dan bekal sekolahnya.
Continue reading Sarapan Pagi untuk Awali Hari Baik

Menangkal Intoleransi dari Desa

Saya sering sekali dapat pertanyaan dan pernyataan dari keluarga nun jauh di kampung sana.

“Katanya internet ada berita tumbuhan yang bisa makan daging manusia. Benar ga ya?”
“Katanya mie ayam di warung sana mengandung bahan tak halal!”
“Katanya vaksin itu ga boleh, bahannya belum bisa dipertanggung jawabkan!”
“Bumbu mie instan kalau dimasak bisa bikin kanker!”

— dan lain-lain.

Continue reading Menangkal Intoleransi dari Desa



Via Vallen, Basah, dan Hujan

Saya bukan penikmat dangdut. Tapiii, saya tau Via Vallen (Maulidia Octavia) sejak pertama kali tak sengaja mendengar lagu “Sayang”. Lalu kemudian setelah itu terpaksa terpapar “Sayang” di mana-mana. Di bus, di youtube, di Instagram, di Twitter, di ruang tunggu rumah sakit, di restoran. “Sayang” semacam alien yang menguasai bumi. Saya bisa mendengar lagu itu lebih dari sekali dalam satu hari.

Continue reading Via Vallen, Basah, dan Hujan

Megahnya Karnaval Wayang di Tugu Yogyakarta

Saya lupa-lupa ingat kapan persisnya pertama kali nonton wayang. Tapi, saya samar-samar ingat momennya. Waktu itu siaran televisi hanya TVRI, dan wayang dijadikan hiburan pada malam hari, beberapa saat setelah acara Dunia dalam Berita berakhir.

Tarian dengan tokoh wayang Rama – Shinta

Continue reading Megahnya Karnaval Wayang di Tugu Yogyakarta

Wewey Wita, Silat, dan Cintanya untuk Indonesia



Segala hal tentang hidupku serupa paradoks.
Aku seorang perempuan. Aku berdarah Tionghoa dan papaku warga negara Singapura. Aku bertarung untuk Indonesia.

Ada sebuah streotipe di negara ini bahwa orang-orang Tionghoa pasti mapan dan berada. Tentu saja itu omong kosong. Percayalah, jika situasi ekonomi setiap keluarga ibarat garis start bagi anak-anak yang terlahir darinya, aku mulai jauh, jauh, dari belakang.

Continue reading Wewey Wita, Silat, dan Cintanya untuk Indonesia