Category Archives: Food

Menghabiskan Malam di SLAM

SLAM

Kalau kalian terjebak di sekitaran Lebak Bulus, Fatmawati, TB Simatupang, dan bingung mau kemana, coba deh mampir ke SLAM, Sky Lounge at Mercure.
Sky Lounge-nya Mercure Hotel ini tempatnya lumayan asik buat bersantai, ada sofa-sofa yang nyaman sekali, sekejap duduk suasananya langsung bikin rileks.

Namanya juga sky lounge, sudah pasti dong dia lokasinya tinggi. Nah, SLAM ini ada di lantai 19. Kalau tujuan kamu cuma pingin ke SLAM, gampang banget. Masuk ke lobby, langsung deh ketemu sama lift. Tinggal naik aja langsung ke lantai yang kamu tuju.

lift mercure
Liftnya Mercure TB Simatupang ini lucu, touchscreen gitu. Katanya sih, ini lift pertama yang pake touchscreen dari semua lift hotelnya Grup Mercure. 🙂

Gak cuma bisa duduk-duduk di lounge sambil liat pemandangan, ada juga bar buat minum plus live band. Sementara ini live bandnya ada tiap Kamis dan Jumat malam, rencananya bakal ditambah dari Rabu-Sabtu. 🙂

Kalau sky lounge-nya sendiri, buka mulai jam 5 sore sampai jam 2 pagi. Sambil santai, kamu bisa nyemil lucu gitu deh. cemilan slam

Macam minuman di bar lumayan banyak. Ada cocktail, mocktail, jus-jusan, sama minuman bersoda. Karena saya ga minum alkohol, jadilah saya pilih Strawberry Quiri.

Blended Strawberry and Kiwi topped with Ginger Ale = Strawberry Quiri
Blended Strawberry and Kiwi topped with Ginger Ale = Strawberry Quiri

Kalau kamu ga tahan asap rokok, tinggal masuk ke private-non smoking-lounge aja. Di private lounge memang ga bisa lihat langit sih, tapi kamu bisa main XBox! Tinggal pilih aja, sih. 🙂
Trus-trus, kalau kelaparan dan pingin makan berat, kamu juga bisa pesan makanan dari restoran hotel. Nanti makanannya diantar ke SLAM.

Menu Resto
Menu Grafitti Resto

Sepenglihatan sih, hotel ini menyenangkan, saya suka lihat grafitti di sekitar resto dan jam-jam antik yang dipajang di dinding.

Jadi, kapan kita ke SLAM lagi? 🙂

/salam

Restoran Graffiti & SLAM
@ Mercure Jakarta Simatupang Hotel
Jl. R.A. Kartini No.18, Lebak Bulus
Jakarta Selatan 12440
Tel: +62 21 75 999 777 | Twitter @Mercure_Smtpg

Kuliner Pecinan Tempoe Doeloe

lampion
lampion

Saya suka makan. Sama seperti seperti miliaran manusia lainnya di dunia. 🙂
Makanan favorit saya adalah MIE. Mie, pasta, (termasuk mie instan) itu enak. Bisa diolah aneka rupa. Rebus, goreng, rebus, goreng, rebus lagi, goreng lagi. Ga ngebosenin.

Jadi kan, kemarin saya jalan-jalan ke Living World, Alam Sutra, Serpong. Living World itu mal yang isinya banyak tempat makannya. Kalau rumah kalian di sekitaran Ciputat, Pamulang, Serpong, Karawaci, Bintaro, bolehlah sesekali main atau sekedar makan disini. Ada bioskopnya juga sih, di lantai 2.

Nah, terus pas di lantai 1 itu, saya liat banner Festival Makanan Khas Pecinan. Sejujurnya, saya belum pernah kulineran pecinan asli. Dulu waktu tinggal di Medan saya pernah jajan di warung makan yang penjualnya kokoh-kokoh. Tapi jajannya bukan di kampung pecinan, melainkan di pusat perbelanjaan seperti di Pasar Petisah. Menunya kebanyakan es campur medan dan olahan kwetiau.

Selalu ada yang pertama untuk segalanya, kan ya? Jadilah saya memantapkan diri untuk jajan-jajan di pesta kuliner pecinan. Memang sih, tetap saja saya jajannya bukan di kampung pecinan asli, tapi kan makanannya asli.

“Semua yang isi stand ini, diangkut langsung dari tempat aslinya,” gitu kata panitianya. 🙂

Stand makanannya ada belasan, yang ikutan kebanyakan kuliner masa lampau. Udah jualan lebih dari 30an tahun.
Kamu bisa jajan Mie Kangkung Si Jangkung dari Gloria, Glodok, Nasi Ayam Apollo dari Gajah Mada, Nasi Tim Pasar Pagi, Bek Tim Glodok, Nasi Ulam Pancoran, Rujak Juhi Pancoran, Lontong Cap Go Meh Benteng, Lontong Cap Go Meh Surabaya, Pi Oh Gloria, Kue-Kue Pasar Lama Tangerang, atau Kuliner Medan (ada pancake duren!).

pintu masuk
pintu masuk
yang jajan ramee
yang jajan ramee

Oh iya, kalau mau jajan, jangan lupa tuker duit dulu di kasir ya. Nanti duitnya diganti dengan koin kertas senilai Rp 5000-an, disesuaikan dengan jajanan disini harganya semua kelipatan Rp 5000.

Dengan senang hati, saya memilih jajan di stand paling ramai. Mie Kangkung Si Jangkung!

mie kangkung
mie kangkung

pecinan5

Harga mienya Rp 25ribu. Rasanya enak, potongan ayamnya besar-besar. Udangnya bukan dongeng, beneran dikasi di mienya, kayak topping gitu. Kangkungnya krenyes-krenyes segar. Porsi mienya juga lumayan besar. Yang spesial dari Mie Kangkung itu kuahnya, gurih, agak kental, wangi.

Kampoeng Pecinan di Living World ini ada mulai 17 Januari-24 Februari. Kalo udah sampe di Living World, segera aja ke lantai 3, Sky Garden.

TIPS : Gak semua makanan di kampoeng pecinan ini halal. Nasi ayam apollo, bek tim glodok, dan pi oh gloria, boleh dilewati saja buat temans yang muslim.

Selamat makan temans…

/salam

Hargai Makananmu!

Memang benar apa yang dikatakan orang-orang. “Tak Kenal Maka Tak Sayang”. Untuk saya, ungkapan ini mesti ditambah satu bait lagi. “Tak Kenal Maka Tak Menghargai”.

Adalah thiwul dan gathot, dua jenis pangan berbahan dasar singkong yang membuat saya semakin menghargai makanan. Dulu kala, thiwul dan gathot dikonsumsi warga Gunungkidul sebagai pengganti nasi, tapi sekarang penganan ini lebih sering dinikmati sebagai cemilan saja.

Meski sekarang mulai sulit menemukan penganan ini dijual, Thiwul adalah makanan yang sangat murah, bisa dibeli di Pasar seharga Rp 1000 saja, begitupun dengan gathot.

Harganya yang murah kerap membuat saya memandang sebelah mata. “Beli saja dulu, kalau tidak habis kan tinggal dibuang, toh murah”.

Kalau perbuatan saya ini dilihat oleh Yu Tum (Tumirah), pemilik warung thiwul dan gathot di Gunungkidul, mungkin saya sudah habis diceramahi plus dicubiti.

Pasalnya, bikin thiwul dan gathot itu tak gampang. Butuh kesabaran. Berbeda dengan makanan lain yang bisa “beli bahan pagi sore sudah jadi”, proses pembuatan thiwul dan gathot makan waktu berhari-hari.

—————

BIKIN THIWUL dan GATHOT itu TIDAK MUDAH

Cara Bikin Thiwul

Singkong segar, yang telah dikupas, dijemur sampai kering selama 3-4 hari. Singkong yang telah kering ini dinamakan gaplek. Nah, gaplek ini lalu digiling halus menjadi tepung. Didihkan air dan gula, kemudian dinginkan.

Setelah dingin campuran air+gula tadi dicampurkan dengan tepung singkong dan diaduk rata. Campuran itu kemudian diayak dan diambil butiran halusnya.

Kalau sudah, kukus thiwul mentah tadi selama 15 menit. Kalau sudah matang, angkat, dan sajikan dengan taburan kelapa parut yang sebelumnya sudah dibubuhi garam.

Cara Bikin Gathot

Singkong segar, yang telah dikupas, dilembabkan agar berfermentasi. Proses fermentasi ini dilakukan dengan cara, membasahi singkong dan menutupnya dengan plastik. Singkong dikatakan telah berfermentasi jika jamur yang berwarna kehitaman sudah muncul sampai ke bagian dalam umbi.

Kalau jamurnya sudah muncul, jemur singkong tadi di terik matahari sampai benar-benar kering. Singkong kering berjamur itu disebut gaplek gathotan. Gaplek gathotan kemudian direndam selama 1-2 malam dengan air kapur sirih. Setelah itu, iris kecil-kecil dan bersihkan kembali.

Jika sudah, rendam lagi gaplek gathotan yang sudah berbentuk irisan itu selama 1 malam. Lalu cuci bersih dan kukus selama 2 jam.

Sambil menunggu gaplek matang, cairkan gula merah sampai mendidih dan mengental. Angkat gaplek dari kukusan dan campurkan dengan gula. Aduk rata. Seperti thiwul, gathot akan lebih nikmat dimakan dengan taburan kelapa parut.

—————

Kalau kamu kangen thiwul dan gathot, tapi udah cari-cari, eh tetep aja gak ketemu penampakannya di pasar, silakan mampir ke Warung Yu Tum yang berlokasi di Jalan Pramuka No 36, Wonosari, Jogjakarta.

Yu Tum sudah meramu thiwul dan gathot sejak 1985. Dulu, ia berjualan dengan berkeliling kampung. Lalu pada 2004 lalu, warung pertamanya dibuka. Gathot Thiwul “Yu Tum” demikian warungnya diberi nama.

Saat ini warung Yu Tum bisa menghabiskan 50 kilogram tepung singkong pada hari biasa, dan 70 kilogram tepung pada akhir pekan. Omsetnya juga luar biasa, sekitar 3-4 juta rupiah perharinya.

Oh iya, Yu Tum juga menerima pesanan khusus seperti Thiwul rasa coklat dan keju. Khusus Gathot, selain gathot biasa, ada juga gathot rasa nangka. Karena tidak menggunakan pengawet, penganan ini hanya tahan maksimal dua hari saja.

—————

CARA BIKIN THIWUL dan GHATOT (dalam gambar)

Singkong segar yang telah diproses menjadi “Tepung Singkong” dan “Gaplek Gathotan”
Gaplek Gathotan yang telah direndam dan diiris. Gaplek ini kemudian direndam satu malam lagi sebelum dikukus.
Tepung singkong yang telah diaduk rata dengan (gula+air)diayak. Bagian halusnya kemudian dikukus selama 15 menit.
Pendiangan tempat mengukus thiwul. Yang unik dari usaha Yu Tum adalah penggunaan “luweng” (tungku) tradisional dan kayu bakar.
Gathot dan Thiwul yang sudah matang dan siap disajikan.
Kiri : Kelapa dikikir lebih dulu kulit luarnya
Kanan : Setelah dikikir, kelapa diparut kemudian diratakan dengan garam secukupnya.
Gathot dan Thiwul bisa dibeli masing-masing satu besek atau masing-masing setengah. Harganya Rp 12ribu per besek.

—————

Kandungan Gizi Thiwul dan Gathot

Menurut Guru Besar Ilmu Gizi Institut IPB, Prof Ahmad Sulaiman, Kandungan asam amino atau protein dalam gatot lebih besar daripada pada thiwul, karena keberadaan jamur setelah fermentasi.

Singkong atau ubikayu (Manihot esculenta Crantz) merupakan salah satu sumber karbohidrat lokal Indonesia yang menduduki urutan ketiga terbesar setelah padi dan jagung. Tanaman ini merupakan bahan baku yang paling potensial untuk diolah menjadi tepung.

Singkong segar mempunyai komposisi kimiawi terdiri dari kadar air sekitar 60%, pati 35%, serat kasar 2,5%, kadar protein 1%, kadar lemak, 0,5% dan kadar abu 1%, karenanya merupakan sumber karbohidrat dan serat makanan, namun sedikit kandungan zat gizi seperti protein.

Berikut tabel kandungan gizi singkong :

/salam singkong

sumber :

http://www.litbang.deptan.go.id/download/one/104/file/Manfaat-Singkong.pdf

Kakak, Duriannya Mau Dimasak Apa?

Musim durian hampir tiba, biasanya kalau akhiran bulan sudah mendekat ke “ber-ber”, tau kan, itu lohh bulan September – Desember, durian mulai merajalela deh.

Durian tetiba duduk manis di pinggir jalan ini, di pinggir jalan itu, belum lagi promo “all you can eat durian” di mal atau warung buah. Huihh… Durian is the fruit of my country! (Kalimat ini saya tuliskan lebih karena saya belum pernah sempat makan durian di luar negeri, hahah).

Kalau musim durian tiba, sudah pastilah ya, ritual makan durian beramai-ramai musti dijalankan. Gak penting udah mandi atau belum, udah makan atau belum. Durian tetep nomor satu.

Mulai dari makan durian ramai-ramai di abang tukang durian, sampai beli durian sekian puluh buah sekaligus untuk dicelamiti makhluk satu rumah. Durian segar is the best, Yes?

Tapiii, biasanya sih makan durian segar itu di awal-awal saja ya. Selain karena harga durian cukup mahal, tidak layak dikonsumsi setiap hari, dijamin kantong lekas bolong deh. Tapi kemudian kami satu rumah akhirnya bosan.

Nah, kalau sudah bosan begini, biasanya ide-ide mengolah durian bermunculan. Tapiii, apapun idenya, biasanya mamak selalu saja pada akhirnya masak Ketan Kukus kuah Kinca Durian.

Apa sih, Re.. Namanya kok ribet gitu?
Jadi, ini adalah dua masakan yang penyajiannya dijadikan satu. Ketan putih kukus, disiram dengan kinca durian. Aduh, sembari mengetik ini, saya melapaar ingin durian.. 🙂

Cara membuatnya lumayan mudah, gak perlu kursus masak ala koki, deh.

Bahan 1
1. Satu kilo beras ketan putih, dicuci bersih, direndam dengan air sampai empuk, kira-kira dua jam. Tambahkan garam sedikit.
2. Santan kental dari satu butir kelapa.
3. Daun pandan untuk mengukus ketan

Bahan 2
1. Dua buah durian segar
2. Santan dari satu butir kelapa
3. Gula merah setengah kilogram
4. Garam
5. Daun pandan

Cara Memasak :
1. Beras ketan yang sudah direndam dikukus, pada air kukusan letakkan dua lembar daun pandan agar ketan wangi.
Kira-kira lima belas menit kemudian dan beras ketan sudah setengah matang, siram dengan santan kental. Aduk beras santan dan ketan di dalam dandang sampai rata.
Tutup kembali dan tunggu sampai matang.

2. Durian dikeluarkan dari kulitnya, letakkan di dalam panci, siram santan dari satu butir kelapa.
Remas-remas durian sampai tercampur rata dengan santan, tambahkan gula putih setengah kilo, sedikit garam, dan dua lembar daun pandan.
Masak di atas kompor, sambil terus diaduk sampai agak kental. Cicip masakan, jika dirasa kurang manis, tambahkan gula.

Bagi ketan ke dalam piring, siram kuah kinca durian. Hidangkan.
Untuk 15 porsi.

………………….

Biasanya sih, saat penyajian kami menggunakan piring-piring imut. Kenapa tuh? Karena menu ini cukup bikin kenyang. Paduan ketan dan durian gitu loh..

Yuk yuk, mari kita bedah kandungan gizi menu favorit keluarga saya yang asli berasal dari tanah batak ini.

Ketan hampir sepenuhnya didominasi oleh amilopektin sehingga teksturnya sangat lekat. Ketan mengandung karbohidrat yang diperlukan tubuh sebagai bahan bakar/nutrisi dan cadangan energi.

Pelengkap durian, si santan kelapa mengandung kolesterol 185 mg.

Sedangkan setiap 100 g salut biji durian si raja buah mengandung 67 g air, 28,3 g karbohidrat, 2,5 g lemak, 2,5 g protein, 1,4 g serat; serta memiliki nilai energi sebesar 520 kJ. Durian juga banyak mengandung vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin C; serta kalium, kalsium dan fosfor.

Karena kandungan gizi durian yang sangat padat, sebaiknya buah ini tidak dimakan berlebihan. Mmm, sebenarnya sih, apapun yang berlebihan memang tidak baik, yah…

Musim hujan sudah tiba, musim durian di depan mata.
Kalau kamu, kamu, dan kamu, bagaimana caramu mengolah buah durian?

/salam durian

sumber :

http://health.detik.com/read/2012/08/08/145747/1986366/775/rajanya-kolesterol-jahat-ada-disini
http://id.wikipedia.org/wiki/Durian#Nilai_gizi
http://id.wikipedia.org/wiki/Beras

Tulisan ini diikutkan dalam lomba menulis Jelajah Gizi Nutrisi Untuk Bangsa.