Category Archives: Jalan-Jalan

Graffiti Sunday Brunch

Senang sekali, dua minggu lalu dapat undangan Sunday Brunch dari Hotel Mercure Simatupang. Saya dan beberapa rekan sudah tiba di lokasi sekitar jam 10.00 WIB. Kalau diliat dari undangannya sebelum makan ada beberapa acara seperti demo masak dan foto-foto. 😀

invitation

——

Yuks, ikuti perjalanan Rere…

Saya telat datang beberapa menit, tak lain tak bukan karena mesti ber-drama-drama ria dulu sebelum berangkat. “Nak, buma pergi sebentar, ya” ; “Ga boleh!” ; “Ga lama kok, nanti pulangnya buma beli-beliin.” ; “Es krim!” ; “Oke.” 😀

Selepas perjanjian ‘buma pergi bayi dibelikan makanan’ itu, masih ada episode selanjutnya, yaitu kiss-kiss. Cium pipi kanan-kiri, kening, dagu, dan hidung. Lalu peluk sekali, dua kali, tiga kali. Kemudian, dadah-dadah, baru akhirnya si bayi rela melepas dengan kalimat “Hati-hati, ya…” Hahaha..

Minggu siang, cerah, jalanan lengang, motor Si Abang melaju kencang membelah jalanan. *sinetron*

Tiba di Mercure, berlanjut ke episode kedua. “Adek nanti berkabar, ya” ; “Iya, makasih ya udah dianterin” ; “Iya, jangan lupa telepon kalo udah selesai, ya” ; “Iya, nanti ditelepon, makasi ya”. Kemudian baru setelah dadah-dadah dan cium pipi, Si Abang melepas saya masuk ke hotel, sendirian.

Hooh, kami memang keluarga yang penuh drama. 😀

Selamat datang di Mercure
Selamat datang di Mercure

Gambar di atas adalah graffiti selamat datang. Letaknya ada di dinding hotel sebelah kanan, tak jauh dari pintu masuk. Keren, ya.

Perlu diketahui ramai-ramai, khususnya kalau kamu penggemar grafitti, banyak gambar-gambar keren yang berserakan di hotel ini. Ada di sekitaran hotel, ada juga di dalam kamarnya.

Room

——

Oke, lanjut!

Acara keren dari @Mercure_Smtpg ini diadain di lantai 19.  Naik ke lantai 19 naik apa, Re? Ya naik elevator, dong! Nah, soal elevator layar sentuh yang keren itu, sudah saya pernah tulis di sini.

Liftnya Mercure TB Simatupang ini lucu, touchscreen gitu. Katanya sih, ini lift pertama yang pake touchscreen dari semua lift hotelnya Grup Mercure.
Liftnya Mercure TB Simatupang ini lucu, touchscreen gitu. Katanya sih, ini lift pertama yang pake touchscreen dari semua lift hotelnya Grup Mercure.

——-

Lantai 19

Santai di SLAM
Santai di SLAM

Lantai 19 adalah lokasinya SLAM, Sky Lounge at Mercure. Pada lantai ini ada beberapa pilihan tempat duduk. Boleh di bawah langit, boleh di bawah atap, atau boleh juga di private non smoking lounge. Lounge ini disediakan untuk temans yang mau party, meeting, atau sekedar minum tanpa asap rokok.

Welcome drink : Green Lime yang luar biasa segar.
Welcome drink : Green Lime yang luar biasa segar.

IMG01273-20130519-1052

Karena kami diundangnya siang hari, SLAM Bar & Lounge tentu saja belum dibuka. Kalau mau minum-minum macam cocktail atau mocktail di SLAM ini bisa datang mulai jam 5 sore, ya..

——

Acaranya Mulai!

Sebelum acara yang paling saya tunggu-tunggu, yaitu makan bersama, kami diminta untuk ke luar dari lounge. Bukan, bukan diusir, tapi diajak menyaksikan demo masak dari Chef Mustari.

Ada dua menu yang mau dimasak, yaitu Avocado and Shrimp with Mayo Wasabi Sauce dan Fetuccini Carbonara.

  • Avocado and Shrimp with Mayo Wasabi Sauce

Bahan saos      : Mayonaise, Saos Tomat, bubuk wasabi (sedikit aja, kalo banyak jadi pahit), air jeruk, dan cuka untuk sensasi tambahan.
Bahan utama  : Siapkan alpukat, potong sesuai selera, campur udang segar yg udah di blanch sebentar. Cara blanch dengan, panaskan air sampai mendidih, celupkan udang beberapa detik, lalu angkat.

Sajian : Campur alpukat, udang, saos, aduk rata.

IMG01278-20130519-1130

  • Fetuccini Carbonara

Cara memasak : Panaskan sedikit olive oil, setelah minyak panas, masukkan bawang dan beef bacon/smoked beef, aduk sebentar. Setelah harum, tambahkan jamur yang sudah dipotong sesuai selera, keju, garam, dan sedikit bubuk lada hitam.

Setelah bahan tercampur rata di penggorengan, tuang pasta dan kuning telur.

Tips dari Chef Mustari

  • Masukkan kuning telur belakangan, supaya tidak menggumpal.
  • Jangan masak terlalu lama, karena kalau terlalu lama saus-nya akan pecah.
  • Parmesan cheese bisa dipilih untuk rasa lebih baik!

IMG01280-20130519-1137

——

Cocktail & Mocktail Demo

  • Strawbunny (mocktail)

Bahannya

IMG01282-20130519-1146
Bahan untuk membuat Strawbunny adalah : Strawberry + Berry + 2 sendok plain yoghurt. + 40ml Strawberry sirup, + susu segar 60ml. Semua bahan diblender jadi satu.

Jadinya begini

IMG01287-20130519-1151

Rasanya? Duh, enak pake banget. Saya habis dua, mmm, tiga gelas. 😀

—–

  • Sangria (cocktail)

Bahannya : Redwine, Brandy, Cointreau, Sirup Apel

IMG01288-20130519-1152
dan buah-buahan (stroberi, pear, jeruk) dipotong dadu.

IMG01289-20130519-1157

Cara membuat :

Campurkan redwine 100ml, brandy 15ml, cointreau 15ml, apel syrup 15ml, dan fresh orangejuice 40ml. Lalu tambahkan es batu, shake sampai semua tercampur, kemudian saring. Hasil saringannya tadi dicampurkan dengan potongan buah yang sudah disiapkan sebelumnya.
IMG01291-20130519-1203

——

Acara Utama, Sunday Brunch!

Akhirnya kakak panitia ajak peserta untuk turun ke restoran. Waktunya makan siang! Kami dibolehkan makan apa saja dari meja buffee. Apa saja, sepuasnya, tanpa batasan.

Sunday Brunch di Restoran Graffiti ini lumayan lengkap. Ada nasi, roti, sushi, banyak kue-kue, ada es campur, es krim, sorbet. Yang paling hits sih ada barbeque juga. Menu barbequenya aneka rupa, ada daging sapi, sosis, ayam, ikan, cumi, udang. Trus ada tomat dan kentang bakar juga buat pelengkapnya.

IMG01298-20130519-1330
Set buffet
foto pinjem kakak @aralle
foto pinjem kakak @aralle

BBQ Stall yang rame selalu, di sini pelanggan boleh ambil daging/seafood yang ingin dimasak. Letakkan di piring lalu serahkan ke mbak/mas chef-nya. Nanti piringnya akan diletakkan ke dalam antrian. Asik kan, habis pilih-pilih, tinggalin aja sebentar, nyemil-nyemil makanan lainnya, terus nanti tinggal balik lagi, cek pesanan kita sudah selesai atau belum. 😀

Oh iya, jangan lupa untuk bilang ke petugas, mau dimasak bagaimana dagingnya. Mau rare, medium, atau well done.

Untuk BBQ di Graffiti Brunch ini, saya beri nilai sembilan. Saya suka sekali makan cumi dan dagingnya. Daging dan cuminya ga alot, terasa ‘pas’ waktu digigit dan dikunyah. Tuh kan, jadi pingin makan di sana lagi. 😀

Kalo kue-kuenya? Yak, seperti penampakan di atas. Kuenya ditata cantik, menggugah selera. Es krimnya ada beberapa pilihan dan disediakan beberapa macam topping, seperti almond, saos coklat, meises, dan crepes.

Dimsum
Dimsum

Saya melakukan kesalahan yang cukup besar, yaitu terlalu banyak icip-icip mocktail dan icip-icip Fetuccini bikinan om chef. Akibatnya, ketika sesi makan sesungguhnya tiba, perut saya sudah penuh setengah. *nangis*

Untungnya saya sempat icip dimsum dan beberapa potong daging barbeque.

Makanan penutup
Makanan penutup

Untuk penutupnya, salah pilih es krim oreo, sorbet strawberry dan pie cantik. 😀

——

Yang namanya kumpul-kumpul, mesti poto-poto.

foto bersama

Ini dia, muka-muka undangan brunch yang kekenyangan. 😀

——

Eh, omong-omong, Graffiti resto lagi kasi diskon untuk Sunday Brunch-nya, lho. Diskonnya sebesar 50 persen, berlaku untuk orang ke-2. Trus, kalau punya anak yang umurnya di bawah 8 tahun jangan lupa diajakin karena mereka boleh makan sepuasnya, gratis!

Super wow ga, tuh? 😀

sunday brunch
sunday brunch

Selain Sunday Brunch, ada juga Saturday Buffet BBQ, pas tuh buat yang pacaran (baik sebelum menikah maupun setelah menikah). 😀

buffet

——

Terimakasih ya Mercure Jakarta Simatupang Hotel untuk undangannya. Jangan ragu untuk undang-undang lagi, karena saya pasti hadir dengan strategi makan yang lebih baik. 😀

/salam

Restoran Graffiti & SLAM 
@ Mercure Jakarta Simatupang Hotel
Jl. R.A. Kartini No.18, Lebak Bulus
Jakarta Selatan 12440
Tel: +62 21 75 999 777 | Twitter @Mercure_Smtpg

Liburan VIP di Bali

Sejak bayi saya lahir dua tahun lalu, ini kali ketiga saya berlibur, sendirian. Apa ya rasanya berlibur sendirian, ninggalin anak, suami?

Saya mesti jujur, kalau saya senang, bahagia. Mengasuh anak itu menyenangkan, sekaligus melelahkan. Istirahat sejenak itu bikin segar. 😀

—–

Eh, emang abis liburan ke mana, Re?

Abis liburan ke Bali, bareng XL. Dua bulan lalu ikutan kontes banyak-banyakan belanja di XLStore.

MyXLStore

Kemaren itu saya belanja RBT beberapa kali, belanja paket internet, terus ada beberapa aplikasi lain. Totalnya ga ingat, ga dihitung.  Syukurnya menang dan dapet hadiah utama, jalan-jalan ke Bali.

Terus?

Berangkat ke Bali naik pesawat jam 08.00 pagi, sampai di Bali sekitar jam 10 lewat, duduk sebentar tunggu peserta dari kota lainnya. Oh iya, ini yang berangkat memang cuma 4 orang saja, berbeda kota semuanya. Saya dari Jakarta, sisanya ada dari Surabaya, Makassar, dan Banjarmasin.

Karena tak kenal satu orangpun pemenang sebelumnya, saya agak kuatir acaranya akan jadi semacam garing. Wajar kan, ya? Saya lumayan mudah bergaul sih, tapi ya kuatir sedikit boleh dong, ya.

Ternyata oh ternyata, 3 pemenang lainnya saling kenal, lho. Terus mereka masih muda-muda semua. Hehe. Asiknya jalan sama anak-anak muda adalah, saya dipikir masih muda juga. “Mba umurnya paling 23, ya?” trus saya ngakak dong, kesenengan. 😀

sampai bandara

Asiknya jalan berempat adalah, panitia dari XL nya jadi baik sekali ke peserta. Tanya apa aja, dijawab. Mau kemana aja, dianterin. Super.

Hari menjelang siang, saatnya makan dong, ya. Makan siangnya di Finn’s Beach Club. Finn’s itu pantai private yang kerennya luar biasa. Lokasinya di Uluwatu.

finns

Finns ini ada di dalam komplek yang luas. Di dalam kompleknya itu ada pantai, villa, ada tempat buat kawinan juga. Untuk menuju Finns, kita mesti turun pakai elevator. Elevatornya di tebing gitu, kita bisa lihat pemandangan sekitar.

Tekeluk gambar di bawah

elevator

Itu, tepat di belakang saya, ada garis putih memanjang adalah rel elevatornya. Seru!

——

Habis dari Finns, tujuan selanjutnya adalah ke El Kabron. Tapiii, karena belum terlalu sore, kami main-main dulu ke pantai Padang-Padang.

Menuju pantai padang-padang ini lumayan butuh perjuangan. Ada banyak anak tangga yang mesti dijalani. Pas udah sampe, baru keliatan kalo pantainya rame sangaaattt, itu pasir isinya orang rebahan semua.

Ada bayi lucu yang sibuk main pasir. 😀
cute baby

Puas liat abang-abang yang – bisepnya keren, punya perut sixpacks, muka tampan – sibuk berjemur, (Mohon maaf, fotonya tidak ditampilkan, hanya untuk konsumsi pribadi :p), kami lanjut ke El Kabron, Spanish Resto yang ada di wilayah Pecatu.

Di El Kabron ini ada 3 pilihan tempat duduk. Table, Pool Side Sofa, dan Golden View Sofa. Kami dipilihkan tempat duduk paling yahud di El Kabron. Golden View Sofa, paling depan, paling ujung, paling dekat laut. Tempat duduknya dari bantal besar, di bawahnya langsung pasir. Ada meja kecil untuk taruh minuman. Cantik. 😀

Gambar dari web El Kabron
Gambar dari web El Kabron

Niatnya sih bakalan santai sampai habis matahari terbenam aja. Nyatanya, mataharinya udah terbenam dari kapan tau, kami masih aja rebah-rebahan lucu. Liat bintang, makan, liat bintang, minum. Sangking enaknya, saya sempet tidur lima menitan juga kayanya. 😀

—–

Pulang

Udah cape, udah kenyang, saatnya pulang. Pulang kemana, Re? Pulang ke Sheraton Kuta, kak.. *melet*

Kamar hotelnya bagus, pas kepala udah nyentuh bantal, terus kepikiran kalo besok ga pingin kemana-mana, mau tidur aja di hotel seharian. Sambil nonton tipi, makan kacang, telpon pacar. *hihihi*.

——

Udah, gitu aja, Re?

Gak, dong. Hari ke-2 di Bali jadwalnya adalah main air! Kakak panitia udah pilihkan sea walker untuk kami. Sea Walker itu masukke air sekitar 6 meter dalamnya, tapi gak pake alat selam. Jadi yang dipakai itu semacam helm. Helmnya berat, menutup kepala hingga bahu, tapi bagian bawahnya terbuka.

Hebatnya, air ga masuk ke dalam helm karena ada tekanan oksigen yang dialirkan ke helm dari mesin di atas kapal. Jadi, bisa bernafas seperti biasa, kalo pake make up juga make up + rambutnya ga acakadut. Tetap nge-hits, gitu loh. Sea Walker itu sekitar 30 menit. Setengah jam yang ga kerasa. *mau lebih lama* 😀

Beres Sea Walker, saya masih lapar main. Jadi nambah main parasailing lagi, deh.

watersport

——

Beres main air, lanjut ke Forest Monkey, Goa Gajah, dan Jimbaran.

3

——

Toko Oleh-Oleh Krisna  

Sebelum berangkat ke Krisna malam itu, saya sudah bolak-balik mengingatkan diri sendiri. Jajan secukupnya aja, beli kacang aja ga usah beli yang lain, di rumah banyak baju ga usah beli baju baru, dll.

Tapi, saya gagal dengan sukses.

Setengah dari belanjaan saya beli atas nama “anak”, seperempat bagiannya saya beli atas nama “suami”, seperempat sisanya saya beli atas nama “ahh, nanti juga perlu.” 😀

——

Esoknya, sebelum pulang, kami makan-makan dulu di Warung Made.

nasi campur
The famous Nasi Campur Spesial ala Made

Note : Perjalanan ini pastinya akan lebih menyenangkan kalau ada kamu, tampan. *merayu* *biar besok dikasi ijin kalo mau jalan-jalan lagi*

——

/Salam Bali, salam Hepi!

Menghabiskan Malam di SLAM

SLAM

Kalau kalian terjebak di sekitaran Lebak Bulus, Fatmawati, TB Simatupang, dan bingung mau kemana, coba deh mampir ke SLAM, Sky Lounge at Mercure.
Sky Lounge-nya Mercure Hotel ini tempatnya lumayan asik buat bersantai, ada sofa-sofa yang nyaman sekali, sekejap duduk suasananya langsung bikin rileks.

Namanya juga sky lounge, sudah pasti dong dia lokasinya tinggi. Nah, SLAM ini ada di lantai 19. Kalau tujuan kamu cuma pingin ke SLAM, gampang banget. Masuk ke lobby, langsung deh ketemu sama lift. Tinggal naik aja langsung ke lantai yang kamu tuju.

lift mercure
Liftnya Mercure TB Simatupang ini lucu, touchscreen gitu. Katanya sih, ini lift pertama yang pake touchscreen dari semua lift hotelnya Grup Mercure. 🙂

Gak cuma bisa duduk-duduk di lounge sambil liat pemandangan, ada juga bar buat minum plus live band. Sementara ini live bandnya ada tiap Kamis dan Jumat malam, rencananya bakal ditambah dari Rabu-Sabtu. 🙂

Kalau sky lounge-nya sendiri, buka mulai jam 5 sore sampai jam 2 pagi. Sambil santai, kamu bisa nyemil lucu gitu deh. cemilan slam

Macam minuman di bar lumayan banyak. Ada cocktail, mocktail, jus-jusan, sama minuman bersoda. Karena saya ga minum alkohol, jadilah saya pilih Strawberry Quiri.

Blended Strawberry and Kiwi topped with Ginger Ale = Strawberry Quiri
Blended Strawberry and Kiwi topped with Ginger Ale = Strawberry Quiri

Kalau kamu ga tahan asap rokok, tinggal masuk ke private-non smoking-lounge aja. Di private lounge memang ga bisa lihat langit sih, tapi kamu bisa main XBox! Tinggal pilih aja, sih. 🙂
Trus-trus, kalau kelaparan dan pingin makan berat, kamu juga bisa pesan makanan dari restoran hotel. Nanti makanannya diantar ke SLAM.

Menu Resto
Menu Grafitti Resto

Sepenglihatan sih, hotel ini menyenangkan, saya suka lihat grafitti di sekitar resto dan jam-jam antik yang dipajang di dinding.

Jadi, kapan kita ke SLAM lagi? 🙂

/salam

Restoran Graffiti & SLAM
@ Mercure Jakarta Simatupang Hotel
Jl. R.A. Kartini No.18, Lebak Bulus
Jakarta Selatan 12440
Tel: +62 21 75 999 777 | Twitter @Mercure_Smtpg

Mengenang Paris

Paris adalah perjalanan pertama saya ke luar negeri. Hanya tiga hari memang, tapi perjalanan ini akan selalu saya kenang. Kadang, tak sadar saya tersenyum sendirian, kala sepotong ingatan datang numpang lewat di kepala. Ada salju, baju winter yang cantik, abang-abang Paris yang super ganteng, MRT yang gak pake lelet, dan croissant di mana-mana. 🙂

Kemarin saya sempat ga percaya waktu ada beberapa teman yang menyarankan supaya saya hati-hati selama di Paris. Katanya, selain banyak pencopet, disana juga banyak yang suka menipu pendatang. Masa sih? Iya! Gini nih, awalnya, saya pikir normal saja saat ada yang bertanya di jalan. Tapi di Paris sepertinya musti hati-hati deh. 🙂

“Do you speak English?” kata ibu-ibu berkerudung.
“Yes!”
Lalu dia menyodorkan sehelai kertas untuk saya baca. Isinya kurang lebih minta uang karena dia butuh untuk A, B, C, dan D.

Tadinya saya pikir mereka muslim (karena berkerudung). Tapi ada komentar di tripadvisor.co.uk dan flyertalk.com yang bilang mereka gypsy yang memang kerjanya mencari uang dengan memanfaatkan turis. Penampilan mereka bisa dilihat di link ini.

——

Sehari sebelumnya, saya sempat menyapa satu orang di peron MRT. “Do you speak english?” Tapi, orang yang saya sapa buru-buru pergi sambil menengok saya lewat ujung mata.

Belakangan saya baru sadar, ada beberapa kemungkinan. Mungkin penampilan saya yang berkerudung yang membuat saya ditolak, memang dia ga mau berbicara dengan orang asing, atau dia memang ga bisa bicara bahasa Inggris.

Baiklah, lupakan. 😀

 

——

MENGENANG PARIS

Bulan lalu, sebelum saya berangkat ke Paris, teman saya @venniem bilang : “Ambil foto yang banyak!” Saya, tentu saja dengan senang hati menuruti saran tersebut. Total ada sekitar 500 foto yang saya ambil. Begitu cantiknya Paris, sampai tiap sudut saya potret. *nyamar jadi tukang foto profesional. 😀

Jadi, ini dia oleh-oleh dari saya. Enjoy Paris!

EIFFEL

Eiffel dari dekat itu ga terlalu cantik sih, persis kerangka besi aja. Tapi jangan tanya betapa senangnya saya ketemu besi tua inih. *pegangin dada

P1000608Indah, kan?

Itu kenapa kami dengan senang hati nungguin lampu Eiffel nyala sempurna. Aduh, aduh, sambil ngetik ini perasaan saya berdebar ga karuan. :’)

LOUVRE

P1000144

Ini adalah pintu masuk Muse de Louvre. Perlu diperhatikan, Louvre itu bukan main luasnya saudara-saudara! Kemarin cuma punya waktu satu jam, kejar-kejaran mau ke Eiffel.

Karena waktunya sedikit, jadi diputuskan untuk cari Monalisa aja. Jadi kebayang kan jalannya cuma kayak liat kanan-kiri sambil agak lari. 😀

VERSAILLE

P1000281

Spot favorit saya di sekitaran Versaille. 😀

P1010776

Dalamnya Versaille banyak patung-patung. Cakep, ya. 🙂

KOTA PARIS

Paris itu seisi kotanya cantik. Gedung-gedungnya bagus, senada.

P1010650 P1010636 P1000972 P1000237 P1000236

Kemarin selama di Paris sebenernya saya agak kesulitan motret. Kombinasi udara dingin, tangan gemeteran, plus ribet buka tutup sarung tangan. Jadi ada beberapa kali (baca : banyak) saya motret dan dipotret pake kamera teman dan panitia.

Nah, foto-foto di atas itu saya ambil pake kamera Panasonic Lumix GF5. Hasil fotonya jernih, loading antar fotonya ga lama. Foto di atas ada yang diambil pas bus-nya jalan, tapi tetep bagus, kan?

Desain Panasonic Lumix juga slim, enak digenggam dan ga ngerepotin bawanya. Trus, hasil foto di dalam atau di luar ruangan sama cantiknya.

Karena udara di sana kemarin sempat minus sekian derajat celcius, saya ga bisa lama-lama diam di satu tempat. Terpaksa ambil foto sambil tetap jalan supaya kaki dan tangan ga beku dan kram. Untung aja pake kamera keren, jadi fotonya ga goyang-goyang.

Eniwei, saya paling suka foto yang ada pohon-pohon kering itu. Kesannya misterius ya liat dahan-cabang pohon tanpa daun gitu.

Tuh kan, jadi pingin ke Paris lagi..

 

/salam rindu

Ini tulisan keempat saya tentang jalan-jalan ke Paris.  Tulisan sebelumnya bisa ditengok  di link 1link 2, dan link 3.

Haru di Versailles & Notre Dame

Saya gak cengeng, dulunya. Tapi sejak punya anak – sepertinya ngeden plus kontraksi yang datang tak putus mirip ombak itu memutus syaraf tahan tangis saya – saya jadi terlalu perasa.

Saya ingat, dulu, serumah sibuk lap air mata waktu nonton film Kuch Kuch Hota Hai, saya adalah satu-satunya penonton yang tak menitikkan air mata. Saya sepakat filmnya sedih dan bagus, tetapi menangis? Nanti dulu!

Sekarang, jangankan nonton film, liat iklan layanan masyarakat “Que Sera Sera” aja, pipi saya udah banjir, basah.

——

11-13 Desember kemarin adalah hari yang bersejarah buat saya. Pertama kalinya saya ke luar negeri, dan ke Paris! Berkeliling Paris 3 hari itu ga cukup. Banyak sekali tempat yang mesti dikunjungi. Keinginan saya untuk leyeh-leyeh minum kopi + croissant di kafe kecil pinggir jalan, melihat lalu lalang, dan menikmati waktu berjalan pelan, tak kesampaian.

Waktu berjalan cepat di Paris. Saya lengah sebentar, hari sudah gelap. List tempat yang mesti dikunjungi masi berular panjang di kertas catatan saya.

Kemudian saya pasrah, dan menikmati yang bisa dan mampu saya nikmati saja. Kepasrahan terbukti baik, saya bisa menikmati Paris dengan seluruh indra, dari kepala sampai kaki.

——

Versailles adalah impian saya. Kemarin, sekejap saya merasakan tubuh saya bertransformasi, jadi satu dari ratusan putri-putri bangsawan yang tinggal di versailles. Jalan-jalan di taman yang maha luas, sambil lirik abang-abang bangsawan. 😀

taman di versailles, amboi luasnya..
taman di versailles, amboi luasnya..

Versailles terawat apik, meski bangunannya lama, tidak ada bau-bau apak tercium, tidak ada binatang-binatang kecil seliweran, tidak ada sarang laba-laba juga.

Tiap pengunjung yang datang ke Versailles dibolehkan meminta audio guide pada bagian informasi. Bisa pilih mau dengar pakai bahasa apa, ada 10 bahasa yang tersedia, French, English, German, Spanish, Italian, Russian, Mandarin Chinese, Japanese, Portuguese and Korean.

Tiket masuk ke Versailles berbeda-beda, mulai dari 15 euro hingga 20-an euro, tergantung kepada beberapa tempat yang akan dituju. Apakah istana dan taman saja, atau istana, taman, dan istana Maria Antoinette.

Sepertinya harga tiket masuk ini juga dibedakan berdasarkan musim.  Sama seperti Museum Louvre, anak-anak dan remaja di bawah 18 tahun dibebaskan dari tiket masuk.

——

ruangan cantik penuh lampu hias
ruangan cantik penuh lampu hias

Ini adalah ruangan favorit saya di Château de Versailles adalah Galerie des Glaces. Ruangan ini dikenal juga dengan The Hall of Mirrors.  Hall of Mirrors ini bukan main cantiknya, puluhan lampu hias, patung lilin, dan semuanya terawat. Super mewah.

——

Udah sampe Versailles, pasti penasaran kan sama tempat tidurnya ratu?

queen bedchamber
queen bedchamber

Ruang tidurnya ratu ini penuh nuansa emas. Tempat tidurnya tinggi.

Kalau ini, ruang makannya raja dan ratu.

versailles4

tampak depan versailles
tampak depan versailles

Saya nangis dengan sukses di versailles. Tanpa sebab.

——

Pemandangan malam
Pemandangan malam

Pulang dari Versailles kami menuju ke Notre Dame. Notre Dame de Paris adalah katedral berasitektur gothic di sebelah timur Île de la Cité di Paris, Perancis, dengan pintu masuk utama di barat. Selain tujuan wisata, gereja ini juga masih digunakan untuk tempat misa dan Uskup Agung Paris.

Pertama masuk ke Notre Dame, langsung ada tanda “dilarang berisik”. Meski bukan hari minggu, banyak yang sedang beribadah.

dilarang berisik
dilarang berisik

Ruang pengakuan dosa menarik perhatian saya. Ada beberapa ruangan besar yang tersedia. Satu orang pastur siap melayani pengunjung. Pada tiap ruangan, ada papan petunjuk tentang bahasa yang bisa digunakan.

notredame1

Perancis dan Spanyol
Perancis dan Spanyol

Mereka yang mengaku dosa, malahan saya yang nangis.

Omong-omong, karena Notre Dame ini gereja, masuknya ga pake bayar. Kalau mau menyumbang, tinggal beli lilin seharga 2Euro, hidupkan lalu letakan di tatakan lilin di hadapan patung-patung. Banyak spot-spot untuk beribadah di gereja ini, ga harus ke hall besar, di pinggir kanan-kiri juga bisa.

lilin
lilin

Ini hall besarnya. Langit-langitnya tinggi, yah..

Ini hall besarnya Notre Dame.
Hall besarnya Notre Dame.

Notre Dame ini indah, bukan hanya bangunannya, tapi juga suasana yang melingkupi. *lap aermata

——

Apa yang menarik dari Paris?

Arsitektur dan bahasa. Bangunan di sepanjang jalanan Paris itu cantik-cantik, terawat. Karena bangunannya yang hampir serupa, saya tidak bisa membedakan mana bangunan baru dan mana bangunan lama. Kemanapun mata memandang, indah.

Kalau ada orang paris yang berbicara, entah di MRT atau di pertokoan, saya menegakkan kuping tinggi-tinggi. Senang sekali mendengar mereka ngobrol, enak di telinga. 🙂

Aakkk, pingin ke Paris lagi.. :*

——

Ini tulisan ketiga saya tentang jalan-jalan ke Paris.  Tulisan sebelumnya bisa ditengok di link ini, dan link ini.

Note : Perjalanan saya ini terselenggara berkat menangnya saya main game di di fanpage-nya XL Rame:D

Ragam Gaya & Christmas Market di Avenue des Champs-Élysées

Champs de Elysees adalah jalan sepanjang 1,91km di Paris. Kanan-kiri jalan penuh toko, berbagai merk. Ada Adidas, Benetton, the Disney Store, Nike, Zara, H&M, Cartier, Gap, Sephora. Ada juga toko-toko dari brand wah macam Louis Vuitton, Hugo Boss, Lancel, Guerlain, dan Lacoste.

Kemarin, waktu kesana, saya cuma masuk ke toko H&M aja sih. Selain sadar diri, waktu juga terbatas. Masih jam 4 sore langit udah gelap, dingin udah nusuk-nusuk kulit.

Apa yang seru?

Fashion! Pilihan bajunya aneka rupa, jalanan jadi kayak catwalk yang panjaang.. Seneng deh. Sayangnya, karena jari-jari beku, motretnya goyang-goyang. Saya juga ga bisa capture banyak karena semua orang jalan kaki cepat sekali. 😀

Enjoy!

FRIENDS fashion1

fashion4

fashion9

fashion10

fashion15

COUPLES fashion2

fashion7

fashion11

fashion16

FAMILY fashion17

fashion13

fashion12

WOMEN fashion8

fashion6

GRANNY

without socks!
without socks!

fashion5

fashion3

Sangking seru dan kerennya pemandangan sekitaran jalan ini, ada pasangan yang poto prewedding, lho. 😀

mesti si kakak kedinginan deh..
mesti si kakak kedinginan deh..

Nah, kalau yang ini wajib ditengok. 😀

fashion
menuju champs elysees

Ini foto rombongan dua, ada saya, @chicme, @agannyi, @idcaancud, @ipungski,  Raj, dan Irfan. Rombongan lainnya menginap di hotel yang berbeda.

CHRISTMAS MARKET

Pasar Natalnya Champs Elysees ini rame, jualannya macem-macem. Ada minuman seperti coklat, kopi, hot wine. Ada juga cemilan kayak pizza, pasta, kue-kue. Ada boneka, sabun, asesoris.

Ada yang unik di toko boneka. Sebelum boneka dikasi ke yang beli, bonekanya dipanasin dulu di microwave sama yang jual. Supaya anget, mungkin. 😀

coklat dan macaroon
coklat dan macaroon
buah-buahan
buah-buahan
asesoris
asesoris
aneka sabun
aneka sabun
topi-syal
topi-syal-boneka
aneka teh
aneka teh
aneka keju
aneka keju
di sisi seberang juga ada
di sisi seberang juga ada
suasana.
suasana.

Saya jajan apa?

Ini, kemarin saya jajan kue manis penuh gula rasa blueberry, namanya streusel. Harganya kemarin per piece 2,50 Euro. Enak dimakan hangat-hangat, tapi manisnya itu lho, ga kuat.. 😀

manis...
manis…

Ngelewatin jalan ini, biar panjangnya ga sampe 2 km, ga cukup sejam. Selain isi tokonya lucu-lucu, yang jalan kaki di sekitarnya juga ganteng-ganteng.

Liat boneka, liat abang ganteng, liat sabun, liat abang ganteng, mau nyeberang jalan, liat abang ganteng. Ini kalo ke Indonesia, si abang-abang itu mesti jadi artis semua, deh. 😀

Eh, di jalanan ini ga cuma bisa wisata belanja plus wisata abang-abang, tapi bisa juga wisata sejarah. Ada beberapa gedung /monumen yang bisa ditengok,  Arc de Triomphe, Grand Palais, dan  Place de la Concorde.

Arc de Triomphe
Arc de Triomphe
Grand Palais (tampak samping)
Grand Palais (tampak samping
monumen di samping Grand Palais
monumen di samping Grand Palais

Oh iya, karena suasananya natal sekali. Hiasan lampu di jalan ini aduh sungguh cantiknya. Ada lampu-lampu yang ngebentuk boneka salju, bentuk pohon natal, bentuk binatang. Lampunya warna-warni, kalau malam pemandangannya jauh lebih cantik lagi, sih. 😀

Yuk, ke Paris..

/salam lan-jalan

Ini tulisan ke-dua saya tentang jalan-jalan ke Paris.  Tulisan sebelumnya bisa ditengok di link ini.

Note : Perjalanan saya ini terselenggara berkat menangnya saya main game di di fanpage-nya XL Rame. 😀

Paris, Mimpi yang Terwujud

Saya belum pernah ke luar negeri, selalu ada saja alasan untuk tidak ke luar negeri. Tetapi saya ingin, sangat ingin. Lalu kemudian ada kuis yang bisa diikuti di fanpage-nya XL Rame. Hadiahnya jalan-jalan ke Phuket, Jepang, dan Paris.

Saya ikut main gamenya, mulai 8 Oktober 2012-14 November 2012, setiap hari, tanpa putus. Setelah poin terkumpul, saya pilih destinasi Paris plus bikin satu tulisan (alasan) kenapa saya ingin ke sana.

Kemudian saya berdoa.

Saya sebelumnya pernah menulis soal keinginan dan harapan yang tak dinyana menjadi kenyataan. Keinginan yang jadi nyata ‘cuma’ bermodalkan harapan sekilas, keinginan sekilas.

Kali ini saya mengulangi kembali cara tersebut. Bedanya, saya tidak minta sekilas. Saya minta setiap hari dengan suara yang kencang. Saya bahkan menuliskan keinginan itu dalam bentuk postingan blog di sini dan di sana.

Semesta mengabulkan doa saya. Visa Schengen tertempel dengan cantiknya di paspor saya. Saya senang, sungguh.

——

10 Desember kemarin, saya tiba di Bandara pukul 14.00 WIB, sesuai instruksi yang disampaikan penyelenggara. Saya, dua pemenang lain, 3 tamu undangan, perwakilan dari XL dan agen yang mengurus perjalanan, terbang dengan Etihad Airlines dengan rute Jakarta – Abu Dhabi – Paris.

ke Abu Dhabi
ke Abu Dhabi

Penerbangan ke Abu Dhabi makan waktu sekitar 8 jam perjalanan. Transit 3 jam, trus masih ada 7 jam perjalanan lagi dari Abu Dhabi menuju Paris.

——

Apa rasanya ke luar negeri, Re?

Rasanya luar biasa. Selama ini naik pesawat paling jauh ke Indonesia Timur, transit Bali. Paling lama 5 jam perjalanan. Kali ini saya naik pesawat dengan waktu tempuh 3 kali lipatnya.

Jauh ya Paris itu?

Jauh sih, tapi untungnya saya sama sekali ga rasa bosan di pesawat. Soalnya ada hiburan yang bukan main asiknya di tiap bangku untuk tiap penumpang. Bisa pilih, mau nonton film, denger audio, liat maps, main game. Saya nonton beberapa film sepanjang perjalanan, kebanyakan sih film India.. *joged kelilingin pramugara ganteng.

aku cinta e-box
aku cinta e-box

Sampai di Paris jam 8 pagi. Kalau di Jakarta, udah kebayang kan ramenya kayak apa? Nah, di Paris jam segitu, pas winter gini, masih sepi pun gelap.

Keluar bandara langsung kerasa dingin, ga kuat kalo ga pake jaket. Jadi, dengan terpaksa, kayak uwak-uwak bongkar barang dagangan di pasar, saya bongkar koper di bandara, cari jaket dan sarung tangan. 😐

Taksi udah nunggu, saya dan yang lain dianter bapak sopir taksi yang kayaknya asli Paris itu ke Hotel Ibis Budget Paris Porte d’ Aubervilliers. Gak enak euy disopirin si bapak, agak mual-mual gimana gitu, rem dan gas seenaknya. Nanya ke temen di mobil sebelah, katanya gitu juga.

Gak, bapak sopir gak berhasil bikin saya bad mood. Ini senyum sama sekali ga lekang dari muka saya. Seneng.. 🙂

——

Abis masukin koper ke kamar plus ganti baju yang lebih hangat, saatnya cari sarapan.

Kami milih sarapan di dekat hotel, di Paris Saint-Ouen. Saya pilih sandwich ayam dan cappuccino. Sandwichnya pake roti perancis yang keras itu, lho. Pas pegang rotinya langsung deg-degan, bisa ga ya saya makan roti keras kayak gini. Ternyata, rotinya renyah. Gigitnya memang butuh perjuangan, tapi enak, kok.

Chicken Sandwich + Cappuccino
Chicken Sandwich + Cappuccino

——

Karena belum bisa memperkirakan kemampuan badan beradaptasi, saya pakai jaket tipis, dalamnya cuma baju ketat, ga pake kaos luaran lagi. Untuk kaki, saya turut saran beberapa teman yang bilang saya mesti pakai celana ketat + kaos kaki dua lapis.  Agak kedinginan sih, semestinya bisa lebih hangat kalau saya pakai kaos satu lapis lagi atau pakai jaket yang lebih tebal.

Hari pertama temanya free day, boleh kemana aja, lalu kami rame-rame ke Avenue des Champs-Élysées, surga belanja di Paris. Duh, itu kalo punya duit banyak, mesti kalap deh disana. Jalan sepanjang  1.91 km ini isinya toko semua. Ada LV, Disney, Zara, H&M, dll.

Karena pas kesana kemarin pas suasana Natal, di Champs Elysees dandan banget. Ada lampu warna-warni, hiasan/dekorasi natal, trus ada christmas market juga. Trus sepanjang jalan berubah jadi catwalk, ada yang gaya cakep banget, ada yang kayak ape-ape juga sih.

Di jalan ini juga ada 2 monumen yang bisa ditengok,  Arc de Triomphe dan  Place de la Concorde. Kemarin sih saya cuma mampir ke Arc de Triomphe, gegara hari cepat sekali gelap. Trus makin malem makin dingin, ga kuat euy. Kita semua balik kanan ke penginapan jadinya.

——

MRT yang Luar Biasa Keren

Pas di Paris itu pertama kalinya saya terkaget-kaget liat kereta (MRT/Metro) yang datengnya ga pake kecepetan/kelamaan. Semua tepat waktu. Ada papan elektronik yang kasi petunjuk berapa menit lagi sebelum keretanya datang. Pas menitnya berubah jadi NOL, pas itu pula keretanya muncul.

di stasiun kereta
di stasiun kereta

Harga satu kali perjalanan naik Metro di Paris adalah 1,70 Euro, sekitar Rp 21ribuan. Petugas loket ga selalu ada di tempat, jadi siap-siap uang receh untuk belanja tiket via mesin tiket.

Kalau punya rencana ngider-ngider seharian turun naik metro, bisa ambil paket full day yang harganya 10 Euro atau paket dua harian yang harganya 12,9 Euro.

Asal bisa baca, kemungkinan kesasar naik metro itu kecil. Peta selalu ada di tiap stasiun, gak cuma peta MRT, ada juga peta RAR (kereta luar kota). Tiap jalur dibedakan berdasarkan warna, ada juga penunjuk angkanya. Tipsnya, cari titik stasiun berangkat dan tujuan pada peta, susuri garis tujuan peta sampai ke ujungnya, catat nama dan nomornya (kalau ada).

PETA

Nanti kalau sudah masuk ke stasiun, tinggal cari kereta sesuai tujuan akhirnya itu. Penting sih ya untuk catat tujuan. Pertama, bahasa Perancis itu bukan bahasa ibu kita, tulisannya agak mirip-mirip, takutnya mata lihatnya A, ternyata tujuan kita B. Kedua, supaya ga bingung pas ketemu stasiun persilangan yang super gede dengan plang tujuan nempel di mana-mana.

——

Hari pertamanya lumayan sukses. Hari kedua kata mbak mas panitia, bakalan jalan-jalan dengan Open Tour.

ceritanya bersambung sih ini… ceritanya masih panjang soalnya. 😀

/salam jalan-jalan

Pada Indrayanti, Aku Kan Kembali

Ombak malas menjilati kaki saya, angin bertiup sepoi saja.

Puluhan orang bermain di ujung pantai sebelah kanan, puluhan lainnya sibuk berfoto pada karang besar di ujung sebelah kiri. Beberapa dari mereka duduk saja, dan sisanya seperti saya, berdiri tepat di pinggiran pantai berharap ombak sudi memandikan kaki.

Beberapa saat kemudian, ombak masih saja enggan. Lalu, teringat beberapa waktu ke belakang.

Pernah, dalam satu masa, ombak akrab dalam kehidupan saya. Bersetubuh dengan ombak, bercinta dengan kesatnya rasa garam pada kulit, menikmati lautan sendirian. Kemarin, saya hanya menikmati saja, kadang keindahan akan terlihat kalau kita menjaga jarak, bukan?

Langkah saya ayunkan mundur, angin bertiup, sedikit.

Pasir lembek, kaki saya tertanam, saya angkat pelan, ringan. Pelan saya pijakkan kaki kembali, dan lagi, kaki saya tertanam. Dalam keadaan begini, betapa inginnya saya punya ilmu meringankan tubuh, menapaki pasir serupa pelari sprint. Kencang.

Indrayanti, nama pantai ini. Saya berpikir, tidakkah para lelaki teringat pada perempuan pada masa lampau, perempuan khayalan, atau malahan perempuan di pelukan saat nama pantai ini didengungkan.

Pantai ini “cukup” saja, persis seperti pasangan dambaan. Tidak berlebihan. Ada ombak, angin, pasir bersih, pemandangan indah, karang kokoh, tempat bermalam, dan obat dahaga.

Tak ingin teringat kamu, tapi otak saya durhaka.

Kemudian ada khayal, betapa indahnya jika kita berbaring berdua di pasir itu, bergenggaman tangan, diam. Lalu sesekali kecupan ringan kamu jatuhkan di rambut, pipi, dahi, hidung, telinga.. ahh..

Indrayanti, pantai mungil di selatan Yogyakarta sukses membuat saya melamunkan yang nggak-nggak. Ini itu, ini itu… Pantai ini magis, saya pasti betah duduk berjam di pasirnya.

Pantai di Gunungkidul, Yogyakarta, ini kontroversial, namanya diambil dari nama istri pemilik restoran di lingkungan pantai, pun pantai ini masih ikelola masyarakat sekitar. Pemerintah daerah sampai sekarang tidak mengakui nama pantai bikin-bikinan itu.  Nama pantainya Pulang Syawal, demikian mereka bersabda.

Saya, entah mengapa tak peduli dengan nama yang dipasangkan pada pantai. Pantai ini bersih, ramah pengunjung, tidak ada sampah, ada fasilitas umum, makanan laut enak bergizi tinggi, dan aman. Itu yang penting, dan itu yang akan saya kenang, saya jadikan oleh-oleh.

Kesan saya pada pantai ini begitu baik, yang demikian yang penting, bukan?

/salam ombak

Catatan :

Untuk menuju ke lokasi, kamu bisa baca petunjuk yang sepertinya cukup detail di tulisan ini. Kebetulan kemarin saya dan puluhan teman lainnya dari Jelajah Gizi menuju lokasi dengan bus besar yang super nyaman, jadi saya terkantuk sepanjang perjalanan, lalu hap, tiba di lokasi. Demikian adanya, semoga dimaklumi.

Topeng Kayu Warisan Mbah Karso

Saya tidak bisa memastikan, apa kira-kira perasaan Mbah Karso kalau mengetahui Topeng Kayu yang dulu nilainya begitu sakral, sekarang begitu mudah didapat, bahkan jadi komoditi dagangan, sumber penghasilan warga Desa Bobung, Gunungkidul, Yogyakarta.

Dulu, topeng nilainya begitu tinggi. Untuk mendapatkan setiap topeng, Mbah Karso musti menyendiri, menyepi, dan berpuasa. Topeng hasil “perenungan” Mbah Karso itu kemudian digunakan sebagai topeng tari, dan hanya digunakan khusus saat ada acara adat/pertunjukan budaya saja. Topeng, pun, kemudian mesti disimpan dengan hati-hati.

Mbah Karso telah lama meninggal. Pembuatan topeng sempat terhenti cukup lama. Hingga kemudian pada tahun 70-an, dua warga Desa Bobung, Sugiman dan Tukiran, mencoba membuat kembali topeng dari contoh yang sudah ada.

Pembuatan topeng pada awalnya semata melestarikan budaya, pembuatannya belum fokus. Sugiman dan Tukiran saat itu, bersama hampir semua warga lainnya, masih menggantungkan hidup pada sawah dan ladang.

Pemandu wisata Desa Bobung, Bapak Ismadi, bercerita, pada tahun 70-an itu, sungai mengalir indah, deras, dan cantik di Desa Bobung. Banyak wisatawan dari Jogja mampir untuk sekedar mandi-mandi, memancing, atau foto-foto.

Berputarnya kehidupan warga Desa Bobung dimulai saat seorang wisatawan, yang juga seorang pengusaha kerajinan dan furniture, bernama Bapak Harto melihat topeng hasil karya Sugiman dan Tukiran.  “Pak Harto beli topengnya beberapa, dibawa ke Jogja, terus dijual di showroomnya. Ternyata laku, dia pesan lagi dalam jumlah banyak,” ujar Ismadi.

Pesanan dalam jumlah banyak awalnya membuat Sugiman dan Tukiran kerepotan. Masalah baru kemudian timbul. Siapa yang mengerjakan pesanan?

Konflik horizontal sempat terjadi di Desa Bobung. Banyak orangtua yang menyesalkan topeng kayu jadi terkenal. Apalagi kemudian banyak generasi muda Bobung yang memilih berhenti “nyawah”.

“Orangtua jaman dulu kan mendidik anak jadi petani, karena ada perkembangan kerajinan kayu, orangtua kuatir anak-anaknya berhenti bertani dan malahan kerja bikin topeng,” ujar Ismadi mengenang.

Butuh waktu beberapa lama sampai konflik mereda dan generasi tua, para orangtua menyadari kerajinan topeng punya masa depan bagus, bisa dikembangkan, dan bisa pula menjadi sumber penghasilan.

Saat ini, malahan, dari 138 KK, ada 136 KK yang membuat kerajinan kayu. “Ada yang gak ikut bikin topeng, soalnya kerja PNS,” kata Ismadi menjelaskan.

Pesanan terus datang, kualitas kerajinan kayu Desa Bobung diakui baik, bukan hanya di pasar domestik tapi juga pasar internasional seperti Amerika, Australia, Eropa, dan Asia.

Desa Bobung sekarang sudah bisa menghasilkan 80 ribu barang kerajinan kayu per tahunnya. Bukan hanya topeng, tetapi ada barang fungsional seperti nampan, mangkuk. Ada pula hiasan berbentuk binatang dan patung berukuran besar.

aneka kerajinan kayu

Harga kerajinan kayu bervariasi, mulai Rp 7500 (gantungan kunci), Rp 300ribu (topeng), Rp 30-40ribu (hiasan binatang), Rp 30-120ribu (mangkuk dan nampan). Harganya memang tidak murah, tapi sesuai dengan modal yang dikeluarkan.

Bayangkan saja, untuk membatik satu buah topeng, dibutuhkan waktu sehari penuh. Itu hanya waktu untuk membatiknya saja, belum lagi membentuk, mengamplas, menggambar, merebus dan mengoven tiap potong kerajinan itu!

membuat kerajinan kayu

Membatiknya ya persis seperti membatik kain, ditotol satu-satu pakai canting dan malam. Pelan-pelan. Kesabaran layak dibayar mahal, bukan? Apalagi setiap kerajinan sebelum layak jual musti dikerjakan minimal oleh 4 orang pekerja.

Kerajinan kayu sekarang sudah mampu menghidupi warga. Tetapi Ismadi berharap pemerintah mau membantu memberikan pelatihan untuk peningkatan sumber daya manusia, kerajinan semakin baik pasarnya, dan Desa Bobung makin dikenal sebagai Desa Wisata.

Semoga harapannya tercapai ya, Pak… Amiinn..

—————

Saya tidak tahu persis apa perasaan Mbah Karso kalau melihat topeng batik kayu sekarang begitu mudah dimiliki dan bebas dipajang di tiap rumah, semacam hilang nilainya, tak jelas daya gunanya. Apalagi pementasan tari dan acara adat mulai jarang dilakukan pada masa kini.

Tapi saya yakin sebenar-benarnya yakin, Mbah Karso akan senang melihat anak-cucunya punya penghasilan yang terjamin dan tak perlu kuatir susah makan kalau musim panceklik tanam mampir ke Desa Bobung.

Istirahat yang tenang, Mbah.

Karyamu abadi, sekarang.

/salam topeng

Santai di Ibis Style dan Restoran Bale Raos

Hari ini waktunya istirahat, leyeh-leyeh, dan belanja-belanja. Kalau kemarin panitia minta penjelajah gizi udah rapi dan manis jam 6-an pagi -kurang lebih bersamaan lah waktunya sama ayam berkokok- kali ini panitia minta kami kumpul pukul 11 siang. Merdeka! 😀

Saya bangun pagi sih, lebih karena lapar dan pingin berenang. Kok jauh-jauh ke Jogja malahan berenang, Re? Mmm, ini karena kemaren sesorean main-main di pantai Indrayanti. Pantainya bersih, airnya bening, tapi kemarin ga berenang.

Sampe kebawa mimpi, keinget-inget, dan yak, saya memutuskan berenang di Hotel Ibis Style Yogyakarta ini.

Swimming Pool Area
foto dari tripadvisor.co.uk

Kolam renangnya kecil, tapi cantik. Posisi kolam ada di rooftop, dari kolam bisa melongok pemandangan seputaran kota Jogja. Disediakan handuk yang bukan main besarnya, bisa lilit-lilit sampai beberapa kali. 😀

Beres berenang, saya sarapan. Saya pilih bubur ayam khas Ibis Style. Berbeda dengan bubur ayam dorongan yang biasa saya makan yang kuahnya bumbu kuning, bubur ayam disini kuahnya sop sayuran. Ada potongan bunga kol, buncis, wortel,  dan suwir-suwir ayam di sop-nya. Semacam sehat, ya.

—————

Tepat pada waktu yang dijanjikan, dikumpulkanlah kami oleh panitia di bus yang super besar. Bus ini mengangkut semua penjelajah gizi ke Bale Raos. Bale Raos adalah restoran yang berlokasi di lingkungan keraton Yogyakarta.

Makanan yang dihidangkan di Bale Raos adalah makanan kesukaan Sri Sultan, bukan hanya Sultan yang sekarang, tapi juga beberapa sultan yang sebelumnya. Bukan cuma menunya yang tradisional, tapi suasananya juga.  Ada gending jawa, pelayan pake kebaya, dan logat jawa di mana-mana. 😀

Penjelajah gizi langsung disambut tiga macam cemilan dan dua macam minuman tradisional.

Kue talam, kue Bendol, dan Sosis Solo

Rasanya enak, enak pake banget. Enak betulan. Favorit saya kue talam. Aduh, kalau suatu saat saya punya kesempatan balik ke Jogja, saya mau mampir ke Bale Raos dan pesan kue talamnya satu lusin.

Bir Jawa dan Secang

Bir Jawa terbuat dari rempah-rempah dan jahe sedangkan Secang adalah minuman yang terbuat dari campuran rempah & akar secang.

—————

Suasana perpisahan sudah mengawang-awang di udara. Satu sisi senang bisa pulang ke rumah dan ketemu sama keluarga, sisi lainnya masih pingin kumpul-kumpul, jalan-jalan, senang-senang sama penjelajah gizi lainnya.

Kiri : Baceman – Lalapan – Pergedel Jagung
Tengah : Gudeg Manggar
Kanan : Ayam Kemangi – Tumis Buncis Jamur – Semur Daging Giling

Beres makan-makan dan ketemuan sama blogger-blogger terkenal di Jogja, kami pamitan. Sebagian besar penjelajah gizi balik kanan ke bandara dan terbang ke Jakarta. Sisanya? Ada yang ke Jember, Bali, Solo.

Sampai sekarang masih kerasa senengnya, terimakasih ya Nutrisi Untuk Bangsa dan Sarihusada. Nanti kalau ada jalan-jalan lagi, saya masih boleh daftar kan, ya? D

Sampai jumpa, semoga ada kesempatan ketemu-ketemu lagi lain waktu..

—————

KANDUNGAN GIZI WISATA KULINER JELAJAH GIZI HARI TIGA

BUBUR AYAM : Bahan dasar bubur  ayam adalah beras.  Beras merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi masyarakat Indonesia. Beras sebagai bahan makanan mengandung nilai gizi yang cukup tinggi yaitu kandungan karbohidrat sebesar 360 kalori, protein sebesar 6.8 gr dan kandungan mineral seperti Ca dan Fe masing-masing 6 dan 0.8 mg.

Sayuran pelengkap bubur ayam memiliki kandungan serat yang baik untuk pencernaan. Sedangkan ayam merupakan sumber protein yang cukup tinggi. Ayam juga kaya akan kandungan mineral (kalsium, tembaga, zat besi, fosfor, kalium dan zinc) dan beragam vitamin (vitamin A dan berbagai vitamin B)

CEMILAN KHAS BALE RAOS, KUE TALAM, BENDOL, dan SOSIS SOLO : Bahan dasar kue talam adalah tepung, bahan dasar bendol adalah singkong, dan bahan dasar kulit sosis solo adalah tepung. Tepung dan singkong adalah sumber karbohidrat.

Karbohidrat diperlukan sebagai sumber energi. Yang perlu diperhatikan saat nyemil kue-kue ini adalah, jangan berlebihan. Kue talam dan kue bendol sudah ditambahi gula, dan sosis solo dimasak dengan cara digoreng. Jika dikonsumsi berlebihan maka tidak akan baik efeknya untuk tubuh.

Menu Khas Bale Raos. Hampir semua makanan yang terhidang memiliki cita rasa manis.

BACEMAN : Bacem tahu dan bacem tempe, bahan baku utamanya adalah kedelai. Kedelai adalah sumber protein nabati yang baik bagi tubuh.  Berikut tabel kandungan gizi biji kedelai.

PERGEDEL JAGUNG : Biji jagung kaya akan karbohidrat. Sebagian besar berada pada endospermium. Kandungan karbohidrat dapat mencapai 80% dari seluruh bahan kering biji. Karbohidrat dalam bentuk pati umumnya berupa campuran amilosa dan amilopektin. Pada jagung ketan, sebagian besar atau seluruh patinya merupakan amilopektin. Perbedaan ini tidak banyak berpengaruh pada kandungan gizi, tetapi lebih berarti dalam pengolahan sebagai bahan pangan. Jagung manis diketahui mengandung amilopektin lebih rendah tetapi mengalami peningkatan fitoglikogen dan sukrosa.[2].

Kandungan gizi Jagung per 100 gram bahan adalah:

  1. Kalori : 355 Kalori
  2. Protein : 9,2 gr
  3. Lemak : 3,9 gr
  4. Karbohidrat : 73,7 gr
  5. Kalsium : 10 mg
  6. Fosfor : 256 mg
  7. Ferrum : 2,4 mg
  8. Vitamin A : 510 SI
  9. Vitamin B1 : 0,38 mg
  10. Air : 12 gr

SEMUR DAGING : Menurut Departemen Kesehatan (1981), setiap 100 gram daging sapi mengandung kalori 207 kkcl, protein 18,8 gram, lemak 14,0 gram, calcium 11 mg, phosphor 170 mg dan besi 2,8 mg.

TUMIS BUNCIS JAMUR: Sayur berwarna hijau panjang ini dalam 100 gram-nya mempunyai komposisi : Karbohidrat 7,81%, Lemak 0,28%, Protein 1,77%, Serat kasar 2,07%, dan kadar abu 0,32%. Buncis juga dipercaya baik dikonsumsi oleh penderita diabetes mellitus.

Kandungan Vitamin pada jamur Shiitake cukup banyak, terutama vitamin B-kompleks, seperti  B₁ (tiamin), B₂ (riboflavin), B₁₂, serta niasin dan asam pantotenat, juga vitamin D. Sementara itu kandunga protein Shiitake lebih rendah daripada daging sapi, tetapi hampir sama dengan kacang-kacangan. Yaitu antara 10-29 %. Kandungan karbohidratnya 43-78 % (berat kering) dan termasuk bahan pangan rendah kalori, total mineral antara 2.6-6.5 % dengan kandungan Ca, P, Fe, Na dan K yang ideal di dalam pangan

/salam jelajah gizi

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Jagung
http://ratraagro.blogspot.com/2010/07/kandungan-nutrisi-jamur-shiitake.html
http://integratedhealthcenter.blogspot.com
James, M. G.. “Characterization of the Maize Gene sugary1, a Determinant of Starch Composition in Kernels”. The Plant Cell 7 (4): 417-429.Direktorat Gizi,
Direktorat Gizi, Departemen Kesehatan Republik Indonesia
http://cybex.deptan.go.id/