Category Archives: Jalan-Jalan

Warung Pari Gogo, Bidan Lies di Desa Sambirejo, Es Krim Ketela, dan Warung Mbah Noto

Entah mimpi entah nyata, saya menerima telepon dari @nutrisi_bangsa sambil bingung. Suara di ujung sana bilang tulisan saya terpilih, dan saya terpilih, bersama sembilan blogger lainnya untuk menjelajah Gunungkidul.

Bukan, bukan jelajah alam, apalagi jelajah gua yang memang kebetulan banyak di sana. Tetapi, jelajah gizi. Jelajah gizi itu kegiatan yang dilakukan untuk mengenalkan pangan, sumberdaya lokal, dan kandungan gizi yang dikandung setiap makanan.

Sangking bersemangatnya, adrenalin mengalir deras di tubuh saya. Jadi susah tidur. Tepat jam 4 pagi saya beberes, mandi, pamitan, dan menuju bandara. Aaakk, senangnyaa..

Di terminal 1 bandara Soekarno Hatta saya berjumpa blogger tangguh lainnya, adalah @titiwakmar, @didut, @matriphe, @aniringo, dan mba @eviindrawanto. Tiba jam 6 pagi dan langsung disambut dengan senyuman yang bukan main lebarnya dari perwakilan dari Event Organizer yang mengurusi acara.

“Sarapan apa, Mba?”

Uhuyy, ditrakteerrr Mba EO

Pesawat berangkat pukul 07.45 WIB, tiba di Jogjakarta  pukul 9 pagi. Bus yang super besar sudah menunggu peserta di parkiran. Belakangan, di bus, saya baru tahu ternyata peserta jelajah gizi kali ini bukan hanya blogger, tapi juga wartawan dari Jakarta dan Jogjakarta. Total peserta jadi 23 orang. Rameee 😀

Di bus, masing-masing peserta memperkenalkan diri. Disini suasana sudah cair sih ya, adalah dua (MC) Master of Ceremony kondang ibukota, Mas Kelik Ketitik dan Mas Fuad yang gak pernah kehabisan ide buat ngelawak.

—————

Tujuan Pertama : Warung Padi Gogo

Bus langsung mengarah ke Gunungkidul, menuju tempat makan siang yang populer. Warung Padi Gogo. Hati saya mulai deg-degan, seperti merasakan ada yang tidak beres. Ada yang aneh.

Benar saja, rupanya akan terjadi semacam fear factor di warung itu sodara-sodara. Baru saja duduk, peserta sudah dihidang belalang goreng.  Aaaakkkk, lambai bendera putih, menyerah kalah.

Apa ya, saya kok berpikirnya, masih banyak makanan lain yang bisa dicemil selain belalang. Matanya yang besar melotot itu mengintimidasi.

Tapi, bukankah selalu ada KALI PERTAMA UNTUK SETIAP HAL. Maka, saya resmikan hari itu, 2 November 2012 sebagai kali pertama saya makan belalang goreng. Oooh, Tuhan… 😐

Begini penampakan belalang yang masih utuh, tapi sudah matang, tapi warna coklat, yang kelihatannya garing, itu.

Kesimpulan : Menurut saya belalang goreng itu gak enak. Ada bau-bauan yang menyertai. Kalau kata Mba  @eviindrawanto, seperti bau jerami.

Kelihatannya garing, tetapi waktu dikunyah terasa bersisa di mulut, bagian sayapnya susah hancur di mulut saya. Karena kurang halus itulah, saya agak susah payah dan butuh usaha ekstra untuk menelannya.

Okeh, intinya saya sudah pernah cicip, dan gak penasaran lagi. Oh iya, untuk pengetahuan (kalau ada yang belum tahu), ikan dan belalang adalah dua binatang yang halal dimakan setelah jadi bangkai.

Selesai fear factornya, sekarang saatnya makan enaakk..  Warung Padi Gogo menyediakan berbagai macam menu kuliner, diantaranya ada nasi merah, sayur lombok ijo, tumis daun pepaya, trancam, ayam goreng bacem, dan baby fish.

Sambil makan, Senior Manajer Corporate Affairs PT Sarihusada, Bapak Arif Mujahidin cerita tentang tujuan diadakannya jelajah gizi, kenapa memilih Gunungkidul, dan harapannya pada kami, blogger dan wartawan yang ikut serta dalam program ini.

Intinya adalah, Bapak Arif ingin kami menyebarluaskan pangan lokal, kandungan gizinya dan kebaikan pangan lokal pada seluruh dunia lewat tulisan. “Pangan lokal gak selalu kampungan, tinggal bagaimana kita mengolahnya saja,” kira-kira begitu kata Pak Arif.

Selain enak, bahan pangan lokal, lanjut dia, juga mudah diperoleh. Selama ini keberadaan pangan lokal mulai tergerus aneka makanan impor. Bukannya makanan impor tidak bagus, hanya saja kenapa tidak kita yang mulai. “Enak, murah, mudah didapat. Apa lagi?” kata si Bapak.

—————

Tujuan Kedua : Desa Sambirejo

Sudah makan, sudah kenyang, peserta yang tampan-tampan sudah beres shalat Jumat, sekarang kami lanjut ke pemberhentian kedua, Desa Sambirejo.

Di Desa Sambirejo kami bersua dengan Bidan Liestiani Ritawati, pemenang Srikandi Award 2009. Bidan Liestiani memprakarsai pembuatan sumur bor di desa ini. Awalnya adalah keprihatinan akan kondisi kesehatan warga yang menurun dan susahnya persalinan.

Sebelum gempa melanda Jogja pada 2006 lalu, ketersediaan air cukup. Warga mengandalkan sendang (mata air) Desa Sambirejo. Entah mengapa setelah gempa, air di Sendang tidak lagi terisi. Sendang kering dan mesti menunggu hujan agar terisi kembali.

Sendang Sambirejo menunggu hujan datang

Kekeringan terjadi bertahun, tanah sampai retak, dan berbagai gangguan kesehatan seperti diare mengancam anak-anak. Kurangnya air menyebabkan kebersihan makanan tidak terjamin.

Sekarang aliran air dari sumur bor sudah bisa dinikmati warga, langsung ke rumah masing-masing. Warga tinggal memutar keran dan membayar sesuai penggunaan ke pengurus PDAM Tirtamukti.

PDAM Tirtamukti ini baru saja dibentuk pada 2010 lalu. Tujuannya untuk mengurus kelancaran aliran air ke rumah warga, termasuk di dalamnya memungut iuran dan memelihara sumur bor.

Ketua PDAM Tirtamukti, Bapak Suyadi

Ada 12 warga yang terpilih mengurusi PDAM itu, Ketuanya, Bapak Suyadi, bilang warga bertanggung jawab sekali membayar sesuai tagihan karena pernah merasakan sulitnya mencari air. “Jalan jauh sampai 2 kilometer, menggendong air dengan jerigen, dan harus mengantri dari tengah malam,” kata dia.

Penganan Berbahan Dasar Ketela

Selain mempelopori air, Bidan Listi juga berperan mengembangkan sumber daya pangan lokal. Apakah itu? Adalah dia ketela!

Kebun ketela di depan rumah Bidan Listi

Ketela dikenal juga sebagai ubi rambat, ubi jalar atau mantang.  Pohon ini tumbuh subur di depan rumah Bidan Listi dan saat ini mulai dikembangkan manfaatnya bersama warga.

Kemarin, kami peserta jelajah gizi sempat menikmati olahan unik dari ketela, yaitu es krim ketela dan bakpao ketela. Es krim ketela rasanya manis, masih terasa bau umbi ketelanya. Bakpao ketela, yang oleh warga Sambirejo diisi dengan kacang hijau kupas, rasanya juga enak.

Es Krim Ketela dan Bapao Ketela isi kacang hijau

—————

Wisma Joglo

Udah sore, udah keringetan, saatnya tidur, eh mandi! 😀

Setelah poto-poto narsis, iya di mana-mana ke-23 peserta #jelajahgizi ini kerjanya poto-poto aja kok. *sigh, kami masuk ke bus yang super nyaman + AC super kencang.

Tujuannya adalah Wisma Joglo. Wisma Joglo berada di dekat pusat kota Wonosari tepatnya di Jl.Sumarwi Gg. Mayang Gadungsari RT 06/12 Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta. Penginapannya cukup luas, kamarnya bersih, seprei dan bantal harum.

Karena bangunannya tradisional, saya tak berharap banyak pada kamar mandinya. Ternyata kamar mandinya luas, klosetnya bersih, airnya jernih, dan lantainya kesat.

—————

Wisata Kuliner, Warung Mbah Noto

Peserta, khususnya saya, sudah sangat kelaparan. Meskipun tadi udah icip 3 cup es krim ketela sih ya.. *malu.

Udah ganti baju bersih, udah mandi, lanjut makan malem di Warung Mbah Noto. Menu paling happening di warung ini adalah Mie Goreng dan Mie Godhok.

Atas : Mie godhok
Bawah : Mie Goreng

Karena belum pernah icip mie godhok, dan karena kebanyakan peserta pilih mie godhog, saya manut, ikut-ikut.

Meskipun panitia sudah memesan sejak sore hari, dan kami kesana sudah jam 8 malam, pesanan kami (yang bukan main banyaknya ini), belum selesai.

Kok gitu? Iya, emang gitu. Soalnya si pemilik warung itu masaknya cuma pakai 1 tungku. Setiap kali masak, yang jadi cuma 2 porsi. Kebayang kan?

Saya suka sih mie godhoknya, tapi lebih suka ayam goreng bacemnya. Ayamnya ayam kampung, teksturnya lembut, rasanya enak, agak manis.

Ayam Goreng Warung Mbah Noto, Gunungkidul

Sudah kenyang semuanya, saatnya istirahat..

Sampai jumpa pada petualangan penJelajah Gizi hari dua, ya.. 😀

—————

KANDUNGAN GIZI WISATA KULINER JELAJAH GIZI HARI SATU

Sepanjang perjalanan tadi, kami dikawal langsung oleh Guru Besar Ilmu Gizi Institut IPB, Prof Ahmad Sulaiman. Segala yang dikunyah dijelaskan kandungan gizinya oleh Pak Prof.

Belalang Goreng

Pada belalang yang masih segar, kandungan proteinnya sekitar 20 persen, tetapi pada yang kering sekitar 40 persen. Kulit belalang mengandung zat kitosan seperti udang. Pada musim-musim tertentu ada jenis belalang yang kandungan vitaminnya lebih tinggi. Belalang juga dapat  memenuhi 25 hingga 30 persen kebutuhan vitamin A.

Nasi Merah

Nasi merah baik untuk penderita diabetes karena memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan nasi putih. Kandungan serat nasi merah yang tinggi karena tidak mengalami proses penggilingan yang menyebabkan hilangnya sebagian besar serat serta vitamin dan mineral.  Nasi merah juga kaya akan vitamin B, magnesium, dan zat besi yang diperlukan tubuh.

Ketela/Ubi Jalar

Karbohidrat ubi jalar memiliki indeks glisemik 54 (rendah). Artinya, karbohidrat pada ubi jalar tidak mudah diubah menjadi gula, sehingga cocok bagi penderita diabetes. Ubi jalar berwarna merah, mengandung serat oligosakarida bertipe larut yang berperan vital untuk menyedot kolesterol “jahat” di dalam darah.

Serat oligosakarida berperan mencegah sembelit, memudahkan buang angin, menjaga keseimbangan flora usus dan prebiotik serta merangsang pertumbuhan bakteri “baik” pada usus sehingga penyerapan zat gizi lebih efektif. Pada orang yang sangat sensitif oligosakarida, konsumsi ubi jalar dapat mengakibatkan kembung. Agar tidak kembung dan buang-buang angin, disarankan memasak ubi jalar hingga benar-benar matang.

Daun ubi jalar baik dikonsumsi (dilalap) oleh ibu menyusui untuk menambah produksi asi.

Mie Godhok dan Ayam Kampung Goreng Bacem

Mie berbahan dasar tepung, mengandung karbohidrat. Pelengkap mie godhok adalah sayur kol atau dikenal juga dengan kubis. Kubis segar mengandung banyak vitamin (A, beberapa B, C, dan E). Kandungan Vitamin C cukup tinggi untuk mencegah skorbut (sariawan akut). Mineral yang banyak dikandung adalah kalium, kalsium, fosfor, natrium, dan besi. Kubis segar juga mengandung sejumlah senyawa yang merangsang pembentukan glutation, zat yang diperlukan untuk menonaktifkan zat beracun dalam tubuh manusia.

Kandungan lemak pada ayam kampung lebih rendah daripada ayam ras. Ayam merupakan sumber protein berkualitas tinggi dan lebih rendah kandungan lemak jenuhnya dibanding daging berwarna merah. Ayam juga kaya akan kandungan mineral (kalsium, tembaga, zat besi, fosfor, kalium dan zinc) dan beragam vitamin (vitamin A dan berbagai vitamin B). Kandungan zat gizi ayam kampung per 100 gram bahan adalah Energi (246 kkal), Protein (37.9 gr), dan Lemak (9 gr).

/salam kenyang

Sumber :

distan.majalengkakab.go.id
http://id.wikipedia.org/wiki/Kubis”>http://id.wikipedia.org/wiki/Kubis
http://health.kompas.com

Hargai Makananmu!

Memang benar apa yang dikatakan orang-orang. “Tak Kenal Maka Tak Sayang”. Untuk saya, ungkapan ini mesti ditambah satu bait lagi. “Tak Kenal Maka Tak Menghargai”.

Adalah thiwul dan gathot, dua jenis pangan berbahan dasar singkong yang membuat saya semakin menghargai makanan. Dulu kala, thiwul dan gathot dikonsumsi warga Gunungkidul sebagai pengganti nasi, tapi sekarang penganan ini lebih sering dinikmati sebagai cemilan saja.

Meski sekarang mulai sulit menemukan penganan ini dijual, Thiwul adalah makanan yang sangat murah, bisa dibeli di Pasar seharga Rp 1000 saja, begitupun dengan gathot.

Harganya yang murah kerap membuat saya memandang sebelah mata. “Beli saja dulu, kalau tidak habis kan tinggal dibuang, toh murah”.

Kalau perbuatan saya ini dilihat oleh Yu Tum (Tumirah), pemilik warung thiwul dan gathot di Gunungkidul, mungkin saya sudah habis diceramahi plus dicubiti.

Pasalnya, bikin thiwul dan gathot itu tak gampang. Butuh kesabaran. Berbeda dengan makanan lain yang bisa “beli bahan pagi sore sudah jadi”, proses pembuatan thiwul dan gathot makan waktu berhari-hari.

—————

BIKIN THIWUL dan GATHOT itu TIDAK MUDAH

Cara Bikin Thiwul

Singkong segar, yang telah dikupas, dijemur sampai kering selama 3-4 hari. Singkong yang telah kering ini dinamakan gaplek. Nah, gaplek ini lalu digiling halus menjadi tepung. Didihkan air dan gula, kemudian dinginkan.

Setelah dingin campuran air+gula tadi dicampurkan dengan tepung singkong dan diaduk rata. Campuran itu kemudian diayak dan diambil butiran halusnya.

Kalau sudah, kukus thiwul mentah tadi selama 15 menit. Kalau sudah matang, angkat, dan sajikan dengan taburan kelapa parut yang sebelumnya sudah dibubuhi garam.

Cara Bikin Gathot

Singkong segar, yang telah dikupas, dilembabkan agar berfermentasi. Proses fermentasi ini dilakukan dengan cara, membasahi singkong dan menutupnya dengan plastik. Singkong dikatakan telah berfermentasi jika jamur yang berwarna kehitaman sudah muncul sampai ke bagian dalam umbi.

Kalau jamurnya sudah muncul, jemur singkong tadi di terik matahari sampai benar-benar kering. Singkong kering berjamur itu disebut gaplek gathotan. Gaplek gathotan kemudian direndam selama 1-2 malam dengan air kapur sirih. Setelah itu, iris kecil-kecil dan bersihkan kembali.

Jika sudah, rendam lagi gaplek gathotan yang sudah berbentuk irisan itu selama 1 malam. Lalu cuci bersih dan kukus selama 2 jam.

Sambil menunggu gaplek matang, cairkan gula merah sampai mendidih dan mengental. Angkat gaplek dari kukusan dan campurkan dengan gula. Aduk rata. Seperti thiwul, gathot akan lebih nikmat dimakan dengan taburan kelapa parut.

—————

Kalau kamu kangen thiwul dan gathot, tapi udah cari-cari, eh tetep aja gak ketemu penampakannya di pasar, silakan mampir ke Warung Yu Tum yang berlokasi di Jalan Pramuka No 36, Wonosari, Jogjakarta.

Yu Tum sudah meramu thiwul dan gathot sejak 1985. Dulu, ia berjualan dengan berkeliling kampung. Lalu pada 2004 lalu, warung pertamanya dibuka. Gathot Thiwul “Yu Tum” demikian warungnya diberi nama.

Saat ini warung Yu Tum bisa menghabiskan 50 kilogram tepung singkong pada hari biasa, dan 70 kilogram tepung pada akhir pekan. Omsetnya juga luar biasa, sekitar 3-4 juta rupiah perharinya.

Oh iya, Yu Tum juga menerima pesanan khusus seperti Thiwul rasa coklat dan keju. Khusus Gathot, selain gathot biasa, ada juga gathot rasa nangka. Karena tidak menggunakan pengawet, penganan ini hanya tahan maksimal dua hari saja.

—————

CARA BIKIN THIWUL dan GHATOT (dalam gambar)

Singkong segar yang telah diproses menjadi “Tepung Singkong” dan “Gaplek Gathotan”
Gaplek Gathotan yang telah direndam dan diiris. Gaplek ini kemudian direndam satu malam lagi sebelum dikukus.
Tepung singkong yang telah diaduk rata dengan (gula+air)diayak. Bagian halusnya kemudian dikukus selama 15 menit.
Pendiangan tempat mengukus thiwul. Yang unik dari usaha Yu Tum adalah penggunaan “luweng” (tungku) tradisional dan kayu bakar.
Gathot dan Thiwul yang sudah matang dan siap disajikan.
Kiri : Kelapa dikikir lebih dulu kulit luarnya
Kanan : Setelah dikikir, kelapa diparut kemudian diratakan dengan garam secukupnya.
Gathot dan Thiwul bisa dibeli masing-masing satu besek atau masing-masing setengah. Harganya Rp 12ribu per besek.

—————

Kandungan Gizi Thiwul dan Gathot

Menurut Guru Besar Ilmu Gizi Institut IPB, Prof Ahmad Sulaiman, Kandungan asam amino atau protein dalam gatot lebih besar daripada pada thiwul, karena keberadaan jamur setelah fermentasi.

Singkong atau ubikayu (Manihot esculenta Crantz) merupakan salah satu sumber karbohidrat lokal Indonesia yang menduduki urutan ketiga terbesar setelah padi dan jagung. Tanaman ini merupakan bahan baku yang paling potensial untuk diolah menjadi tepung.

Singkong segar mempunyai komposisi kimiawi terdiri dari kadar air sekitar 60%, pati 35%, serat kasar 2,5%, kadar protein 1%, kadar lemak, 0,5% dan kadar abu 1%, karenanya merupakan sumber karbohidrat dan serat makanan, namun sedikit kandungan zat gizi seperti protein.

Berikut tabel kandungan gizi singkong :

/salam singkong

sumber :

http://www.litbang.deptan.go.id/download/one/104/file/Manfaat-Singkong.pdf

Ibu Bidan Tak Hanya Urus Air Ketuban

Jangan sekali-kali meremehkan ibu bidan, apalagi ibu bidan yang satu ini. Berbagai penghargaan telah ia terima, dan berkat jasanya pula warga Desa Sambirejo, Gunungkidul mendapatkan akses air bersih.

Daerah Gunungkidul dulu sempat mengalami kekeringan yang cukup parah. Untuk mendapatkan air, warga Desa Sambirejo harus mengambil air dari sumber air terdekat yang jaraknya sekitar 2km ke arah gunung.

Sebelumnya warga menggantungkan harapan pada sendang (mata air) yang berlokasi di dalam kampung. Tetapi, entah kenapa setelah gempa Jogja 2006 lalu, air tidak mengucur lagi ke dalam sendang. Saat ini sendang berfungsi seperti sumur tadah hujan saja.

Sendang Sambirejo

Maka, tidak ada pilihan selain mengambil air dari sumber air yang jauh itu. Bukan cuma mesti jalan jauh, sampai di lokasi warga mesti antri kembali. Memang, pada akhirnya setiap warga akan mendapatkan jatah air, tetapi tidak jarang terjadi adu mulut saat mengantri.

“Iya, namanya juga sudah jalan jauh, mengantri dari jam 1-2 pagi, lalu misalnya ada yang ‘nyelak’ antrian, bisa ribut,” demikian Bidan Liestiyani Ritawati mengenang. Belum lagi jika harus mengantri air pada Bulan Ramadhan. Warga, kata dia, bukannya pendekatan pada Allah, malahan pendekatan pada AIR.

Keprihatinan Bidan Listi, demikian ia biasa dipanggil, bermula saat ia harus membantu persalinan. Proses persalinan membutuhkan air bersih agar kemungkinan terjadinya infeksi bisa diminimalkan. Bayi yang baru lahir mesti segera dibersihkan, begitu pula dengan ibu yang baru melahirkan. Tak jarang, Bidan Listi menggunakan air untuk keperluan pribadi keluarganya.

“Anak saya ke sekolah gak mandi, karena airnya saya pakai. Untung saja teman-temannya gak kebauan. Mungkin alam sudah menyatu dengan warga Sambirejo,” ujar dia terkikik.

Rumah Bidan Listi, bersebelahan dengan klinik dan sumur bor.

Ia juga mencemaskan ibu hamil yang mesti mengangkat air. “Kalau jatuh gimana, malah bahaya untuk ibu dan bayinya. Anak juga, kalau makanannya kotor nanti diare, kurus, berat badannya turun terus, malah jadi gizi buruk.”

Bidan Listi bukan warga asli Sambirejo. Ia warga Temanggung yang pindah karena tuntutan profesi.  Di Temanggung, kata dia, air berlimpah.

Wajar saja Ibu Bidan jadi frustasi, “selama empat tahun saya merasakan kekeringan, rasanya mau nangis saja,” katanya lagi. Suami Bidan Listi, Bapak Hasyim, untung saja terus menguatkan hati Ibu Bidan.

Awalnya Bidan Listi sudah mengebor air menggunakan biaya pribadi. Total dana yang dihabiskan sudah mencapai Rp 4juta dan dalamnya sumur sudah mencapai 4 meter. Tapi sayang, tidak ada air disana. Kondisi tanah Gunungkidul mengharuskan Bidan Listi mengebor jauh lebih dalam lagi, tetapi kondisi finansial saat itu sama sekali tidak memungkinkan.

Bermula dari stress kekurangan air itulah Bidan Listi berinisiatif mencari info di internet. Maksudnya, mau mencari dukungan dana.  Kebetulan saat itu Sarihusada sedang membuat program Pos Bhakti Bidan. Program ini merupakan program sosial kerjasama Sarihusada dan Ikatan Bidan Indonesia.

Proposal yang ia ajukan ternyata diterima. Ia sempat bingung dan bertanya mengapa ia bisa berhasil? Sarihusada lalu memberi alasan, ide Bidan Listi diterima karena bermanfaat bagi orang banyak.

—————

Menurunkan Angka Kematian Harus Tau Dasarnya

Bidan Listi mempunya prinsip, apapun yang ia lakukan, mesti tahu dahulu, apa dasarnya. Kesehatan dan gizi yang memburuk tidak cukup ditanggulangi dengan pemberian makanan/gizi seimbang. Harus dilihat juga, apa yang melandasi keadaan itu.

Air.. Air.. Air..

Bidan Listi sangat paham, air adalah sumber utama kehidupan. Proposal sumur bor yang ia ajukan dulu memang hanya mampu mengalirkan air ke 5 rumah saja. Tetapi, sekarang air sudah mengalir langsung ke 157 rumah.

Yang hebat, sudah ada manajemen ala PDAM untuk mengurusi air. Jadi setiap ‘pelanggan’ bisa menggunakan dan membayar sesuai hak dan kewajibannya.

Atas : Kantor PDAM Tirtamukti
Bawah : Mesin dan sumur bor buah gagasan Bidan Listi

Warga yang menggunakan jasa mesti membayar beban sebesar Rp 2500/bulan dan membayar penggunaan air sebesar Rp 2000 per meter kubik. Saat ini, kata Ketua PDAM Bapak Suyadi, warga dengan anggota keluarga di atas 5 orang rata-rata harus membayar Rp 20-25 ribu per bulannya.

“Warga memenuhi kewajibannya, gak ada yang protes. Karena semua sadar, kalau gak ada air itu susah,” kata Bapak Suyadi.

Untuk memenuhi kebutuhan air yang semakin banyak, sumur bor sudah mengalami pendalaman. Awalnya hanya sedalam 80 meter, sekarang sudah 116 meter.  Mati lampu? Jangan kuatir, PDAM  sudah memiliki mesin genset.

Sekarang seperti bunga, nama Bidan Listi begitu harum wanginya di seputaran Gunung Kidul. Prestasinya memberdayakan masyarakat malah sudah mendapatkan penghargaan dari Menko Kesra berupa “GKPM (Gelar Karya Program Masyarakat) Award 2012” untuk CSR Best Practice for MGDs.   

Senior Manajer Corporate Affairs PT Sarihusada, Arif Mujahidin menyerahkan Piagam Penghargaan Anugerah Gelar Karya Pemberdayaan Masyarakat Award kepada Bidan Liestiani Ritawati di Dusun Sambirejo Ngawen Gunung Kidul, Yogyakarta, 2 November 2012.

Bidan Liestiani memperoleh peringkat terbaik kedua tingkat pelaku mitra perusahaan PT Sarihusada.

Cukup air? TIDAK!

Bidan Listi juga mendorong warga sekitar, khususnya ibu-ibu PKK untuk mengembangkan sumber daya pangan lokal. Kalau sudah sejak dulu Gunungkidul punya Gathot dan Thiwul, mungkin nanti ke depannya wilayah ini akan terkenal pula dengan penganan berbahan dasar ketelanya.

Kebun ketela di depan rumah Bidan Listi

Bidan Listi mulai menanam ketela di halaman rumahnya. Ketela ini, kemudian diusahakannya bisa dikonsumsi dengan sebagai makanan yang “berbeda”. Tak lagi goreng/rebus ketela, warga Desa Sambirejo kini sudah mampu menyulap ketela jadi dua macam makanan yang tak cuma cantik, tapi juga lezat.

Ketela dikenal juga sebagai ubi rambat, ubi jalar atau mantang.   Karbohidrat ketela memiliki indeks glisemik 54 (rendah). Artinya, karbohidrat pada ketela tidak mudah diubah menjadi gula, sehingga cocok bagi penderita diabetes. Ketela merah, mengandung serat oligosakarida bertipe larut yang berperan vital untuk menyedot kolesterol “jahat” di dalam darah.

Kemarin, kami peserta jelajah gizi sempat menikmati olahan unik dari ketela, yaitu es krim ketela dan bakpao ketela. Es krim ketela rasanya manis, masih terasa bau umbi ketelanya. Bakpao ketela, yang oleh warga Sambirejo diisi dengan kacang hijau kupas, tak kalah rasanya.

Es Krim Ketela dan Bapao Ketela isi kacang hijau

Ibu Siti, salah satu warga Sambirejo bilang, Bidan Listi ini semacam malaikat. Tak cuma menghilangkan kekuatiran warga yang sedang mengandung atau melahirkan, tetapi juga mampu mengobati kekuatiran saat ada anak/warga yang sakit. “Bidan ajari kami bikin makanan sehat dan bergizi, kami beruntung Bidan Listi mau tinggal disini,” demikian katanya sembari mengucap syukur.

—————

Maka, jangan sekali-kali meremehkan Ibu Bidan Listi. Jangan pernah bilang “bidan itu harusnya mengurusi air ketuban saja”, karena ia akan marah besar.

“Itu keliru”, katanya melotot sambil menahan emosi.

—————

Sore itu, saya meninggalkan warga Sambirejo, Bidan Listi, dan “karya”nya dengan kesadaran penuh, berbuat baik bisa dilakukan asal ada kemauan, cukup kemauan. Ketika kemauan sudah ada, akan ada orang-orang baik di sekeliling dan semesta yang membantu niat itu menjadi kenyataan.

Salam hormat saya pada Ibu Bidan, semoga prestasi dan ide-ide cemerlangnya menyebar serta warga Gunungkidul semakin jaya dan makmur.

/salam

Akan Kemana Saya di Paris

Sejak kecil, saya sudah menyukai cerita tentang kerajaan.

Bukan, bukan kerajaan yang di Indonesia sih. Tetapi kerajaan-kerajaan di sekitaran Eropa sana.

Apa yang membuat saya tertarik?
BAJUNYA!!

Setiap melihat baju-baju permaisuri/putri kerajaan Eropa, jantung saya berdebar kencang, mata saya bersinar.
Betapa sungguh, saya, ingin sekali saja selama kehidupan ini, diberi kesempatan menggunakan baju sedemikian.

Rasanya pasti super sekali ya, bisa pakai baju yang begitu indahnya… :’)

Maka dari itu, jika saya diberi kesempatan jalan-jalan ke Paris dan sekitarnya, saya akan berkunjung ke Château de Versailles 

dan Château de Vincennes. Rumahnya para putri/pangeran, permaisuri/raja dan anggota kerajaan lainnya.

Sekian abad sudah berlalu sejak baju-baju cantik itu berseliweran di jalanan kota Paris memang, tapi mestinya “rasa” tidak hilang kan ya..
Saya akan menghabiskan waktu di istana yang begitu megah itu, mencecap rasa yang ditinggalkan penghuni sebelumnya..

Mungkin, pada kehidupan sebelumnya, saya ini sepupunya Maria Antoinette, ya…

—–

Selepasnya dari istana, tujuan saya berikutnya adalah Notre Dame de Paris.

Notre Dame de Paris adalah katedral berasitektur gothic di sebelah timur Île de la Cité di Paris, Perancis, dengan pintu masuk utama di barat. Selain tujuan wisata, gereja ini juga masih digunakan untuk tempat misa dan Uskup Agung Paris. Notre Dame de Paris dianggap sebagai salah satu contoh terbaik dari arsitektur gothic Perancis.

Kebayang betapa bahagianya teman-teman yang bisa beribadah di katedral yang sebegitu cantik.. Berdoanya mungkin gak abis-abis, yah 🙂

—–

Oke, tujuan berikutnya adalah : Menara Eiffel

Belum ke Paris kalau belum mampir ke Menara Eiffel, yes?
Selain lokasi syuting banyak sekali film seperti ‘The 400 Blows’ dan juga salah satu film James Bond ‘A View to a Kill’ ada juga film Indonesia yang wangi Paris, inget ga? Bener banget, film “Eiffel I’m In Love” yang pemerannya Si ganteng Samuel Rizal dan Shandy Aulia.

—–

Saya cukup senang ke Museum, hanya saja saya agak penakut. Jangan tinggalkan saya sendirian di museum, please.. Saya takut salah satu benda purbakala itu tiba-tiba melihat ke arah saya dan mengedipkan matanya.. Aduh.. 😐
Sudah sampai di Paris dan pingin ke museum? Pas banget tuh mampir ke Museum Louvre.

Dari Wikipedia : Museum Louvre adalah salah satu museum terbesar, museum seni yang paling banyak dikunjungi dan sebuah monumen bersejarah di dunia. Museum Louvre terletak di Rive Droite Seine, Arondisemen pertama di Paris, Perancis. Hampir 35.000 benda dari zaman prasejarah hingga abad ke-19 dipamerkan di area seluas 60.600 meter persegi.

Museum ini bertempat di Istana Louvre (Palais du Louvre) yang awalnya merupakan benteng yang dibangun pada abad ke-12 di bawah pemerintahan Philip II. Sisa-sisa benteng dapat dilihat di ruang bawah tanah museum. Bangunan ini diperluas beberapa kali hingga membentuk Istana Louvre yang sekarang ini.

Pada tahun 1682, Louis XIV memilih Istana Versailles sebagai kediaman pribadi, meninggalkan Louvre untuk selanjutnya dijadikan sebagai tempat untuk menampilkan koleksi-koleksi kerajaan. Pada tahun 1692, di gedung ini ditempati oleh Académie des Inscriptions et Belles Lettres dan Académie Royale de Peinture et de Sculpture. Académie tetap di Louvre selama 100 tahun berikutnya. Selama Revolusi Perancis, Majelis Nasional Perancis menetapkan bahwa Louvre harus digunakan sebagai museum untuk menampilkan karya-karya bangsa.

Museum ini dibuka pada tanggal 10 Agustus 1793 dengan memamerkan 537 lukisan. Mayoritas karya tersebut diperoleh dari properti gereja dan kerajaan yang disita Pemerintah Perancis. Karena masalah struktural dengan bangunan, museum ditutup pada tahun 1796 hingga 1801.

Jumlah koleksi museum meningkat di bawah pemerintahan Napoleon dan museum berganti nama menjadi Musée Napoléon. Setelah kekalahan Napoleon dalam Pertempuran Waterloo, sebagian besar karya-karya yang disita oleh pasukannya kembali ke pemilik asli mereka. Koleksi museum ini ditingkatkan lagi selama pemerintahan Louis XVIII dan Charles X, dan selama masa Imperium Perancis Kedua, museum berhasil memperoleh 20.000 koleksi.

Koleksi museum terus bertambah dengan adanya sumbangan dan hadiah yang terus meningkat sejak masa Republik Perancis Ketiga. Pada tahun 2008, koleksi museum dibagi menjadi delapan departemen kuratorial: Koleksi purba Mesir, Timur Dekat, Yunani, Etruscan, Romawi, Seni Islam, Patung, Seni Dekoratif, Seni Lukis, Cetakan dan Seni Gambar.

—–
Lalu kemudian, setelah lelah jalan-jalan seharian, saya mau mampir ke Place des Vouges. Place des Vouges ini bentuknya areal persegi 140 m x 140 meter yang dikelilingi 35 bangunan. Areal ini dibangun oleh Raja Henri IV dari tahun 1605 hingga tahun 1612.

Piknik di taman, baca buku sambil nyemil croissant.. Wuh, indahnya dunia..

—–
Gak kerasa udah malam aja, waktunya ganti baju, dandan cantik dan wangi.. Pake baju ala-ala putri perancis, lalu duduk manis nunggu dijemput pangeran tampan.
Ya, kamu benar. Tujuan saya berikutnya adalah Palais Garnier! Mari kita nonton opera. 🙂

Saya mau sebelah tangan saya dituntun lelaki tampan dan sebelah tangan lainnya menjinjing ujung baju cantik pas naik tangga ituh.

—–

Menginap di mana?

Saya memang tidak bisa kembali ke masa lalu, tapi untuk merasakan masa lalu, termasuk dilayani serupa putri perancis, tentu saja bisa dilakukan.
Menginaplah di Four Season Hotel George V, Paris.

—–

Kalian, pingin ke Paris juga kayak saya?
Mmm, gimana ya? Kayaknya musti nabung dulu yang mungkin akan makan waktu bertahun-tahun..

Saya? Saya sih sekarang lagi ikut kuisnya di fanpage-nya XL Rame. Hadiahnya jalan-jalan ke Phuket, Jepang, dan Paris.
Mainin gamenya, terus kalau poinnya cukup bisa coba keberuntungan “beli” jalan-jalan impian.

Ada masing-masing 5 orang yang bakalan diterbangin ke Phuket dan Jepang, plus 3 orang ke Paris.

Eniwei, sudah sekitar semingguan ini saya menambahkan satu item lagi dalam doa saya.
Saya sih berharap Tuhan mau berbaik hati mendengarkan dan mengabulkan doa saya.

Karena, postingan blog juga adalah doa, demikian niat awal postingan ini ditulis.

/salam

sumber : kebanyakan wikipedia 🙂

Ada Apa di Social Media Festival

Hai hai, apa kabar semua? Selamat weekend, yah..

Pas weekend gini, pas waktunya jalan-jalan, kan. Sebenarnya, dari kemarin saya sudah hendak weekend duluan. Tujuannya gak jauh-jauh kok, cukup di Senayan.

Ada apa di Senayan, Re?

Di  Senayan lagi ada acara yang happening sekali. Judulnya Social Media Festival. Festival ini diadakan untuk mengakomodasi para kreator konten kreatif social media, komunitas keren, dan pengguna social media.  Mau belajar tentang social media atau mau cari partner kolaborasi, disini tempatnya.

Acara socmedfest tahun ini didukung oleh Acer, Kaskus, SalingSilang, DailySocial, Smartfrenworld, dan banyak lainnya. Jangan lupa mampir ke booth mereka ya, 🙂

Ini tahun kedua @SocMedFest digelar. Kamu bisa berkunjung langsung selama  12-14 Oktober 2012 di Gelanggang Renang Senayan.  Acaranya Free, alias gratis. Jadi, kalau kamu mau hore-hore, nonton acara musik keren, pingin lihat booth-booth komunitas, kopdar sesama pengguna social media. Langsung aja datang kesini, yah..

Seperti temanya tahun ini, “Create and Collaborate“, diharapkan pengunjung yang mampir ke socmedfest, baik pengisi acara, komunitas, media maupun brand dapat berkolaborasi untuk membentuk sesuatu yang bisa bermanfaat bagi mereka dan khayalak.

Bentuknya gimana, Re? Bisa bagaimana saja, dalam bentuk bagaimanapun. Intinya sih, buka pikiranmu. Ide bisa muncul dari mana saja, kan? Pas mampir ke kelas akademi berbagi, pas dapet ide untuk ngajarin ibu-ibu satu RT cara potong rambut sendiri, misalnya. Sekali lagi, bebaskan pikiranmu, selebar-lebarnya, seluas-luasnya. 😀

Data terbaru menunjukkan Indonesia menempati posisi nomor 4 pengguna Facebook dengan total pengguna 42.684.840 dan nomor 5 pengguna Twitter teraktif di dunia dengan total 19,5 juta pengguna sehingga Indonesia masih menduduki posisi 10 besar. Latar belakang ini yang membuat Social Media Fest. tetap ada dan menjadi acara tahunan.

Info aja,  tahun lalu, Social Media Festival (SocMedFest) diadakan di FX Mall, dengan melibatkan 60+ komunitas, 20+ media, 10 Startups, yang menghasilkan 100++ pengisi acara selama 3 hari pelaksanaannya. Acara tersebut mampu mengumpulkan 44.000++ pengunjung dan tercatat sebagai acara media terbesar di Asia pada tahun 2011. Rame, kaaan.. 🙂

ACARA FAVORIT

Hari ini saya sengaja berlama-lama di Socmedfest. Dari rumah saya sudah berencana hadir ke acara “WHEN LOVING HURTS – How To Stay Loving, Not Hurting!”. Talkshow ini bakal dibawain langsung oleh Lex Depraxis (Hitman System) dan Wulan Danoekoesumo (Lentera Indonesia).  Jelas sekali kan? Ini bukan obrolan biasa, ini adalah obrolan dewasa untuk orang-orang dewasa.

Apa sih healthy relationship itu? Apa tandanya hubunganmu dengan si dia tidak sehat. Apakah BBM lama dibalas, dimention lama dibales, DM dicuekin, dan telepon gak diangkat merupakan salah satu tanda hubungan yang tidak sehat?

Atau, dia gak mau ngaku sudah jadian sama kamu? Huih..

Galau di social media emang bukan hal yang luar biasa, semua orang pasti pernah galau. Tapi tahu ga sih kalau kegalauan itu ternyata bisa menjadi indikator sebuah hubungan yang ga sehat? Tahu ga sih kalau hal-hal kecil yang sering terjadi itu bisa jadi bibit penyakit yang akan melukai kamu? Bahaya banget kalo kamu menyepelekannya begitu aja ‘kan.

Jadi, tadi Mba Wulan Danoekoesumo bilang, perbuatan yang kelihatannya sepele, seperti #gakdianggep bisa jadi salah satu indikator kalau pasanganmu suatu saat nanti berpotensi melakukan kekerasan. “Tidak semua pelaku “pembiaran pasangan” akan jadi pelaku kekerasan memang, tapi minimal itu salah satu tanda kalau kamu itu tidak penting.”

Mba Wulan tadi bilang, usahakan jangan dibutakan cinta. hargai dirimu sendiri. Jangan pernah anggap perlakuan kasar itu tidak penting.

Gak dianggap, lanjut Mba Wulan lagi, merupakan pertanda suatu hubungan tidak sehat. Hubungan mestinya berjalan dua arah. “Apalagi kalau sampai terjadi kekerasan fisik/seksual, hati-hati”.

Lex Depraxis nambahin sering terjadi pasangan yang sudah dibutakan cinta merasa perlu menemani, dan berharap pasangannya bisa berubah. Boleh saja berharap demikian, tapi ketika pasanganmu melakukan abusive relationship, jangan coba menyembuhkannya sendirian. Jangan pula menyangkal. Pembiaran terhadap perlakuan kasar pasanganmu bukan bentuk cinta.

Intinya sih ya, dalam hubungan yang tidak sehat begitu, korban harus sadar lebih dulu. Baru kemudian ajak pelaku untuk mendapatkan pertolongan.


Kalau pelaku ga mau? “LEAVE” “LEAVE” “LEAVE”
Karena kamu tidak tahu kapan itu akan jadi lebih parah
.

Mba Wulan cerita, pernah ada kasus suami-istri. Suami lama-lama semakin menakutkan untuk dia, memang sih tidak pernah marah di depan anak-anak. Tapiiii… “jangan bertahan karena anak. Karena anak-anak tahu, merasa. Lebih baik menyelamatkan diri bersama anak.”. Seram ya, tapi begitulah kenyataannya. 😐

Eh, jangan kira kasus kekerasan itu cuma pukul-pukulan aja, ada juga kasus “pasangan yang melakukan financial domestic violance. “Gak mau kerja, gak mau kasi nafkah, itu juga kekerasan.”. Pembatasan terhadap potensi atau minat pasangan, posesif juga termasuk kekerasan.

Ada yang merasa tidak berdaya jika tidak bersama pasangannya. Itu kekerasan juga. Biasanya fase tidak berdaya dimulai dengan alienasi = penjauhan pasangan dari lingkungan/teman-temannya. Jadi, kalau pasanganmu bilang “gak boleh bertemen sama ini, sama itu. Gak boleh kesini, kesitu,” baiknya mulai hati-hati, yah. 🙁

Kenapa sih, seseorang bisa gak sadar kalau dia dalam hubungan yang gak sehat? Lex bilang, biasanya karena hubungannya eksklusif, gak terbuka terharap orang lain, meninggalkan teman. Pasangan yang eksklusif biasanya tidak berpijak pada realita.Bagaimana caranya supaya terhindar/tidak terjebak di hubungan demikian? Pertama, kamu musti percaya dulu, saat pasangan memaki/mukul, hal itu akan terulang kembali. Setiap ada kejadian ingatlah untuk mencatat/bilang ke temen terdekat/ingat dalam hati.

Terakhir, Lex bilang, kalau pasanganmu, calon pasanganmu, kecenganmu, menyulitkan, TOLONG MOVE ON.  Catet ya guys, dicatat di dalam hati, pikiran, notes, dan dinding. Jangan bikin susah diri sendiri. Trus Mba Wulan nambahin, kalau “HATI SUDAH BILANG TIDAK, MAKA ITU TIDAK!”

Ahh, talkshownya serius ya, memang serius kok. Kan udah dibilang tadi di awal, ini obrolan dewasa untuk orang-orang dewasa. 🙂

BOOTH FAVORIT

BOOTH ID BERKEBUN

Tadi saya sempat lama di booth-nya ID Berkebun. Ada yang belum tahu soal ID Berkebun? Indonesia Berkebun adalah komunitas yang bergerak melalui media jejaring sosial yang bertujuan untuk menyebarkan semangat positif untuk lebih peduli kepada lingkungan dan perkotaan dengan program urban farming. Simplenya sih, bagaimana memanfaatkan lahan tidur di kawasan perkotaan. Nah, lahan tidur itu dikonversi menjadi lahan pertanian/perkebunan produktif hijau.

Siapa pelakunya? Tentu saja masyarakat dan komunitas sekitar, dong. Kamu mau ikutan? Infonya ada di sini ya. Kamu juga bisa langsung ikuti timeline komunitas ID Berkebun sesuai lokasi tinggalmu. Sekarang sudah ada 24 kota di Indonesia yang tergabung di kota berkebun, listnya bisa dilihat pada link ini.

Mau tau aktivitasnya seperti apa? Bisa juga cek videonya di  http://www.youtube.com/user/IDberkebun

Oh iya, di ID berkebun kamu bisa dapet gudibek loh, cuma dengan twitpik di booth-nya. Isi gudibeknya ada teh kotak, bibit tanaman, dan tas kecil. 🙂

SUPER ACER

BOOTH ACER & SI TAMPAN ACER ASPIRE S3
LUCKY DIP DI BOOTH ACER + HADIAHNYA
Acer’s Aspire S7 Touchscreen Ultrabooks

Tadi sebelum muter-muter, saya sempet mampir ke boothnya ACER, niat awalnya sih cuci mata liat laptop-laptop keren. Tapi, sepertinya saya salah deh. Gegara liat laptop, saya kepingin punya laptop baru.. :'(

Saat ini, saya memang sudah berkekasihkan ACER AO 722. Saya mencintai kekasih saya, sungguh.. Tapi, kekasih saya ini mungil sekali. Kalau mesti mengetik berlama-lama di laptop, agak melelahkan. Saya kepingin deh punya laptop yang lebih lebar, tapi tetap ringan sih ya.. *urut-urut bahu.

Muter kanan-kiri, depan-belakang, mata saya lagi-lagi ketemu super slim ACER Aspire S3. Aduh, seksi ya dia, kalau diibaratkan laki-laki, dia itu semacam eksekutif muda yang sehat, aktif, dinamis, dan tetap stylish. Ganteng!

Ada sih yang lebih ganteng dari S3, namanya Acer Aspire S7. Acer S7 ini touch screen saudara-saudara, TOUCH SCREEN. Sayangnya saya kurang pintar pake touch screen, jadi sementara saya bercintanya sama keyboard saja yah.. 😀

Ini nih, foto jelas calon pacar saya berikutnya.. *berharap ada yang ngasih.. 🙂

gambar pinjem dari sini

Yuk ah, mumpung masih ada satu hari lagi, segera aja dateng kemari. Sekali lagi, acaranya FREE. Kamu bebas bawa temen sebelah rumah, gebetan, atau keluarga.

…..
TIPS buat kamu yang bakalan berhari Minggu di Socmedfest

1. Pakai baju yang nyaman, t-shirt akan lebih baik
2. Hindari selop tinggi aka high heels. Bukannya kenapa-kenapa sih, cuma takut kamu kecapean aja disana. Sayangkan kalau kamu mesti skip beberapa booth cuma gegara kakinya pegel. 🙂
3. Kalau suka topi, bolehloh topinya dipake.
4. Gunakan pelindung wajah ber-SPF. Gaul sih gaul aja, tapi wajah ganteng/cantikmu jangan sampai gosong, yah.
5. Bawa botol minum sendiri. Bukan botol air kemasan yah. Botol minummu bisa direfill gratis di boothnya Earth Hour Indonesia (@EHIndonesia).

/salam social media

Sumber :

5 Tempat Menyenangkan di Ciputat dan Sekitarnya

Posting ini dibuat untuk ngerame-in #seminggusatu. Apa itu seminggu satu, bisa dibaca di sini ya 😀

Minggu ini, topik seminggu satunya adalah, tempat menyenangkan di kota anda. Kedengarannya gampang kan? Tapi, udah sejam lebih tulisannya gak rampung-rampung nih. Tetiba bingung gitu aja. hihi.

Padahal, sebagai penghuni tetap kampung Ciputat per 1 Januari 2009, saya harusnya sudah tidak perlu mikir lagi kalau hanya sekedar menulis tentang tempat, bukan?

Oke, jadi setelah mikir panjang, lebar, kali tinggi, berikut ini lima tempat yang saya anggap paling menyenangkan di kampung saya tercinta, Ciputat dan sekitarnya. Ihiyy..

1. Teras Kota

Teras kota adalah mal kecil yang berlokasi di Bumi Serpong Damai (BSD). Teras Kota ini terdiri dari 4 lantai, kebanyakan tenantnya adalah restoran. Apa sih yang saya suka dari teras kota? Teras kota itu lengkap, ada bioskop (blitz), toko buku (gramedia), warung makan, live entertainment, dan sering bikin bazaar diskonan di lantai dasarnya. Ada juga pusat kebugaran loh (sayangnya saya gak punya budget untuk ikut-ikutan ng-gaya di gym).. hihi.

Oh iya, ada juga playground buat anak-anak. Meski lokasinya di BSD, tiket playgroundnya masih terbeli lah buat saya yang warga ciputat.

2. Taman Kota BSD

BSD punya dua taman kota. Taman Kota 1, dan Taman Kota 2. Taman Kota 1 posisinya ada di pinggir jalan yang lumayan ramai, jadi kalau niat selingkuh disana, hati-hati, mungkin saja pasangan anda kebetulan lewat. Kalau Taman Kota 2, posisinya agak minggir sedikit. Jalanan menuju ke lokasi relatif sepi, plus banyak spot buat mojok berdua. Mau piknik seperti saya juga boleh.

Taman Kota 2, BSD

3. Pasar Ciputat

Pasar Ciputat ini biang macet! Pedagang, pembeli, angkot, bus kota, tumpah jadi satu. Macet kok menyenangkan, Re? hehe..

Jadi, buat ibu rumah tangga seperti saya, pasar ciputat itu udah kayak departemen store yang bukan main luasnya. Mau beli apa aja ada, semacam one stop shopping :D. Bumbu masak dasar sampai bumbu masak spesial, kaos dalam sampai abaya, setrikaan sampai AC, handphone, makanan, springbed, dll. Intinya sih, jangan lupa bawa dompet.

Sebenarnya, kondisi pasar ciputat dulu jauh lebih mengenaskan. Kalau hujan pasti banjir, macetnya sulit terurai. Sekarang sih, sudah dibangun flyover yang cukup panjang. Sayangnya, masih banyak warga pengguna pasar dan jalan yang abai aturan, macetnya jadi tak habis-habis.

foto dari http://poskota.co.id/

4. Pusat Jajanan di depan perumahan Gria Jakarta, Pamulang.

Entah kapan mulanya, jalan masuk perumahan Gria Jakarta Pamulang kalau malam berubah jadi pusat jajan yang super ramai. Jajanan favorit saya disana adalah martabak! Pedagang yang mangkal terbagi dua jenis, pedagang tenda dan pedagang gerobak. Jenis makanannya lengkap. Sate, Bakso, Bakmi, Dimsum, Siomay, Otak-Otak, Gorengan, Unggas-Unggasan, Makanan ala Jepang, Pizza, dll. Kalau sekeluarga punya selera makan yang beda-beda, bolehlah datang kemari. Harga makanannya sangat bersahabat.

5. RS Eka Hospital

Yang paling saya senangi dari RS ini adalah fasilitas UGD-nya. Saya pikir, gerak cepat perawat dan dokter saat menyambut pasien UGD itu hanya di film saja. hehe. Begitu turun dari kendaraan, satpam UGD lekas menyambut dan bertanya, “perlu bed atau kursi roda”. Sekian detik kemudian mas-mas perawat lekas membantu bapak satpam memapah/menggendong pasien menuju bed/kursi. Lalu dokter lantang bersuara “yang sakit lekas masukkan ke bed nomor sekian”.

Dokter datang, memeriksa, memberi pengurang rasa sakit (bila perlu), menghubungi dokter spesialis (bila perlu), melakukan rontgen (bila perlu), dll. Semuanya dilakukan tanpa menyinggung biaya lebih dulu. Segera setelah kondisi pasien stabil, pengantarnya baru diminta mengurus administrasi di ruang berbeda.

———

Apa yang menyenangkan buat saya, belum tentu menyenangkan buat anda. Jadi, daripada misuh-misuh tidak sepakat, boleh loh anda ikutan posting tempat favorit. Yuk.. yuk…

/salam senang selalu

Tulisan dari teman-teman blogger lainnya: Mas Zam, Mas Pitra, Mas Suprie, Mas Alya, dan Mas Karmin,