Category Archives: Jalan-Jalan

Liburan VIP di Bali

Sejak bayi saya lahir dua tahun lalu, ini kali ketiga saya berlibur, sendirian. Apa ya rasanya berlibur sendirian, ninggalin anak, suami?

Saya mesti jujur, kalau saya senang, bahagia. Mengasuh anak itu menyenangkan, sekaligus melelahkan. Istirahat sejenak itu bikin segar. 😀

—–

Eh, emang abis liburan ke mana, Re?

Abis liburan ke Bali, bareng XL. Dua bulan lalu ikutan kontes banyak-banyakan belanja di XLStore.

MyXLStore

Kemaren itu saya belanja RBT beberapa kali, belanja paket internet, terus ada beberapa aplikasi lain. Totalnya ga ingat, ga dihitung.  Syukurnya menang dan dapet hadiah utama, jalan-jalan ke Bali.

Terus?

Berangkat ke Bali naik pesawat jam 08.00 pagi, sampai di Bali sekitar jam 10 lewat, duduk sebentar tunggu peserta dari kota lainnya. Oh iya, ini yang berangkat memang cuma 4 orang saja, berbeda kota semuanya. Saya dari Jakarta, sisanya ada dari Surabaya, Makassar, dan Banjarmasin.

Karena tak kenal satu orangpun pemenang sebelumnya, saya agak kuatir acaranya akan jadi semacam garing. Wajar kan, ya? Saya lumayan mudah bergaul sih, tapi ya kuatir sedikit boleh dong, ya.

Ternyata oh ternyata, 3 pemenang lainnya saling kenal, lho. Terus mereka masih muda-muda semua. Hehe. Asiknya jalan sama anak-anak muda adalah, saya dipikir masih muda juga. “Mba umurnya paling 23, ya?” trus saya ngakak dong, kesenengan. 😀

sampai bandara

Asiknya jalan berempat adalah, panitia dari XL nya jadi baik sekali ke peserta. Tanya apa aja, dijawab. Mau kemana aja, dianterin. Super.

Hari menjelang siang, saatnya makan dong, ya. Makan siangnya di Finn’s Beach Club. Finn’s itu pantai private yang kerennya luar biasa. Lokasinya di Uluwatu.

finns

Finns ini ada di dalam komplek yang luas. Di dalam kompleknya itu ada pantai, villa, ada tempat buat kawinan juga. Untuk menuju Finns, kita mesti turun pakai elevator. Elevatornya di tebing gitu, kita bisa lihat pemandangan sekitar.

Tekeluk gambar di bawah

elevator

Itu, tepat di belakang saya, ada garis putih memanjang adalah rel elevatornya. Seru!

——

Habis dari Finns, tujuan selanjutnya adalah ke El Kabron. Tapiii, karena belum terlalu sore, kami main-main dulu ke pantai Padang-Padang.

Menuju pantai padang-padang ini lumayan butuh perjuangan. Ada banyak anak tangga yang mesti dijalani. Pas udah sampe, baru keliatan kalo pantainya rame sangaaattt, itu pasir isinya orang rebahan semua.

Ada bayi lucu yang sibuk main pasir. 😀
cute baby

Puas liat abang-abang yang – bisepnya keren, punya perut sixpacks, muka tampan – sibuk berjemur, (Mohon maaf, fotonya tidak ditampilkan, hanya untuk konsumsi pribadi :p), kami lanjut ke El Kabron, Spanish Resto yang ada di wilayah Pecatu.

Di El Kabron ini ada 3 pilihan tempat duduk. Table, Pool Side Sofa, dan Golden View Sofa. Kami dipilihkan tempat duduk paling yahud di El Kabron. Golden View Sofa, paling depan, paling ujung, paling dekat laut. Tempat duduknya dari bantal besar, di bawahnya langsung pasir. Ada meja kecil untuk taruh minuman. Cantik. 😀

Gambar dari web El Kabron
Gambar dari web El Kabron

Niatnya sih bakalan santai sampai habis matahari terbenam aja. Nyatanya, mataharinya udah terbenam dari kapan tau, kami masih aja rebah-rebahan lucu. Liat bintang, makan, liat bintang, minum. Sangking enaknya, saya sempet tidur lima menitan juga kayanya. 😀

—–

Pulang

Udah cape, udah kenyang, saatnya pulang. Pulang kemana, Re? Pulang ke Sheraton Kuta, kak.. *melet*

Kamar hotelnya bagus, pas kepala udah nyentuh bantal, terus kepikiran kalo besok ga pingin kemana-mana, mau tidur aja di hotel seharian. Sambil nonton tipi, makan kacang, telpon pacar. *hihihi*.

——

Udah, gitu aja, Re?

Gak, dong. Hari ke-2 di Bali jadwalnya adalah main air! Kakak panitia udah pilihkan sea walker untuk kami. Sea Walker itu masukke air sekitar 6 meter dalamnya, tapi gak pake alat selam. Jadi yang dipakai itu semacam helm. Helmnya berat, menutup kepala hingga bahu, tapi bagian bawahnya terbuka.

Hebatnya, air ga masuk ke dalam helm karena ada tekanan oksigen yang dialirkan ke helm dari mesin di atas kapal. Jadi, bisa bernafas seperti biasa, kalo pake make up juga make up + rambutnya ga acakadut. Tetap nge-hits, gitu loh. Sea Walker itu sekitar 30 menit. Setengah jam yang ga kerasa. *mau lebih lama* 😀

Beres Sea Walker, saya masih lapar main. Jadi nambah main parasailing lagi, deh.

watersport

——

Beres main air, lanjut ke Forest Monkey, Goa Gajah, dan Jimbaran.

3

——

Toko Oleh-Oleh Krisna  

Sebelum berangkat ke Krisna malam itu, saya sudah bolak-balik mengingatkan diri sendiri. Jajan secukupnya aja, beli kacang aja ga usah beli yang lain, di rumah banyak baju ga usah beli baju baru, dll.

Tapi, saya gagal dengan sukses.

Setengah dari belanjaan saya beli atas nama “anak”, seperempat bagiannya saya beli atas nama “suami”, seperempat sisanya saya beli atas nama “ahh, nanti juga perlu.” 😀

——

Esoknya, sebelum pulang, kami makan-makan dulu di Warung Made.

nasi campur
The famous Nasi Campur Spesial ala Made

Note : Perjalanan ini pastinya akan lebih menyenangkan kalau ada kamu, tampan. *merayu* *biar besok dikasi ijin kalo mau jalan-jalan lagi*

——

/Salam Bali, salam Hepi!

Menghabiskan Malam di SLAM

SLAM

Kalau kalian terjebak di sekitaran Lebak Bulus, Fatmawati, TB Simatupang, dan bingung mau kemana, coba deh mampir ke SLAM, Sky Lounge at Mercure.
Sky Lounge-nya Mercure Hotel ini tempatnya lumayan asik buat bersantai, ada sofa-sofa yang nyaman sekali, sekejap duduk suasananya langsung bikin rileks.

Namanya juga sky lounge, sudah pasti dong dia lokasinya tinggi. Nah, SLAM ini ada di lantai 19. Kalau tujuan kamu cuma pingin ke SLAM, gampang banget. Masuk ke lobby, langsung deh ketemu sama lift. Tinggal naik aja langsung ke lantai yang kamu tuju.

lift mercure
Liftnya Mercure TB Simatupang ini lucu, touchscreen gitu. Katanya sih, ini lift pertama yang pake touchscreen dari semua lift hotelnya Grup Mercure. 🙂

Gak cuma bisa duduk-duduk di lounge sambil liat pemandangan, ada juga bar buat minum plus live band. Sementara ini live bandnya ada tiap Kamis dan Jumat malam, rencananya bakal ditambah dari Rabu-Sabtu. 🙂

Kalau sky lounge-nya sendiri, buka mulai jam 5 sore sampai jam 2 pagi. Sambil santai, kamu bisa nyemil lucu gitu deh. cemilan slam

Macam minuman di bar lumayan banyak. Ada cocktail, mocktail, jus-jusan, sama minuman bersoda. Karena saya ga minum alkohol, jadilah saya pilih Strawberry Quiri.

Blended Strawberry and Kiwi topped with Ginger Ale = Strawberry Quiri
Blended Strawberry and Kiwi topped with Ginger Ale = Strawberry Quiri

Kalau kamu ga tahan asap rokok, tinggal masuk ke private-non smoking-lounge aja. Di private lounge memang ga bisa lihat langit sih, tapi kamu bisa main XBox! Tinggal pilih aja, sih. 🙂
Trus-trus, kalau kelaparan dan pingin makan berat, kamu juga bisa pesan makanan dari restoran hotel. Nanti makanannya diantar ke SLAM.

Menu Resto
Menu Grafitti Resto

Sepenglihatan sih, hotel ini menyenangkan, saya suka lihat grafitti di sekitar resto dan jam-jam antik yang dipajang di dinding.

Jadi, kapan kita ke SLAM lagi? 🙂

/salam

Restoran Graffiti & SLAM
@ Mercure Jakarta Simatupang Hotel
Jl. R.A. Kartini No.18, Lebak Bulus
Jakarta Selatan 12440
Tel: +62 21 75 999 777 | Twitter @Mercure_Smtpg

Mengenang Paris

Paris adalah perjalanan pertama saya ke luar negeri. Hanya tiga hari memang, tapi perjalanan ini akan selalu saya kenang. Kadang, tak sadar saya tersenyum sendirian, kala sepotong ingatan datang numpang lewat di kepala. Ada salju, baju winter yang cantik, abang-abang Paris yang super ganteng, MRT yang gak pake lelet, dan croissant di mana-mana. 🙂

Kemarin saya sempat ga percaya waktu ada beberapa teman yang menyarankan supaya saya hati-hati selama di Paris. Katanya, selain banyak pencopet, disana juga banyak yang suka menipu pendatang. Masa sih? Iya! Gini nih, awalnya, saya pikir normal saja saat ada yang bertanya di jalan. Tapi di Paris sepertinya musti hati-hati deh. 🙂

“Do you speak English?” kata ibu-ibu berkerudung.
“Yes!”
Lalu dia menyodorkan sehelai kertas untuk saya baca. Isinya kurang lebih minta uang karena dia butuh untuk A, B, C, dan D.

Tadinya saya pikir mereka muslim (karena berkerudung). Tapi ada komentar di tripadvisor.co.uk dan flyertalk.com yang bilang mereka gypsy yang memang kerjanya mencari uang dengan memanfaatkan turis. Penampilan mereka bisa dilihat di link ini.

——

Sehari sebelumnya, saya sempat menyapa satu orang di peron MRT. “Do you speak english?” Tapi, orang yang saya sapa buru-buru pergi sambil menengok saya lewat ujung mata.

Belakangan saya baru sadar, ada beberapa kemungkinan. Mungkin penampilan saya yang berkerudung yang membuat saya ditolak, memang dia ga mau berbicara dengan orang asing, atau dia memang ga bisa bicara bahasa Inggris.

Baiklah, lupakan. 😀

 

——

MENGENANG PARIS

Bulan lalu, sebelum saya berangkat ke Paris, teman saya @venniem bilang : “Ambil foto yang banyak!” Saya, tentu saja dengan senang hati menuruti saran tersebut. Total ada sekitar 500 foto yang saya ambil. Begitu cantiknya Paris, sampai tiap sudut saya potret. *nyamar jadi tukang foto profesional. 😀

Jadi, ini dia oleh-oleh dari saya. Enjoy Paris!

EIFFEL

Eiffel dari dekat itu ga terlalu cantik sih, persis kerangka besi aja. Tapi jangan tanya betapa senangnya saya ketemu besi tua inih. *pegangin dada

P1000608Indah, kan?

Itu kenapa kami dengan senang hati nungguin lampu Eiffel nyala sempurna. Aduh, aduh, sambil ngetik ini perasaan saya berdebar ga karuan. :’)

LOUVRE

P1000144

Ini adalah pintu masuk Muse de Louvre. Perlu diperhatikan, Louvre itu bukan main luasnya saudara-saudara! Kemarin cuma punya waktu satu jam, kejar-kejaran mau ke Eiffel.

Karena waktunya sedikit, jadi diputuskan untuk cari Monalisa aja. Jadi kebayang kan jalannya cuma kayak liat kanan-kiri sambil agak lari. 😀

VERSAILLE

P1000281

Spot favorit saya di sekitaran Versaille. 😀

P1010776

Dalamnya Versaille banyak patung-patung. Cakep, ya. 🙂

KOTA PARIS

Paris itu seisi kotanya cantik. Gedung-gedungnya bagus, senada.

P1010650 P1010636 P1000972 P1000237 P1000236

Kemarin selama di Paris sebenernya saya agak kesulitan motret. Kombinasi udara dingin, tangan gemeteran, plus ribet buka tutup sarung tangan. Jadi ada beberapa kali (baca : banyak) saya motret dan dipotret pake kamera teman dan panitia.

Nah, foto-foto di atas itu saya ambil pake kamera Panasonic Lumix GF5. Hasil fotonya jernih, loading antar fotonya ga lama. Foto di atas ada yang diambil pas bus-nya jalan, tapi tetep bagus, kan?

Desain Panasonic Lumix juga slim, enak digenggam dan ga ngerepotin bawanya. Trus, hasil foto di dalam atau di luar ruangan sama cantiknya.

Karena udara di sana kemarin sempat minus sekian derajat celcius, saya ga bisa lama-lama diam di satu tempat. Terpaksa ambil foto sambil tetap jalan supaya kaki dan tangan ga beku dan kram. Untung aja pake kamera keren, jadi fotonya ga goyang-goyang.

Eniwei, saya paling suka foto yang ada pohon-pohon kering itu. Kesannya misterius ya liat dahan-cabang pohon tanpa daun gitu.

Tuh kan, jadi pingin ke Paris lagi..

 

/salam rindu

Ini tulisan keempat saya tentang jalan-jalan ke Paris.  Tulisan sebelumnya bisa ditengok  di link 1link 2, dan link 3.

Haru di Versailles & Notre Dame

Saya gak cengeng, dulunya. Tapi sejak punya anak – sepertinya ngeden plus kontraksi yang datang tak putus mirip ombak itu memutus syaraf tahan tangis saya – saya jadi terlalu perasa.

Saya ingat, dulu, serumah sibuk lap air mata waktu nonton film Kuch Kuch Hota Hai, saya adalah satu-satunya penonton yang tak menitikkan air mata. Saya sepakat filmnya sedih dan bagus, tetapi menangis? Nanti dulu!

Sekarang, jangankan nonton film, liat iklan layanan masyarakat “Que Sera Sera” aja, pipi saya udah banjir, basah.

——

11-13 Desember kemarin adalah hari yang bersejarah buat saya. Pertama kalinya saya ke luar negeri, dan ke Paris! Berkeliling Paris 3 hari itu ga cukup. Banyak sekali tempat yang mesti dikunjungi. Keinginan saya untuk leyeh-leyeh minum kopi + croissant di kafe kecil pinggir jalan, melihat lalu lalang, dan menikmati waktu berjalan pelan, tak kesampaian.

Waktu berjalan cepat di Paris. Saya lengah sebentar, hari sudah gelap. List tempat yang mesti dikunjungi masi berular panjang di kertas catatan saya.

Kemudian saya pasrah, dan menikmati yang bisa dan mampu saya nikmati saja. Kepasrahan terbukti baik, saya bisa menikmati Paris dengan seluruh indra, dari kepala sampai kaki.

——

Versailles adalah impian saya. Kemarin, sekejap saya merasakan tubuh saya bertransformasi, jadi satu dari ratusan putri-putri bangsawan yang tinggal di versailles. Jalan-jalan di taman yang maha luas, sambil lirik abang-abang bangsawan. 😀

taman di versailles, amboi luasnya..
taman di versailles, amboi luasnya..

Versailles terawat apik, meski bangunannya lama, tidak ada bau-bau apak tercium, tidak ada binatang-binatang kecil seliweran, tidak ada sarang laba-laba juga.

Tiap pengunjung yang datang ke Versailles dibolehkan meminta audio guide pada bagian informasi. Bisa pilih mau dengar pakai bahasa apa, ada 10 bahasa yang tersedia, French, English, German, Spanish, Italian, Russian, Mandarin Chinese, Japanese, Portuguese and Korean.

Tiket masuk ke Versailles berbeda-beda, mulai dari 15 euro hingga 20-an euro, tergantung kepada beberapa tempat yang akan dituju. Apakah istana dan taman saja, atau istana, taman, dan istana Maria Antoinette.

Sepertinya harga tiket masuk ini juga dibedakan berdasarkan musim.  Sama seperti Museum Louvre, anak-anak dan remaja di bawah 18 tahun dibebaskan dari tiket masuk.

——

ruangan cantik penuh lampu hias
ruangan cantik penuh lampu hias

Ini adalah ruangan favorit saya di Château de Versailles adalah Galerie des Glaces. Ruangan ini dikenal juga dengan The Hall of Mirrors.  Hall of Mirrors ini bukan main cantiknya, puluhan lampu hias, patung lilin, dan semuanya terawat. Super mewah.

——

Udah sampe Versailles, pasti penasaran kan sama tempat tidurnya ratu?

queen bedchamber
queen bedchamber

Ruang tidurnya ratu ini penuh nuansa emas. Tempat tidurnya tinggi.

Kalau ini, ruang makannya raja dan ratu.

versailles4

tampak depan versailles
tampak depan versailles

Saya nangis dengan sukses di versailles. Tanpa sebab.

——

Pemandangan malam
Pemandangan malam

Pulang dari Versailles kami menuju ke Notre Dame. Notre Dame de Paris adalah katedral berasitektur gothic di sebelah timur Île de la Cité di Paris, Perancis, dengan pintu masuk utama di barat. Selain tujuan wisata, gereja ini juga masih digunakan untuk tempat misa dan Uskup Agung Paris.

Pertama masuk ke Notre Dame, langsung ada tanda “dilarang berisik”. Meski bukan hari minggu, banyak yang sedang beribadah.

dilarang berisik
dilarang berisik

Ruang pengakuan dosa menarik perhatian saya. Ada beberapa ruangan besar yang tersedia. Satu orang pastur siap melayani pengunjung. Pada tiap ruangan, ada papan petunjuk tentang bahasa yang bisa digunakan.

notredame1

Perancis dan Spanyol
Perancis dan Spanyol

Mereka yang mengaku dosa, malahan saya yang nangis.

Omong-omong, karena Notre Dame ini gereja, masuknya ga pake bayar. Kalau mau menyumbang, tinggal beli lilin seharga 2Euro, hidupkan lalu letakan di tatakan lilin di hadapan patung-patung. Banyak spot-spot untuk beribadah di gereja ini, ga harus ke hall besar, di pinggir kanan-kiri juga bisa.

lilin
lilin

Ini hall besarnya. Langit-langitnya tinggi, yah..

Ini hall besarnya Notre Dame.
Hall besarnya Notre Dame.

Notre Dame ini indah, bukan hanya bangunannya, tapi juga suasana yang melingkupi. *lap aermata

——

Apa yang menarik dari Paris?

Arsitektur dan bahasa. Bangunan di sepanjang jalanan Paris itu cantik-cantik, terawat. Karena bangunannya yang hampir serupa, saya tidak bisa membedakan mana bangunan baru dan mana bangunan lama. Kemanapun mata memandang, indah.

Kalau ada orang paris yang berbicara, entah di MRT atau di pertokoan, saya menegakkan kuping tinggi-tinggi. Senang sekali mendengar mereka ngobrol, enak di telinga. 🙂

Aakkk, pingin ke Paris lagi.. :*

——

Ini tulisan ketiga saya tentang jalan-jalan ke Paris.  Tulisan sebelumnya bisa ditengok di link ini, dan link ini.

Note : Perjalanan saya ini terselenggara berkat menangnya saya main game di di fanpage-nya XL Rame:D

Ragam Gaya & Christmas Market di Avenue des Champs-Élysées

Champs de Elysees adalah jalan sepanjang 1,91km di Paris. Kanan-kiri jalan penuh toko, berbagai merk. Ada Adidas, Benetton, the Disney Store, Nike, Zara, H&M, Cartier, Gap, Sephora. Ada juga toko-toko dari brand wah macam Louis Vuitton, Hugo Boss, Lancel, Guerlain, dan Lacoste.

Kemarin, waktu kesana, saya cuma masuk ke toko H&M aja sih. Selain sadar diri, waktu juga terbatas. Masih jam 4 sore langit udah gelap, dingin udah nusuk-nusuk kulit.

Apa yang seru?

Fashion! Pilihan bajunya aneka rupa, jalanan jadi kayak catwalk yang panjaang.. Seneng deh. Sayangnya, karena jari-jari beku, motretnya goyang-goyang. Saya juga ga bisa capture banyak karena semua orang jalan kaki cepat sekali. 😀

Enjoy!

FRIENDS fashion1

fashion4

fashion9

fashion10

fashion15

COUPLES fashion2

fashion7

fashion11

fashion16

FAMILY fashion17

fashion13

fashion12

WOMEN fashion8

fashion6

GRANNY

without socks!
without socks!

fashion5

fashion3

Sangking seru dan kerennya pemandangan sekitaran jalan ini, ada pasangan yang poto prewedding, lho. 😀

mesti si kakak kedinginan deh..
mesti si kakak kedinginan deh..

Nah, kalau yang ini wajib ditengok. 😀

fashion
menuju champs elysees

Ini foto rombongan dua, ada saya, @chicme, @agannyi, @idcaancud, @ipungski,  Raj, dan Irfan. Rombongan lainnya menginap di hotel yang berbeda.

CHRISTMAS MARKET

Pasar Natalnya Champs Elysees ini rame, jualannya macem-macem. Ada minuman seperti coklat, kopi, hot wine. Ada juga cemilan kayak pizza, pasta, kue-kue. Ada boneka, sabun, asesoris.

Ada yang unik di toko boneka. Sebelum boneka dikasi ke yang beli, bonekanya dipanasin dulu di microwave sama yang jual. Supaya anget, mungkin. 😀

coklat dan macaroon
coklat dan macaroon
buah-buahan
buah-buahan
asesoris
asesoris
aneka sabun
aneka sabun
topi-syal
topi-syal-boneka
aneka teh
aneka teh
aneka keju
aneka keju
di sisi seberang juga ada
di sisi seberang juga ada
suasana.
suasana.

Saya jajan apa?

Ini, kemarin saya jajan kue manis penuh gula rasa blueberry, namanya streusel. Harganya kemarin per piece 2,50 Euro. Enak dimakan hangat-hangat, tapi manisnya itu lho, ga kuat.. 😀

manis...
manis…

Ngelewatin jalan ini, biar panjangnya ga sampe 2 km, ga cukup sejam. Selain isi tokonya lucu-lucu, yang jalan kaki di sekitarnya juga ganteng-ganteng.

Liat boneka, liat abang ganteng, liat sabun, liat abang ganteng, mau nyeberang jalan, liat abang ganteng. Ini kalo ke Indonesia, si abang-abang itu mesti jadi artis semua, deh. 😀

Eh, di jalanan ini ga cuma bisa wisata belanja plus wisata abang-abang, tapi bisa juga wisata sejarah. Ada beberapa gedung /monumen yang bisa ditengok,  Arc de Triomphe, Grand Palais, dan  Place de la Concorde.

Arc de Triomphe
Arc de Triomphe
Grand Palais (tampak samping)
Grand Palais (tampak samping
monumen di samping Grand Palais
monumen di samping Grand Palais

Oh iya, karena suasananya natal sekali. Hiasan lampu di jalan ini aduh sungguh cantiknya. Ada lampu-lampu yang ngebentuk boneka salju, bentuk pohon natal, bentuk binatang. Lampunya warna-warni, kalau malam pemandangannya jauh lebih cantik lagi, sih. 😀

Yuk, ke Paris..

/salam lan-jalan

Ini tulisan ke-dua saya tentang jalan-jalan ke Paris.  Tulisan sebelumnya bisa ditengok di link ini.

Note : Perjalanan saya ini terselenggara berkat menangnya saya main game di di fanpage-nya XL Rame. 😀

Paris, Mimpi yang Terwujud

Saya belum pernah ke luar negeri, selalu ada saja alasan untuk tidak ke luar negeri. Tetapi saya ingin, sangat ingin. Lalu kemudian ada kuis yang bisa diikuti di fanpage-nya XL Rame. Hadiahnya jalan-jalan ke Phuket, Jepang, dan Paris.

Saya ikut main gamenya, mulai 8 Oktober 2012-14 November 2012, setiap hari, tanpa putus. Setelah poin terkumpul, saya pilih destinasi Paris plus bikin satu tulisan (alasan) kenapa saya ingin ke sana.

Kemudian saya berdoa.

Saya sebelumnya pernah menulis soal keinginan dan harapan yang tak dinyana menjadi kenyataan. Keinginan yang jadi nyata ‘cuma’ bermodalkan harapan sekilas, keinginan sekilas.

Kali ini saya mengulangi kembali cara tersebut. Bedanya, saya tidak minta sekilas. Saya minta setiap hari dengan suara yang kencang. Saya bahkan menuliskan keinginan itu dalam bentuk postingan blog di sini dan di sana.

Semesta mengabulkan doa saya. Visa Schengen tertempel dengan cantiknya di paspor saya. Saya senang, sungguh.

——

10 Desember kemarin, saya tiba di Bandara pukul 14.00 WIB, sesuai instruksi yang disampaikan penyelenggara. Saya, dua pemenang lain, 3 tamu undangan, perwakilan dari XL dan agen yang mengurus perjalanan, terbang dengan Etihad Airlines dengan rute Jakarta – Abu Dhabi – Paris.

ke Abu Dhabi
ke Abu Dhabi

Penerbangan ke Abu Dhabi makan waktu sekitar 8 jam perjalanan. Transit 3 jam, trus masih ada 7 jam perjalanan lagi dari Abu Dhabi menuju Paris.

——

Apa rasanya ke luar negeri, Re?

Rasanya luar biasa. Selama ini naik pesawat paling jauh ke Indonesia Timur, transit Bali. Paling lama 5 jam perjalanan. Kali ini saya naik pesawat dengan waktu tempuh 3 kali lipatnya.

Jauh ya Paris itu?

Jauh sih, tapi untungnya saya sama sekali ga rasa bosan di pesawat. Soalnya ada hiburan yang bukan main asiknya di tiap bangku untuk tiap penumpang. Bisa pilih, mau nonton film, denger audio, liat maps, main game. Saya nonton beberapa film sepanjang perjalanan, kebanyakan sih film India.. *joged kelilingin pramugara ganteng.

aku cinta e-box
aku cinta e-box

Sampai di Paris jam 8 pagi. Kalau di Jakarta, udah kebayang kan ramenya kayak apa? Nah, di Paris jam segitu, pas winter gini, masih sepi pun gelap.

Keluar bandara langsung kerasa dingin, ga kuat kalo ga pake jaket. Jadi, dengan terpaksa, kayak uwak-uwak bongkar barang dagangan di pasar, saya bongkar koper di bandara, cari jaket dan sarung tangan. 😐

Taksi udah nunggu, saya dan yang lain dianter bapak sopir taksi yang kayaknya asli Paris itu ke Hotel Ibis Budget Paris Porte d’ Aubervilliers. Gak enak euy disopirin si bapak, agak mual-mual gimana gitu, rem dan gas seenaknya. Nanya ke temen di mobil sebelah, katanya gitu juga.

Gak, bapak sopir gak berhasil bikin saya bad mood. Ini senyum sama sekali ga lekang dari muka saya. Seneng.. 🙂

——

Abis masukin koper ke kamar plus ganti baju yang lebih hangat, saatnya cari sarapan.

Kami milih sarapan di dekat hotel, di Paris Saint-Ouen. Saya pilih sandwich ayam dan cappuccino. Sandwichnya pake roti perancis yang keras itu, lho. Pas pegang rotinya langsung deg-degan, bisa ga ya saya makan roti keras kayak gini. Ternyata, rotinya renyah. Gigitnya memang butuh perjuangan, tapi enak, kok.

Chicken Sandwich + Cappuccino
Chicken Sandwich + Cappuccino

——

Karena belum bisa memperkirakan kemampuan badan beradaptasi, saya pakai jaket tipis, dalamnya cuma baju ketat, ga pake kaos luaran lagi. Untuk kaki, saya turut saran beberapa teman yang bilang saya mesti pakai celana ketat + kaos kaki dua lapis.  Agak kedinginan sih, semestinya bisa lebih hangat kalau saya pakai kaos satu lapis lagi atau pakai jaket yang lebih tebal.

Hari pertama temanya free day, boleh kemana aja, lalu kami rame-rame ke Avenue des Champs-Élysées, surga belanja di Paris. Duh, itu kalo punya duit banyak, mesti kalap deh disana. Jalan sepanjang  1.91 km ini isinya toko semua. Ada LV, Disney, Zara, H&M, dll.

Karena pas kesana kemarin pas suasana Natal, di Champs Elysees dandan banget. Ada lampu warna-warni, hiasan/dekorasi natal, trus ada christmas market juga. Trus sepanjang jalan berubah jadi catwalk, ada yang gaya cakep banget, ada yang kayak ape-ape juga sih.

Di jalan ini juga ada 2 monumen yang bisa ditengok,  Arc de Triomphe dan  Place de la Concorde. Kemarin sih saya cuma mampir ke Arc de Triomphe, gegara hari cepat sekali gelap. Trus makin malem makin dingin, ga kuat euy. Kita semua balik kanan ke penginapan jadinya.

——

MRT yang Luar Biasa Keren

Pas di Paris itu pertama kalinya saya terkaget-kaget liat kereta (MRT/Metro) yang datengnya ga pake kecepetan/kelamaan. Semua tepat waktu. Ada papan elektronik yang kasi petunjuk berapa menit lagi sebelum keretanya datang. Pas menitnya berubah jadi NOL, pas itu pula keretanya muncul.

di stasiun kereta
di stasiun kereta

Harga satu kali perjalanan naik Metro di Paris adalah 1,70 Euro, sekitar Rp 21ribuan. Petugas loket ga selalu ada di tempat, jadi siap-siap uang receh untuk belanja tiket via mesin tiket.

Kalau punya rencana ngider-ngider seharian turun naik metro, bisa ambil paket full day yang harganya 10 Euro atau paket dua harian yang harganya 12,9 Euro.

Asal bisa baca, kemungkinan kesasar naik metro itu kecil. Peta selalu ada di tiap stasiun, gak cuma peta MRT, ada juga peta RAR (kereta luar kota). Tiap jalur dibedakan berdasarkan warna, ada juga penunjuk angkanya. Tipsnya, cari titik stasiun berangkat dan tujuan pada peta, susuri garis tujuan peta sampai ke ujungnya, catat nama dan nomornya (kalau ada).

PETA

Nanti kalau sudah masuk ke stasiun, tinggal cari kereta sesuai tujuan akhirnya itu. Penting sih ya untuk catat tujuan. Pertama, bahasa Perancis itu bukan bahasa ibu kita, tulisannya agak mirip-mirip, takutnya mata lihatnya A, ternyata tujuan kita B. Kedua, supaya ga bingung pas ketemu stasiun persilangan yang super gede dengan plang tujuan nempel di mana-mana.

——

Hari pertamanya lumayan sukses. Hari kedua kata mbak mas panitia, bakalan jalan-jalan dengan Open Tour.

ceritanya bersambung sih ini… ceritanya masih panjang soalnya. 😀

/salam jalan-jalan

Pada Indrayanti, Aku Kan Kembali

Ombak malas menjilati kaki saya, angin bertiup sepoi saja.

Puluhan orang bermain di ujung pantai sebelah kanan, puluhan lainnya sibuk berfoto pada karang besar di ujung sebelah kiri. Beberapa dari mereka duduk saja, dan sisanya seperti saya, berdiri tepat di pinggiran pantai berharap ombak sudi memandikan kaki.

Beberapa saat kemudian, ombak masih saja enggan. Lalu, teringat beberapa waktu ke belakang.

Pernah, dalam satu masa, ombak akrab dalam kehidupan saya. Bersetubuh dengan ombak, bercinta dengan kesatnya rasa garam pada kulit, menikmati lautan sendirian. Kemarin, saya hanya menikmati saja, kadang keindahan akan terlihat kalau kita menjaga jarak, bukan?

Langkah saya ayunkan mundur, angin bertiup, sedikit.

Pasir lembek, kaki saya tertanam, saya angkat pelan, ringan. Pelan saya pijakkan kaki kembali, dan lagi, kaki saya tertanam. Dalam keadaan begini, betapa inginnya saya punya ilmu meringankan tubuh, menapaki pasir serupa pelari sprint. Kencang.

Indrayanti, nama pantai ini. Saya berpikir, tidakkah para lelaki teringat pada perempuan pada masa lampau, perempuan khayalan, atau malahan perempuan di pelukan saat nama pantai ini didengungkan.

Pantai ini “cukup” saja, persis seperti pasangan dambaan. Tidak berlebihan. Ada ombak, angin, pasir bersih, pemandangan indah, karang kokoh, tempat bermalam, dan obat dahaga.

Tak ingin teringat kamu, tapi otak saya durhaka.

Kemudian ada khayal, betapa indahnya jika kita berbaring berdua di pasir itu, bergenggaman tangan, diam. Lalu sesekali kecupan ringan kamu jatuhkan di rambut, pipi, dahi, hidung, telinga.. ahh..

Indrayanti, pantai mungil di selatan Yogyakarta sukses membuat saya melamunkan yang nggak-nggak. Ini itu, ini itu… Pantai ini magis, saya pasti betah duduk berjam di pasirnya.

Pantai di Gunungkidul, Yogyakarta, ini kontroversial, namanya diambil dari nama istri pemilik restoran di lingkungan pantai, pun pantai ini masih ikelola masyarakat sekitar. Pemerintah daerah sampai sekarang tidak mengakui nama pantai bikin-bikinan itu.  Nama pantainya Pulang Syawal, demikian mereka bersabda.

Saya, entah mengapa tak peduli dengan nama yang dipasangkan pada pantai. Pantai ini bersih, ramah pengunjung, tidak ada sampah, ada fasilitas umum, makanan laut enak bergizi tinggi, dan aman. Itu yang penting, dan itu yang akan saya kenang, saya jadikan oleh-oleh.

Kesan saya pada pantai ini begitu baik, yang demikian yang penting, bukan?

/salam ombak

Catatan :

Untuk menuju ke lokasi, kamu bisa baca petunjuk yang sepertinya cukup detail di tulisan ini. Kebetulan kemarin saya dan puluhan teman lainnya dari Jelajah Gizi menuju lokasi dengan bus besar yang super nyaman, jadi saya terkantuk sepanjang perjalanan, lalu hap, tiba di lokasi. Demikian adanya, semoga dimaklumi.

Topeng Kayu Warisan Mbah Karso

Saya tidak bisa memastikan, apa kira-kira perasaan Mbah Karso kalau mengetahui Topeng Kayu yang dulu nilainya begitu sakral, sekarang begitu mudah didapat, bahkan jadi komoditi dagangan, sumber penghasilan warga Desa Bobung, Gunungkidul, Yogyakarta.

Dulu, topeng nilainya begitu tinggi. Untuk mendapatkan setiap topeng, Mbah Karso musti menyendiri, menyepi, dan berpuasa. Topeng hasil “perenungan” Mbah Karso itu kemudian digunakan sebagai topeng tari, dan hanya digunakan khusus saat ada acara adat/pertunjukan budaya saja. Topeng, pun, kemudian mesti disimpan dengan hati-hati.

Mbah Karso telah lama meninggal. Pembuatan topeng sempat terhenti cukup lama. Hingga kemudian pada tahun 70-an, dua warga Desa Bobung, Sugiman dan Tukiran, mencoba membuat kembali topeng dari contoh yang sudah ada.

Pembuatan topeng pada awalnya semata melestarikan budaya, pembuatannya belum fokus. Sugiman dan Tukiran saat itu, bersama hampir semua warga lainnya, masih menggantungkan hidup pada sawah dan ladang.

Pemandu wisata Desa Bobung, Bapak Ismadi, bercerita, pada tahun 70-an itu, sungai mengalir indah, deras, dan cantik di Desa Bobung. Banyak wisatawan dari Jogja mampir untuk sekedar mandi-mandi, memancing, atau foto-foto.

Berputarnya kehidupan warga Desa Bobung dimulai saat seorang wisatawan, yang juga seorang pengusaha kerajinan dan furniture, bernama Bapak Harto melihat topeng hasil karya Sugiman dan Tukiran.  “Pak Harto beli topengnya beberapa, dibawa ke Jogja, terus dijual di showroomnya. Ternyata laku, dia pesan lagi dalam jumlah banyak,” ujar Ismadi.

Pesanan dalam jumlah banyak awalnya membuat Sugiman dan Tukiran kerepotan. Masalah baru kemudian timbul. Siapa yang mengerjakan pesanan?

Konflik horizontal sempat terjadi di Desa Bobung. Banyak orangtua yang menyesalkan topeng kayu jadi terkenal. Apalagi kemudian banyak generasi muda Bobung yang memilih berhenti “nyawah”.

“Orangtua jaman dulu kan mendidik anak jadi petani, karena ada perkembangan kerajinan kayu, orangtua kuatir anak-anaknya berhenti bertani dan malahan kerja bikin topeng,” ujar Ismadi mengenang.

Butuh waktu beberapa lama sampai konflik mereda dan generasi tua, para orangtua menyadari kerajinan topeng punya masa depan bagus, bisa dikembangkan, dan bisa pula menjadi sumber penghasilan.

Saat ini, malahan, dari 138 KK, ada 136 KK yang membuat kerajinan kayu. “Ada yang gak ikut bikin topeng, soalnya kerja PNS,” kata Ismadi menjelaskan.

Pesanan terus datang, kualitas kerajinan kayu Desa Bobung diakui baik, bukan hanya di pasar domestik tapi juga pasar internasional seperti Amerika, Australia, Eropa, dan Asia.

Desa Bobung sekarang sudah bisa menghasilkan 80 ribu barang kerajinan kayu per tahunnya. Bukan hanya topeng, tetapi ada barang fungsional seperti nampan, mangkuk. Ada pula hiasan berbentuk binatang dan patung berukuran besar.

aneka kerajinan kayu

Harga kerajinan kayu bervariasi, mulai Rp 7500 (gantungan kunci), Rp 300ribu (topeng), Rp 30-40ribu (hiasan binatang), Rp 30-120ribu (mangkuk dan nampan). Harganya memang tidak murah, tapi sesuai dengan modal yang dikeluarkan.

Bayangkan saja, untuk membatik satu buah topeng, dibutuhkan waktu sehari penuh. Itu hanya waktu untuk membatiknya saja, belum lagi membentuk, mengamplas, menggambar, merebus dan mengoven tiap potong kerajinan itu!

membuat kerajinan kayu

Membatiknya ya persis seperti membatik kain, ditotol satu-satu pakai canting dan malam. Pelan-pelan. Kesabaran layak dibayar mahal, bukan? Apalagi setiap kerajinan sebelum layak jual musti dikerjakan minimal oleh 4 orang pekerja.

Kerajinan kayu sekarang sudah mampu menghidupi warga. Tetapi Ismadi berharap pemerintah mau membantu memberikan pelatihan untuk peningkatan sumber daya manusia, kerajinan semakin baik pasarnya, dan Desa Bobung makin dikenal sebagai Desa Wisata.

Semoga harapannya tercapai ya, Pak… Amiinn..

—————

Saya tidak tahu persis apa perasaan Mbah Karso kalau melihat topeng batik kayu sekarang begitu mudah dimiliki dan bebas dipajang di tiap rumah, semacam hilang nilainya, tak jelas daya gunanya. Apalagi pementasan tari dan acara adat mulai jarang dilakukan pada masa kini.

Tapi saya yakin sebenar-benarnya yakin, Mbah Karso akan senang melihat anak-cucunya punya penghasilan yang terjamin dan tak perlu kuatir susah makan kalau musim panceklik tanam mampir ke Desa Bobung.

Istirahat yang tenang, Mbah.

Karyamu abadi, sekarang.

/salam topeng

Santai di Ibis Style dan Restoran Bale Raos

Hari ini waktunya istirahat, leyeh-leyeh, dan belanja-belanja. Kalau kemarin panitia minta penjelajah gizi udah rapi dan manis jam 6-an pagi -kurang lebih bersamaan lah waktunya sama ayam berkokok- kali ini panitia minta kami kumpul pukul 11 siang. Merdeka! 😀

Saya bangun pagi sih, lebih karena lapar dan pingin berenang. Kok jauh-jauh ke Jogja malahan berenang, Re? Mmm, ini karena kemaren sesorean main-main di pantai Indrayanti. Pantainya bersih, airnya bening, tapi kemarin ga berenang.

Sampe kebawa mimpi, keinget-inget, dan yak, saya memutuskan berenang di Hotel Ibis Style Yogyakarta ini.

Swimming Pool Area
foto dari tripadvisor.co.uk

Kolam renangnya kecil, tapi cantik. Posisi kolam ada di rooftop, dari kolam bisa melongok pemandangan seputaran kota Jogja. Disediakan handuk yang bukan main besarnya, bisa lilit-lilit sampai beberapa kali. 😀

Beres berenang, saya sarapan. Saya pilih bubur ayam khas Ibis Style. Berbeda dengan bubur ayam dorongan yang biasa saya makan yang kuahnya bumbu kuning, bubur ayam disini kuahnya sop sayuran. Ada potongan bunga kol, buncis, wortel,  dan suwir-suwir ayam di sop-nya. Semacam sehat, ya.

—————

Tepat pada waktu yang dijanjikan, dikumpulkanlah kami oleh panitia di bus yang super besar. Bus ini mengangkut semua penjelajah gizi ke Bale Raos. Bale Raos adalah restoran yang berlokasi di lingkungan keraton Yogyakarta.

Makanan yang dihidangkan di Bale Raos adalah makanan kesukaan Sri Sultan, bukan hanya Sultan yang sekarang, tapi juga beberapa sultan yang sebelumnya. Bukan cuma menunya yang tradisional, tapi suasananya juga.  Ada gending jawa, pelayan pake kebaya, dan logat jawa di mana-mana. 😀

Penjelajah gizi langsung disambut tiga macam cemilan dan dua macam minuman tradisional.

Kue talam, kue Bendol, dan Sosis Solo

Rasanya enak, enak pake banget. Enak betulan. Favorit saya kue talam. Aduh, kalau suatu saat saya punya kesempatan balik ke Jogja, saya mau mampir ke Bale Raos dan pesan kue talamnya satu lusin.

Bir Jawa dan Secang

Bir Jawa terbuat dari rempah-rempah dan jahe sedangkan Secang adalah minuman yang terbuat dari campuran rempah & akar secang.

—————

Suasana perpisahan sudah mengawang-awang di udara. Satu sisi senang bisa pulang ke rumah dan ketemu sama keluarga, sisi lainnya masih pingin kumpul-kumpul, jalan-jalan, senang-senang sama penjelajah gizi lainnya.

Kiri : Baceman – Lalapan – Pergedel Jagung
Tengah : Gudeg Manggar
Kanan : Ayam Kemangi – Tumis Buncis Jamur – Semur Daging Giling

Beres makan-makan dan ketemuan sama blogger-blogger terkenal di Jogja, kami pamitan. Sebagian besar penjelajah gizi balik kanan ke bandara dan terbang ke Jakarta. Sisanya? Ada yang ke Jember, Bali, Solo.

Sampai sekarang masih kerasa senengnya, terimakasih ya Nutrisi Untuk Bangsa dan Sarihusada. Nanti kalau ada jalan-jalan lagi, saya masih boleh daftar kan, ya? D

Sampai jumpa, semoga ada kesempatan ketemu-ketemu lagi lain waktu..

—————

KANDUNGAN GIZI WISATA KULINER JELAJAH GIZI HARI TIGA

BUBUR AYAM : Bahan dasar bubur  ayam adalah beras.  Beras merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi masyarakat Indonesia. Beras sebagai bahan makanan mengandung nilai gizi yang cukup tinggi yaitu kandungan karbohidrat sebesar 360 kalori, protein sebesar 6.8 gr dan kandungan mineral seperti Ca dan Fe masing-masing 6 dan 0.8 mg.

Sayuran pelengkap bubur ayam memiliki kandungan serat yang baik untuk pencernaan. Sedangkan ayam merupakan sumber protein yang cukup tinggi. Ayam juga kaya akan kandungan mineral (kalsium, tembaga, zat besi, fosfor, kalium dan zinc) dan beragam vitamin (vitamin A dan berbagai vitamin B)

CEMILAN KHAS BALE RAOS, KUE TALAM, BENDOL, dan SOSIS SOLO : Bahan dasar kue talam adalah tepung, bahan dasar bendol adalah singkong, dan bahan dasar kulit sosis solo adalah tepung. Tepung dan singkong adalah sumber karbohidrat.

Karbohidrat diperlukan sebagai sumber energi. Yang perlu diperhatikan saat nyemil kue-kue ini adalah, jangan berlebihan. Kue talam dan kue bendol sudah ditambahi gula, dan sosis solo dimasak dengan cara digoreng. Jika dikonsumsi berlebihan maka tidak akan baik efeknya untuk tubuh.

Menu Khas Bale Raos. Hampir semua makanan yang terhidang memiliki cita rasa manis.

BACEMAN : Bacem tahu dan bacem tempe, bahan baku utamanya adalah kedelai. Kedelai adalah sumber protein nabati yang baik bagi tubuh.  Berikut tabel kandungan gizi biji kedelai.

PERGEDEL JAGUNG : Biji jagung kaya akan karbohidrat. Sebagian besar berada pada endospermium. Kandungan karbohidrat dapat mencapai 80% dari seluruh bahan kering biji. Karbohidrat dalam bentuk pati umumnya berupa campuran amilosa dan amilopektin. Pada jagung ketan, sebagian besar atau seluruh patinya merupakan amilopektin. Perbedaan ini tidak banyak berpengaruh pada kandungan gizi, tetapi lebih berarti dalam pengolahan sebagai bahan pangan. Jagung manis diketahui mengandung amilopektin lebih rendah tetapi mengalami peningkatan fitoglikogen dan sukrosa.[2].

Kandungan gizi Jagung per 100 gram bahan adalah:

  1. Kalori : 355 Kalori
  2. Protein : 9,2 gr
  3. Lemak : 3,9 gr
  4. Karbohidrat : 73,7 gr
  5. Kalsium : 10 mg
  6. Fosfor : 256 mg
  7. Ferrum : 2,4 mg
  8. Vitamin A : 510 SI
  9. Vitamin B1 : 0,38 mg
  10. Air : 12 gr

SEMUR DAGING : Menurut Departemen Kesehatan (1981), setiap 100 gram daging sapi mengandung kalori 207 kkcl, protein 18,8 gram, lemak 14,0 gram, calcium 11 mg, phosphor 170 mg dan besi 2,8 mg.

TUMIS BUNCIS JAMUR: Sayur berwarna hijau panjang ini dalam 100 gram-nya mempunyai komposisi : Karbohidrat 7,81%, Lemak 0,28%, Protein 1,77%, Serat kasar 2,07%, dan kadar abu 0,32%. Buncis juga dipercaya baik dikonsumsi oleh penderita diabetes mellitus.

Kandungan Vitamin pada jamur Shiitake cukup banyak, terutama vitamin B-kompleks, seperti  B₁ (tiamin), B₂ (riboflavin), B₁₂, serta niasin dan asam pantotenat, juga vitamin D. Sementara itu kandunga protein Shiitake lebih rendah daripada daging sapi, tetapi hampir sama dengan kacang-kacangan. Yaitu antara 10-29 %. Kandungan karbohidratnya 43-78 % (berat kering) dan termasuk bahan pangan rendah kalori, total mineral antara 2.6-6.5 % dengan kandungan Ca, P, Fe, Na dan K yang ideal di dalam pangan

/salam jelajah gizi

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Jagung
http://ratraagro.blogspot.com/2010/07/kandungan-nutrisi-jamur-shiitake.html
http://integratedhealthcenter.blogspot.com
James, M. G.. “Characterization of the Maize Gene sugary1, a Determinant of Starch Composition in Kernels”. The Plant Cell 7 (4): 417-429.Direktorat Gizi,
Direktorat Gizi, Departemen Kesehatan Republik Indonesia
http://cybex.deptan.go.id/

Blusukan Pasar Argosari, Batik Kayu Desa Bobung, Warung Gathot Thiwul Yu Tum, dan Pantai Indrayanti

Pagi, 3 November 2012, sekitar pukul 5 pagi, saya dikejutkan dengan ketukan di pintu kamar penginapan. Kakak penjaga penginapan berdiri tegak di depan pintu sambil membawa baki makanan di tangannya. “Ini sarapannya, Mba..”, kata dia.

Saya persilakan si kakak meletakkan sarapan di teras kamar, dan saya lanjut baring-baring lagi. Kokok ayam bersahutan, lama, tak berhenti.

Entah itu nyanyian untuk menyambut kami, para penjelajah gizi, atau memang murni kokok membangunkan penghuni penginapan. “Bangun, sudah siang, masa iya kalah saya Ayam,” demikian saya sukses menerjemahkan kokok itu pagi kemarin.

Tak lama kemudian, ketukan kedua terdengar lagi. Kali ini saya berpikir, “Ahh, mungkin ayang Ariel Noah yang datang hendak memberi pelukan selamat pagi.”

Sayangnya saya salah lagi. Adalah kakak panitia yang muncul membawakan sekotak sarapan. Iya, sarapan lagi. Haha..

dua trip sarapan

Saya sebenarnya agak curiga. Apa tujuannya kami para penjelajah gizi diberi sarapan dua porsi. Apakah kami memang sengaja di “gemukkan”, lalu belakangan akan dijadikan “korban”. Entah.

—————

BLUSUKAN PASAR

Pukul tujuh pagi, semua peserta sudah siap masuk bus dan sebelumnya, seperti biasa, berfoto dulu. Pagi itu saya mengambil dua sesi foto. Di depan kamar dan di depan wisma Joglo. Foto ini saya maksudkan bukan hanya sebagai kenangan, tapi juga doa. Semoga suatu saat saya bisa kembali lagi ke tempat yang menyenangkan ini.

bareng @titiwakmar, @memethmeong, & @ceritaeka di depan kamar

Malam sebelumnya, panitia sudah membagi peserta jadi 5 tim. Nama Tim-nya disesuaikan dengan tempat-tempat yang dikunjungi selama kegiatan. Ada Padi Gogo, Yu Tum, Indrayanti, Mbah Noto, dan Bobung.

Bus jalan seksi membawa kami ke Pasar Argosari Gunungkidul. Pasar ini adalah pasar tradisional yang berlokasi tepat di jantung kota Wonosari.

Pasar Argosari adalah pasar terbesar di Gunungkidul. Lebih 1000 pedagang berjualan di pasar ini setiap hari, mulai pukul 05.00 pagi – 17.00 sore. Pada malam hari, pelataran pasar berubah fungsi menjadi tempat makan lesehan.

Selain kebutuhan dasar seperti sembako dan sayuran, pengunjung dapat juga membeli pakaian dan alat rumah tangga. Anda dapat pula menemukan penganan tradisional beraneka rupa di pasar ini.

—————

Penampakan Tim Saya : PADI GOGO

TIM PADI GOGO

Bersama tim ini nantinya kami akan mengalami suka dan duka bersama, seharian. Bukan cuma di pasar, tapi di aula desa Bobung dan di pantai Indrayanti.

Sudah sampai di Pasar, terus mau apa? Belanja?

Bukan, kami bukan mau belanja bahan makanan, sih…

Tepatnya di tempat ini kami diberi tantangan oleh panitia. Berbelanja 20 makanan dengan uang Rp 10ribu. Mmm, jadi setiap item harus berharga rata-rata Rp 500. Jangan pikir tantangannya mudah, karena ke-20 bahan makanan/penganan itu hanya berupa clue saja.

Misalnya : Kudapan tradisional berbahan dasar beras ketan, manis berwarna kecoklatan. Jawabannya ‘wajik’. Begitu seterusnya sampai 20 clue dan penjelajah gizi harus menemukan 20 jawaban sebelum bisa melengkapi belanjaan.

Tiap tim dibekali uang, kertas petunjuk, dan tampah. Jadi gak perlu minta kresek sama penjualnya. Beli, bayar, taruh di tampah, lalu beli, bayar, taruh di tampah, begitu sampai selesai. Soal tampah ini saya terkesan, hebat panitia bisa terpikir sampai ke tampah. 😀

Atas : Pembagian tampah, uang, dan kertas petunjuk oleh panitia
Bawah : Sesi “ngotot-ngototan” dengan Pak Prof..
Atas : Hasil belanjaan lima tim
Bawah : Pose bareng tampah

Seru deh, masih pagi penjelajah gizi udah lari-lari, naik turun tangga, belanja macem-macem, dan ngotot-ngototan sama Pak Prof, si ahli gizi. “Tapi, Prof….” Haha.. Kok bisa ngotot? Karena ada beberapa clue yang menurut penjelajah gizi kurang jelas.

Misalnya, kudapan renyah berbahan dasar singkong kering? Berdasarkan clue itu, penjelajah gizi membawa berbagai macam makanan, ada yang bawa keripik, kerupuk, dan tim saya bawa OPAK..

Untung saja semua tim dianggap benar. Kebayang kan kalau ada yang dianggap salah, Pak Prof-selaku juri-bisa gak aman di perjalanan pulang. Haha..

Hasil belanjaan kemudian dinilai beramai-ramai.  Penilaian didasarkan pada kecepatan dan ketepatan. Selain blusukan pasar, ada 3 macam permainan lainnya yang mesti dilalui tiap tim, dan pada akhirnya nanti akan dinilai, tim mana yang mendapatkan nilai paling baik.

Okeh, sudah beres blusukan, dan foto-foto (lagi).. 😀

—————

DESA BOBUNG

POSYANDU

Cuaca di Gunungkidul dan sekitarnya cukup panas, bikin gerah. Jelang naik bus saya sempat membeli es dawet untuk memuaskan haus, harganya Rp 2500 saja sebungkusnya.

Saya masuk bus dalam keadaan basah kuyup berkeringat. Tapi tak lama, sebentar saja keringatnya sudah kering tertiup angin cepoi cepoi dari lobang AC di atas kepala. Nikmat..

Sesampainya di Desa Bobung, penjelajah gizi dibagi 2 tujuan, satu bus menuju aula untuk bertemu ibu-ibu PKK dan kader posyandu, sedangkan bus lainnya menuju PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Desa Bobung.

Bus saya berhenti di Posyandu, dan mata saya langsung berbinar melihat anak kecil aneka rupa. Dua diantaranya sempat saya gendong, dan iya, mereka menangis pastinya. Haha

Raffi dan Syarifa. Bukan bayi saya, tapi bayinya warga Desa Bobung.

Posyandu Nusa Indah 2, Desa Bobung, Kecamatan Pathuk, Kabupaten Gunungkidul ini diadakan tanggal 11 tiap bulannya. Selain acara timbang-menimbang bayi, ada juga arisan dan penyuluhan.

Menimbang Bayi

Posyandu ini memfasilitasi 40 orang balita. Setiap datang, rombongan balita itu dioleh-olehi bubur kacang hijau, buah, susu, telor puyuh, atau sop. Kondisi anak semuanya baik, hanya ada satu anak saja yang berat badannya agak kurang.

Aduh, saya rasanya gak pingin pergi kemana-mana. *peluk bayi satu-satu. 😀

Beres acara timbang-menimbang, tim saya PADI GOGO, dan tim sebelah INDRAYANTI, diberi tantangan membungkus lemper talas. Bahan sudah disiapkan oleh Ibu PKK, tinggal membungkus saja.

Mudah?

Salah!

Lomba bungkus lemper.

Membungkus lemper itu susah sangat, kawan. Dari lima lemper yang tim kami bungkus, tiga diantaranya pecah, keluar dari bungkus daunnya setelah dikukus.  Iya, tim kami kalah sama tim sebelah. *merana.

Dari teman yang mampir ke PAUD saya dapat info, 3 tim yang mampir kesana mendapatkan tantangan “Mendongeng”. Huih, kebayang muka anak-anak, pasti berbinar-binar kesenangan kalo didongengi, kan? 😀

SENTRA KERAJINAN KAYU

Selamat datang di Desa Wisata Bobung

Selain pertanian, sumber utama penghasilan warga Desa Bobung adalah kerajinan kayu.

Ada dua macam kayu yang digunakan sebagai bahan baku kerajinan, yaitu kayu pule (alstonia scholaris), dan kayu sengon (albasia).

Secara kualitas, hasil kerajinan dari Kayu Pule akan tampak lebih halus dan harga jualnya lebih tinggi. Jika batang kayu pule digunakan untuk kerajinan, maka bagian kulitnya digunakan untuk bahan jamu ghodok.

Kayu gelondongan yang siap diolah jadi kerajinan

Sayangnya, pertumbuhan kayu pule relatif lambat, sehingga warga menggunakan kayu sengon sebagai pendamping bahan baku.

Proses pembuatan topeng cukup panjang. Dimulai dari membelah kayu seukuran kerajinan yang akan dibuat. Jika peruntukannya untuk topeng, tentu saja ukurannya akan berbeda dengan mangkuk.

Di bengkel, kayu yang sebelumnya tanpa bentuk itu dipahat. Ada yang berbentuk topeng, binatang, dan lainnya. Bentuk-bentuk ini dibuat sesuai permintaan. Pekerja akan mendapatkan upah harian.

Di bengkel ini, kayu gelondongan dibentuk sesuai pesanan.

Setelah selesai dipahat, kayu yang telah berbentuk kemudian direbus selama tiga jam dengan bahan pengawet. Lalu dioven selama 2 hari. Setelah benar-benar kering, kayu dipindahkan ke bagian pengamplasan.

Jika di bengkel pahat semua pekerja laki-laki, di bagian pahat ini sebaliknya. Hampir semua pekerjanya perempuan. Saya pikir ini masalah tenaga ya. Memotong dan mencungkil kayu pasti membutuhkan energi yang cukup besar.

Pengamplasan mesti dilakukan hati-hati. Kalau terlalu semangat bisa-bisa bentuk hidung pada topeng yang tadinya sudah lurus mancung malah rusak.

Beres diamplas, topeng dan kerajinan lainnya dipindahkan ke bagian gambar. Gambarnya bisa macam-macam, bunga atau bentuk bangun ruang beraneka.

Selanjutnya, kerajinan dibawa ke ruang pembatikan. Pembatikan dilakukan langsung pada kayu. Istilahnya batik kayu.  Pembantikan yang dilakukan persis seperti membatik kain, menggunakan malam dan canting.

Karena dilakukan manual dan sangat hati-hati, dalam satu hari paling hanya bisa didapatkan satu buah topeng batik kayu.

Kerajinan kayu yang sudah selesai dibatik dan dipernis

Topeng yang sudah dibatik kemudian dipernis dan dikeringkan kembali. Setelahnya tinggal dipajang di showroom.

Kerajinan batik kayu khas Desa Bobung tidak hanya diminati wisatawan dalam negeri. Kerajinan ini sudah pula diekspor ke mancanegara. Diantaranya Brazil (topeng), Eropa (barang fungsional semacam nampan), Asia (patung binatang seperti kucing/gajah), dan Australia (patung kanguru).

Untuk menjamin persaingan yang sehat antara UKM di Desa Bobung, dibentuklah Koperasi. Koperasi juga berperan sebagai pemberi modal.

Harga kerajinan batik kayu bervariasi. Mulai Rp 7500 (gantungan kunci), Rp 300ribu (topeng), Rp 30-40ribu (hiasan binatang), Rp 30-120ribu (mangkuk dan nampan).

Gelang, Mangkok, dan Topeng hasil karya warga Desa Bobung

Koperasi juga menerima pesanan kerajinan kayu ukuran besar. Khusus untuk kerajinan ukuran besar ini harganya bisa mencapai Rp 10juta.

Bapak Ismadi, pemandu yang menemani saya berkeliling desa, menyebutkan saat ini dari 138 KK, hanya 2 KK saja yang tidak ikut membuat kerajinan. “Itupun karena mereka bekerja sebagai PNS.”

Ia beharap, Desa Bobung semakin dikenal dengan kayu batiknya, dan warga desa dapat terus mendapatkan pesanan.  Aminn…

Di showroom, panitia dan penjelajah gizi ribut seribut-ributnya, bukan berantem sih, tapi pada mborong kerajinan kayu. Aduh aduh, itu wajah yang beli dan dan yang jual sama-sama berbinar kesenangan abis transaksi.

—————

MAKAN SIANG DI AULA

Yang menyenangkan dari kegiatan Jelajah Gizi adalah, bisa menikmati penganan lokal yang benar-benar nikmat. Tak kalah rasanya dengan menu internasional di mal-mal. Apalagi yang masak adalah ibu-ibu yang mungkin kemampuan masaknya sudah setara chef terkenal. 😀

Lidah penjelajah gizi hari ini dimanja dengan urap, bacem ayam+bebek, bacem tempe+tahu, sayur lombok ijo, dan lalapan. Uuhh, segarnya..

Sudah kenyang, pamitan, foto-foto. Penjelajah gizi lekas masuk ke bus dan siap lanjut ke tujuan berikutnya.

Anak-anak yang bersekolah di PAUD Desa Bobung dapet mainan baru, hadiah dari Sarihusada. 😀

—————

WARUNG GATHOT THIWUL “YU TUM”

Kangen Thiwul dan Gathot tapi sulit menemukannya di pasar tradisional? Bisa mampir saja ke warung ini.  Pemiliknya adalah perempuan cantik berumur 80 tahun yang bernama Tumirah.

Yu Tum dan saya.

Yu Tum, demikian ia biasa dipanggil, sudah meramu thiwul dan gathot sejak 1985. Dulu, ia berjualan dengan berkeliling kampung. Lalu pada 2004 lalu, warung pertamanya -Gathot Thiwul “Yu Tum”-dibuka.

Saat ini warung Yu Tum bisa menghabiskan 50 kilogram tepung singkong pada hari biasa, dan 70 kilogram tepung pada akhir pekan. Omsetnya juga luar biasa, sekitar 3-4 juta rupiah perharinya.

Oh iya, Yu Tum juga menerima pesanan khusus seperti Thiwul rasa coklat dan keju. Khusus Gathot, selain gathot biasa, ada juga gathot rasa nangka. Karena tidak menggunakan pengawet, penganan ini hanya tahan maksimal dua hari saja.

Harga tiap porsi (satu besek) thiwul atau gathot Rp 12ribu. Kamu boleh beli masing-masing setengah bagian thiwul dan setengah bagian gathot, lho. Harganya sama saja.

Proses pembuatan thiwul dan gathot sangatlah panjang. Makan waktu berhari-hari.

Oh iya, saat ini Warung Yu Tum dikelola oleh anak dan menantu. Sesekali Yu Tum masih turun ke dapur untuk meracik thiwul.

Sore itu, saya pulang dari Warung Yu Tum dengan keyakinan makanan tradisional akan berjaya.

—————

PANTAI INDRAYANTI

Hari menjelang sore. Saatnya hore-hore.

Kaki kami menjejak di pantai putih, bersih. Pantai Indrayanti namanya. Pantai ini tidak begitu lebar, tapi tetap menyajikan pemandangan yang cantik.

Pantai yang dapat berjarak sekitar 70 kilometer dari kota Jogja ini dikelola oleh swasta. Pemberian nama pantai sempat menjadi kontroversi. Pasalnya, Indrayanti adalah nama istri pemilik restoran yang beroperasi di pantai.

Saya tidak akan melupakan bersihnya pantai, lembutnya pasir. Tidak ada satu sampah pun saya lihat tercecer.

Warga menyambut pendatang dengan baik. Pedagang terlihat menawarkan barang, tetapi caranya ramah dan tidak memaksa.

Menikmati pantai akan mudah dilakukan, banyak spot-spot untuk menyendiri. Angin dan ombak terus bertiup, tapi tidak besar.

Anak kecil terlihat mandi-mandi di pinggir pantai. Orang dewasa kebanyakan berfoto atau sekedar duduk menikmati jagung bakar dan kelapa muda. Disediakan penginapan, namun jika berpasangan musti menunjukkan surat nikah lebih dulu. 😀

Penjelajah gizi tiba di pantai dan langsung tercerai-berai. Saat malam menjelang, lewat halo-halo dari MC, kami berkumpul lagi.

Saatnya game! Kali ini setiap tim wajib mengirimkan dua wakilnya untuk bermain LIMBO. Tim PADI GOGO mengirimkan Andre dan saya, lalu kami kalah.. 😀

Pemenang game LIMBO kali ini berasal dari Tim YU TUM. Sebenarnya kalau dilihat dari penampakannya wajar saja ya mereka berdua bisa menang. *hihihi.. Eniwei, selamat ya kalian..  *bersumpah pada langit, suatu saat nanti saya harus punya badan selangsing mereka.

Setiap tim sudah punya kesempatan main 3 macam game, dan sekarang saatnya pengumuman.  Tim saya, PADI GOGO berhasil menjadi juara ke-3, hadiahnya voucher belanja Rp 300ribu, juara ke-3 adalah YU TUM (hadiahnya voucher belanja Rp 500ribu), dan juara ke-1 INDRAYANTI (hadiahnya cash Rp 1juta).

pemenang games jelajah gizi

Sampai di bus, tiap tim pemenang langsung transaksi bagi-bagi hadiah. Hooh, hadiahnya tadi itu dibagi sejumlah anggota yang ada di tim masing-masing. 😀

Oh iya, tadi di pantai, setiap tim musti perform yel-yel. Sebagai mantan kekasih Ariel Noah, tentu saja saya (dibantu anggota tim lainnya), lancar membuat lirik.

Judul yel-yel kami adalah : YELGO (yel-yel padi gogo).

Haha, gak kreatip, yak..

Kamu, makannya apa?
Saya juru masaknya
Saya nasi merah,
Saya belalang,
Saya pilih mie godhok

Kita, ada dimana?
Ada di Gunungkidul
Jalan-jalan bareng,
Makan-makan bareng,
Semua jadi seneng.

Acaranya, eh acara apa?
Jelajah gizi, Sarihusada
Disini pangan lokal berjaya
Enak rasa gizi tersedia.

Padi Gogo, GO GO GO
Makan enak, YOOO…

TIM PADI GOGO sedang perform yel-yel

Kebayang kan nyanyi-nya seperti apa.. Iya, persis kayak gitu. Haha..

Dear Indrayanti, padamu aku kan kembali…..

—————

KANDUNGAN GIZI WISATA KULINER JELAJAH GIZI HARI DUA

ROTI BAKAR

Roti tawar berasal dari tepung. Kandungannya adalah karbohidrat dan protein. Karena sifatnya yang mengenyangkan, roti sering digunakan sebagai pengganti nasi pada saat sarapan.

Saat ini, selain serat, roti juga dapat diperkaya (difortifikasi) dengan berbagai macam zat gizi. Beberapa zat gizi yang umumnya ditambahkan ke dalam roti adalah vitamin, seperti thiamin (vitamin B1), riboflavin (vitamin B2), dan niasin, serta sejumlah mineral berupa zat besi, iodium, kalsium, dan lain-lain. Roti juga sering diperkaya dengan asam amino tertentu untuk lebih meningkatkan mutu protein bagi tubuh.

NASI + AYAM + SAYUR + TELUR + PISANG

NASI : Beras merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi masyarakat Indonesia. Beras sebagai
bahan makanan mengandung nilai gizi yang cukup tinggi yaitu kandungan karbohidrat
sebesar 360 kalori, protein sebesar 6.8 gr dan kandungan mineral seperti Ca dan Fe masing-masing 6 dan 0.8 mg.

AYAM : Kandungan lemak pada ayam kampung lebih rendah daripada ayam ras. Ayam merupakan sumber protein berkualitas tinggi dan lebih rendah kandungan lemak jenuhnya dibanding daging berwarna merah. Ayam juga kaya akan kandungan mineral (kalsium, tembaga, zat besi, fosfor, kalium dan zinc) dan beragam vitamin (vitamin A dan berbagai vitamin B). Kandungan zat gizi ayam kampung per 100 gram bahan adalah Energi (246 kkal), Protein (37.9 gr), dan Lemak (9 gr).

SAYUR LABU SIAM : Labu siam memiliki kadar vitamin C yang tinggi, rendah kalori, rendah sodium, tidak mengandung kolesterol, dan merupakan sumber serat yang baik. Labu siam juga mengandung

  • Folat. Labu siam adalah sumber folat, vitamin B yang sangat bermanfaat bagi ibu hamil dan kesehatan kardiovaskuler.
  • Vitamin C. Vitamin C adalah salah satu antioksidan kuat yang dapat melindungi sel dari kerusakan oleh radikal bebas.
  • Mangan. Mangan dalam labu siam membantu tubuh mengubah protein dan lemak menjadi energi.
  • Serat. Membantu mencegah sembelit dan melancarkan pencernaan.
  • Tembaga. Membantu yodium dalam menjaga kesehatan tiroid.
  • Zinc. Membantu menyehatkan kulit.
  • Vitamin K. Membantu kesehatan tulang dan gigi.

TELUR : Telur merupakan sumber protein yang baik, kadarnya sekitar 14%, sehingga dari tiap butir telur akan diperoleh sekitar 8 gram protein. Kandungan asam amino proteinnya juga sangat lengkap.

Telur kaya fosfor dan besi, tetapi kandungan kalsiumnya rendah. Keadaan sepeerti ini sama seperti yang dijumpai pada daging. Selain itu telur juga mengandung vitamin B kompleks, serta vitamin A dan D (dalam kuning telur). Telur sama sekali tidak mengandung vitamin C.

Kadar kolesterol yang terdapat dalam kuning telur sekitar 250 mg per butir. Para ahli gizi menganjurkan agar orang dewasa hanya mengkonsumsi telur paling banyak 4 butir per minggu.

PISANG : Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, kalsium, dan besi. Bila dibandingkan dengan jenis makanan nabati lain, mineral pisang, khususnya besi, hampir seluruhnya (100 persen) dapat diserap tubuh. Berdasarkan berat kering, kadar besi pisang mencapai 2 miligram per 100 gram dan seng 0,8 mg.

Kandungan vitaminnya sangat tinggi, terutama provitamin A, yaitu betakaroten, sebesar 45 mg per 100 gram berat kering, sedangkan pada apel hanya 15 mg. Pisang juga mengandung vitamin B, dan vitamin B6 (piridoxin).

GATHOT dan THIWUL

Dua penganan ini berbahan dasar singkong. Singkong atau ubikayu (Manihot esculenta Crantz) merupakan salah satu sumber karbohidrat lokal Indonesia yang menduduki urutan ketiga terbesar setelah padi dan jagung. Tanaman ini merupakan bahan baku yang paling potensial untuk diolah menjadi tepung.

SEAFOOD (CUMI dan UDANG)

Seafood mengandung protein yang sangat tinggi. Ada beberapa orang yang sensitif terhadap udang dan cumi-cumi.

Selain protein, cumi-cumi juga mengandung omega-3,  tembaga, seng, vitamin B dan yodium. Kandungan tembaga pada cumi baik untuk penyerapan tubuh, penyimpanan dan metabolisme besi dan pembentukan sel darah merah.

Sedangkan udang tinggi kadar vitamin B12. Vit B12 diperlukan untuk pembelahan sel dan mineral selenium yang memiliki sifat untuk melindungi dan mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh dan fungsi tiroid.

/salam sadar gizi

Sumber : http://web.ipb.ac.id/~tpg/de/pubde_ntrtnhlth_roti.php
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/15820/1/skm-agu2005-%20%285%29.pdf
http://majalahkesehatan.com/labu-siam-sedap-dimakan-dan-berkhasiat/
http://web.ipb.ac.id/~tpg/de/pubde_ntrtnhlth_telur.php
http://id.wikipedia.org/wiki/Pisang
http://health.kompas.com/read/2012/07/03/12073798/7.Jenis.Seafood.Ini.Perkecil.Risiko.Sakit.Jantung