Category Archives: Parenting

Akhir Pekan Bersama Embun: Camping di Sibolangit

Selain naik gunung, aktivitas yang juga jadi favoritnya Embun adalah berkemah. Lokasi berkemahnya bebas bisa di mana saja, yang penting di dekat tenda ada tempat untuk menggantungkan hammock. Karena, buat Embun berkemah tanpa ayunan kain adalah kesia-siaan. Tak camping kalau tak hammock.

Camping di Sibolangit – main hammock
Continue reading Akhir Pekan Bersama Embun: Camping di Sibolangit

Embun dan Agama: Mengenalkan Beda, Meluaskan Cinta

Sebelum Embun lahir, tanggung jawab agar bisa menemani dia jadi besar sudah saya sadari, sesadar-sadarnya. Saya tau, manusia yang akan numpang lahir dari badan saya ini nantinya akan jadi bagian masyarakat dunia. Saya, mendapatkan tugas istimewa, berjalan bersama untuk kemudian melepaskan dia terbang sendirian.

Continue reading Embun dan Agama: Mengenalkan Beda, Meluaskan Cinta

Review: Embun dan Milo Champions Band

quotes

Entah mesti bersyukur atau galau soal anak yang aktifnya ampun-ampunan. Dari bangun tidur sampe tidur lagi, kerjaannya main melulu. Pernah saya bangun kesiangan, pintu udah kebuka, ternyata dia lagi party main masak-masakan di teras, sama temen-temennya.

Bukannya ga boleh main, ya. Boleh banget malah, saya lebih senang liat dia main-main ketimbang diam bengong di depan tipi. Kelihatannya lebih anak-anak. Tapi, ya ga seharian juga, dong! 🙁 Continue reading Review: Embun dan Milo Champions Band

Catatan: Berjuang Demi ASI

Soal menyusui, setiap orang pasti punya cerita masing-masing. Ada yang semacam mudah sekali, seperti keran dengan stok air yang melimpah, cukup buka lalu mengucur deras. Ada juga yang susah, mesti bolak-balik main ke konselor laktasi, belajar cara menyusui yang benar, pelekatan yang benar, baru bisa.

Iya, beda-beda. Bedanya bahkan bisa sangat ekstrim. Ada yang menyusui mukanya cerah, ada yang putingnya berdarah, ada yang menyusui sambil marah-marah, ada yang ketika sesi menyusui datang bawaannya kesal ke bayi merah. Macam-macam.

gambar dari fimela
gambar dari fimela

Continue reading Catatan: Berjuang Demi ASI

Pantauan Gerhana Matahari Total 2016 di Jakarta

Agak sedih karena ga bisa wujudin rencana liat Gerhana Matahari Total (GMT) di salah satu tempat yang dilewati langsung seperti di Bangka/Palembang, saya jadi agak males nanggapin obrolan teman-teman di grup wasap soal GMT.

Rencananya, ya sudahlah, tidur aja yang nyenyak, lewatkan hingar-bingar GMT, dan nonton video rekamannya via online waktu sempat,

Untung saja saya berubah pikiran…

klise3

Continue reading Pantauan Gerhana Matahari Total 2016 di Jakarta

Masak Menu BlackGarlic di Rumah Main Cikal Bintaro

Hai.. Lagi mau cerita waktu saya dan Embun waktu main masak-masakan bareng BlackGarlic di Rumah Main Cikal Bintaro, Sabtu kemarin. Acaranya seru dan nyenengin. Embun yang lagi hobi gangguin emaknya kalo di dapur, seneng banget pas tau bakal saya ajakin ke acara masak-masak ini. 🙂

poster blackgarlic Continue reading Masak Menu BlackGarlic di Rumah Main Cikal Bintaro

Anak dan Teknologi, Teman atau Lawan?

Bicara soal teknologi, mengingatkan saya pada keputusan membelikan gadget khusus buat anak, 3 tahun yang lalu. Keputusan ini muncul semata-mata karena dorongan emosi sesaat.

Teman saya pada satu waktu datang ke rumah bersama anaknya. Ia menenteng smartphone 5 inci dan sesekali membolehkan si anak meminjam gadgetnya untuk main-main. Anak saya kelihatan sekali ingin pinjam, tapi anaknya teman kelihatan sekali tidak berkenan. Gadget emaknya didekap erat-erat.

Saya panas, dan berjanji dalam hati akan segera membelikan gadget untuk Embun. Saya akui saat itu saya jauh sekali dari pintar.

gambar dari sini
gambar dari sini

Continue reading Anak dan Teknologi, Teman atau Lawan?

Pengalaman Berobat di Puskesmas

Seingat saya, terakhir kali saya berobat ke puskesmas itu waktu kelas 3 atau 4 SD. Saya mampir ke puskesmas karena gigi susu saya mulai hitam-hitam dan goyah, jadi harus dicabut segera.

Dulu itu sih pengalaman saya horor, ya. Puskesmasnya ada di dekat rumah, perawatnya nggak ramah, dokternya ga ada senyum. Saya didudukkan di kursi, lalu ada tang, ada suntik, kemudian saya menjerit. Ga ada manis-manisnya.

Pengalaman traumatis soal gigi itu bikin saya selalu ketakutan kalau diajak periksa gigi, bahkan ke dokter sekalipun. Pernah waktu gigi saya yang lainnya goyang, saya ditemani orangtua antri di klinik dekat rumah. Jelang nomor saya dipanggil masuk, badan saya membiru dan dingin. Dokter giginya ga berani menangani, kami diminta pulang dan kembali lagi kalau sudah nggak panik. 🙁

Continue reading Pengalaman Berobat di Puskesmas