Category Archives: Sehat

OUKUP, Spa Rempah Khas Karo

2

Tau Aphrodite?

Aphrodite adalah dewi kecantikan, keindahan dan asmara yang mengurus perasaan sukacita, dukalara, kebahagiaan maupun kekecewaan dalam cinta. Ia melindungi semua orang yang menyadari arti cinta sesungguhnya dan binatang kesayangannya adalah burung merpati, karena sejak lahir burung ini selalu berpasangan sampai ajalnya tiba.

Aphrodite digambarkan sebagai gadis yang luar biasa cantik, sering digambarkan telanjang, dengan tubuh yang maha sempurna. Untuk memelihara kecantikannya juga menjaga kekuatan gairah seksual yang besar, konon Aphrodite menggunakan rempah-rempah.

Kesempurnaan Aphrodite ini kemudian sebisa mungkin ditiru perempuan-perempuan pada jaman dahulu. Ratu Cleopatra menurut sejarah sering menggunakan dedaunan dan bunga-bungaan untuk mandi. Karena mahalnya rempah-rempah, sungguh sulit menggunakannya sebagai tambahan air mandi. Sebagai gantinya, rempah-rempah dihaluskan lalu dibalurkan ke bagian-bagian tubuh tertentu sebagai wewangian.

Lain dulu, lain pula sekarang. Jika dulu rempah-rempah begitu sulitnya digunakan dan penggunaannya pun mesti dihemat, saat ini rempah-rempah cukup mudah kita temui dan harganya pun murah.

—————————————————————–

Manusia jaman sekarang, apalagi yang kerjanya aduh-aduhan beratnya pasti suka cari jalan buat bikin badan rileks lagi, kan ya?

Mau rileks, caranya macem-macem. Ada yang suka ke salon, ada yang suka nonton, ada yang suka karaoke, ada juga yang suka dipijet. Nah, buat yang punya anggaran berlebih buat bikin badan seger lagi, bisa pilih spa.
Saya pernah spa, satu kali aja, waktu mau nikah. Abis itu, uhm agak-agak mikir kalau mau spa, karena harus keluarin uang lumayan besar.  Hehe..

Waktu cerita ke mamak kalau saya bayar Rp 300ribuan untuk spa, mamak malah ngetawain keras-keras. Mamak parah ihh, anaknya cerita malah diketawain..
Kata mamak, kalau mau sauna dan dipijet mah ga perlu bayar mahal, bisa ke OUKUP alias mandi uap alias SPA KHAS KARO aja.

Hah, spa khas Karo?

Iya, beneran.. Spa itu ga cuma ada di kota-kota besar aja lho, kak. Ada juga di kampung-kampung, kayak di tanah Karo gitu, deh.

OUKUP kata mamak, dulunya dibikin di rumah-rumah, khusus untuk ibu-ibu muda yang baru melahirkan. Ibu-ibu muda ini diwajibkan OUKUP untuk perawatan, mengeluarkan keringat, melancarkan peredaran darah, menghilangkan bau badan serta lemak di dalam tubuh.

Bentuknya OUKUP itu kaya apa sih, Re?

rempah oukup.  gambar pinjam dari sini
rempah oukup.
gambar pinjam dari sini

Saya cukup beruntung, bisa lihat dan coba langsung proses OUKUP rumahan.  😀
Jadi, mamak sediakan panci yang diisi air, pancinya diisi dengan berbagai macam rempah, jumlahnya puluhan macam. Panci isi rempah itu direbus setelah mendidih, diangkat. Di tengah ruangan, udah disediakan kursi, lalu di bawah kursi letakkan panci isi rempah mendidih tadi.

Ilustrasi Oukup, gambar pinjam dari Gaya Spa.
Ilustrasi Oukup, gambar pinjam dari Gaya Spa.

Saya duduk di atas kursi, trus ditutup pakai selimut. Uap panas pun mengepul, membawa saripati rempah ke seluruh permukaan tubuh. Bentuknya persis seperti sauna gitu, cuma karena ini rumahan ga ada ruangan khusus.
Mandinya berapa lama? Sekuatnya, 15-30 menit lah. Sampai badannya basah berkeringat dari ujung rambut sampai ujung kaki. 🙂

Rasanya gimana? Duh, enak banget. abis OUKUP badan jadi segar, trus wangiii.. 😀

Bikin OUKUP rumahan memang lumayan ribet. Mesti cari rempah dan selimut. Hehe. Kalo sekarang sih ga perlu gitu lagi, kalo pingin nyobain OUKUP bisa datang langsung ke tempat yang sediain layanannya.

Selain di daerah asalnya-Medan, OUKUP memang ga begitu populer, berbeda dengan spa (baik tradisional maupun modern). Saat ini, ketimbang pilihan untuk relaksasi, OUKUP masih dianggap terapi untuk pengobatan berbagai macam penyakit, seperti penyakit gula darah, rheumatik, asam urat, alergi dan sesak nafas.

Mau tau rempah-rempah apa yang dipake untuk OUKUP?

Bahan Rempah Oukup
Bahan Rempah Oukup

Oukup ini udah ada dari jaman duluu, udah diturunkan ratusan tahun lamanya, dari generasi ke generasi.
Kalau liat dari bahan rempah yang dipakai, udah kebayang kan besarnya manfaat OUKUP? Satu macam rempah aja bisa bikin badan segar dan sehat, apalagi banyak rempah yang digabung jadi satu. Bisa-bisa ga cuma sehat, tapi juga jadi mulus dan cantik kayak Cleopatra. ^^ (ngarep!)

Mau OUKUP? Ga usah jauh-jauh ke Medan, OUKUP juga udah ada di Jakarta. Nanti, kalau udah nyobain share juga pengalamannya ya, kak.. 🙂

—————————————————————–

Dulu, ratu-ratu dan bangsawan Eropa mesti berhemat kalau mau pakai rempah, karena rempah itu masuk komoditi barang mewah banget!
Sekarang rempah bisa didapetin dimana aja, gampang, dan murah. Ga cuma buat masak, bisa juga dipake buat perawatan badan. Salah satunya ya kayak spa khas Karo tadi itu.. 🙂

Cleopatra aja suka rempah, masa kita nggak?

Yuk, mandi rempahnya, kakak.. ^^

 

/Salam rempah

NB : Omong-omong ini saya tiba-tiba cerita rempah karena lagi hadir di acaranya Mahakarya Indonesia. Tahun ini, Mahakarya Indonesia ambil tema Gemah Rempah Mahakarya Indonesia. Keren banget ya, temanya. ^^

Blog ini saya ikutkan di live writing competitionnya. Doakan menang yah. ^^

Bareng Mba Nunik
Bareng Mba Nunik

Berobat Dengan Kartu Sakti

Kartu Sakti

Lagi pingin cerita soal pengalaman urus ayah dan mamak yang berbarengan lagi sakit sekarang. Mamak, yang udah hampir dua puluh tahun positif Diabetes Melitus (DM), minggu lalu ambruk (lagi), Mamak cukup sering diopname, kalau yang lalu kami berobat dengan biaya pribadi, kali ini kami coba pakai kartu sakti, kartu keanggotaan BPJS.

Minggu lalu mamak sudah sakit tiga hari di rumah sebelum benar-benar lemas dan akhirnya diangkut ke rumah sakit. Sesuai prosedur, adik dan kakak mengantar mamak ke puskesmas rujukan. Puskesmas rujukan ini tertera di kartu BPJS-nya. Jadi, ga mungkin tertukar. 🙂

Sampai di puskesmas, mamak tidak diperiksa maupun diberi rujukan, tetapi langsung diarahkan masuk lewat Unit Gawat Darurat rumah sakit terdekat.

Sampai di UGD RS Urip Sumoharjo, Lampung, dan mendaftarkan kartu, mamak langsung diperiksa,  dan diminta untuk rawat inap sesuai kelas yang diambil saat mendaftar BPJS.

Pindah Kelas Rawat Inap

Kelas yang kami daftarkan untuk mamak dan ayah adalah kelas 1, tetapi atas pertimbangan tertentu, diantaranya jumlah penunggu pasien yang terbatas, kami memutuskan mamak dirawat di kelas VIP.

BPJS boleh naik kelas?
Boleh, kok.. Tetapi, ada beberapa hal yang harus jadi pertimbangan sebelum memutuskan naik kelas. Pasien yang seharusnya bisa gratis jika dirawat sesuai kelasnya, terpaksa harus membayar selisih biaya kamar, selisih biaya kontrol dokter, dan biaya lainnya yang ditentukan rumah sakit.

Seperti asuransi lainnya, BPJS juga punya aturan yang mesti diikuti, aturan itu antara lain:

  1. BPJS hanya menanggung biaya sesuai kelasnya saja
  2. BPJS BISA Menanggung kenaikan kelas Maksimal hanya 3 hari, lebih dari itu pasien akan dikenakan tarif sesuai dengan tarif yang berlaku di rumah sakit tersebut.

Untuk poin nomor 2 itu gampangnya bisa dijelaskan begini. Pasien yang naik kelas, boleh bayar selisih biaya kamar dan perawatan selama tiga hari aja. Lewat tiga hari, pasien diperlakukan seperti pasien umum biasa dan dikenakan biaya penuh. BPJS-nya berhenti cover biaya.

Pasien bisa terus menggunakan kartu BPJSnya lagi kalau setelah dirawat 3 hari dengan kenaikan kelas, pasien turun lagi ke kelas yang sesuai dengan premi BPJS-nya.

Rawat Jalan

Keluar dari rumah sakit, mamak bawa oleh-oleh obat segepok dan surat kontrol. Obat-obatan ini semuanya gratis. Duh, bersyukur kemarin sempat daftarin mamak ikutan BPJS jadinya. 😀

Lalu, setelah keluar rumah sakit dengan biaya yang sangat enteng karena sebagian besar biaya ditanggung BPJS, berikutnya apa?

Berikutnya tentu saja rawat jalan, kak… Hebatnya BPJS, ga seperti asuransi swasta yang hanya cover biaya rawat inap saja, BPJS ini dengan baik hati menutup biaya rawat jalan. Berguna banget buat mamak yang pengobatan sakitnya akan terus berlangsung seumur hidup.

Ribet?
Memang urusannya jadi lebih panjang. Sampai di rumah sakit untuk kontrol dokter seminggu kemudian, kami diarahkan ke kantor BPJS lebih dulu. Jadi, pendaftarannya dibedakan.

Ke loket BPJS, kasi surat kontrol, dapat cap sakti, lalu ke loket kembali dan dapat nomor antrian dokter. Oh iya, karena kami datangnya ga pake telepon dulu, kami ga bisa bertemu dokter yang merawat mamak waktu sakit, jadwalnya tidak sesuai. RS Urip Sumoharjo sudah punya jadwal khusus untuk pasien BPJS.

Soal jadwal ini mungkin bisa berbeda di tiap rumah sakit, ada baiknya telepon dulu jika ingin bertemu dengan dokter tertentu. RS Urip menjadwalkan kontrol dengan dokter penyakit dalam hanya bisa dilakukan oleh satu dokter setiap harinya. Jam-nya pun dibatasi. Ada baiknya datang pagi-pagi sekali. 🙂

Ketemu Dokter

Mamak kontrol ke dokter yang berbeda, untungnya dokternya baik sekali, mau menerangkan pelan-pelan soal penyakit mamak dan komplikasi yang bisa terjadi kalau gula darahnya dibiarkan tidak terkontrol. Mamak dijadwalkan bertemu ahli gizi untuk mengatur diet, dan tentu saja dapat resep obat-obatan.

Dua jam kemudian, kontrol dokter, konsultasi ahli gizi, obat-obatan, semua sudah di tangan. Biaya yang dihabiskan : NOL.

Oh iya, untuk Diabetes Melitus, ternyata BPJS punya aturan tidak bisa cover semua biaya obatnya. Jadi, sebagian resep cair jadi obat, lalu kami diberi salinan resep untuk ditebus di apotik manapun dengan biaya pribadi. Menurut petugas BPJS yang saya temui, DM tidak termasuk ke dalam 10 penyakit kritis yang obatnya ditanggung.

Saya sih merasa terbantu sekali dengan BPJS ini. Memang prosesnya lebih panjang karena harus minta surat rujukan dari puskesmas lebih dulu, tetapi manfaat yang  kami dapatkan jauh lebih besar,

Untuk pasien yang sudah payah atau tua dan tidak terbiasa wara-wiri sendirian, dianjurkan sekali untuk ditemani, karena harus mondar-mandir urus suratnya. Kalau ada yang kurang jelas, bisa tanya juga ke loket BPJS, berdasarkan pengalaman, kalau kita tanya baik-baik, mereka mau bantu jelasin. 🙂

Pendaftaran BPJS

Dulu saya mendaftarkan mamak dan ayah ke kantor BPJS dengan bawa fotokopi KTP, fotokopi KK, dan foto masing-masing ukuran 3×4 satu lembar saja.

Pendaftarannya gratis. Awal masuk diberi formulir dan nomor antrian. Isi formulir, tunggu nomornya dipanggil, dan diproses. Tidak sampai 10 menit prosesnya. Setelah diberi resi, lakukan pembayaran pertama di kasir bank yang diinginkan.

Di kantor BPJS Bandar Lampung ada loket Bank Mandiri, tetapi antriannya luar biasa. Untuk yang punya kartu debit Mandiri, petugas menyarankan pakai mesin EDC yang sudah tersedia di sana. Ada juga mesin EDC bank lainnya yang ikut bekerjasama.

Sekitar satu jam prosesnya. Gampang. Ga ribet.
Saya ga punya hal yang harus dikomplain ke BPJS. Intinya sih kalau mau pakai layanan BPJS, harus sabar-sabar. Ikuti prosedur yang berlaku, jangan lupa telepon rumah sakitnya jika ada yang ingin ditanyakan (misalnya soal jadwal), dan siapkan pasiennya (karena waktu tunggu/urus dokumennya bisa lebih panjang).

Oh iya, buat yang rumahnya jauh dari kantor BPJS, bisa juga mendaftar online lewat website BPJS atau ke klinik terdekat yang bekerjasama.

Terimakasih, BPJS. 😀

Sehat terus ya, Mak!
Sehat terus ya, Mak!

/Salam senang.

Coba-Coba FitMeFoods

Mamak saya pengidap diabetes, udah lumayan lama. Lebih sepuluh tahun, lah. Karena sakitnya itu, mamak mesti pilih-pilih makanan, pilih-pilih cemilan.

Untuk nasi saja, mamak pilih beras catu, beras jatah, beras murah itu, lho. Kata mamak, beras catu kandungan gulanya lebih sedikit daripada beras yang biasa. Untuk ini, memang saya belum tau kebenarannya, masih cari-cari.

Kalau kepengen minum teh, mamak juga pakai gula jagung. Sama seperti beras catu, saya tidak cukup tau soal kebaikan dan keburukan gula jagung ini.

Supaya gulanya mamak terkendali, anak-anaknya harus mendukung. Jadi, kalau kami pingin makan yang manis-manis, ya makannya jangan di depan mamak. Kasian mamak nanti kepengen. 😀

Nah, akhir bulan lalu saya denger soal selai homemade @fitmefoods waktu streaming radio, terus cek-cek twitter. Lha, yang punya jualannya ternyata temen. Dunia kecil. yah.

Mba Fitri, temen saya yang punya @fitmefoods itu bilang, produknya berbeda dari selai yang ada di toko. Jadi, bahan dasarnya, si kacang, ga digoreng tapi dipanggang. Trus, ga ada tambahan pengawet, perasa, pemanis buatan, dan gada garam juga.

Kenapa tertarik? Karena ternyata @fitmefoods ini nerima pesanan “no sugar”. Ya udahlah “ketemu” betul dengan kebutuhannya mamak. Langsung aja saya pesen semuanya, 4 macam rasa selainya sekaligus.  Untuk yang mau manis, bisa pesan yang pakai palm sugar.

Pilihan rasanya ada Roasted Almond Butter, Roasted Cashew Butter, Roasted Hazelnut Butter, sama Apple Sauce. IMG-20140505-00182

Karena ga pake pengawet, selainya tahan 2 bulan aja di kulkas, dan cuma 2 minggu di suhu ruang.

Sempat kuatir sebelumnya karena kemasannya kan kaca, yah. Terus kirimnya lumayan jauh, ke Lampung. Takut retak, kan sayaang..
Tapi kata Mba Fitri sih tenang aja, dia udah pernah kirim sampai ke Kalimantan, dan baik-baik aja.

Bm3Ie9oCYAAK1yy

Pas kirimannya sampe, saya sayang kaget. Itu tiap botolnya dilapis bubblewrap, hahhahaa… Aman banget!

Kesannya saya, rasanya enaakk, yang kacang semuanya enak. Tapi favorit saya Apple Sauce dan Roasted Cashew Butter. Yang Cashew udah duluan habis malahan. Rasa selainya ga semanis selai di supermarket, jadinya suka lupa diri pake selainya banyak-banyak. Haha..
Karena ga pake pengawet atau pemanis buatan, saya jadi lebih santai kalau si bayi colak-colek selainya.

Trus saya nyobain yang no sugar juga karena penasaran. Rasanya juga enak, ga aneh seperti bayangan saya sebelumnya.
Dan yang paling penting, mamak suka! 😀

Kalau mau pesan-pesan, bisa cek gambar di bawah, ya. Boleh ke twitternya @fitmefoods, atau ke instagramnya fitmefoods. Kalau pesan, jangan lupa bilang “Temennya Rere, gitu”. Ya kali aja nanti kalo ada 10 orang yang pesan, saya dapat gratis satu. hehehhe… *ngarep*

Kalo mau nyobain dulu rasanya gimana, boleh main ke rumah saya. Eh tapi bawa roti tawar sendiri, yah. 😀

IMG-20140505-00198

 

/Salam nyemil

Pentingnya Edukasi Kesehatan Pada Orang Tua Mengenai Probiotik dan Prebiotik Bagi Saluran Pencernaan Anak Kita

Bu-Ibu, nanya dong.. , biasanya kalau beli susu untuk anak, pada ngecek label nutrisinya, ga? Saya ini ibu yang jarang banget ngecek label nutrisi susu. Biasanya sih langsung ambil aja, dan nyari yang murah/promo.

Padahal, ngecek label nutrisi itu penting banget katanya. Huhuhu..

Misalnya nih ya, anak-anak itu mesti dibatasi asupan gulanya tiap hari. Asupan gula harian anak itu, bagusnya sih ga lewat dari 2,5 sendok makan seharinya. Jadi, kalau beli susu untuk anak, cek baik-baik itu jumlah kandungan gulanya. Karena, dalam sehari, si anak bisa jadi ga cuma minum susu saja, tapi bisa jadi sudah makan cake/minum jus/teh manis, dan lainnya, kan?

Gula dalam susu biasanya ditulis sebagai apa, sih? Ternyata, biasa ditulis sebagai karbohidrat. Jadi, kalau mau cek kandungan gulanya seberapa banyak, yang kita baca label kandungan karbohidratnya, yah. Jangan salah..

Lalu, cek juga komposisinya. Kalau tulisan “susu” ditulis pertama kali, artinya kandungan susu yang paling banyak, yang lain melengkapi. Saya beneran baru tau itu kalo urutan komposisi menunjukkan kuantitas/jumlah bahan di dalam produk.

Nih ada lagi, anak-anak baiknya dibatasi untuk konsumsi lemak jenuh, lemak trans, kolesterol, dan natrium. Timbunan lemak yang terlalu banyak dalam tubuh ga baik untuk kesehatan anak, bisa jadi bibit jantung koroner pula.

Huih, besar ya tanggung jawab orangtua ini. Pemilihan makanan anak sedari kecil aja musti diperhatikan baik-baik.

Pakar Gizi Medik dr Saptawati Bardosono MSc (tengah), Spesialis Anak Tumbuh Kembang dr Hartono Gunardi SpA(K) (kiri), dan Ketua Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas FKUI, Dr. dr. Herquanto, MPH, MARS (tengah) dalam diskusi "New Perspective on Toddler Nutrition" di Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Pakar Gizi Medik dr Saptawati Bardosono MSc (tengah), Spesialis Anak Tumbuh Kembang dr Hartono Gunardi SpA(K) (kiri), dan Ketua Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas FKUI, Dr. dr. Herquanto, MPH, MARS (tengah) dalam diskusi “New Perspective on Toddler Nutrition” di Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Udah, gitu aja?

Belum Bu-Ibu, masih ada lagi keterangan Persentase AKG di susu bayi. Persentasi AKG ini menerangkan informasi nilai gizi produk terhadap kebutuhan hariannya bayi. Jadinya ketahuan, kalau minum susu si anak sudah memenuhi sekian persen kebutuhan. Tinggal dijumlahkan dengan makanan yang diasup sehari-hari.

Terus-terus, jangan lupa cek juga informasi mengenai nutrisi spesifik susunya. Disarankan cari juga produk susu dengan kandungan prebiotik dan probiotik.

Jadi, prebiotik itu makanannya si probiotik. Kalau kandungan probiotik dalam ususnya cukup, saluran cerna si anak jadi baik, urusan ke belakang jadi lancar dan menyenangkan.

Prebiotik itu ada dimana aja, sih? Selain di susu tadi, ada juga sumber prebiotik lainnya. Jangan lupa banyak-banyak dicemil ini prebiotiknya ya, Bu-Ibu…

Probiotik adalah mikroorganisme hidup “baik” yang secara alamiah terdapat di dalam sistem pencernaan, (disebut juga dengan flora normal,) atau mikroorganisme baik yang sengaja dikembangbiakkan sebagai suplemen makanan/minuman yang apabila dikonsumsi dalam jumlah seimbang akan memberikan dampak positif bagi kesehatan.

Prebiotik adalah makanan yang tidak dapat dicerna usus, berfungsi sebagai suplemen untuk pertumbuhan dan perkembangan  mikroorganisme baik dalam sistem pencernaan.

foods-prebiotics

Masih banyak orangtua yang kurang paham soal probiotik dan prebiotik ini pastinya, termasuk saya. Selama ini, kalau anak susah kebelakang, saya cuma kasih lebih banyak sayur dan buah ke si anak, padahal ternyata saluran cerna ga sesederhana itu. Ga cukup cuma serat, tapi juga mesti konsumsi probiotik dan prebiotik untuk menunjang kesehatannya.

Nah, ini dia langkah-langkah dalam membaca tabel. Semoga bermanfaat. 

label susu

Karena saya sudah dapat ilmunya, saya bagi lewat blog ini. Semoga bermanfaat buat semuanya, yah. Katanya, ilmu itu akan sia-sia kalau tidak disebarkan, lho..

/Salam probiotik-prebiotik

Manfaat Buah untuk Ibu Hamil

Saya adalah penggemar buah-buahan. Untungnya kebiasaan ini tidak berubah waktu hamil dulu. Di sela jam makan saya biasa makan sepiring buah campur. Karena pagi hari lumayan repot, saya tidak sempat menyiapkan buah sendiri dan lebih sering membeli buah potong di abang-abang rujak yang jualannya mangkal di dekat kantor.

Saya suka semua macam buah yang umum ditemukan. Ada yang kadar sukanya sangat tinggi, sampai-sampai cukup dengan membayangkannya saja air liur sudah mengumpul di bawah lidah, contohnya durian. Ada juga yang kadar sukanya biasa saja, hanya saya makan kalau tidak ada buah lain di sekitaran, contohnya bengkuang. Dan , ada lagi buah yang kadar sukanya tinggi, tapi sukar ditemui dan harganya juga lumayan, contohnya Delima dan Kiwi.

Selain rasanya memang enak, buah juga memberi banyak manfaat.

1. Mengurangi Sembelit

Duhhh, waktu hamil soal “ke belakang” itu jadi merepotkan. Memang sih katanya itu biasa terjadi dan masalah umum ibu hamil, tapi rasa “sebah” di perut benar-benar bikin tak enak. Miring kanan-kiri-depan-belakang, semuanya salah. Stress karena morning sickness (pada kasus saya terjadi sepanjang hari), bikin sembelit makin menjadi-jadi.

Makan buah yang banyak sangat disarankan supaya kegiatan ke belakang jadi lebih lancar dan menyenangkan.

2. Mempertahankan Berat Badan

Waktu hamil, saya sering sekali kelaparan. Kalau sudah kelaparan saya jadi mirip orang yang seharian tak makan. Rakus. Kalau rakus sudah melanda, saya makan apaaa saja yang ada di depan mata, gorengan adalah cemilan yang paling sering saya kudap.

Mestinya nih, ibu hamil selalu menyiapkan perbekalan tempur di tas supaya kalau serangan rakus terjadi, obatnya sudah tersedia. Lha, bawa-bawa buah kan repot? Ga, kok.. bisa siapkan buah yang gampang dibawa aja,  seperti jeruk dan apel, bisa juga susu kemasan.

Gorengan memang enak, tapi tak baik dikudap tiap hari.

3. Mengandung Nutrisi Penting

Selain penambahan kalori sekitar 300-400kkal per harinya, ibu hamil juga butuh nutrisi yang banyak buat bantu perkembangan bayi dan jaga kondisi tubuhnya si ibu. Kalau ibunya sehat, makan cukup, dan bahagia, begitu juga janin di perut. 😀

Ibu hamil butuh tambahan asam folat, protein, vitamin, kalsium, Vitamin A, zat besi, Vitamin C, dan Vitamin D. Segala kebutuhan itu dianjurkan sudah dikonsumsi sejak awal masa kehamilan supaya kebutuhan gizi untuk ibu dan bayi tercukupi sejak awal agar bayi dan ibunya sehat selalu…

Banyak sekali buah yang mengandung zat besi, vitamin, magnesium, dan asam folat.

Contoh buah yang mengandung magnesium adalah alpukat, aprikot, dan kismis.
Buah dengan vitamin C tinggi contohnya jambu biji, kiwi, kelengkeng, pepaya.
Buah dengan vitamin B dan asam folat tinggi contohnya pisang, alpukat, dan delima.

Delima?
Iya. Berikut saya tulis lebih banyak soal delima, ya. 🙂

Manfaat delima :

Melindungi hati dan ginjal
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa ekstrak delima mencegah kerusakan ginjal dan melindungi ginjal dari racun berbahaya. Selain itu, delima juga melindungi hati Anda dan membantu untuk meregenerasi hati yang mengalami kerusakan.

Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Delima dan jus delima meningkatkan kekebalan tubuh. Delima diketahui sarat dengan vitamin C.

Antialergi
Delima kaya akan polifenol dosis tinggi yang telah terbukti mengurangi proses biokimia yang terkait dengan alergi.

Mencegah penyakit jantung
Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah menunjukkan bahwa delima meningkatkan kemampuan tubuh untuk mensintesis kolesterol dan menghancurkan radikal bebas dalam sistem vaskular.

Mencegah kanker 
Penelitian di salah satu universitas menunjukkan bahwa jus buah delima dan ekstrak delima dapat menyebabkan kematian sel kanker. Delima juga dapat mencegah kanker payudara dan penurunan perkembangan kedua jenis kanker kulit, karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa.

Melindungi DNA
Fitonutrien dan antioksidan dalam buah delima berinteraksi dengan materi genetik tubuh untuk melindunginya.

Menormalkan tekanan darah
Penelitian awal yang diterbitkan dalam satu jurnal menemukan bahwa ekstrak buah delima dapat membantu mencegah tekanan darah meningkat terkait dengan makan makanan yang tinggi lemak.

Mengatur sindrom metabolik
Penelitian yang dipublikasikan dalam satu jurnal menunjukkan bahwa delima membantu mengatur gula darah, meningkatkan sensitivitas terhadap insulin, mampu melawan peradangan, dan meningkatkan berbagai faktor lain yang terlibat dalam sindrom metabolis yang kerap dikaitkan dengan obesitas dan pemicu diabetes. Karena efek ini, delima dapat membantu penurunan berat badan.

Melindungi dari infeksi
Penelitian terbaru yang diterbitkan menemukan bahwa ekstrak buah delima meningkatkan efektivitas obat yang digunakan terhadap tumbuhan gram negatif yang selama ini dikenal resisten terhadap obat.

Melindungi dari penyakit Alzheimer
Buah ini bisa mencegah atau memperlambat perkembangan penyakit yang umumnya terkait usia. Dalam satu penelitian, tikus yang dibiakkan untuk mengembangkan penyakit ini dan diberi ekstrak delima menunjukkan pengurangan akumulasi plak pada amyloidal yang terkait penyakit ini.

——

 

Semoga bermanfaat….

/salam hamil

Hah! Hamil?

Foto oleh @poeticpicture
Foto oleh @poeticpicture

Saya mengenal banyak orang yang terlambat tahu kalau dirinya hamil. Saat akhirnya melakukan tes kehamilan pertama kali dan menegaskan hasilnya ke dokter, ternyata umur janin sudah beberapa minggu.

Pada kasus saya, umur bayi sudah enam minggu.

Idealnya, saat hamil, ibu memberi asupan yang baik-baik untuk janin. Karena ada dua yang hendak dicukupi kebutuhannya, maka asupan kalori yang diperlukan tentu saja ikut bertambah. Tapiii, kebutuhannya ga lantas dikalikan dua, yah.  Jadi, makan dua porsi itu salah. 🙂

Ibu hamil itu butuh tambahan kalori sekitar 300-400kkal per harinya. Kalau saya ga salah ingat, ini bisa dicukupi dengan 1 buah donat dengan topping uhuy saja. Tapi kan donat itu isinya cuma karbohidrat dan gula aja, yaa…

TEPAT!

Nah, masalahnya timbul karena kebutuhan ibu hamil bukan cuma soal penambahan kalori, tapi juga gizi. Gizi yang baik bisa bantu pertumbuhan janin jadi ikut baik. Pasti senang kan ya kalau tau janin di perut geraknya lincah, bisa salto, kayang, meroda, dan planking sekaligus. Hooh, memang berlebihan. 😀

Trus, kebutuhan gizinya ibu hamil itu, apa ajaaaaa?

Saya ingat-seingatnya, pertama kali kontrol ke dokter untuk cek-cek perut yang rasanya kurang enak, saya langsung dibekali asam folat. Kata pak dokter yang tampan itu, asam folat mesti diminum selama trimester pertama.

Informasi ini saya salin dari web bidanku

Asam Folat.

Janin sangat membutuhkan asam folat dalam jumlah banyak guna pembentukan sel dan sistem syaraf. Selama trimester pertama janin akan membutuhkan tambahan asam folat sebanyak 400 mikrogram per harinya. Jika janin mengalami kekurangan akan asam folat, maka hal ini akan membuat perkembangan janin menjadi tidak sempurna dan dapat membuat janin terlahir dengan kelainan seperti mengalami anenchephaly (tanpa batok kepala), mengalami bibir sumbing dan menderita spina bifda (kondisi dimana tulang belakang tidak tersambung). Asam folat yang bisa di dapat pada buah-buahan, beras merah dan sayuran hijau.

Yup, persis begitu yang dikatakan pak dokter waktu lampau. Katanya, asam folat bantu perkembangan otak janin dan bantu mencegah bayi lahir cacat. Jadi, memang penting ting ting ting deh, si asam folat ini. Kalau hamil, usahakan jangan skip, ya…

Teruss, selain asam folat, ibu hamil juga butuh tambahan protein, vitamin, kalsium, Vitamin A, zat besi, Vitamin C, dan Vitamin D. Segala kebutuhan itu dianjurkan sudah dikonsumsi sejak awal masa kehamilan supaya kebutuhan gizi untuk ibu dan bayi tercukupi sejak awal agar bayi dan ibunya sehat sentausaaa..

gambar pinjam dari sini
gambar pinjam dari sini

Begini piramida makanan yang sehat, semakin ke atas, semakin sedikit porsi konsumsinya.

——

Lho, Hamil?

Tapi, seperti yang saya bilang di awal tadi, banyak sekali ibu yang telat tahu kalau dirinya sudah hamil kan, termasuk saya. Jadi, baiknya sihh ya, saat sudah berencana untuk hamil dan menyingkirkan segala macam kontrasepsi yang melekat, si calon ibu sudah mulai membekali diri dengan makanan yang sehat dan gizi yang cukup.

dan, tentu saja asam folat. 🙂

Asam folat itu tersedia dia banyak macam bahan pangan. contohnya brokoli, pisang, dan kacang-kacangan. Saya suka sekali nyemil pisang, selain bikin kenyang pisang tidak terlalu mahal dan enak. Selain itu pisang ga perlu dimasak lagi, tinggal kupas dan hilanglah dia dalam mulut saya. hahaha..

Kalau lagi ga ketemu pisang, ga sempat rebus brokoli dan ga ada waktu bikin bubur kacang ijo, gimana dong? Pilihannya ya, snacking aja, dengan makanan atau minuman yang mengandung asam folat dan gizi seimbang.

 

/salam hamil

Launching #Ganti ke Systema

Launching #Ganti ke Systema

1 November lalu, saya dan beberapa blogger diundang ke acara Launching Systema. Systema itu oral care terbaru dari Lion, produknya ada pasta gigi, mouthwash, dan sikat gigi.

Kelebihan pasta gigi Systema dibanding pasta gigi lainnya apa? Nano kalsium pada Systema bisa bantu mencegah kerusakan gigi sejak dini, artinya mencegah gigi berlubang juga.

Penggunaan systema nano yang rutin bisa bantu memperbaiki kerusakan gigi (early caries treatment). Oh iya, pas di Launching Systema kemarin juga dikasitau kalau early caries bisa juga bantu disembuhkan dengan mineral pada air liur. Tetapi untuk yang sudah terlanjur besar, hanya bisa diperbaiki oleh dokter gigi.

launching
Nah, kalau sikat gigi dari Sytema itu kelebihannya ada pada deep penetration, bulu sikat yang ada pada sikat gigi sangat kecil, bisa menembus gusi. Sikat giginya juga lembut dan bisa bantu mengeluarkan plak yang ada di sela gusi.
Bulunya juga tipis, hanya 0,02mm. Walaupun bisa menembus sela antara gusi dan gigi (saku gusi), tapi rasa sikatnya tetap lembut pada gusi. Ga ada lagi sakit/berdarah karena gusi yang luka.

Kemarin pas acara launching ada Maudy Koesnadi juga. Sayang ga sempet foto bareng.
Kalau menurut Maudy, Systema nano punya manfaat yg luar biasa, dia pakai pasta gigi yang pink karena rasanya lebih mudah cair di mulut, lebih lembut, lebih enak waktu gosok gigi.

pastagigi
Pas launching juga dikasitau meski Systema baru masuk ke Indonesia, tapi brand Systema di Asia bukan brand baru, umurnya udah 20 tahunan. Teknologinya sendiri diimpor langsung dari Lion Jepang. Teknologi nano calcium ini ternyata adalah teknologi pertama di Indonesia, lho.

Yasushi Fukudasha Ph.D, Research & development Lion Japan bilang, formulanya Systema memang dirancang larut dengan cepat di dalam mulut bersama dgn air liur. Jadi waktu sikat gigi rasanya lebih mudah, lebih lembut. Kemarin waktu launching dikasitau juga kalau Systema itu punya fast action system yang bisa bantu pasta gigi cepat lumer di dalam mulut karena mengandung erythlitol.

Oh iya, suka kerasa ga kalo abis sikat gigi rasanya seperti keset-keset, gitu. Nah, kata Fukudasha itu karena kandungan detergen yang cukup banyak. Kemarin waktu nyoba sih ga ada rasa keset-keset gitu, artinya kandungan detergen Systema lebih sedikit dibanding pasta gigi lainnya, juga berarti nano calcium berhasil bantu menutup lubang nano dan tidak hilang di dalam mulut.

“Lebih minim detergen, lebih baik”

Systema juga aman digunakan untuk anak-anak. Kalau dipakai sejak dini, bisa bantu mencegah kerusakan gigi waktu dia besar nanti. Ini penting, penggunaan Systema secara rutin selama 14 hari terbukti secara ilmiah bisa menutup lubang nano. Layak dicoba, kan?  🙂

Jadi, karies gigi itu munculnya kenapa, ya?  Si karies itu kata Prof. Armasastra bahar., drg, Ph.D muncul karena plak pada permukaan gigi yang mengandung banyak kuman/bakteri. Si kuman yang ga dibersihkan ini berfermentasi dengan karbohidrat, jadi asam. Asam mengakibatkan demineralisasi email gigi, yang lalu jadi karies. Karies tingkat awal itu bentuknya bukan bintik hitam/coklat, tapi putih (white spot). Bentuknya seperti pengapuran. Kalau diperhatikan lebih jelas, di bagian yang putih itu banyak lubang nano. Harus ditutup sejak dini.

Tapi kan, plak itu ga keliatan!

Hooh, benar. Kuncinya gigi dibersihkan dengan baik dan rutin. Gunakan sikat gigi yang bisa mencapai tempat sempit, sikat juga gusi perlahan. Karena kalau sudah berlubang, ga ada pilihan lagi, harus ke dokter gigi.

Suasana Launching Systema
Suasana Launching Systema
Bisa periksa gigi juga!
Bisa periksa gigi juga!

Kemarin saya ikutan sikat gigi di “Trial Zone” nya Systema. 😀

Trial Zone
Trial Zone

Kalau mau tau lebih banyak tentang Systema, bisa langsung follow aja twitternya di sini, dan fanpagenya di sini.

Selamat sikat gigi, kawan!

/salam senyum!

Pendapat Saya Tentang Sunat Perempuan

Kemarin di salah satu grup wasap yang saya ikuti, sempat ada bahasan tentang sunat perempuan. Ada teman yang memutuskan untuk menyunat bayinya, ada juga yang tidak.

Saya?

Saya tidak mengantarkan bayi saya untuk disunat. Alasannya karena saya tidak merasa ada yang salah dengan kelamin anak saya sehingga harus disunat.

Teman yang memutuskan menyunat bayinya, memberi banyak sekali referensi untuk kami baca sama-sama. Referensi-referensi itu kurang lebih bilang sunat membuat istri tampak lebih cantik dan  terhormat di sisi suaminya. Lalu, sunat bisa juga “bantu mengendalikan libido”. Mengendalikan di sini maksudnya, membuat libido “sedikit turun” untuk yang “hyper”, dan membuat libido “naik” untuk yang “susah naik”.

Jadi, untuk bayi yang dikhawatirkan libidonya tinggi, sebagian klitorisnya dibuang. Sedang untuk bayi yang lain, hanya diangkat satu lapisan kulit dari klitorisnya. Setelah lapisan klitoris ini diangkat, diharapkan saat menikah nanti si istri bisa merasakan kenikmatan saat berhubungan dengan suaminya.

Terus saya jadi mikir. Ini tenaga medis yang bantu menyunat bayi pake ukuran apa waktu memutuskan, “Ohh, bayi A ini nanti hypersex”, “Ohh, bayi B ini nanti susah orgasme”.  Tidak ada ukuran yang jelas soal sunat-sunatan ini. Mungkin, mungkin saja lho, mereka pake ukuran kira-kira.

Selesai soal ukuran, sekarang saya mau bahas dampak sunat terhadap libido.

Di grup wasap yang saya ikuti itu, pengalamannya berbeda-beda. Ada yang disunat, dan ada yang tidak disunat. Teman yang disunat bilang, sepertinya sunat tak berpengaruh apa-apa untuk dia, buktinya saat ini dia bisa menikmati multiple orgasm. Untuk yang tak disunat, juga tidak merasa apa-apa, baik-baik saja.

Kalau disunat dan ga disunat tidak ada pengaruhnya, jadi sunat buat apa? Sampai di sini saya berpendapat, hubungan sunat dan libido hanya MITOS dan DONGENG belaka.

Eh, ini saya bicara soal sunat yang diizinkan Kementerian Kesehatan lewat peraturan ini, ya. Kalau sunat yang jelas-jelas dilarang seperti budaya potong habis sebagian/seluruh klitoris atau menjahit sebagian vagina itu sudah pasti punya pengaruh negatif dan dilarang oleh WHO. WHO menamakan praktek sunat sebagai female genital mutilation (FGM). Hihh, seram!

Dokter Purnamawati, pengasuh Milis Sehat bilang, khitan pada perempuan lebih bersifat tradisi. Artikel di Parents Indonesia bilang sunat perempuan tidak dikenal di dunia medis. Dalam artikel di Tempo, Organisasi perempuan di bawah Nahdlatul Ulama, Fatayat NU, menyatakan sunat perempuan tidak diperintahkan di dalam Al-Quran ataupun hadist nabi.

Urolog dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, dr. Arry Rodjani, Sp.U, pada Kompas berpendapat kalau “Sunat pada wanita tidak manusiawi”.

Wakil Ketua Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI),  Atashendartini Habsjah pada Detik berpendapat kalau klitoris pada bayi perempuan itu ukurannya sangat kecil, hanya seujung kuku. Gigitan nyamuk pada area itu saja bisa menyebabkan keloid, apalagi sayatan.  WHO pada BBC juga memperingatkan pelaku sunat agar mempertimbangkan resiko mandul. 

Karena sunat menurut saya tak bermanfaat, lagipula resikonya sangat besar dan sudah banyak sekali yang berseru kepada kita untuk menghentikan praktek ini, saya tidak akan melakukannya pada anak saya, dan saya akan menyerukannya pada keluarga dan lingkungan.

Agar mendapat perbandingan, berikut adalah referensi yang membolehkan/menyarankan/dan mendukung sunat.

1. Kultwit dari dr. Piprim B. Yanuarso tentang dianjurkannya sunat menurut hadist.
2. Artikel dari Tempo soal pendapat ulama yang memberi label Sunnah dan Wajib dari berbagai Mahzab.

——

Saya sama sekali tidak sepakat soal sunat perempuan. Selain tidak menemukan penelitian medis yang mendukung manfaatnya, juga saya tidak rela anak saya “diobok-obok” hanya untuk satu hal yang belum jelas tujuannya. Harus pula dicetak tebal kalau kegiatan sunat perempuan itu tidak diperintahkan dalam Al-Quran ataupun Sunah.

Sekian pendapat saya, mohon maaf kalau pendapat ini menyinggung sebagian teman. Meniru tagline iklan produk kesehatan di televisi, ada baiknya saya mengakhiri tulisan ini dengan kalimat “Buat anak kok coba-coba!”

/salam sayang anak

Bayinya Sudah Sembuh

Pernah dengar Gastroenteritis? Gastroenteritis atau yang dikenal juga dengan nama GE ini sakit yang gejalanya muntah dan diare terus menerus. GE ini lumayan bikin perih hati orangtua dan lumayan bikin susut berat badan anak yang sakit.

Tidak ada angin, tidak ada hujan, setelah bangun tidur siang, bayinya kelihatan seperti linglung dan muntah banyak, bukan main banyaknya. Saya sempat bengong. Terpikirnya ini anak masuk angin. Biasanya kan habis muntah badan jadi plong dan seger lagi, nah waktu itu si bayi ga jadi seger, malahan kelihatan makin lemas dan lemah.

Sakit mulai Senin, 22 Juli 2013, 16.00 WIB

16.00 – 18.00
Diare   = 2 kali
Muntah  = 4 kali

18.00 – 24.00
Diare = 4 kali
Muntah = 10 kali

24.00 – 02.00
Diare = 2 kali
Muntah = 1 kali

Asupan sepanjang Sore-Malam = air putih setiap muntah, setengah gelas kecil(60ml) dan oralit sesesap

Saya dan suami udah minta ampun deg-degannya. Mau bawa ke rumah sakit udah malem, terus kok ya kepikirnya ini anak bisa diawasi di rumah, belum ada tanda-tanda yang nunjukin kegawatdaruratan sampe perlu dibawa ke RS.

Udah berusaha kuat, namanya orangtua, liat anaknya sakit emaknya jadi lebih sakit. Jadinya pesen tempat untuk konsultasi di Markas Sehat, dapetnya dengan dr. Purnamawati SpA(K).

——

Selasa, 23 Juli 2013

09.00-12.00
Muntah = 1 kali
Diare = 1 kali

12.00- 24.00
Diare = 7 kali
Muntah = 2

Asupan sepanjang pagi – malam = air putih setiap muntah, semangka setiap pup/pipis, 3 sendok oralit.

Kondisi anak 

Banyak tidur, tidak bersemangat, lemas, demam di kisaran 38-39 dercel.
Masih bisa menjawab kalau dipanggil, diare kebanyakan terjadi saat dia sedang tidur. (dibersihkan sambil dia tetap tidur).
Masih tidak berselera, suara parau.

Ketemu dokter jam 11 siang. Pemeriksaan fisik nunjukin kalo si bayi dehidrasi ringan. Diagnosanya Gastroenteritis dan diagnosa bandingnya Food Poisoning.

——

IMG01964-20130727-1101

Rabu, 24 Juli 2013

07.30-13.00
Muntah = 1 kali
Diare = 8 kali

13.00 – 21.00 
Muntah = 2 kali
Diare = 12 kali

21.00 – 24.00
Muntah = 1
Diare = 1

Asupan : susu ultra 60ml, air putih, tempe satu potong.
Oralit sama sekali tidak mau, sudah dicampur di macam-macam, anaknya sadar dan menolak.
Air putih terus menerus diberikan. Minum susu tak lama muntah.
Ada 2 potong semangka, 1 buah biskuit

Berat badan 23 Juli, 11.00 WIB = 11kg
Berat badan 24 Juli, 21.00 WIB = 10kg

Duh, kalau ditanya apa perasaan saya hari Rabu kemarin, jawabannya cuma satu kata. Hancur.
Liat bayi ga ada tenaga sama sekali, sepanjang hari tidur, matanya sayu, kalau diajak bicara jawabnya cuma ‘eehhh..’ ‘eehhh..’
*nangis*

Bunda Wati (ibu dokternya), syukurnya super sekali, memantau perkembangan si bayi dari awal, saya terus kirim-kirim email dan emailnya terus berbalas. Balasan Bunda Wati selalu menenangkan. Hati yang tadinya pecah-pecah, lumayan nempel lagi.

——

IMG01948-20130725-1741

Kamis, 25 Juli 2013
07-00 – 14.00
Muntah = 1
Diare = 6

16.00 – 24.00
Muntah = 2
Diare = 2

Asupan : Ayam satu gigit, kue sepotong, teh manis, nasi putih dua suap, bihun 3 suap, air putih terus menerus

Kondisi anak : Segar pagi – sore, malam mulai lemas dan tidak bersemangat, tidur gelisah dan menangis putus-putus. Tidak ada demam.

Si bayi bangun dan mengajak saya mengobrol. Itu kayaknya air mata udah di pelupuk, tinggal jatuh aja. Denger suaranya dan liat senyumnya jadi obat buat saya. Padahal kan ya, siapa coba yang sakit, mestinya saya yang jadi obat buat dia. Kejadiannya malah sebaliknya. :’)

Karena dia terlihat segar, sorenya saya ajak ke luar. Menjelang magrib si bayi gelendotan aja terus ke saya, ga mau lepas, lemas, matanya sayu (lagi). Saya semacam menyesal ajak dia ke luar. 🙁

——

Jumat, 26 Juli 2013 

07.00 – 13.00
Muntah = 4
Diare = 4

13.00 – 24.00
Muntah = 3
Diare = 2

Asupan : 1 butir telur rebus, 3 sendok sop makaroni, air putih terus menerus.

Kondisi : Anak lemas, tidur terus, respon baik – sadar kalau ditanya, bibir kering -mengelupas. mata cekung,
Waktu dia makan telurnya dan habis, saya kegirangan, tapi gak lama telurnya ke luar lagi, semuanya. :'(

Anaknya lemas lagi hari ini. Lebih banyak tidur dari kemarin. Saya email lagi Bunda Wati. Kata Bunda, kalau situasinya terus memburuk, baiknya di bawa ke RS.

——

IMG-20130728-01337

Sabtu, 27 Juli 2013

09.00-12.00
Muntah = 1 kali
Diare = 2 kali

12.00- 24.00
Diare = 2 kali
Muntah = 0

Bayinya terlihat lebih segar, mau makan sedikit. Ada 2 sendok nasi dan beberapa suap bihun rebus yang masuk ke perutnya. Minum air putihnya lancar.
Mata masih kering, bibir masih pecah-pecah, pipisnya lancar, kulit agak keriput sedikit.

Sorenya dia saya tinggal dengan bapaknya. Bapaknya bilang sepanjang sore-malam dia makan beberapa suap nasi dan tidak ada muntah! Yeayyy….

——

IMG01982-20130728-1036

Minggu, 28 Juli 2013

09.00-24.00
Muntah = 0 kali
Diare = 0 kali

Bangun tidur bayinya langsung ajak jalan muter komplek. Kayanya sih dia bosan beberapa hari di rumah aja. Jam 10an pagi kami ajak si bayi ke mal terdekat, katanya dia mau naik odong-odong.

Keliatannya bayinya sehat, tapi ternyata belum begitu sehat, jam 12.00an dia nangis minta pulang. Katanya “Ma, Embun ga enak badan.”. :'(
Sampe di rumah dia main-main, nyanyi-nyanyi dan rebahan.

Sore-nya si bayi saya titip embaknya sebentar. Ada yang mau saya beli di luar dengan bapaknya. Kata si embak sepanjang sore dia mau makan walaupun ga terlalu banyak.

——

Bubble Time!
Bubble Time!

Bubble Time!

Senin, 29 Juli 2013

09.00-17.30
Muntah = 0 kali
Diare = 0 kali

Hari ini bayinya sangat-sangat membaik. Dari pagi belum ada tidur, main-loncat-joged-nyanyi melulu. Masih agak rewel sedikit, ada nangis tanpa sebab beberapa kali, tapi kalau dilihat dari fisiknya sudah ga masalah.

Nafsu makan membaik, nafsu ngamuknya juga sudah balik. *lihat kaki bekas dicakar*

——

Pengalaman menjaga anak waktu GE itu luar biasa menyeramkan. Kami mesti jaga si bayi kejar-kejaran cairan, antara yang keluar dan yang masuk. GE gak ada obatnya, yang mesti diwaspadai waktu GE adalah ancaman dehidrasi.

Usahakan si bayi terus dapat asupan cairan. Rehidrasi terus menerus, dengan oralit lebih baik. Tapi kalau ga bisa, boleh cairan apa aja. Air bening, air sirup, air gula, teh manis, jus, es krim, es batu, buah tinggi air, sop cair, dll.

Makan sifatnya ditawarkan. Terus tawarkan, kalau-kalau anaknya mau nyoba sedikit. Kalau dia ga makan ya gak apa-apa, yang penting cairan, cairan, cairan.

Bikin tabel khusus untuk mencatat cairan yang masuk dan keluar. Kata Bunda Wati, jangan takut memberi minum, kalau dia muntah lagi-muntah lagi, ya gak apa-apa, yang penting sudah ada cairan pengganti yang masuk (walaupun sedikit) ke dalam tubuhnya.

Saya senang karena membiarkan tubuh si bayi mengalahkan sendiri virusnya. Dia anak hebat, dan saya belajar jadi ibu yang kuat demi dia.

Terimakasih sayang, buma bangga sama kamu. :’)

/salam bayi hebat!

Pekan Kondom Nasional, Untuk Siapa?

KONDOM DAN REMAJA adosex

Siapa yang perlu tau tentang kondom atau pekan kondom nasional? Saya, Anda, atau semua orang?

Sampai saat ini, pendapat masyarakat tentang kondom masih terbelah. Ada yang mendukung sosialisasinya, ada yang menolak sama sekali.

Ada pula orang/badan/lembaga yang begitu peduli hingga menghelat pekan kondom nasional tiap tahun. Tahun ini adalah pekan kondom nasional ke-6. Pekan Kondom Nasional 2012.

Kondom diartikan dengan seks bebas pada satu sisi, dan diartikan sebagai pengaman seks beresiko pada sisi lain. Saya menempatkan diri pada golongan orang yang mendukung penggunaan, sosialisasi, dan penyebaran informasi tentang kondom, seluas-luasnya. Tidak terbatas pada pengguna obat-obatan terlarang, penjaja seks, dan pelaku seks bebas.

gender_625x884px
Foto diambil dari http://www.unaids.org/

Tahun lalu saya menerima kabar dari seorang teman. Tiga anak perempuan usia sekolah menengah pertama ketahuan hamil, oleh pacarnya. Ketiga bocah perempuan itu terpaksa berhenti sekolah. Miris.

Konsentrasi saya bukan pada kehamilannya saja, tetapi pada kemungkinan yang bisa saja terjadi pada perilaku seks yang demikian. Masing-masing dari mereka mungkin tidak menyadari, banyak hal yang bisa terjadi selain hamil dan putus sekolah. Mereka bisa saja tertular penyakit kelamin atau terinveksi HIV/AIDS.

Tiga bocah perempuan itu, dua diantaranya tinggal di lingkungan yang berdekatan. Tidak! mereka tidak tinggal di gang kumuh dan jorok. Tetapi mereka tinggal dan besar di lingkungan penuh rumah tembok, bersih, dan ada satu rumah ibadah besar didekatnya.

Perilaku seks beresiko bisa dilakukan siapa saja, kapan saja. Lingkungan dan orangtua kadang hanya bisa melihat setelah hal itu terjadi. Tanda-tanda awalnya tak terlihat. Hening, lalu BOOM!

Tanggung jawab siapa?

——

HIV AIDS DI INDONESIA

Penularan virus HIV di Indonesia itu tinggi. Data dari UNAIDS menunjukkan jumlah orang yang terinfeksi HIV di Indonesia meningkat hingga lebih 25 persennya dalam kurun waktu 2001-2011.

Data dari UNAIDS.
Data dari UNAIDS.

Masih berdasarkan UNAIDS Report on The Global Aids Epidemic 2012, tercatat ada 380 ribu orang yang terinfeksi di Indonesia. Angka itu menempatkan Indonesia di nomor tiga terbanyak di ASIA setelah China dan Thailand, dan nomor 13 terbanyak dunia.www.unaids.org en media unaids contentassets documents epidemiology 2012 gr2012 JC2434_WorldAIDSday_results_en.pdf

Dalam Laporan Kementerian Kesehatan Triwulan III Tahun 2012 di sini disebutkan, sejak pertama kali ditemukan (1987) sampai dengan September 2012, kasus HIV-AIDS tersebar di 341  (71%) dari 497 kabupaten/kota di seluruh (33) provinsi di Indonesia.

Pada 1987, kasus ini ditemukan pertama kali di Bali, dan kasus terakhir yang dilaporkan pada 2011 berasal dari Provinsi Sulawesi Barat. Kasus HIV terbanyak di Indonesia ada di DKI Jakarta, kemudian disusul Jawa Timur, Papua, Jawa Barat, dan Sumatera Utara.

——

TENTANG HIV / AIDS

Definisi

HIV (human immunodeficiency virus) merupakan retrovirus yang menjangkiti sel-sel sistem kekebalan tubuh manusia dan menghancurkan atau mengganggu fungsinya. Infeksi virus ini mengakibatkan terjadinya penurunan sistem kekebalan yang terus-menerus, yang akan mengakibatkan defisiensi kekebalan tubuh.

Sedangkan AIDS (acquired immunodeficiency syndrome)  menggambarkan berbagai gejala dan infeksi yang terkait dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh. Tingkat HIV dalam tubuh dan timbulnya berbagai infeksi tertentu merupakan indikator bahwa infeksi HIV telah berkembang menjadi AIDS.

Dengan gaya hidup sehat, jarak waktu antara infeksi HIV dan menjadi sakit karena AIDS dapat berkisar antara 10-15 tahun, kadang-kadang bahkan lebih lama. Terapi antiretroviral dapat memperlambat perkembangan AIDS dengan menurunkan jumlah virus (viral load) dalam tubuh yang terinfeksi.

Bagaimana penularannya?

HIV ditularkan melalui seks penetratif (anal atau vaginal) dan oral seks; transfusi darah; pemakaian jarum suntik terkontaminasi secara bergantian dalam lingkungan perawatan kesehatan, dan melalui suntikan narkoba; dan melalui ibu ke anak, selama masa kehamilan, persalinan, dan menyusui. Jelasnya tentang metode penularan HIV bisa dibaca pada laman web Komisi Penanggulan Aids di sini.

Pencegahan

setia

Catatan : Informasi ini saya kutip dari web Komisi Penanggulangan AIDS.

Penularan HIV secara seksual dapat dicegah dengan:

  • berpantang seks
  • setia pada pasangan
  • seks non-penetratif
  • penggunaan kondom pria atau kondom wanita secara konsisten dan benar

Kondom yang kualitasnya terjamin adalah satu-satunya produk yang saat ini tersedia untuk melindungi pemakai dari infeksi seksual karena HIV dan infeksi menular seksual (IMS) lainnya. Ketika digunakan secara tepat, kondom terbukti menjadi alat yang efektif untuk mencegah infeksi HIV di kalangan perempuan dan laki-laki.

Tapi, agar efektif, kondom musti digunakan dengan benar. Seperti apa cara yang benar itu, simak keterangan di bawah ini.

IMG00487-20130107-2151

  • Kondom berpelumas lebih sedikit kemungkinan untuk robek saat dikenakan atau digunakan. Pelumas berbasis minyak, seperti vaselin, hendaknya tidak digunakan karena dapat merusak kondom.
  • Hanya buka bungkusan berisi kondom saat akan digunakan, kalau tidak kondom akan mengering. Berhati-hatilah agar kondom tidak rusak atau sobek ketika anda membuka bungkusnya. Bila kondom ternyata sobek, buang kondom tersebut dan buka bungkusan yang baru.
  • Kondom dikemas tergulung dalam bentuk lingkaran gepeng. Pasanglah kondom yang tergulung itu di ujung penis. Peganglah ujung kondom di antara ibu jari dan jari telunjuk untuk menekan udara supaya keluar dari ujung kondom. Tindakan ini akan menyisakan ruang untuk tempat cairan semen setelah terjadinya ejakulasi. Tetap pegang ujung kondom dengan satu tangan. Dengan tangan yang satunya, gulunglah sepanjang penis yang berereksi ke arah rambut kemaluan. Jika pria pemakai tidak disunat, ia harus menarik kulup ke arah pangkal penis sebelum menggulung kondom.
  • Bila kondom tidak cukup berpelumas, pelumas berbasis air (seperti silikon, gliserin, atau K-Y jelly) dapat ditambahkan. Bahkan air ludah dapat berfungsi dengan baik sebagai pelumas. Pelumas yang terbuat dari minyak-minyak goreng atau lemak, minyak bayi atau minyak mineral, jeli berbasis bahan turunan minyak bumi seperti vaselin dan olesan lainnya – hendaknya jangan digunakan karena dapat merusak kondom.
  • Setelah berhubungan seks, kondom perlu segera dilepaskan secara benar.
  • Segera setelah si pria pemakai mengalami ejakulasi, ia harus menahan pada ujung dekat pangkal penis untuk memastikan agar kondom tidak terlepas.
  • Kemudian, si pria harus menarik keluar penisnya selagi masih dalam keadaan ereksi.
  • Ketika penis mengecil kembali, lepaskan kondom dan buanglah kondom pada tempat yang tepat. Jangan membuang kondom ke dalam toilet dan menyentornya dengan air.
  • Bila anda akan melakukan hubungan seks lagi, gunakan kondom baru, dan ulangi proses di atas dari awal.

Catatan : Pencegahan penularan HIV/AIDS pada pelaku narkoba suntik, dari ibu ke bayi, dan saat dalam perawatan kesehatan bisa dibaca di sini.

——

KONDOM DAN KELUARGA SAYA

gambar dari sini
gambar dari sini

Saya adalah pengguna kondom aktif. Saat ini, fungsi kondom di keluarga saya lebih sebagai alat kontrasepsi. Saya dan suami sama-sama nyaman menggunakan teknologi kondom ketimbang metode lainnya.

Kondom, selain untuk kontrasepsi, juga bisa berperan sebagai dinding penghambat agar tidak terjadi pertukaran cairan, seperti darah, air mani atau cairan vagina antar pasangan yang melakukan hubungan seks. Cairan-cairan tersebut bisa mengandung bakteri atau virus HIV.

Pertukaran cairan itu bisa terjadi tidak hanya pada orang dewasa, tetapi juga bisa terjadi pada anak-anak. Seperti cerita saya di atas tadi. Bahkan, di seluruh dunia, setengah dari semua infeksi HIV baru dialami remaja berusia 15-24 tahun

Kebayang kan betapa banyak remaja yang aktif secara seksual pada usia dini, sering/pernah berganti pasangan, dan tidak menggunakan kondom secara teratur. Selain seks bebas, masanya remaja itu masanya coba-coba, nah coba-coba narkoba juga bikin mereka rentan terkena infeksi HIV.

Mereka ga tau banyak tentang HIV/AIDS, apalagi pencegahannya. Lalu, bikin mereka tau ini tanggung jawab siapa? Tanggung jawab kita yang udah gede-gede ini kan, ya?

pengaman

Sejujurnya, saya juga bingung untuk mulai mengenalkan kondom ke remaja. Empat keponakan sudah saya anggap layak mendapatkan pengetahuan seputar kondom dan HIV/AIDS. Tapi, memulainya itu, lho.

Sampai saat ini saya masih mencari cara dan bahasa yang layak supaya keponakan saya tidak menangkap makna yang berbeda dari yang saya inginkan. Nanti, kalau sudah berhasil cerita-cerita ke mereka, pasti akan saya tulis disini.

——

PEKAN KONDOM NASIONAL 2012

foto dari sini
foto dari sini (Country Manajer DKT Indonesia, Todd Callahan ; Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi)

Sejak 2007 lalu, pekan kondom nasional diadakan di Indonesia. Kegiatan yang digagas DKT Indonesia dan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional ini diadakan supaya informasi tentang kondom dan manfaatnya tersebar luas.

Melihat pergerakan virus yang demikian cepat, sepertinya sudah saatnya kita semua berpikiran terbuka, Tidak lagi memandang kondom sebagai ajakan untuk jadi pelaku seks bebas, tapi juga melihat sisi positifnya. Pake kondom itu, selain murah juga mudah untuk mencegah penularan HIV dan infeksi menular seksual.

Oh iya, budaya Indonesia yang “malu-malu” juga bisa jadi salah satu penyebab bertambahnya infeksi HIV. Bahkan saya, yang sudah emak-emak ini masih saja dipandangi penuh selidik saat membayar kondom di kasir supermarket.

Pernah juga ada pengalaman saat saya hendak membeli kondom, tetapi barangnya tidak nampak di display apotik, dan tidak ada pilihan lain selain menyebutkan nama, merk, dan ukuran kemasan kondom yang hendak saya beli. Hasilnya, beberapa pengunjung lain yang ikut antri memelototi saya dari kaki sampai kepala. 😐

Pada Pekan Kondom Nasional 5 Desember 2012 lalu, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengatakan angka pengidap HIV/AIDS di Indonesia dari kalangan usia 20-29 tahun cukup tinggi. Hal itu dinilai memprihatinkan. Sebab, bisa disimpulkan penderita mulai terkena infeksi sejak lima tahun sebelumnya atau pada usia 15 tahun.

“Ini berarti dia terinfeksi saat remaja. Itulah pentingnya kita menyampaikan pemahaman kepada 65 juta generasi usia 15-24 tahun. Dari 65juta orang itu hanya 35 persennya yang memahami pentingnya kondom dalam berhubungan seks. Ini makanya angka HIV meningkat,” kata Nafsiah.

Todd Callahan, Country Director DKT Indonesia dalam kesempatan yang sama menyatakan, Pekan Kondom Nasional ini akan terus dihelat bersama KPAN, tujuannya mengingatkan masyarakat untuk saling berbagi pengetahuan dan kepedulian mengenai pencegahan penularan virus HIV dan infeksi menular seksual lainnya (IMS).

“Seperti kita ketahui bersama, penggunaan kondom merupakan salah satu cara pencegahan yang paling efektif. Untuk itu berbagai kegiatan kami lakukan dalam “Pekan Kondom Nasional 2012” guna dapat menyampaikan pesan tersebut,” ujar Todd.

——

TANGGUNG JAWAB SIAPA

Melambatkan pergerakan virus HIV tanggung jawab kita semua. Pelaku seks bebas mesti bertanggung jawab, tidak menularkan penyakitnya kepada orang lain, PAKAI KONDOM!  Tidak ada alasan absen pake kondom, toh sekarang ada kondom andalan dan kondom sutra, kondom berkualitas dengan harga terjangkau yang bisa dibeli dengan mudah di pasaran.

Lalu, pelaku narkoba suntik tidak boleh menggunakan jarum yang sama berulang kali, dan petugas kesehatan mengecek kembali peralatan/media yang digunakan sebelum melakukan tindakan.

Ethiopia saja bisa menurunkan infeksi baru hingga 90 persennya, kenapa kita tidak bisa?

Untuk kita yang rendah resiko tertularnya, boleh lho bagi-bagi informasi ke sekitar. Bisa lewat tulisan, gambar, atau ngobrol-ngobrol.

Saya, seperti yang sudah saya janjikan tadi, akan memulainya pada keluarga terdekat alias keponakan. 😀

/salam sehat.

Sumber

http://www.aidsindonesia.or.id/

http://www.dktinternational.org/country-programs/ethiopia/

http://www.dktinternational.org/wp-content/uploads/2012/01/Case-Study-Indonesia.pdf

http://www.unaids.org/en/media/unaids/contentassets/documents/epidemiology/2012/gr2012/20121120_UNAIDS_Global_Report_2012_en.pdf