Category Archives: Sehat

Gigiku Sensitif, Gak Ya?

Kemarin-kemarin, kalau saya ditanya “Rere, gigimu sensitif, tidak?”, saya akan tegas-tegas menjawab TIDAK. Lah, ya tidak mungkin saya punya gigi sensitif. Gigi saya ini bukan main kuatnya.

Saya sanggup menggigiti bongkah es batu sampai pecah kecil-kecil, menyeruput cuka pempek langsung dari piringnya, sanggup minum teh panas. Tidak ada reaksi apapun pada gigi saya. Menurut saya, gigi saya baik-baik saja.

Lalu, semua berubah.

Sore Minggu, 7 Oktober lalu, saya datang ke acara Sensodyne Blogger Meet Up yang diadakan oleh Sensodyne. Pematerinya dua dokter gigi muda, drg. Yudha Rismanto, SpPerio (drg Yudha) dan drg. Ariandes Veddytarro atau akrab disapa drg. Andes. dr Andes ini adalah GSK (GlaxoSmithKline) Dental Detailing Manager.

Ki-Ka : Ernest Prakasa, drg. Yudha Rismanto, SpPerio, drg. Ariandes Veddytarro

Jadi, dr Andes yang tampan dan muda itu bilang, mudah sekali mengetahui status gigi kita, sensitif atau tidak.

Caranya? Coba lakukan chill test, dengan minum air putih yang sangat dingin. Jangan langsung ditelan, tapi edarkan air hingga menyentuh semua permukaan gigi dan rongga mulut (bahasa inggrisnya sih dikumur) pelan-pelan. Jika ada rasa ngilu, dan rasa ngilu itu bertahan beberapa detik, maka kemungkinan besar gigi kita termasuk gigi sensitif.

Oh iya, rasa ngilu bisa juga terasa kalau gigi kita berlubang, namun biasanya pada kasus gigi berlubang, rasa ngilu yang dirasakan lebih lama, bahkan bisa terasa saat kita tidak minum minuman dingin.

gambar pinjam dari sini

Maka, dengan percaya diri 115 persen, saya mengikuti petunjuk kumur-kumur tadi, dan eeenggg… saya merasakan sedikit ngilu di sekitar gigi. Loh, loh, padahal gigi saya kelihatan baik-baik saja sebelumnya, kenapa bisa jadi gigi sensitif, ya? Lalu, gigi sensitif itu apa? *membingung.

drg. Yudha lalu menjelaskan, gigi memiliki struktur pelindung yang disebut email gigi. Email gigi merupakan lapisan terluar dari gigi. Email membantu mencegah timbulnya lubang pada gigi.  Kemudian ada dentin (lapisan tengah), dan pulpa (lapisan dalam gigi yang berisi syaraf dan pembuluh darah). Pada kondisi normal, lapisan email gigi akan melindungi lapisan dentin yang tepat berada di bawahnya.

Nah, gigi sensitif adalah gigi yang sebagian emailnya sudah pecah. Karena email giginya sudah pecah, otomatis tidak ada lagi proteksi pada gigi.

lapisan gigi – email, dentin, dan pulpa.

Ketika gigi berada dalam kondisi tanpa proteksi, segala bentuk rangsang yang sifatnya mengiritasi, bisa berbentuk minuman (panas/dingin/manis/asam), atau tekanan udara (naik pesawat/diving) akan menimbulkan rasa tidak nyaman pada gigi.

Rasa tidak nyaman ini, kata drg. Yudha lagi, jika dibiarkan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Mau gaul bareng teman gak enak, bicara jadi terganggu. Kalau email yang pecah tadi terus dibiarkan, pori-pori gigi bisa bolong, lama kelamaan syaraf gigi bisa terganggu.

Kalau sudah kena syaraf gigi, dijamin hidup kita tidak akan sama lagi. Sakitnya itu loh… Ada yang ngobrol keras-keras, marah; ada yang tutup pintu asal lempar, marah; televisi dibiarkan hidup tanpa ditonton, marah.
Intinya sih, sakitnya itu bikin kita naik darah. Si A, Si B, Si C, gak ada yang bener tingkahnya, bikin gigi makin kerasa sakit. :'(
Mending dihindari yah, jangan sampai kejadian sama kita-kita, deh..

Gigi sensitif (hipersensitivitas dentin) adalah sensasi yang dirasakan ketika saraf di dalam dentin gigi  terekspos  lingkungan,  bervariasi  mulai  dari  iritasi  hingga  rasa  ngilu  yang  intens  dan menusuk. Sensasi dapat dipicu oleh udara dingin, tekanan udara tinggi, pengeringan, gula, asam, atau tekanan pada gigi

—–

Lalu, kenapa sih bisa terjadi gigi sensitif? 

BANYAK LHO KEMUNGKINAN PENYEBABNYA :

1. Kebiasaan menyikat gigi yang salah.
Memang sih sikat giginya sudah benar dua kali sehari, tapi cara sikatnya belum benar, asal masuk keluar saja, kotoran tidak terbawa keluar malahan sembunyi lebih dalam di rongga gigi.
Menyikat gigi terlalu keras juga bisa merusak email. Jadi, sikatlah gigimu dengan benar, yah. 🙂

2. Minum panas-dingin, panas-dingin, panas-dingin, berulang kali, sering, terus-menerus.
Kebiasaan itu, kata drg. Yudha bisa bikin email gigi yang seperti kaca itu pecah.

3. Menggunakan pasta gigi dengan kandungan detergen berlebih.
Jadi ya, ternyata, pasta gigi dengan busa melimpah itu bukannya lantas baik. Memang, kalau sikat gigi dengan mulut penuh busa itu, terasa sekali sensasi bersih dan segarnya. Seperti sikat gigi sebenar-benarnya.
Padahal, penggunaan detergen yang berlebihan pada gigi, bisa mengiritasi email gigi. Lama-lama emailnya tipis, pecah, lalu terjadilah gigi sensitif.

4. Perubahan struktur gigi.
Perubahan struktur gigi, karena tindakan apapun, yang mengakibatkan bergesernya posisi gusi dan gigi bisa menyebabkan gigi sensitif. Bagian bawah gigi yang tertutup gusi tidak dilindungi oleh email gigi, jika ada perubahan, misal gusi turun ada bagian gigi yang semula ditutupi gusi menjadi terbuka. Bagian yang terbuka ini, sensitif terhadap rangsang karena tidak dilindungi oleh email.
Perubahan struktur gigi ini bisa juga terjadi pada orang yang menggunakan kawat gigi.

gambar pinjam dari sini

Penyebab paling umum adalah abrasi gigi (hilangnya lapisan gigi atau kerusakan gigi secara mekanis) akibat penggunaan sikat gigi yang terlalu keras atau penyikatan yang tidak benar.  Studi juga  membuktikan bahwa  konsumsi makanan atau minuman asam berlebihan  juga  dapat menyebabkan erosi pada gigi dan mengakibatkan gigi sensitif.

—–

BAGAIMANA MENCEGAHNYA, YA?

1. Sikat gigi dengan benar.
Rentang waktu sikat gigi yang baik adalah sekitar satu jam setelah makan. Gunakan sikat gigi dengan bulu yang halus dan usahakan tidak menyikat gigi terlalu keras.

CARA SIKAT GIGI YANG BENAR
gambar pinjam dari sini

2. Kurangi makan/minum yang bersifat asam.
Makan/minum asam boleh saja, tapi jangan berlebihan yah. Bukankah apapun yang berlebihan memang tidak baik. 🙂

3. Rajin periksa ke dokter gigi.
Kata drg. Yudha, membersihkan karang gigi secara teratur bisa melindungi kemungkinan gigi jadi sensitif.
Kok bisa? Jadi begini, kalau karang gigi dibiarkan menumpuk maka karang itu akan mendesak gusi turun ke bawah. Saat karang akhirnya dibersihkan, gigi yang semula dilindungi gusi itu jadi terbuka.
Paling baik memeriksakan gigi enam bulan sekali, yah.

4. Gunakan pasta gigi khusus gigi sensitif.
Pasta gigi khusus gigi sensitif ini bisa digunakan untuk pencegahan. Kalau yang giginya memang sudah sensitif, memang sebaiknya segera mengganti pasta gigi.

Kalau rambut pecah-pecah, biasanya kita menggunakan shampoo khusus yang dapat merawat rambut kering dan mengembalikan kelembabannya, kan? Nah, begitu pula harusnya gigi, mestinya ada ‘special treatment’ sesuai kondisinya masing-masing.
“Kalau pakai pasta gigi biasa, masalahnya akan terus berlanjut,” kata drg Yudha lagi.

Pencegahan tentu saja dengan menghindari gaya hidup yang memicu timbulnya gigi sensitif yaitu  menyikat  gigi  dengan  cara  yang  benar,  tidak  secara  terus  menerus  mengkonsumsi makanan dan minuman yang ‘ekstrim’ langsung bergantian (dingin-panas-asam) dan selalu merawat kondisi gigi dengan benar serta konsultasi check up rutin ke dokter gigi.

—–

TENTANG SENSODYNE

gambar dari sini

Lanjut, yaa..

Udah cukup jelas kan ya, apa itu gigi sensitif, apa penyebabnya, dan cara mencegah rasa ngilu akibat gigi sensitif datang kembali.

Terus gimana? Tinggal ganti pasta giginya ke pasta gigi khusus gigi sensitif, salah satunya adalah Sensodyne. Saat ini Sensodyne memiliki tujuh varian produk pasta gigi (Rapid relief, Fresh Mint, Gentle Whitening, Gum Care, Cool Gel, Original Flavor, dan Total care)

Tiap varian sensodyne punya kelebihan masing-masing. Bisa dipilih sesuai kebutuhan.

Misalnya kalau gusimu mudah berdarah, kamu bisa coba gunakan Sensodyne Gum Care.  

Kalau kamu sangat terganggu dengan ngilu dan ingin cepat menghilangkannya, bisa gunakan Sensodyne Rapid Relief dengan kandungan bahan aktif stronsium asetat yang dengan cepat membungkus saluran tubulus dentin dan mengurangi ngilu. Gak sempet ke kamar mandi untuk sikat gigi? Gampang, untuk kondisi darurat Sensodyne Rapid relief ini bisa juga dipakai tanpa sikat gigi, cukup oleskan pada bagian yang ngilu. Keren, yah. 🙂

Ada juga Sensodyne Total Care yang bisa memberikan perlindungan dan perawatan menyeluruh untuk gigi sensitif sekaligus membersihkan plak pada gigi serta memberikan perlindungan dari gigi berlubang.


Trus ada Sensodyne Fresh Mint untuk perlindungan dari rasa ngilu pada gigi sensitif sekaligus memberikan perawatan untuk mencegah gigi berlubang. Pasti yang ini rasanya seger-seger gitu deh, ya namanya juga mint.. hehe

Warna gigimu udah acakadut? Bisa coba Sensodyne Gentle Whitening yang memberikan perlindungan dari rasa ngilu pada gigi sensitif sekaligus mengembalikan warna putih alami pada gigi.


Mau sikat gigi pakai yang segar-segar, tapi tetap memberikan perlindungan untuk gigi sensitifmu? Boleh coba Sensodyne Cool Gel.

Atau kamu orangnya gak aneh-aneh, sukanya yang original, asli? Sensodyne punya Sensodyne Original, juga. 😀

—–

BARU : SENSODYNE REPAIR AND PROTECT

gambar pinjam dari sini

Pada 13-14 Oktober lalu, di Atrium Senayan City, Jakarta Selatan, diperkenalkan varian terbaru dari Sensodyne. Namanya, Sensodyne Repair and Protect.

GlaxoSmithKline (GSK) Dental Detailing Manager Oral Care, Rahma Landy menjelaskan, Sensodyne Repair and Protect ini dilengkapi dengan NovaMin Technology.

Sensodyne Repair and Protect ini memiliki formula unik dengan kalsium terkonsentrasi yang terbukti secara klinis membantu membentuk kembali lapisan mineral gigi yang alami. Sehingga, melindungi area gigi yang sensitif.

“Teknologi NovaMin akan mengeluarkan ion kalsium dan ion fosfat yang berperan dalam proses pembentukan kembali lapisan gigi secara alami ketika bercampur dengan saliva (air liur) pada saat proses penyikatan gigi. Akan ada sensasi hangat yang lembut saat menyikat gigi dengan Sensodyne Repair and Protect ini.”

——

Mau coba pakai Sensodyne untuk gigi sensitifmu? Jangan kaget kalau nanti ‘rasanya’ berbeda dengan pasta gigi pada umumnya, yah. Karena busanya sensodyne ini tidak banyak, mungkin penggunanya akan merasa aneh. Kandungan detergen pada Sensodyne, kata drg. Andes minimal dan tidak merusak gigi.

Sebelum pulang ke tempat tidur masing-masing, drg. Andes sempat berpesan sama kita semua :

Gigi itu seperti mutiara, tapi tolong perlakukan seperti berlian. Kalau sudah hilang, baru nanti menyesal

Perawatan gigi sensitif, kata dr. Andes lagi, bisa dilakukan semudah mengganti pasta gigi menjadi pasta gigi khusus gigi sensitif.

Okedeh, Pak Dokter Yudha, dan Pak Dokter Andes, terimakasih sudah mengingatkan kami yah. *langsung telepon rumah sakit, bikin janji periksa gigi. 🙂

Fakta GIGI

1.  Gigi merupakan jaringan terkeras di tubuh manusia, bahkan lebih keras dibanding tulang.

2. Lapisan gigi dapat mengalami kerusakan, prosesnya tidak terjadi sesaat tapi bisa berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

3. Kerusakan lapisan gigi bisa disebabkan oleh bakteri / faktor kebiasaan buruk maupun pola konsumsi.

4. Ngilu pada gigi merupakan tanda terjadinya kerusakan pada gigi Anda.

—–

Fakta tentang gigi sensitif :

1. 45% orang di Indonesia merasakan ngilu karena gigi sensitif saat mengonsumsi makanan/minuman dingin, panas, manis, ataupun asam (Ipsos Indonesia, 2011)

2. 52% orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki gigi sensitif tanpa memeriksakannya ke dokter gigi (Ipsos Indonesia, 2011)

3. Orang pedesaan atau orang yang terbiasa minum air dalam suhu wajar, kemungkinan giginya menjadi sensitif mungkin akan lebih kecil. Tetapi, orang yang tinggal di perkotaan biasanya lebih punya kepedulian tentang perawatan gigi (drg. Yudha).

4. Tidak perlu konsultasi ke dokter gigi terlebih dulu untuk mengetahui kondisi gigi sensitif atau tidak.

5. Pasta gigi sensitif dapat digunakan bagi yang tidak bergigi sensitif sebagai langkah preventif

—–

Mitos tentang gigi sensitif :

1.   Gigi sensitif bukan kondisi yang permanen dan bisa diobati

2.   Gigi sensitif bukan diakibatkan cara sikat gigi yang salah

3.   Untuk mengetahui pasti menderita gigi sensitif, harus melalui pemeriksaan oleh dokter gigi

4.   Pasta gigi reguler juga memiliki kandungan yang bisa merawat gigi sensitif

—–

Saat ini, Sensodyne memiliki program yang dinamakan Sensodyne Expert Corner. Program ini merupakan sosialisasi terkait gigi sensitif. Tujuannya agar masyarakat bisa mengenal lebih dalam tentang gigi sensitif.

Sekilas tentang Sensodyne Expert Corner

*)   SENSODYNE Expert Corner dilakukan untuk mengedukasi masyarakat untuk mengenali, memahami, dan merawat gigi sensitif, sekaligus menghadirkan solusi perawatan yang sesuai dengan tiap kebutuhan berbeda penderita gigi sensitif

*)  Melalui  program  Sensodyne  Expert  Corner,  Sensodyne  menyediakan  informasi  seputar  gigi sensitif mulai dari penyebab, dampak, mitos fakta, serta solusi perawatan. Informasi tersebut disampaikan melalui pojok edukasi Sensodyne di beberapa titik di kota-kota besar seluruh Indonesia (Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, dan Surabaya).

*)   Sensodyne juga aktif mengedukasi melalui berbagai jalur komunikasi media baik cetak, televisi, radio, kolom tanya jawab digital.

*)  Kerjasama  untuk  aktif  melakukan  edukasi  gigi  sensitif  di  lingkungan  akademik  serta  ahli kesehatan gigi telah dilakukan bekerjasama dengan empat Fakultas Kedokteran Gigi di empat Universitas di Indonesia yaitu: Fakulats Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Trisakti, dan Universitas Hang Tuah.

FOTO BARENG GIGI RAKSASA

/salam sensitif 🙂

sumber :

www.sensodyne.co.id
Materi Sensodyne Blogger Meet Up
Booklet Sensodyne Expert Corner