Cinta Memang Begitu


Cinta itu luar biasa.
Ia mengungkapkan hal-hal yang tidak pernah kuketahui sebelumnya.
Seperti, bagaimana ia membuat napas tercekat tiba-tiba,
hingga dibutuhkan oksigen tambahan untuk membuatku tetap sadar.

Pada hari cerah, cinta merupa gelembung sabun yang ditiup oleh anak-anak yang bergerombol pulang sekolah.
Ramai, membuat sesiapa yang melihat jatuh gembira.

Kali lain, ketika hari gelap, cinta kelihatan seperti anak perempuan yang berdiri tegak sebaris dengan datangnya hujan. Sungguh ia ingin meluapkan tangis. Tapi, hatinya terlalu kebas. Air mata sudah jadi batu.

Saat hari-hari biasa, cinta mirip gadis yang hendak datang bulan. Kadang riang, kadang marah tak ada ujung pangkal. Sesekali cemburu, sesekali ragu. Sering berharap, sering semangat.

Bagaimanapun, biasakanlah dirimu, cinta memang begitu.
Penting sekali untukmu tahu,
pada akhirnya,
hanya pedih yang memenangkan permainan.

/ode rindu, nomor 3001

30 thoughts on “Cinta Memang Begitu”

  1. Bacaan puitis siang ini yang menemaniku minum kopi dan tak terasa pisang goreng keju buatan suami sudah tandas tak bersisa, makasih mba Rere..

  2. suka kalimat terakhirnya : hanya pedih yang memenangkan permainan

    tapi tenanglah, akan datang waktu-Nya yang takkan pernah terlambat

    btw, itu fotonya di Museum Angkut – Batu, kah?

  3. suka kalimat terakhirnya : hanya pedih yang memenangkan permainan

    tapi tenanglah, akan datang waktu-Nya yang takkan pernah terlambat πŸ™‚

    btw, itu fotonya di Museum Angkut – Batu, kah?

  4. Kak Re, cinta memang paket lengkap yang menyajikan asam, manis dan pahit. Seperti pelangi yang harmoni dalam segala macam warna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *