Fajar – Rian, dan Niat Baik yang Dikabulkan

Perhelatan Asian Games 2018 kemarin menyisakan banyak sekali cerita, kenangan menyenangkan, dan rasa gemas yang tak ada ujungnya. Gemas yang paling saya ingat ada di pertandingan bulu tangkis, saat Jonathan Christie (Jojo) plus dua sesi persembahan lepas kausnya, juga saat pertandingan ganda putra, all Indonesian, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto melawan Kevin Sanjaya Sukamulja/Marcus Fernaldi Gideon di partai final.

Fajri (Fajar-Rian) dalam laga final Asian Games. Foto dari TopSkor.

Soal Jojo dan kausnya yang fenomenal itu bolehlah kita tinggalkan saja di belakang. Saya enggan bersaing dengan sekian puluh juta penggemarnya di seantero negeri. Pemuda harapan bangsa itu sudah sukses jadi Indonesian Sweetheart, menggantikan Taufik Hidayat yang sudah lama pensiun.

Mari fokus ke Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto yang berbaik hati menyuguhkan pertunjukan yang seru dan menegangkan di pertandingan akhirnya pada Asian Games 2018 kemarin. Bertanding dengan rekan senegara, saya pikir duo ganda putra Indonesia ini akan lebih selow, santai, ga kesusu. Toh kalah-menang sudah dipastikan bawa medali. Dan, semua medalinya untuk Indonesia!

Tapi, prediksi saya meleset. Fajar/Rian menang di set pertama dengan 21-13, kalah tipis 18-21 di set kedua, dan setelah melawan sekuat-kuatnya di set ketiga akhirnya harus kalah setelah reli panjang dan tiga kali match point dengan angka 22-24.

Menonton pertandingannya di rumah saja, jantung saya sudah berdebum demikian cepat. Bagaimana lagi suporter yang hadir langsung di Istora ya, mungkin jantungnya bisa meledak sewaktu-waktu saking deg-degannya. 😀

Sekali lagi, pertandingannya luar biasa seru! Saya menjagokan Fajar – Rian untuk jadi pemenang. Saya bukan die hard fan bulu tangkis yang mengikuti semua jejak pertandingan pemainnya. Tapi hati kecil saya entah mengapa lebih memilih Fajar/Rian yang menduduki peringkat 9 BWF (The Badminton World Federation) ketimbang The Minions Kevin/Gideon yang menduduki peringkat pertama. 🙂

Jagoan saya kalah, saya tahu. Yang tidak saya ketahui, ternyata Fajar/Rian punya nazar untuk memberangkatkan haji orang tua jika memenangkan partai final. Nazar ini rupanya sudah dipublikasikan beberapa media dan sampai di telinga empunya PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Irwan Hidayat.

Maka, usai Asian Games, Fajar/Rian segera dihubungi oleh Sido Muncul untuk dijadikan wajah Kuku Bima Energi berikutnya dalam iklan terbaru mereka. Iklan ini nantinya menunjukkan pesan soal konsentrasi, kecekatan, kerja sama, dan strategi saat bertanding hingga pada akhirnya mencapai kemenangan.

Saya sempat penasaran, mengapa, dari banyak atlet peraih medali di Asian Games, Sido Muncul memilih Fajar/Rian. Lalu Pak Irwan menjawab pertanyaan saya dengan, “Energi keduanya saat bertanding luar biasa, bisa jadi inspirasi untuk anak muda lainnya agar terus semangat meraih impian. Mengapa tidak memilih peraih medali emas? Karena bukankah menyenangkan menjadi penyeimbang.”

Lalu, di sesi tidak resmi, Pak Irwan bilang, selain prestasinya yang membanggakan itu, nazar Fajar/Rian untuk orang tuanya yang lebih dulu mengetuk niatnya. “Setelah ini, Sido Muncul akan memberikan hadiah yaitu memberangkatkan haji orang tua Fajar dan orang tua Rian.”

Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat.

Manis sekali ya inisiatif Sido Muncul ini. Tidak sekadar menjadikan Fajar/Rian bintang iklan tapi juga menjawab janji yang mereka sampaikan untuk orang tua masing-masing. Biar tidak memperoleh medali emas, nazarnya tetap sampai, terwujud, dikabulkan. 😀

Di ruangan istirahat, kemarin saya sempat ngobrol-ngobrol sedikit dengan Fajar. Pemuda 23 tahun kelahiran Bandung ini bilang masih akan terus mengejar cita-cita di pertandingan-pertandingan tepok bulu berikutnya.

Fajar cerita kalau dia sudah main badminton sejak kecil, terinspirasi oleh kakaknya. Selain kakaknya, ibu dan bapaknya juga senang main tangkis tepok bulu. Sang Kakak, setelah bolak-balik bertanding kemudian memutuskan gantung raket selepas SMA. Berkebalikan dengan Rian yang lepas SMA malah memutuskan jadi pemain pro. Cita-cita tertingginya adalah medali emas untuk Indonesia dari olimpiade.

Untuk penggemar Fajar/Rian, ini ada bonus foto waktu mereka sedang siap-siap syuting. Kapan lagi bisa liat Rian dipakein makeup kan? Semoga bahagia! 😀

Semoga terus sukses dan naik peringkat ya, Fajar dan Rian! Makin jago mainnya dan makin banyak medali yang bisa dibawa pulang buat Indonesia. 🙂

Fajar Alfian, Muhammad Rian Ardianto

/salam olahraga!

29 thoughts on “Fajar – Rian, dan Niat Baik yang Dikabulkan”

    1. Iya. Semoga makin berkibar bersinar trus jadi banyak yang terinspirasi. Ga harus jadi atlet sih, tapi semangatnya pantas banget ditiru.

  1. Di fin, aku ngejagoin Fajar Rian menang medali emas. Tp harus diakui lawannya emg berat sih, senior dan pasangan ganda putra ranking 1 dunia pula. Tapi Alhamdulillah baca tulisan ini bikin aku bahagiaak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *