Pesta Penganan Lokal di Festival Jajanan Bango

Embun sudah lewat tujuh tahun, tapi pengalaman kulinernya masih sedikit sekali. Bukannya ga pernah diajak jalan-jalan buat kulineran, lho. Malahan dia selalu saja ajak ke luar rumah kalau situasi dan kondisinya memungkinkan.

Tapi..

Kalau diajak nginep di dalam dan di luar kota, yang dimakan lagi-lagi sereal disiram susu, ayam goreng pake nasi gulung nori, sesekali kalau pingin nyemil eh mintanya kentang goreng, pizza, atau buah. Pilihannya lebih sering yang gurih-gurih ala fastfood. 🙁

Kalau dipaksa makan apa adanya, anaknya ya mau-mau aja, tapi pake cemberut, mungkin dalam hati dia menjerit. Kesian juga.

Meskipun reaksinya begitu, saya pantang menyerah. Kalau ada penganan tradisional pasti saya tawarin ke dia. Trus saya makannya sengaja dimerem-melekin, biar dia jadi tertarik nyobain makanan emaknya.

Cara lain untuk menggugah selera makannya Embun adalah ajak dia ke foodcourt dengan beragam pilihan makanan (walaupun lagi-lagi dia pilih ayam goreng) atau ajak main ke festival kuliner! Kebetulan banget, akhir pekan kemarin ada Festival Jajanan Bango. Tahun ini festivalnya diadakan dua kali, di Jakarta (14-15 April 2018) dan Makassar (5-6 Mei 2018).

kedelai Mallika

Festival Jajanan Bango yang di Jakarta diadakan di Park and Ride Thamrin 10. Lokasinya strategis sekali, di tengah kota. Tapi, tetap saja, buat saya yang orang Tangerang Selatan, ke Jakarta itu jadinya semacam perjuangan. *iket kepala

Peluh setelah menempuh perjalanan syukurnya terbayar pas sampai di lokasi. Aduh, liat tenant jual makanan segitu banyak, ngumpul jadi satu, pikiran saya langsung. “udah ga usah pulang cepet-cepet, makan siang sampe malem di sini aja.”

Hahaha…

Festivalnya rame. Liat kanan eh ada orang lagi ngunyah. Liat kiri ada orang lagi bawa mangkok isi soto. Liat depan ada orang cuci tangan abis makan. Liat belakang ada yang lagi nenggak air putih kepedesan. Meriah!

cuci tangan supaya bebas kuman

Dimana-mana orang sibuk pepotoan. Ada yang sibuk motret makanan, ada yang potret ala-ala, ada yang sibuk selfie. Sungguh keramaian yang bikin ikut bahagia. Kami, tentu saja ga ketinggalan. 😀

Totalnya, di Festival Jajanan Bango kemarin ada 82 tenant yang ikut serta. Sayangnya karena keterbatasan ruang di perut dan kurangnya keleluasaan menggunakan isi dompet, saya cuma icip makanan dari sepuluh tenant saja.

Soal Embun dan pengalaman kuliner yang saya rencanakan? Uhm, memang secara icip-icip makan ga sukses besar. Selama di FJB, Embun cuma icip Otak-otak Si Dia, Cilok Madrasah, dan Bakso Boedjangan. Pilihannya semua yang gurih-gurih dan ga terlalu banyak rempah.

otak-otak

Sementara itu, emaknya makan: Bacang Nyonya Lena, Bakso Boedjangan, Cilok Madrasah, Es Campur Pak Oyen, Ketan Susu Mbok Ne-an-cuk, Klapertart Online, Kong Djie Coffee, Otak-otak Si Dia, Sate Kikil Pasar Baru, Rujak Cinggur Sedati, dan Mie Aceh Seulawah.

Ya ampun, pas dijejerin gitu baru sadar kalo kemarin nyemilnya banyak banget! Hehehe. Pantes pulang-pulang perutnya melendung. 😀

Biasanya, orang ke festival kuliner sekali aja. Saya dan Embun datangnya dua kali dong. Dua kali di dua hari yang berbeda. Ceritanya Embun jatuh hati dengan aktivitas pendamping di FJB, di sana kemarin ada aktivitas mewarnai dengan crayon dan mengecat sutil kayu dengan cat akrilik.

Sepulangnya dari FJB di hari pertama, dia bilang ke saya kalau belum puas dan mau mengecat lagi. Jadilah saya dan dia ke Festival Jajanan Bango di Jakarta lagi. Saya demi makan enak, dan dia demi mengecat sutil. 😀

Ini catatan saya dari Festival Jajanan Bango 2018 di Jakarta kemarin:

  • Tenantnya banyak! Penganannya cukup lengkap, banyak pilihan buat cemal-cemil sampai kenyang.
  • Saya suka sekali ada air putih gratis di mana-mana. Ga perlu jajan minum, kecuali kalau kepingin jajan yang seger-seger dan manis.
  • Festivalnya keren! Ga cuma nyediain pilih makanan tapi ada juga booth mewarnai/mengecat yang bisa bikin senang anak-anak.
  • Bangku untuk duduk-duduk cukup banyak. Pas hari pertama ke sana, bangku hanya ada di area tengah, tapi di hari kedua bangku dan mejanya ditambah di area pinggir juga.
  • Tersedia keran dengan air mengalir untuk cuci tangan. Ada sabunnya juga, lho.
  • Toilet portable diletakkan di beberapa titik. Bolak-balik ke toilet, ga pernah nemu toilet yang kotor dan bau, petugasnya sigap.
  • Selalu ada petugas yang keliling buat angkut sampah dari meja.
minuman gratis sepanjang festival

Saya kira, festival ini akan lebih menyenangkan lagi kalau diselenggarakan di area yang lebih adem/disediakan tenda khusus untuk pengunjung makan supaya lebih nyaman. Kemarin cuacanya memang panas sekali, saya sampai malas pergi-pergi ke luar tenda.

Apakah akan datang ke Festival Jajanan Bango 2019?
Oh iya tentu saja. Saking semangatnya, dari sekarang saya udah kebayang mau jajan apa aja di sana.

Sukses buat acaranya FJB 2018 di Makassar ya, Kecap Bango!
Ciaooo.

Trivia Festival Jajanan Bango 2018

  • Di Festival Jajanan Bango 2018 ada Kampung Soto. Kampung Soto yang diramaikan oleh belasan tenant ini spesial karena SOTO, bersama sate, rendang, nasi goreng, dan gado-gado, oleh Kementerian Pariwisata telah ditetapkan sebagai makanan nasional Indonesia.
  • Festival Jajanan Bango 2018 penyelenggaraannya  didukung oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar).
  • Tahun 2018 menjadi yang pertama kali untuk Festival Jajanan Bango diselenggarakan di dua kota.
  • Festival Jajanan Bango tahun ini dihelat bertepatan dengan ulang tahun Kecap Bango yang ke-90.
  • Pada Festival Jajanan Kuliner 2018 kali ini dihadirkan galeri unik bertema Warisan Kuliner Nusantara. Di galeri ini pengunjung mengenal dan mencicipi langsung kedelai Mallika, bahan utama pembuatan Kecap Bango.

/salam kenyang

4 thoughts on “Pesta Penganan Lokal di Festival Jajanan Bango”

    1. Kemarin ga antri banget. Petugasnya cukup banyak dan sigap. Dari 80-an tenant kemarin paling sekitar 5-10 tenant aja yang antriannya panjang, sisanya ga pake antri. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *