Garuda Wisnu Kencana, Paket Lengkap Taman Budaya

Akhir pekan kemarin adalah pertama kalinya saya berkunjung ke Garuda Wisnu Kencana Cultural Park. Sudah beberapa kali ke Bali, kunjungan ke tempat ini selalu saya lewatkan. Alasannya karena toh patung Garuda Wisnu Kencana-nya belum selesai. Jadi, sebaiknya kunjungan ditunda menunggu patung setinggi 121 meter ini berdiri tegak.

Taman Lotus Garuda Wisnu Kencana

Patung Garuda Wisnu Kencana, yang sampai sekarang masih dalam proses pembangunan, adalah simbol Dewa Wisnu yang mengendarai Garuda yang agung sebagai pendampingnya yang terpercaya. Patung ini dirancang untuk menjadi salah satu patung monumental terbesar dan tertinggi di dunia. Total tinggi patung adalah 120m, terdiri dari 24 segmen dan dibentuk dengan 754 modul terbuat dari tembaga dan kuningan dilapisi asam patina.

potongan patung Garuda Wisnu Kencana

Patung Garuda Wisnu Kencana diproyeksikan untuk mengikat tata ruang dengan jarak pandang sampai dengan 20 km sehingga dapat terlihat dari Kuta, Sanur, Nusa Dua hingga Tanah Lot. Kebayang ga besar dan tingginya? Nantinya patung akan lebih tinggi daripada Patung Liberty, lho!

Iya, fokus saya sebelumnya kalau ngomongin GWK memang cuma patung Wisnu. Karena patungnya belum selesai, saya ga cari info yang lain soal destinasi pariwisata yang satu ini.

Ternyata oh ternyata, setelah datang ke sana, GWK ini bukan soal patung saja. Taman budaya seluas +/- 60ha yang terletak di Ungasan, Kabupaten Badung ini menawarkan paket lengkap. Ada banyak pertunjukan tarian sebagai warisan budaya, ada mata air yang disakralkan, toko oleh-oleh, dan restoran yang menghidangkan menu khas. Semua pertunjukan dan spot bisa dikunjungi dengan membayar tiket 1 kali saja sebelum masuk gerbang.

Kemarin saya dan teman-teman sempat menikmati pertunjukan Garuda Wisnu Ballet. Ruangan amphitheater cukup besar dan bisa menampung sekitar 800 orang pengunjung. Bangku-bangku disusun berundak, semakin ke atas semakin tinggi.

Panggung utama terletak sejajar dengan bangku terendah. Ruangan didisain semi terbuka. Positifnya, ruangan tetap akan terasa nyaman untuk pengunjung meski tanpa penyejuk ruangan. Tetapi jika hujan turun, seperti yang kami alami kemarin ketika ke sana, tempias akan mengenai sebagian bangku teater yang ada di bagian pinggir kanan dan kiri.

Oh iya, ada hal yang menyenangkan untuk turis domestik dan mancanegara yang berkunjung ke GWK. Setiap kali pertunjukan selesai, pemandu acara akan mempersilakan pengunjung menaiki panggung dan berfoto bersama penari. 🙂

Ruangan amphitheater ini ada di bagian depan GWK. Letaknya strategis, tulisannya besar, mudah terlihat, jadi kecil kemungkinan akan terlewat. Satu area dengan amphitheater adalah coffee shop, foodcourt, dan warung makan.

Di bagian terluar setelah gate pertama ini, tidak ada aturan khusus berpakaian untuk pengunjung. Namun, setelah memasuki gate menuju Garuda Wisnu Kencana, pengunjung yang mengenakan rok/celana di atas lutut diminta mengenakan kain penutup sebagai penghormatan.

 

masuk gate kedua
Plaza Kura-kura. Pemandangan setelah gate kedua
kain penutup

Kalau sudah di dalam, ikuti terus tangga menuju ke puncak bukit. Di atas, kita akan bertemu dengan potongan tubuh Wisnu yang menunggu untuk disatukan. Di area patung ini ada teras untuk duduk-duduk, boleh banget kalau mau istirahat di sana.

Persis di sebelah kiri patung, ada Parahyangan Somaka Giri yang dipercaya sebagai tempat suci. Parahyangan Somaka Giri adalah mata air yang diyakini dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Mata air juga menjadi perantara permohonan doa akan hujan pada masa panceklik. Berada di puncak bukit, mata air ini konon tidak pernah mati.

Jalanlah terus melewati patung Wisnu. Di bagian belakangnya kita akan menemukan tangga menuju Garuda Plaza dan Taman Lotus. Garuda Plaza adalah tempat diistirahatkan sementara wajah Burung Garuda yang juga akan jadi bagian dari Garuda Wisnu Kencana.

area terbuka di plaza garuda

Persis di depan Plaza Garuda adalah Taman Lotus. Taman ini bisa disewa untuk acara besar dengan kapasitas ribuan pengunjung misalnya pameran, pertunjukan musik, atau bahkan pernikahan. Kalau cek di websitenya GWK, sudah beberapa event yang diselenggarakan di Taman Lotus.

Tertarik main ke GWK? Taman budaya yang satu ini terletak di tanjung Nusa Dua, Kabupaten Badung. Letaknya kira-kira 40 kilometer di sebelah selatan Denpasar, ibukota provinsi Bali. Berikut beberapa tip dari saya untuk teman-teman yang berencana mengunjungi GWK:

  1. Pakai baju yang nyaman karena ada beberapa kali adegan naik turun tangga.
  2. Pakai sepatu/sandal yang nyaman.
  3. Bawa payung.
  4. Pakai sunblock! Di musim penghujan saja mataharinya terik, apalagi pas musim panas.
  5. Bawa botol minum/minuman botol.
  6. Siapkan waktu ekstra untuk menikmati pertunjukan di amphitheater.

Catatan: Biaya masuk GWK: Rp 70 ribu (dewasa), Rp 60 ribu (anak-anak), dan Rp 100 ribu (turis mancanegara).

Video by: Nicko Silfido 

/salam garuda

Foto oleh @nickosilfido@ratrichibi, @atemalem.
Perjalanan bersama Nicko, Ratri, Winny, dan Leoni ini adalah undangan dari Kementerian Pariwisata untuk program Pesona Indonesia.

33 thoughts on “Garuda Wisnu Kencana, Paket Lengkap Taman Budaya”

  1. Waaaa kak rere abis daei baliiii.
    Aku pernah ke bali taun 2012 dan ke GWK. Ngeliat pemandangan pantai Kuta dari atas, ngeri2 sedap euyyy. Yess bener bgt luangkan waktu buat liat tarian di ruang amphitheatre. Aku juga sempet foto sama penarinya. Biasalah sempilin duit ke mereka. Ahh jd pengen ke baliiiiii lagi

    1. Kurang paham juga sejak kapan ada pertunjukannya.
      Tapi kalau ke sana sekarang, banyaklah yang bisa dilihat selain patung Wisnu.

  2. Ke Bali bersama keluarga 2011. Sampai depan gerbangnya pas tutup. Hahaha padahal udah mupeng nih sebagai acara terakhir sebelum balik ke Jakarta. Seru ya dalamnya. Thx infonya jadi tahu juga ada paket2nya

    1. Semoga ada kesempatan balik lagi bareng keluarga ya, Kak.
      Suasananya enak sih kalau dalam rombongan besar gitu, tempatnya luas jadi ga desek-desekan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *