Gelisah

Sayang, beberapa malam ini tidurku tak nyenyak.
Ada resah yang mengganggu, sekelebat bayang masa depan tiba-tiba melintas di pikiranku.
Gelap dan menyeramkan
Sayang, aku takut.

Saat pertama aku mengakui cintaku padamu dulu, aku tidak berpikir jauh.
Aku pikir, sepanjang hidup kita nanti hanya akan ada senang dan cinta yang tak habis-habis.
Tapi baru lima tahun berjalan, awan gelap sudah muncul menghadang.
Aku takut, sayang.

Dulu, misteri tentang kamu bikin hidup aku penuh energi. Penasaran merajai otakku.
Semakin gelap kamu, semakin aku semangat.
Semakin kamu menolak, semakin aku memeluk lekat.
Saat ini tidak demikian.

Gelapnya hidup, gelapnya kamu, gelapnya kita, bikin aku gelisah.
Aku bingung, hendak berpegang pada apa, pada siapa.
Wajahmu kadang terang, kadang terlihat hanya serupa bayang.
Aku ketakutan, sayang.

Cinta ini, aku yang punya.
Cinta ini, aku yang memulakan.
Aku ketakutan, tapi sungguh aku tak ingin ini berakhir sekarang.

Sayang, tolong pegang tanganku, yakinkan aku.
Kita masih akan bersama sekarang, besok, dan bertahun ke depan.

Aku takut menyongsong masa depan denganmu.
Tapi, aku lebih takut sendirian.

——

#30HariMenulisSuratCinta
#Day24

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *