Hal-Hal Penting yang Harus Disiapkan Sebelum Rawat Inap di Rumah Sakit

Banyak hal yang tidak kita harapkan hadir di dunia ini, salah satunya sakit. Tapi mau bagaimanapun menolak, ada saatnya tubuh berontak, minta perhatian penuh. Ketika itu terjadi, hal-hal yang menguras pikiran seperti pekerjaan, cinta tak sampai, atau omongan tetangga, jadi nomor dua. Nomor satunya istirahat, agar lekas sehat.

Kalau sakit, ga bisa urus bayi juga.

Pernah sakit? Oh tentu….
Pernah bermalam jagain orang sakit? Pernah…

Orang sehat mana yang ingin sakit? Selain Bapak Anu yang pura-pura tabrakan dengan tiang listrik dan sewa satu lantai rumah sakit untuk kebutuhan pribadi, sepertinya tidak ada. Sakit itu melelahkan, dan akan semakin melelahkan kalau ga bisa bayar. 🙁

Setelah sekian belas tahun berusaha menghidupi diri sendiri, berikut beberapa hal yang menurut saya penting dipersiapkan sebelum vonis rawat inap di rumah sakit datang.

SIAPKAN BARANG-BARANG PENTING

Kebanyakan rumah sakit sudah menyediakan pakaian khusus untuk pasien rawat inap. Pakaian ini modelnya gampang dibuka untuk memudahkan tindakan (jika diperlukan). Meski demikian tidak ada salahnya berjaga-jaga dan membawa keperluan pribadi dari rumah. Beberapa barang yang dianjurkan untuk dibawa ketika rawat inap yaitu:

  • Perlengkapan pribadi seperti pakaian ganti dan peralatan mandi di antaranya sikat gigi, handuk (besar dan kecil), dan sabun (wajah dan badan).
  • Kartu-kartu penting seperti kartu peserta rumah sakit, kartu asuransi, kartu identitas (KTP).
  • Dokumen pendukung seperti rekam medis, hasil rontgen, tes kesehatan, juga rujukan dari pusat pelayanan kesehatan sebelumnya.

HUBUNGI PERUSAHAAN ASURANSI/PERSONALIA

Langkah berikutnya adalah, menghubungi perusahaan asuransi. Jika polis asuransi ditanggung oleh kantor, maka cukup menghubungi bagian personalia di kantor. Informasikan kebutuhan untuk rawat inap dan nama rumah sakit. Seterusnya staf asuransi/personalia akan berhubungan langsung dengan rumah sakit terkait pengurusan biaya/klaim.

Pastikan asuransi yang dimiliki memiliki manfaat sesuai dengan kebutuhan. Tidak semua asuransi memberikan manfaat penuh, beberapa hanya menutup sekian persen biaya saja. Dengarkan baik-baik instruksi di bagian asuransi rawat inap ya.

HUBUNGI ATASAN/KLIEN

Jika status saat ini adalah pekerja, maka menghubungi atasan adalah hal yang mutlak dilakukan. Hal ini terkait ke pekerjaan yang masih berjalan dan distribusi yang harus dilakukan. Jika status saat ini adalah karyawan lepas, tentu saja menghubungi klien jadi wajib.

Saat sakit dan harus rawat inap, tenggang waktu bisa jadi molor. Sampaikan informasi sebenar-benarnya pada klien dan biarkan mereka memberi pendapat. Entah pekerjaan dialihkan ke orang lain atau pekerjaan ditambahkan tenggang waktunya. Menyelesaikan pekerjaan tentu penting, tetapi jika proses itu menghambat pemulihan, artinya ada yang harus dikorbankan.

SIAPKAN UANG TUNAI

Beberapa kali mengurus keluarga saat di rumah sakit membuat saya paham kalau asuransi saja tidak cukup. Banyak sekali pengeluaran yang timbul ketika rawat inap di rumah sakit. Misalnya, membeli perlengkapan pribadi seperti tissue basah dan membeli obat/alat kesehatan yang tidak ditanggung asuransi.

Pada 2011 lalu, saya menemani suami yang kecelakaan dan patah kaki. Seluruh biaya tindakan medis ketika rawat inap, termasuk untuk operasi pemasangan pen, ditanggung oleh perusahaan asuransi + kantor. Saya tentu saja merasa tenang karena bisa fokus merawat dan menemani di rumah sakit.

Setelah beberapa hari saya baru sadar kalau isi dompet kosong. Tidak ada pengeluaran di rumah sakit, tapi uang saya habis. Setelah berpikir saya baru ingat kalau semua uang itu terpakai untuk membayar ongkos transportasi dan biaya makan. Iya! Pengeluaran di rumah sakit itu bukan hanya untuk si sakit yang sedang rawat inap, tapi juga untuk yang menemani di rumah sakit.

Balik ke lagi persoalan pengeluaran yang timbul ketika rawat inap di rumah sakit. Tambahan biaya diperlukan juga ketika ruang rawat inap yang diinginkan penuh. Mau tidak mau, pasien harus naik ke kelas yang lebih mahal. Untuk ini, biaya umumnya dibayar sendiri! Selamat tinggal, uang tabungan…

Tentu ada cara untuk mengatasi hal-hal begini, salah satunya dengan mendaftar layanan asuransi tambahan. Cukup banyak pilihan asuransi terbaik di Indonesia yang punya produk asuransi tambahan, salah satunya Mega Hospital Investa dari PFI Mega Life. Karena sifatnya sebagai asuransi tambahan, PFI Mega Life tidak membayar langsung semua biaya di rumah sakit, tetapi memberikan santunan sejumlah tertentu sesuai dengan polis asuransi yang dibayarkan.

Di bawah ini ada beberapa gambar yang menjelaskan manfaat, premi, dan plan asuransi Mega Hospital Investa. Sila dibaca dulu. Preminya cukup terjangkau dan sangat cocok digunakan sebagai asuransi tambahan.


Preminya mulai Rp530.000 (tahunan) atau Rp53.000 (bulanan). Sekarang sedang ada promo gratis dua bulan untuk pembelian pertama.

Jika nanti tertarik membeli produknya, pastikan untuk membaca polis asuransi sedetil mungkin ya. Di dalam polis nantinya akan ada nomor kontak yang bisa dihubungi dan prosedur klaim, baik untuk pasien rawat inap atau pasien meninggal dunia. Simpan informasi terkait polis dengan baik agar mudah ditemukan jika perlu digunakan sewaktu-waktu.

Informasi lebih jelas terkait produk silakan cek langsung ke website PFI Mega Life atau ke halaman Facebooknya di: https://www.facebook.com/pfimegalife/

Semoga teman-teman selalu sehat dalam lindungan tuhan. Satu lagi, yang lagi jaga orang sakit harus terus jaga kondisi tubuh ya. Jangan sampai kelelahan dan malah ikutan jadi pasien. 🙂

/salam sehat

13 thoughts on “Hal-Hal Penting yang Harus Disiapkan Sebelum Rawat Inap di Rumah Sakit”

  1. Lumayan terjangkau y mba Rere preminya

    Duuh ga enak bgt klo sakit mba, nemenin orang sakit jg capee. Ayah sy lagi sakit, bolak balik kampung halaman nengokin ortu cape dan bikin kantong tipis. Tp mau gmn lagi, smoga rejeki terganti. Alhamdulillah pengobatan jg terbantu asuransi

  2. Setuju banget, Mbak. Termasuk yang paragraf terakhir itu. Menjaga orang sakit kadang-kadang melelahkan. Malah bisa jadi begitu yang sakit sembuh, kitanya yang berikutnya tumbang. Harus terus berusaha kesehatan. Supaya gak gantian sakitnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *