HaloDoc, Solusi Konsultasi Dokter Darurat

Apa sih yang paling penting di dunia?

Saya sampai sekarang ga bisa memutuskan apa yang terpenting, tapi dari beberapa diantaranya, kesehatan adalah satu hal yang menurut saya sangat penting. Kalau sudah sakit, segala rencana, keinginan, terpinggirkan, yang penting tinggal bagaimana caranya supaya sehat dan bisa aktivitas seperti semula.

embun

Selain karena sakit itu mahal, saya berusaha sebisa mungkin menghindarinya karena itu, si anak gadis di gambar itu. Umur memang rahasianya pemilik galaksi, tapi seandainya boleh memilih saya tuh kepinginnya dikasi umur yang panjang supaya bisa nemenin anak gadis sampai besar. Saya pingin pegang tangannya sampai dia siap terbang sendiri.

Banyak hal yang saya lakukan untuk mengejar langsing dan sehat. Usaha saya yang terakhir adalah, sebisa mungkin melangkah minimal 10ribu langkah perharinya selama 21 hari penuh. Kenapa memilih 21 hari? Karena saya pernah baca kalau hal baik itu bisa jadi kebiasaan kalau dilakukan selama 21 hari terus menerus.

Tapi, ya konsisten itu susah, Jenderal! Soal konsisten yang susahnya luar biasa itu, Kak Monika sampai pernah nulis di sini, lho.. 🙁

Oke, lanjut soal sehat-sehatan tadi. Selain ke diri sendiri, saya juga peduli dengan kesehatannya si bayi. Sebelum lahiran lima tahun lalu, saya udah mulai cari info soal dokter yang oke dan sevisi. Setelah anaknya lahir, saya tambah banyak belajar soal penyakit, soal obat dan kandungannya, serta soal penanganan darurat di rumah.

Tapi, sebanyak apapun bacaannya, seluas apapun ilmunya, kalau anak sakit itu yah kak, rasanya dunia runtuh. Logika kadang kebolak-balik, bawaannya mau langsung angkut anak ke rumah sakit dan menyerahkan beban bikin anak sembuh ke dokter.

Padahal ya ga bisa gitu juga. Banyak banget penyakit yang bisa disembuhin dengan rawat rumah, mungkin memang perlu minum obat, tapi ga perlu ke dokter. Dokter anak langganan imunisasi Embun dulu pernah bilang, “kalau bisa ga usah sering-sering bawa anak ke RS karena RS ini gudangnya penyakit. Salah-salah, pulang dari RS anaknya bawa penyakit tambahan.”

Tapi hati pasti ketar-ketir dong ya. Kalo kenapa-kenapa, gimana? Biasanya nih, biasanya saya sms/telepon dokter langganan. Tapi mereka kan kadang lagi praktek pas saya telepon, jadi balesnya lama, padahal saya kan butuhnya cepet. Apalagi, waktu anak sakit itu, semenit aja rasanya kaya sejam saking horornya. 🙁

Ya kan…..

halodoc

Minggu kemarin, saya diundang datang ke peluncuran HaloDoc, aplikasi konsultasi antara dokter dan pasien.

Aplikasi ini dihadirkan karena CEO-nya, Jonathan Sudharta memperkirakan butuh waktu 4 sampai 5 jam untuk bisa berkonsultasi dengan dokter. Tempo selama itu dihitung mulai dari persiapan berangkat ke klinik atau rumah sakit, waktu tempuh, mengantre, pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter, sampai mendapatkan obat. “Saya berpikir, bagaimana membuat semua ini supaya lebih sederhana,” (sumber:Tempo)

Di Jakarta yang padat, waktu untuk konsultasi ke dokter memang bisa sepanjang itu. Konsultasinya sih cuma 10 menit, tapi menuju lokasi, antri obat, antri bayar, dan perjalanan pulangnya duh, ambooiiii…

list dokter

Karena tertarik dengan aplikasinya, saya langsung download dan ubek-ubek. Saya berharap aplikasi ini tidak akan saya gunakan selamanya, pinginnya serumah semua sehat-sehat. Tapi kalau nanti misalnya perlu, saya udah tau cara pakainya. 🙂

List dokternya lumayan lengkap, ada obgyn, anak, saraf, jantung, bahkan dokter kulit.  Bisalah aplikasi ini nanti dipakai kalau ada kejadian darurat di rumah atau pas perlu betul konsultasi ke dokter untuk menegakkan diagnosa tapi malas berangkat ke RS.

Biaya konsultasinya bervariasi, mulai dari Rp 0 per menit sampai Rp 25ribu permenitnya. Tarif ini ditentukan langsung oleh dokternya.

list layanan

Eniwei, kalau udah beres konsultasi dan diresepkan obat tertentu, obatnya bisa juga diantarkan ke rumah dengan layanan “Apotik Antar”. Berbeda dengan konsultasi yang menggunakan pembayaran via kredit, biaya pembelian obat akan ditagihkan langsung secara tunai di rumah.

Keren ya, semua makin dimudahkan sekarang. Terpujilah teknologi!

isi kredit

Sekali lagi, saya berharap seumur hidup hidup ga perlu pakai aplikasi ini. Tapi, untuk jaga-jaga, saya isi kreditnya Rp 100ribu. Oh iya, buat yang mau download juga, aplikasinya bisa didapatkan gratis melalui App Store dan Play Store

Semoga semuanya sehat terus, ya. 🙂

/salam sehat

6 thoughts on “HaloDoc, Solusi Konsultasi Dokter Darurat”

    1. Inovatif dan bermanfaat ya, mba.
      Buat emak-emak kaya aku, ini penting sih. Jadi bisa konsultasi dulu daripada buru-buru ke dokter dan kena macett

    1. Kalo memang perlu, dokternya mungkin akan mengusulkan untuk konsultasi langsung. Tapi, kalau bisa dikonsultasikan jarak jauh kenapa ngga, kan. Hemat waktu, hemat biaya, dan uang juga. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *