Haru di Versailles & Notre Dame

Saya gak cengeng, dulunya. Tapi sejak punya anak – sepertinya ngeden plus kontraksi yang datang tak putus mirip ombak itu memutus syaraf tahan tangis saya – saya jadi terlalu perasa.

Saya ingat, dulu, serumah sibuk lap air mata waktu nonton film Kuch Kuch Hota Hai, saya adalah satu-satunya penonton yang tak menitikkan air mata. Saya sepakat filmnya sedih dan bagus, tetapi menangis? Nanti dulu!

Sekarang, jangankan nonton film, liat iklan layanan masyarakat “Que Sera Sera” aja, pipi saya udah banjir, basah.

——

11-13 Desember kemarin adalah hari yang bersejarah buat saya. Pertama kalinya saya ke luar negeri, dan ke Paris! Berkeliling Paris 3 hari itu ga cukup. Banyak sekali tempat yang mesti dikunjungi. Keinginan saya untuk leyeh-leyeh minum kopi + croissant di kafe kecil pinggir jalan, melihat lalu lalang, dan menikmati waktu berjalan pelan, tak kesampaian.

Waktu berjalan cepat di Paris. Saya lengah sebentar, hari sudah gelap. List tempat yang mesti dikunjungi masi berular panjang di kertas catatan saya.

Kemudian saya pasrah, dan menikmati yang bisa dan mampu saya nikmati saja. Kepasrahan terbukti baik, saya bisa menikmati Paris dengan seluruh indra, dari kepala sampai kaki.

——

Versailles adalah impian saya. Kemarin, sekejap saya merasakan tubuh saya bertransformasi, jadi satu dari ratusan putri-putri bangsawan yang tinggal di versailles. Jalan-jalan di taman yang maha luas, sambil lirik abang-abang bangsawan. 😀

taman di versailles, amboi luasnya..
taman di versailles, amboi luasnya..

Versailles terawat apik, meski bangunannya lama, tidak ada bau-bau apak tercium, tidak ada binatang-binatang kecil seliweran, tidak ada sarang laba-laba juga.

Tiap pengunjung yang datang ke Versailles dibolehkan meminta audio guide pada bagian informasi. Bisa pilih mau dengar pakai bahasa apa, ada 10 bahasa yang tersedia, French, English, German, Spanish, Italian, Russian, Mandarin Chinese, Japanese, Portuguese and Korean.

Tiket masuk ke Versailles berbeda-beda, mulai dari 15 euro hingga 20-an euro, tergantung kepada beberapa tempat yang akan dituju. Apakah istana dan taman saja, atau istana, taman, dan istana Maria Antoinette.

Sepertinya harga tiket masuk ini juga dibedakan berdasarkan musim.  Sama seperti Museum Louvre, anak-anak dan remaja di bawah 18 tahun dibebaskan dari tiket masuk.

——

ruangan cantik penuh lampu hias
ruangan cantik penuh lampu hias

Ini adalah ruangan favorit saya di Château de Versailles adalah Galerie des Glaces. Ruangan ini dikenal juga dengan The Hall of Mirrors.  Hall of Mirrors ini bukan main cantiknya, puluhan lampu hias, patung lilin, dan semuanya terawat. Super mewah.

——

Udah sampe Versailles, pasti penasaran kan sama tempat tidurnya ratu?

queen bedchamber
queen bedchamber

Ruang tidurnya ratu ini penuh nuansa emas. Tempat tidurnya tinggi.

Kalau ini, ruang makannya raja dan ratu.

versailles4

tampak depan versailles
tampak depan versailles

Saya nangis dengan sukses di versailles. Tanpa sebab.

——

Pemandangan malam
Pemandangan malam

Pulang dari Versailles kami menuju ke Notre Dame. Notre Dame de Paris adalah katedral berasitektur gothic di sebelah timur Île de la Cité di Paris, Perancis, dengan pintu masuk utama di barat. Selain tujuan wisata, gereja ini juga masih digunakan untuk tempat misa dan Uskup Agung Paris.

Pertama masuk ke Notre Dame, langsung ada tanda “dilarang berisik”. Meski bukan hari minggu, banyak yang sedang beribadah.

dilarang berisik
dilarang berisik

Ruang pengakuan dosa menarik perhatian saya. Ada beberapa ruangan besar yang tersedia. Satu orang pastur siap melayani pengunjung. Pada tiap ruangan, ada papan petunjuk tentang bahasa yang bisa digunakan.

notredame1

Perancis dan Spanyol
Perancis dan Spanyol

Mereka yang mengaku dosa, malahan saya yang nangis.

Omong-omong, karena Notre Dame ini gereja, masuknya ga pake bayar. Kalau mau menyumbang, tinggal beli lilin seharga 2Euro, hidupkan lalu letakan di tatakan lilin di hadapan patung-patung. Banyak spot-spot untuk beribadah di gereja ini, ga harus ke hall besar, di pinggir kanan-kiri juga bisa.

lilin
lilin

Ini hall besarnya. Langit-langitnya tinggi, yah..

Ini hall besarnya Notre Dame.
Hall besarnya Notre Dame.

Notre Dame ini indah, bukan hanya bangunannya, tapi juga suasana yang melingkupi. *lap aermata

——

Apa yang menarik dari Paris?

Arsitektur dan bahasa. Bangunan di sepanjang jalanan Paris itu cantik-cantik, terawat. Karena bangunannya yang hampir serupa, saya tidak bisa membedakan mana bangunan baru dan mana bangunan lama. Kemanapun mata memandang, indah.

Kalau ada orang paris yang berbicara, entah di MRT atau di pertokoan, saya menegakkan kuping tinggi-tinggi. Senang sekali mendengar mereka ngobrol, enak di telinga. 🙂

Aakkk, pingin ke Paris lagi.. :*

——

Ini tulisan ketiga saya tentang jalan-jalan ke Paris.  Tulisan sebelumnya bisa ditengok di link ini, dan link ini.

Note : Perjalanan saya ini terselenggara berkat menangnya saya main game di di fanpage-nya XL Rame:D

16 thoughts on “Haru di Versailles & Notre Dame”

    1. Eh aku jadi inget pernah ke Schonbrunn waktu kuliah… Jalan-jalan dan foto-foto *tapi sebagian besar hilang, hiks*… Semoga ada rejeki bisa ke sana lagiii >.<

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *