Hati-Hati Neuropati

Pernah denger Neuropati?

Sebagian besar dari kita mungkin ga pernah denger, kalaupun mungkin denger, bisa jadi kurang paham apa itu neuropati. Padahal ya bisa jadi kita semua udah pernah ngalamin gejalanya, tapi ga ngerti, dan ga anggap itu masalah serius. 

————————-

Neuropati

Neuropati itu masalah saraf yang bisa bikin rasa nyeri, mati rasa, kesemutan, pembengkakan, atau kelemahan otot pada bagian tubuh yang berbeda. Biasanya nih, rasa-rasa kurang enak tadi mulai muncul di tangan atau kaki. Rasa ga enak itu bisa makin memburuk, lho.

Penyebabnya?
Bisa jadi memang sudah ada cedera fisik sebelumnya, infeksi, ada zat beracun, memang punya penyakit (seperti kanker, diabetes, gagal ginjal, atau malnutrisi), atau karena efek samping obat-obatan.

————————-

Gejala

Nah, ini yang penting banget. Apalagi buat kita yang banyak aktivitas lama di depan laptop dan pegang gadget berjam-jam.

Jadi nih, pemeriksaan terhadap 5.478 orang di Neuropathy Check Points Neurobion di 8 kota besar di Indonesia pada tahun 2015 menemukan kalau 1 dari 2 orang (42%) punya resiko kena neuropati. Nah, 38 persen dari kelompok usia 20-29 tahun juga punya resiko yang sama. Padahal masih muda, ya. Mestinya otot, tulang, saraf masih oke semua. 🙁

Pemeriksaan Saraf Tepi di
Pemeriksaan Saraf Tepi di Neuropathy Check Points Neurobion

Gejala kerusakan saraf tepi ini sering banget ga disadari, sering banget! Soalnya gejalanya ini cuma kayak sering kesemutan, ada rasa kebas dan mati rasa di beberapa bagian tubuh. Gejalanya mulai buruk kalau kita udah kesulitan genggam sesuatu.
Misalnya, genggam gelas, kirain udah kegenggam, eh ternyata cengkramannya ga kuat dong, gelasnya jatuh deh. 🙁

Biasanya nih, kalo ngerasain gejala di atas, orang mikirnya, “ahh, ini kayanya karena pegel dan kecapean deh, paling peredaran darahnya ga lancar”. Trus abis itu pas gejalanya ilang lagi, kita lupa deh. Biasaaa…

Kalau gejalanya dibiarkan, lama-lama sistem sarafnya rusak, trus efek terburuknya itu bisa lumpuh. Serem,

————————-

Jauhi Neuropati

Neuropati bisa dicegah kok, kata dr. Manfaluty Hakim, Sp.S (K) Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi), caranya dengan sering-sering melatif saraf aja.

Pas lagi kerja misalnya, coba bangun bentar, trus olahraga dan peregangan ringan supaya peredaran darah lancar lagi. Trus jangan lupa badan diasup makanan yang mengandung vitamin neurotropik (B1, B6, dan B12).

gambar pinjam dr sini
gambar pinjam dr sini

Vitamin Neurotropik ini gampang ditemuin kok. Vitamin B1 (thiamin), contohnya bisa diasup dari beras dan sereal, roti, daging, unggas, ikan, hati dan polong-polongan. Kalau Vitamin B6 (Piridoksin) dapetnya dari gandum, daging, hati dan jeroan, sereal, kedelai, kacang, sereal yang diperkaya dan sayuran hijau. Nah kalau Vitamin B12 (Kobalamin) dapetnya dari makanan yang hewani kayak hati, daging, kuning telur, susu dan produk olahannya.

————————-

Neuromove

 

neuromove
neuromove

Senam bisa jadi salah satu cara buat cegah neuropati. Udah pernah denger senam jantung, senam diabetes, dll. Nah, sekarang ini ada yang namanya senam saraf (neuromove).

Kemarin pas datang ke acara Neurobion ciptakan Neuromove, saya sempet cobain senamnya juga. Ini gerakannya ga asal goyang sih, tapi disesuaikan dengan kebutuhan saraf tepi. Oh iya, yang nyiptain gerakannya ada dokter spesialis kedokteran olah raga, spesialis saraf, sama Merck.

Gerakan neuromove-nya gampang ditiru, dan ga makan waktu lama. Karena fokusnya di saraf, di senam neuromove ini banyak gerakan yang miring-miring semacam stretching gitu. Katanya gerakan miring-miring ke kanan dan ke kiri bisa bantu merangsang saraf tepi supaya seger lagi. 🙂

Sayang banget ini senamnya belum tayang di websitenya, tapi pas kemarin nanya, katanya bakal diupload segera. Kalo udah diupload nanti di kantor/di rumah, bisa buka web trus senam sebentar, deh. 😀

————————-

Yuk ah gerak-gerakin dikit badannya, biar ga sakit-sakitan. Iyee, ini ngomong ke diri sendiri, kok.. *ngaca di cermin segede pintu*

Mau bilang sekali lagi ahh, biar ga lupa. Kegiatan yang dilakukan berulang  dan sering beresiko neuropati. Jadi, pas masak atau nyapu, atau lagi banyak kerjaan, coba itu pose-nya diganti dituker-tuker gitu, biar badannya agak enakan, ga tegang, dan sarafnya ga gampang rusak.

/salam gerak!

16 thoughts on “Hati-Hati Neuropati”

  1. adik saya sering kesemutan, terakhir kesemutan semakin menjalar, bahkan gak bisa jln, dan kaki terasa kebas. ternyata diagnosa dokter adik saya terkena gbs. Tapi Alhamdulillah sekarang sudah baik, terapi masih jln. penyakit zaman skrg memang beragam, kita memang harus hati2 akan tanda2 yg tubuh kasih ke kita.

  2. Pernah ngalamin ini, baru megang sutil bentar aja rasanya langsung kesemutan, alasan deh biar ga bantu masak hihihi*. Pas baru lahiran juga gamoang banget ksemutan. Alhamdulillah sekarang udah ngga

    1. Iya mba, tapi ini belum diupload ke web kayanya.
      Kami kemarin dikasi CD-nya sih. Mayan buat dipraktekin di rumah.

  3. Termasuk kalau lg pegang gejet kn mak ya..
    Lg asyik pegang gejet trs jari2nya diarahin ke idung gt ya..atau garuk2 kepala gt..hehe..
    Mertuaq pernah mati rasa mak…akhir2 ini mlaha sering…
    Seneng bgd terdampar di sini entar aku bs kasih tu deh ke beliau..
    Tengkiukiu y mak 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *