Main ke Hutan Kota Malabar, Yuk!

Kalau ngomong soal Malang, dulu yang terbayang di otak saya biasanya bakso malang yang ginuk-ginuk disiram kuah panas atau apel dan segala produk turunannya.  Sekarang, kalau ngomongin Malang, isi kepala saya tambah satu, Hutan Kota Malabar!

Hutan kota yang rindang ini ada di wilayah Kelurahan Oro-oro Dowo Kecamatan Klojen. Di jalan menuju hutan kota saya lihat banyak sekali rumah-rumah cantik dengan arsitektur tempo dulu, mirip-miriplah dengan perumahan di kawasan Menteng. 🙂

Dari pintu masuk hutan kota,  suasana berbeda langsung terasa. Rasanya enak, adem, ada angin semilir, dan banyak pohon tua yang menaungi kepala dari teriknya matahari.

Luas hutan kotanya hampir 16.178 m2, bentuknya memanjang dengan satu pintu di masing-masing ujungnya. Kalau suka jogging, ada lintasan sepanjang 550 meter yang bisa dipakai untuk lari-lari kecil atau sekadar jalan kaki.  

Hutan kota ini buka setiap hari, mulai jam 6 pagi sampai jam 5 sore. Karena kami ke sana pas hari kerja, tamannya lumayan sepi. Kalau datangnya akhir pekan rame karena jadi tujuan rekreasi keluarga juga.

Hutan kota ini udah lama banget ada, dari zaman Belanda. Dulu, namanya “Kebon Rodjo” atau sering disingkat ”Bon Rodjo”. Saya udah cari-cari, tapi belum nemu sejarah nama Bon Rodjo-nya, penasaran juga euy. Fungsi utama bon rodjo, pada waktu itu adalah sebagai lahan kosong untuk resapan air.

Selain jadi lahan resapan, lahan kosong ini, oleh anak-anak yang tinggal di sekitar lokasi, sering dipakai jadi tempat bermain bola dan lempar lembing. Sekarang sih udah ga ada lagi, anak-anak main bolanya udah pindah ke gadget, ya.

Tahun demi tahun berlalu cepat, pada tahun 1999/2000 Pemerintah Kota Malang mulai membenahi lokasi dengan menambah pohon penghijauan sekitar 500an bibit. Pohon yang ditanam lumayan beragam, ada bungur, glodokan lokal, glodokan tiang, sono kembang, sengon butho, dan beringin.

Pada 2013 lalu, Pemerintah Kota Malang lewat surat keputusan walikotanya meresmikan lokasi ini sebagai HUTAN KOTA MALABAR. Nama hutan kota yang digunakan merujuk pada nama salah satu jalan tempat hutan kota berada.

Beberapa tahun belakangan, pemerintah makin semangat menghijaukan hutan kota, harapannya hutan ini bisa memenuhi beberapa kebutuhan warga seperti ruang terbuka hijau, fungsi konservasi, resapan air, paru-paru kota, penyeimbang lingkungan perkotaan, plus lokasi rekreasi untuk warga.

Pohon terus ditambah jumlahnya, bukan cuma pemerintah yang menanam tapi juga mahasiswa dan warga. Sekarang, total tanaman dan pohon di hutan kota sudah mencapai angka 1500an.

Pada Juni 2015, PT Otsuka Indah Amerta, perusahaan yang memproduksi minuman isotonik Pocari Sweat, Ionessence, dan makanan ringan SoyJoy, mengambil bagian untuk revitalisasi hutan kota ini. Otsuka merapikan drainase dan resapan air, mempercantik lokasi untuk fungsi sosial (rekreasi), dan ada penamaan tumbuhan untuk fungsi edukasi juga.

Perbaikan jalan setapak jadi salah satu pekerjaan dalam program revitalisasi. Jalan setapak yang sempat hancur diperbaiki dengan paving block. Kenapa tidak dibeton? Katanya sih memang sengaja agar fungsi resapan air tidak terganggu. ^^

Buat anak-anak zaman sekarang yang suka jalan-jalan, bolehlah mampir ke Hutan Kota Malabar ini. Banyak bangku-bangku nyaman yang bisa dipakai buat kongkow cantik. Pohon-pohon tinggi menjulang bisa dipakai buat background foto ala-ala buat Instagram, plus yang terpenting lokasinya adem, jadi betah buat pepotoan yang lama.

Hutan kota ini gratis! Kalau kakak-kakak main ke sana, tinggal menikmati saja dan yang pasti harus jaga kebersihannya. Ada banyak tempat sampah di jalur paving block, tinggal masukin aja ke sana sesuai dengan jenis sampahnya. ^^

Selamat main-main ke Hutan Kota Malabar!

/salam hutan

24 thoughts on “Main ke Hutan Kota Malabar, Yuk!”

  1. Wah, bagus juga ya. Ada petunjuk yang jelas untuk trek jogingnya. Pasti jadi favorit para penikmat olahraga di akhir pekan. Berbagai macam tanaman juga jadi ajang pembelajaran bagi anak-anak guna mengenal tumbuh-tumbuhan. Eh, tidak cuma anak-anak yang bisa belajar. Semua orang bisa. Salut juga dengan Otsuka Inc. yang sudah membantu hutan kota ini agar tampak lebih baik. Hubungan perusahaan dengan masyarakat memang tidak sekadar hubungan pemberi kerja-tenaga kerja, tapi tentu saja, masih banyak kontribusi yang bisa dilakukan masing-masing pihak secara timbal balik. Hehe.

  2. Wih, padahal di kota yah. Tapi berasa kayak di hutan beneran. Kapan-kapan mau ke sini juga ah buat footage video kayaknya cakep banget yah. Makasih mbak Rere infonya. Mantap! 😎👍

  3. Subhanallah keren bingits Mbak’e. Di Bandung ada mirip Mbak tapi masuk harus bayar karcisnya sekitar Rp 15.000,-
    Namanya Hutan Raya Ir. H. Juanda atau dikenal dengan Tahura.

  4. Wooow bagus banget! Hutan kota-nya terjaga dengan baik ya karena kelihatan rapi dan bersih. Pastinya olahraga di sini jadi makin semangat juga. Badan sehat sambil menikmati segarnya udara pagi dan pepohonan.

  5. Waduuuh pada ke malang. Fotonya tsakeeeuup Kak Re yang di pohon bambuuu. Hutan kotanya ademm kak. Di Jakarta, aku belum tau ada hutan kota apa gak. Malau di BSD si aku tau.

  6. jadi pengen ke kota Malang karena banyak obyek wisata menarik apalagi hutan kota Makasar yang asri dan gratis 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *