Inovasi Eceng Gondok Sido Muncul dan Penghargaan Indonesia Green Awards 2017

Masih ingat tulisan saya soal eceng gondok sebagai sumber energi baru? Inovasi pengolahan dan pemanfaatan eceng gondok dari PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk itu meraih Indonesia Green Awards 2017, lho!

Rawa Pening adalah danau cantik yang ada di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah dengan luas 2.670 hektare. Danau ini menyenggol Kecamatan Ambarawa, Bawen, Tuntang, dan Banyubiru.

Karena pertumbuhan eceng gondok yang bukan main pesatnya, danau ini terus mengalami pendangkalan. Hampir seluruh permukaan danau tertutup eceng gondok. Upaya pembersihan dan pelatihan pemanfaatan eceng gondok belum mampu mengurangi tekanan populasi tumbuhan ini. Kalau pada tahun 1995 kedalaman danau masih 15 meter, sekarang tinggal 3-7 meter saja.

Pemanfaatan eceng gondok ini ternyata dipikirkan benar-benar oleh PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. Beberapa kali penelitian, akhirnya diputuskan untuk mengolah eceng gondok dari Rawa Pening jadi sumber energi baru.

Bagaimana proses pengolahan eceng gondok jadi briket untuk bahan bakarnya, bisa lihat lengkapnya di video dua teman seperjalanan saya waktu main-main ke Rawa Pening beberapa bulan lalu.

Inovasi eceng gondok oleh Sido Muncul ini meraih dua penghargaan sekaligus dari Indonesia Green Awards 2017. Penghargaan diberikan untuk program Corporate Social Responsibility (CSR) yang diajukan ke La Tofi School of CSR.

Total La Tofi School of CSR menerima 136 aplikasi CSR dari lebih dari 100 perusahaan di Indonesia. Setelah melalui seleksi, program CSR Sido Muncul terpilih untuk mendapatkan penghargaan untuk dua kategori, Penyelamatan Sumber Air Rawa Pening dan Menghemat Energi da Penggunaan Energi Baru dan Terbarukan.

Ki-ka: La Tofi (pemilik La Tofi School of CSR), Imam Hendargo Abu Ismoyo, Inspektur Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Marco Jonathan Hidayat (Product Manager Sido Muncul), dan mantan ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva yang juga menjadi Senior Advisor The La Tofi School of CSR.

Kemarin sempat ngobrol sebentar dengan Pak Marco Jonathan Hidayat, Product Manager Sido Muncul setelah acara pemberian penghargaan. Pak Marco bilang, Sido Muncul berharap setelah dibersihkan dari eceng gondok, Rawa Pening bisa jadi tujuan wisata baik lokal maupun internasional.

Bersihin eceng gondoknya memang PR banget sih, ya. Itu ribuan hektar eceng gondok butuh waktu bertahun-tahun  untuk ditarik ke darat, kapasitas mesin ga sebanding dengan pertumbuhan eceng gondok yang gila-gilaan.

Tapi, upaya Sido Muncul untuk bersih-bersih tentu aja harus diacungi jempol, kalau perlu sepuluh jempol. Bayangkan kalau ga ada yang bergerak, Rawa Pening bakalan bener-bener pening karena seluruh permukaannya penuh ditutupi eceng gondok. Weew. 🙁

Selama ini Sido Muncul mengumpulkan eceng gondok dari dua titik, yaitu di Sungai Tuntang ( salah satu sungai yang menerima aliran air dari Rawa Pening) dan Sumurup (Banyubiru). Eceng gondok segar dari dua lokasi ini kemudian ditampung di pabrik palet untuk segera diproses jadi briket.

Kenapa memilih briket? Karena pengolahan eceng gondok menjadi briket menggunakan seluruh bagian tumbuhan, tidak ada yang tertinggal jadi sampah. Prosesnya kurang lebih seperti ini, setelah tiba di pabrik, bagian akar, batang, dan daun eceng gondok dibersihkan lebih dulu dari lumpur dan kotoran. Kemudian dicacah kecil-kecil dan dikeringkan dalam mesin press, baru kemudian dipadatkan dalam mesin briket.

Eceng gondok, setelah melalui proses di dalam mesin akan keluar jadi bahan bakar padat seperti gambar di atas. Besar kecil briket bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Selain memanfaatkan eceng gondok jadi briket, Sido Muncul juga punya tujuan lain, harapannya setelah kegiatan bersih-bersih ini, Rawa Pening bisa punya dampak ekonomi yang nyata untuk orang-orang di sekitarnya. Pariwisatanya jalan, penjual suvenir dan makanan dapat rezeki, ikan-ikan makin banyak supaya nelayan senang, plus lapangan kerja di sekitar Rawa Pening jadi banyak.

Keren, ya. ^^

Oke, kembali lagi soal IGA 2017. Ini adalah kali ke-8 penghargaan diberikan untuk perusahaan. Tahun ini ada beberapa kategori IGA yang  ditujukan untuk perusahaan:

  1. Penyelamatan Sumber Daya Air.
    Melakukan upaya konservasi sumber daya air secara sistematis yang berdampak pada ketersediaan air tanah bagi kehidupan masyarakat.
  2. Menghemat Energi dan Penggunaan Energi Baru dan Terbarukan
    Penghematan yang signifikan dan atau dilakukan sebagai upaya mengganti energi fosil.
  3. Mengembangkan Keanekaragaman Hayati
    Mengambil inisiatif dalam mempertahankan dan merestorasi keanekaragaman hayati, baik ekosistem laut maupun darat, agar mata rantai kehidupan alam berlangsung normal.
  4. Mempelopori Pencegahan Polusi
    Melalui kebijakan dan rekayasa teknologi.
  5. Mengembangkan Pengolahan Sampah Terpadu
    Melakukan inovasi dalam sistem pengolahan sampah.

Saat acara pemberian penghargaan kemarin, PT PLN (Persero), PT Toyota Astra Motor, PT Biofarma (Persero), PT Pertamina Geothermal Energy, PT Astra Agro Lestari Tbk, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Pertamina EP dan PT Pamapersada Nusantara menyabet The Best IGA 2017 karena menang di lima kategori sekaligus. *tepuk tangan!

Selain pada perusahaan, IGA diberikan juga untuk provinsi dan kabupaten-kota. Kategori yang dilombakan adalah Green Province dan Green City. Pemenang kategori Green Province adalah Provinsi Jambi, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Barat. Sedangkan untuk kategori Green City dimenangkan oleh Kota Pontianak dan Kabupaten Siak.

Rasanya senang karena tahu banyak perusahaan yang peduli pada penyelamatan alam dan bikin program yang keren-keren. Semoga setelah ini makin banyak yang bikin program serupa, supaya bumi makin nyaman ditinggali. 😀

/salam hijau-hijau

6 thoughts on “Inovasi Eceng Gondok Sido Muncul dan Penghargaan Indonesia Green Awards 2017”

    1. Iya, sebenernya bagian akar udah mulai dimanfaatkan, aku lupa entah untuk obat/kosmetik, tapi karena yang dimanfaatin cuma akar, sisa bagian yang lain jadi ga bermanfaat.

  1. aku tuh selalu percaya tuhan menciptakan sesuatu pasti ada manfaatnya. Walopun eceng gondok ini emang ngeselin yah, tebas atu tumbuh 8 *KZL* tapi bisa dijadikan bahan bakar untuk produksi *skrg amaze*

    1. Hooh, akupun percaya itu kak. Cuma ya kalo udah kebanyakan dan dibiarin aja pan repot yaaa..
      Suka kalo ada inovasi-inovasi kaya gini. 😀

    1. Semoga banyak yang terinspirasi, ya. Sidomuncul ngarepnya banyak perusahaan yang mau ikut ngambilin eceng gondok supaya danaunya lekas bersih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *