Jajan Sore: Tahu Petis Yudhistira

Hujan turun rintik ketika saya meluncur ke daerah Cikajang, Kebayoran Baru, pekan lalu. Setelah melongok kanan-kiri, saya menghentikan taksi tepat di depan outlet Tahu Petis Yudhistira. Outletnya tak begitu besar, menyewa ruang teras di salah satu rumah, posisinya persis di depan MM Juice, Cikajang.

Karena Mba Wieke, pemilik Tahu Petis Yudhistira dan Mba Terry, teman yang ikut janjian belum hadir buat kopdar lucu, saya duduk-duduk di depan outlet sebentar. Tak lama saya memutuskan nyemil mie ayam yang nongkrong di depan outlet dulu sebelum masuk ke menu utama, tahu petis.

Setelah beberapa menit menunggu, Mba Wieke dan Mba Terry hadir juga. Karena Tahu Petis Yudhistira ga punya tempat buat kongkow lucu, kami menyeberang ke MM Juice. Di sini, belakangan Mba Sari Wardi menyusul bertemu.

Waktu kopdar kemarin, Mba Wieke cerita banyak soal perjalanannya membuka bisnis. Saya dan Mba Terry cuma bisa melongo sambil nyemil aja. Inspiratif sekali soalnya.

Jadi, awalnya tuh pas lagi di Semarang, suami Mba Wieke jajan tahu petis, trus dia suka rasanya. Selain icip sendiri, suaminya juga bawa oleh-oleh tahu petis buat keluarga di Jakarta.

Anw, Udanya Mba Wieke ini asli Sumatera Barat, secara selera sebenarnya berbeda, tapi ternyata Uda dan keluarganya suka sama tahu petis. Pengalaman makan tahu petis ini yang kepikiran waktu mereka mau buka bisnis. Mba Wieke lalu cari-cari resep keluarga dan mengolah petis.

Hasilnya ya gitu, coba lagi, coba terus, sampai akhirnya ketemu resep yang pas, baru kemudian mereka memberanikan diri jualan dengan gerobak gorengan di Pasar Tebet Timur di September 2006 lalu. Modal awalnya 3 juta, penjualannya dibantu 1 karyawan, supaya penjualan lebih laku mereka bikin brosur dan jualan di kaskus.

Masalah datang karena lapak di pinggir pasar ini jatuhnya ilegal. Kalau ada Satpol PP yang lagi bersih-bersih, gerobak bisa ga jualan berhari-hari. Omset melayang pastinya. Karena dirasa kurang oke untuk bisnis, Mba Wieke dan suami lalu cari-cari lapak lain, ketemulah di Pasar Santa, jualannya dengan gerobak permanen.

Nah, di Pasar Santa ini baru oke, lingkungan bagus, penjualan bagus.  Karena omsetnya lumayan tinggi, mereka lalu buka cabang baru di ITC Ambassador, lalu kemudian membuka cabang berikutnya di Foodcourt Red Pepper, Plaza Indonesia.

Dua tahun setelah mulai jualan, Mba Wieke pernah ikutan Lomba Wanita Wirausaha Femina dan terpilih jadi juara 2. Kemenangannya di kompetisi itu membuka jalan bagi Tahu Petis Yudhistira untuk lebih dikenal. Mba Wieke banyak dapat permintaan wawancara dan permintaan membuka kemitraan.

Peluang itu ditangkap Mba Wieke, tahun 2011 Tahu Petis Yudhistira resmi membuka peluang kemitraan untuk pengusaha daerah. Salah satu mitra yang cukup sukses di Balikpapan bahkan sampai membuka 3 outlet! 🙂

Untuk kemitraan, hanya ada satu produk yang dijual, Tahu Petis Yudhistira. Kalau di outlet aslinya ada 4 produk yang dijual, tahu petis, lumpia, tahu bakso, dan petis siap konsumsi. Tahu petis, produk andalan di outlet ini harganya Rp 4rb per buah.

Secara pribadi saya ga menolak petis, tapi juga ga gitu gemar. Rasa petis yang manis kurang cocok di mulut saya. Produk yang saya suka dari outletnya adalah lumpia dan tahu bakso.

Lumpianya padat, isinya rebung, telur, udang, dan ayam. Kulitnya renyah, Lumpia ini dijual Rp 14ribu per buah. Makan sebiji lumayan bisa ganjel perut beberapa jam. 🙂

Nah, kalau yang ini saya gemar, tahu bakso! Dimakan begitu saja atau dikunyah bersama potongan rawit, sama enaknya. Tahu bakso ini dijual Rp 5ribu per buah.

Senang sekali bisa kumpul dengan teman baru yang inspiratif seperti Mba Wieke. Sepanjang ngobrol, mbaknya banyak membangkitkan semangat, intinya sih gagal itu biasa, yang nggak biasa itu, mau bangkit lagi atau nggak. Namanya usaha pastilah ada jatuh bangunnya, jangan menyerah.

Saya? Belum kepikir mau usaha apa, sementara mau mengkhayal dulu, sambil makan lumpia tentu saja. ^^

Tahu Petis Yudhistira – Jakarta Kebayoran Baru 

 Jl. Cikajang No. 43, Petogogan, Kebayoran Baru
Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12170
Telepon: 0812-8000-8680
/salam jajan sore

8 thoughts on “Jajan Sore: Tahu Petis Yudhistira”

  1. Aku suka orang2 yg berani buka usaha sendiri kayak si mbak itu. Hebat. Dari ‘cuma’ jual gorengan lhoh. Keren banget yak.

    Kalo franchise berapa katanya Re? Kok aku jadi tertarik :))

    Btw, kamu ngemilnya mie ayam? MIE AYAM?

    1. TOLONG GA USAH JERIT-JERIT MBOK
      TENTU SAJA MIE AYAM ADALAH CEMILAN!
      *whose with me? 😀

      franchisenya ga nanya euy mbok, kalau mau aku kirim kontaknya, colek langsung yaa

  2. Pas liat tahu petis aku biasa aja. ternyata di bawahnya ada LUMPIA SEMARANG! yang pake bawang cung pula itu kesukaan aku deh. Nanti mampir ah kalau pas ada di daerah itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *