Jalan Darat Lintas Sumatera: Jakarta-Medan

Naik bus antar kota antar provinsi, bukan hal baru buat saya. Sejak awal 2000-an, saat memutuskan kuliah di Medan, jauh dari orang tua di Lampung, saya mafhum hanya bus satu-satunya pilihan transportasi yang bisa saya pilih untuk kembali.

2001-2004, saya rutin pakai menggunakan Bus Medan Jaya. Pilihan operator bus ini tidak berubah sampai saya lulus kuliah. Mengapa Medan Jaya? Kata mamak di rumah, penumpangnya kebanyakan orang Batak Karo dan saya akan “dijaga”. Tentu tahulah gaya sosialisasi orang batak yang kalau berjumpa satu marga langsung klaim saudara. Bayangkan kalau satu marga/satu kampung dan harus melewatkan 2 hari 2 malam di bus antar lintas? Bakal panjaaang ceritanya. ๐Ÿ˜€

Pengalaman saya naik bus antar lintas sendirian terjadi pada 2001. Selepas pengumuman UMPTN, saya segera bikin rapi segala berkas yang perlu, dan packing baju-baju untuk dibawa ke Medan. Juli 2001, saya melambaikan tangan ke mamak yang sembunyi-sembunyi menghapus air matanya, usai kami menyetop bus antar lintas di pinggir pom bensin Jalan Soekarno Hatta, Bandar Lampung.

Ketika roda bus bergulir membawa saya menjauh, saya kemudian sah jadi anak rantau.

baca juga: http://atemalem.com/jalur-mudik-lintas-sumatera/

SEMPATI STAR

12 Desember 2019 kemarin, saya mengulangi kembali perjalanan itu. Dulu saya pilih Medan Jaya karena turut titah orang tua, sekarang saya pilih Sempati Star karena review baik di media sosial. Kalau cek-cek harga bus di Traveloka, Sempati Star adalah bus yang paling mahal di kelasnya. Bus ini juga beri pilihan tambahan untuk orang-orang yang bersedia menangguk kocek lebih dalam lagi di rute yang sama, yaitu bus double decker.

BANGKU DAN SELIMUT

Kemarin saya naik bus kelas Patas VIP, harga tiket per orang Rp650.000. Penumpang selama perjalanan bisa menikmati duduk manis di bangku yang gendut dan empuk, di bangkunya ada leg rest, dan bangku dapat disesuaikan kemiringannya (reclining seat). Di tiap bangku sudah ada selimut yang tebal dan lebar. Selimutnya beneran lebar. Saat malam tiba dan AC jadi lebih dingin dari biasa, saya bisa nyaman menutup badan dari kepala hingga kaki.

Konfigurasi bangku di busnya itu model 2-2. Bagian bangkunya memang cukup lega, dan luas, tapi bagian lorong untuk jalan itu apa adanya banget. Lorong hanya muat buat satu orang saja untuk lalu lalang. Kalau mau lewat harus bergantian. Harga yang harus dibayar untuk kenyamanan tempat duduk ya.

BAGASI DAN COLOKAN

Di bus tersedia juga bagasi kabin. Model bagasinya tertutup ala bagasi pesawat. Ga ada lagi kasus air mineral terbang dan kena kepala penumpang yang duduk di area lorong. Lalu, ini yang paling penting, ADA COLOKAN! Colokannya nempel di badan speaker. Memang colokannya ga terbagi rata di semua bangku. Tapi selama 3 hari perjalanan, gak ada kasus penumpang rebutan colokan. Aman!

Soal colokan, kemarin saya bahkan sempat nyolok charger laptop dan sekaligus laptopan di bus. Saya kurang tahu apakah arus listrik di bus cukup stabil atau ngga. Tapi kemarin cukup darurat, jadi saya pakai saja sumber daya yang ada. Syukurnya, sampai sekarang laptopnya baik-baik saja. ๐Ÿ™‚

WAKTU ISTIRAHAT, SALAT, MAKAN

Perjalanan 1.930 km dari Jakarta menuju Medan makan waktu sekitar 3 hari. Bus normalnya berhenti 3 kali sehari. Penumpang bisa memanfaatkan waktu itu untuk makan, mandi, dan ibadah. Biasanya ada saat-saat sopir/bus punya kebutuhan mendesak misalnya mampir ke loket di kota tertentu/isi bensin. Saat itu terjadi, penumpang bisa ikut turun sejenak untuk ke toilet atau sekadar menunaikan ibadah asap.

TOILET BUS

Kalau kebelet tapi busnya ga berhenti gimana? Tenang, busnya punya toilet yang walaupun penampakannya terlihat apa adanya, tapi dalemannya tidak begitu. Interior toilet yang dibikin dari kaleng bikin saya ingat dengan toilet di kereta api. Mirip-mirip, tapi toilet kereta lebih luas.

Di dalam toilet ada gayung dadakan (dari botol air mineral yang dipotong bagian bawahnya), dan ada bak air juga. Airnya cukup bersih dan banyak! Tidak ada tissue di toilet bus, jangan lupa bawa kain lap/tissue sendiri sebelum masuk.

AC BUS

Sekarang AC! Selama naik bus saya tak kepanasan, suhunya cukup. Tapi air AC menetes-netes terus dari atas, tak cuma di bangku saya tapi hampir di semua bangku. Saat itu terjadi, selimut jadi penyelamat, lumayan baju saya ga ikutan basah saat tetesan air jatuh satu-satu.

RESTORAN

Lanjut soal pilihan rumah makan di jalur lintas Sumatera. Tidak semua restoran yang dipilih untuk berhenti adalah restoran yang mewah dan baru. Beberapa kali bus berhenti di restoran lama dengan fasilitas toilet seadanya. Tidak ada tissue di semua perhentian restoran, jadi bawa sendiri tissuemu jika diperlukan ya. ๐Ÿ™‚

Harga makanan bervariasi, tapi rata-rata Rp25.000-Rp30.000 per porsi untuk lauk telur/ayam. Harga ini bisa melambung tinggi kalau makannya pakai gaya hidang ala Padang. Niatnya mau makan ayam, yang keambil malah paru, otak, peyek, dan gulai daging. Jurus pengendalian diri sangat penting di sini.

Kemarin waktu ngobrol-ngobrol dengan penumpang lain, mereka curhat makanannya terlalu mahal. Ya bisa jadi kena harga tembak sih. Biasanya kalau jalan jauh begini saya pakai resep: tanya harga dulu sebelum beli. Gapapa kelihatannya cerewet di depan, daripada kesal belakangan. ^^

Manfaatkan juga kesempatan untuk jajan makanan khas saat pedagang asongan masuk ke bus. Harga makanan di asongan biasanya cukup terjangkau. Kemarin jajanan yang masuk lumayan bervariasi, ada donat, onde-onde, pempek, nasi goreng, bubur kacang hijau, anggur, salak, dan aneka minuman dingin.

JALAN LINTAS SUMATERA

Kondisi jalan lintas Sumatera gimana Re? Dari Jakarta menuju Medan sebenarnya 90 persen aspalnya oke dan mulus, yang kerasa ga enak itu di perbatasan Palembang-Jambi. Tapi, suspensi bus yang oke bikin penumpang ga terbanting-banting. Hanya saya bus jadi melambat ketika lewat jalur ini. Juni lalu, saya lewat jalan yang sama dengan kendaraan roda empat, dan kondisinya sama persis, jalanan berlubang parah. Sepertinya belum ada perbaikan sama sekali.

Busnya nyaman, sepanjang jalan saya kebanyakan tidur, nonton film-film yang sudah didownload di Netflix, dan sedikit kerja. Jalanan lebih sering sepi ketimbang ramainya. Perjalanan baru semarak kalau busnya lewat kota, ganti pemandangan dari hutan dan kebun sawit yang maha luas. Lumayanlah bisa cuci mata lihat kanan-kiri.

Catatan: ternyata busnya ga masuk tol Bakauheni-Palembang. Bus hanya masuk tol di Tebing Tinggi-Medan.

SINYAL

Soal sinyal, kemarin saya bawa jalan smartphone dari dua operator, XL dan Tri. Tri ini aman pas dekat kota, dapat 4G, tapi pas melipir ke jalan sepi langsung hilang sinyal (blankspot sekitar 60%). Kalau XL lebih stabil, tapi tetap ga cover seluruh area jalan lintas Sumatera (blankspot 40%).

LAMA PERJALANAN

Saya berangkat dari Jakarta pada 12 Desember 2019, pukul 13.30 WIB, dan tiba di Medan pada 15 Desember 2019, pukul 06.00 WIB. Hampir 2000km Jakarta-Medan ditempuh dalam waku 64 jam. Seingat saya, di tahun 2000an awal itu, waktu tempuh jalan darat lintas Sumatera, Jakarta-Lampung sekitar 40 jam saja. Mungkin pertambahan jumlah penduduk dan ramainya lalu lintas yang menjadi penyebab waktu tempuh ini bertambah.

Upayakan untuk turun bus setiap kali waktu istirahat tiba. Kemarin saya sempat skip satu kali turun karena malas gerak dan tidak terlalu lapar. Nah, waktu turun di perhentian berikutnya saya baru sadar kalau kaki sudah bengkak karena peredaran darah tak lancar.

PENGELUARAN TOTAL

Dana yang saya keluarkan tidak terlalu besar karena saya kurang jajan sepanjang jalan. Seingat saya begini:

Tiket: 650K
Makan: 25K x 4 kali makan: 100K
Jajan: kurang lebih 30K
Toilet: 20K (setiap ke toilet bayar 2K)

Total: 800K

=======

TIPS NYAMAN – AMAN NAIK BUS LINTAS SUMATERA

Perjalanan darat lintas Sumatera luar biasa panjang, sekitar dua kali panjangnya Pulau Jawa. Sebaiknya sebelum berangkat siapkan hal-hal ini:

  1. Uang tunai. Sepanjang jalan kemarin bus tidak berhenti di ATM manapun. Akan ribet kalau kekurangan uang di jalan. Tapi, tidak perlu juga bawa uang banyak-banyak, secukupnya saja.
  2. Siapkan pakaian yang nyaman untuk di perjalanan. Simpan pakaian di bagasi kabin. Akan repot kalau ada barang yang mau diambil di lambung bus karena barang sudah disusun tumpuk.
  3. Bawa alat mandi sendiri, termasuk handuk.
  4. Jika punya camilan favorit, boleh juga disiapkan untuk dibawa serta supaya perjalanan jalan darat lintas Sumatera jadi lebih menyenangkan.
  5. Ramah pada penumpang di bangku sebelah. Sebenarnya saya cenderung diam saat naik angkutan umum, tapi diam selama tiga hari tentu tidak mungkin ya. Teman sebangku ini akan jadi tempat kita bersandar kalau perlu titip barang saat ke toilet.
  6. Makan dan minum secukupnya, perhatikan kebersihannya juga ya.
  7. Jaga barang-barang penting. Jangan ditinggal-tinggal sembarangan. Perhatikan juga saat ke toilet atau ke restoran, jangan sampai barangnya terlupa.

—-

Naik bus bisa jadi pilihan tepat di saat tiket pesawat harganya melambung jauh ke awan. Sayangnya perjalanan darat lintas Sumatera ini tak cocok untuk semua orang, terutama yang waktunya cukup sempit dan sibuk. Biaya bus kurang lebih setengah tiket pesawat, tapi waktu yang dihabiskan 30 kali lipat dari perjalanan pesawat. Yay or Nay?

Setelah ini saya akan bahas pengalaman lintas provinsi lintas pulau dengan kapal laut KM Kelud, dari Medan sampai Jakarta. Seperti bus, perjalanan lintas dengan kapal bisa juga jadi pilihan transportasi selain pesawat dari ujung Sumatera- ke ujung Jawa.

/salam lintas Sumatera

4 thoughts on “Jalan Darat Lintas Sumatera: Jakarta-Medan”

  1. Biyuh 64 jam! Hahaha..

    Kalau dipikir-pikir dengan harga dan waktu tempuh yang panjang, lebih praktis naik pesawat. Tapi kalau bandingannya sama pengalaman, saya justru menilai mahalan jalan darat.

    Ya mungkin cukup sekali dua kali aja lah naik darat. Capek woii, belum bengkaknya! Haha

  2. WAAAAHHH lintas jawa-bali aku udah pernah, lintas Sumatera ini yang sampai saat ini masih ngeri-ngeri sedap. Katanya, takut banyak bajing loncat, kak Re. Bener ga?

    Aku pernah naik bis pas dari Malaysia ke Spore. Itu bis nya enak parah. Semogaaa makin banyak bis di Indonesia yang bis antarkotanya seenak itu. Semalaman aja kek gitu capeknya, apalagi ini sampai 3 hari woy! LOL

Leave a Reply to anesa nisa Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *