Blusukan Pasar Argosari, Batik Kayu Desa Bobung, Warung Gathot Thiwul Yu Tum, dan Pantai Indrayanti

Pagi, 3 November 2012, sekitar pukul 5 pagi, saya dikejutkan dengan ketukan di pintu kamar penginapan. Kakak penjaga penginapan berdiri tegak di depan pintu sambil membawa baki makanan di tangannya. “Ini sarapannya, Mba..”, kata dia.

Saya persilakan si kakak meletakkan sarapan di teras kamar, dan saya lanjut baring-baring lagi. Kokok ayam bersahutan, lama, tak berhenti.

Entah itu nyanyian untuk menyambut kami, para penjelajah gizi, atau memang murni kokok membangunkan penghuni penginapan. “Bangun, sudah siang, masa iya kalah saya Ayam,” demikian saya sukses menerjemahkan kokok itu pagi kemarin.

Tak lama kemudian, ketukan kedua terdengar lagi. Kali ini saya berpikir, “Ahh, mungkin ayang Ariel Noah yang datang hendak memberi pelukan selamat pagi.”

Sayangnya saya salah lagi. Adalah kakak panitia yang muncul membawakan sekotak sarapan. Iya, sarapan lagi. Haha..

dua trip sarapan

Saya sebenarnya agak curiga. Apa tujuannya kami para penjelajah gizi diberi sarapan dua porsi. Apakah kami memang sengaja di “gemukkan”, lalu belakangan akan dijadikan “korban”. Entah.

—————

BLUSUKAN PASAR

Pukul tujuh pagi, semua peserta sudah siap masuk bus dan sebelumnya, seperti biasa, berfoto dulu. Pagi itu saya mengambil dua sesi foto. Di depan kamar dan di depan wisma Joglo. Foto ini saya maksudkan bukan hanya sebagai kenangan, tapi juga doa. Semoga suatu saat saya bisa kembali lagi ke tempat yang menyenangkan ini.

bareng @titiwakmar, @memethmeong, & @ceritaeka di depan kamar

Malam sebelumnya, panitia sudah membagi peserta jadi 5 tim. Nama Tim-nya disesuaikan dengan tempat-tempat yang dikunjungi selama kegiatan. Ada Padi Gogo, Yu Tum, Indrayanti, Mbah Noto, dan Bobung.

Bus jalan seksi membawa kami ke Pasar Argosari Gunungkidul. Pasar ini adalah pasar tradisional yang berlokasi tepat di jantung kota Wonosari.

Pasar Argosari adalah pasar terbesar di Gunungkidul. Lebih 1000 pedagang berjualan di pasar ini setiap hari, mulai pukul 05.00 pagi – 17.00 sore. Pada malam hari, pelataran pasar berubah fungsi menjadi tempat makan lesehan.

Selain kebutuhan dasar seperti sembako dan sayuran, pengunjung dapat juga membeli pakaian dan alat rumah tangga. Anda dapat pula menemukan penganan tradisional beraneka rupa di pasar ini.

—————

Penampakan Tim Saya : PADI GOGO

TIM PADI GOGO

Bersama tim ini nantinya kami akan mengalami suka dan duka bersama, seharian. Bukan cuma di pasar, tapi di aula desa Bobung dan di pantai Indrayanti.

Sudah sampai di Pasar, terus mau apa? Belanja?

Bukan, kami bukan mau belanja bahan makanan, sih…

Tepatnya di tempat ini kami diberi tantangan oleh panitia. Berbelanja 20 makanan dengan uang Rp 10ribu. Mmm, jadi setiap item harus berharga rata-rata Rp 500. Jangan pikir tantangannya mudah, karena ke-20 bahan makanan/penganan itu hanya berupa clue saja.

Misalnya : Kudapan tradisional berbahan dasar beras ketan, manis berwarna kecoklatan. Jawabannya ‘wajik’. Begitu seterusnya sampai 20 clue dan penjelajah gizi harus menemukan 20 jawaban sebelum bisa melengkapi belanjaan.

Tiap tim dibekali uang, kertas petunjuk, dan tampah. Jadi gak perlu minta kresek sama penjualnya. Beli, bayar, taruh di tampah, lalu beli, bayar, taruh di tampah, begitu sampai selesai. Soal tampah ini saya terkesan, hebat panitia bisa terpikir sampai ke tampah. 😀

Atas : Pembagian tampah, uang, dan kertas petunjuk oleh panitia
Bawah : Sesi “ngotot-ngototan” dengan Pak Prof..
Atas : Hasil belanjaan lima tim
Bawah : Pose bareng tampah

Seru deh, masih pagi penjelajah gizi udah lari-lari, naik turun tangga, belanja macem-macem, dan ngotot-ngototan sama Pak Prof, si ahli gizi. “Tapi, Prof….” Haha.. Kok bisa ngotot? Karena ada beberapa clue yang menurut penjelajah gizi kurang jelas.

Misalnya, kudapan renyah berbahan dasar singkong kering? Berdasarkan clue itu, penjelajah gizi membawa berbagai macam makanan, ada yang bawa keripik, kerupuk, dan tim saya bawa OPAK..

Untung saja semua tim dianggap benar. Kebayang kan kalau ada yang dianggap salah, Pak Prof-selaku juri-bisa gak aman di perjalanan pulang. Haha..

Hasil belanjaan kemudian dinilai beramai-ramai.  Penilaian didasarkan pada kecepatan dan ketepatan. Selain blusukan pasar, ada 3 macam permainan lainnya yang mesti dilalui tiap tim, dan pada akhirnya nanti akan dinilai, tim mana yang mendapatkan nilai paling baik.

Okeh, sudah beres blusukan, dan foto-foto (lagi).. 😀

—————

DESA BOBUNG

POSYANDU

Cuaca di Gunungkidul dan sekitarnya cukup panas, bikin gerah. Jelang naik bus saya sempat membeli es dawet untuk memuaskan haus, harganya Rp 2500 saja sebungkusnya.

Saya masuk bus dalam keadaan basah kuyup berkeringat. Tapi tak lama, sebentar saja keringatnya sudah kering tertiup angin cepoi cepoi dari lobang AC di atas kepala. Nikmat..

Sesampainya di Desa Bobung, penjelajah gizi dibagi 2 tujuan, satu bus menuju aula untuk bertemu ibu-ibu PKK dan kader posyandu, sedangkan bus lainnya menuju PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Desa Bobung.

Bus saya berhenti di Posyandu, dan mata saya langsung berbinar melihat anak kecil aneka rupa. Dua diantaranya sempat saya gendong, dan iya, mereka menangis pastinya. Haha

Raffi dan Syarifa. Bukan bayi saya, tapi bayinya warga Desa Bobung.

Posyandu Nusa Indah 2, Desa Bobung, Kecamatan Pathuk, Kabupaten Gunungkidul ini diadakan tanggal 11 tiap bulannya. Selain acara timbang-menimbang bayi, ada juga arisan dan penyuluhan.

Menimbang Bayi

Posyandu ini memfasilitasi 40 orang balita. Setiap datang, rombongan balita itu dioleh-olehi bubur kacang hijau, buah, susu, telor puyuh, atau sop. Kondisi anak semuanya baik, hanya ada satu anak saja yang berat badannya agak kurang.

Aduh, saya rasanya gak pingin pergi kemana-mana. *peluk bayi satu-satu. 😀

Beres acara timbang-menimbang, tim saya PADI GOGO, dan tim sebelah INDRAYANTI, diberi tantangan membungkus lemper talas. Bahan sudah disiapkan oleh Ibu PKK, tinggal membungkus saja.

Mudah?

Salah!

Lomba bungkus lemper.

Membungkus lemper itu susah sangat, kawan. Dari lima lemper yang tim kami bungkus, tiga diantaranya pecah, keluar dari bungkus daunnya setelah dikukus.  Iya, tim kami kalah sama tim sebelah. *merana.

Dari teman yang mampir ke PAUD saya dapat info, 3 tim yang mampir kesana mendapatkan tantangan “Mendongeng”. Huih, kebayang muka anak-anak, pasti berbinar-binar kesenangan kalo didongengi, kan? 😀

SENTRA KERAJINAN KAYU

Selamat datang di Desa Wisata Bobung

Selain pertanian, sumber utama penghasilan warga Desa Bobung adalah kerajinan kayu.

Ada dua macam kayu yang digunakan sebagai bahan baku kerajinan, yaitu kayu pule (alstonia scholaris), dan kayu sengon (albasia).

Secara kualitas, hasil kerajinan dari Kayu Pule akan tampak lebih halus dan harga jualnya lebih tinggi. Jika batang kayu pule digunakan untuk kerajinan, maka bagian kulitnya digunakan untuk bahan jamu ghodok.

Kayu gelondongan yang siap diolah jadi kerajinan

Sayangnya, pertumbuhan kayu pule relatif lambat, sehingga warga menggunakan kayu sengon sebagai pendamping bahan baku.

Proses pembuatan topeng cukup panjang. Dimulai dari membelah kayu seukuran kerajinan yang akan dibuat. Jika peruntukannya untuk topeng, tentu saja ukurannya akan berbeda dengan mangkuk.

Di bengkel, kayu yang sebelumnya tanpa bentuk itu dipahat. Ada yang berbentuk topeng, binatang, dan lainnya. Bentuk-bentuk ini dibuat sesuai permintaan. Pekerja akan mendapatkan upah harian.

Di bengkel ini, kayu gelondongan dibentuk sesuai pesanan.

Setelah selesai dipahat, kayu yang telah berbentuk kemudian direbus selama tiga jam dengan bahan pengawet. Lalu dioven selama 2 hari. Setelah benar-benar kering, kayu dipindahkan ke bagian pengamplasan.

Jika di bengkel pahat semua pekerja laki-laki, di bagian pahat ini sebaliknya. Hampir semua pekerjanya perempuan. Saya pikir ini masalah tenaga ya. Memotong dan mencungkil kayu pasti membutuhkan energi yang cukup besar.

Pengamplasan mesti dilakukan hati-hati. Kalau terlalu semangat bisa-bisa bentuk hidung pada topeng yang tadinya sudah lurus mancung malah rusak.

Beres diamplas, topeng dan kerajinan lainnya dipindahkan ke bagian gambar. Gambarnya bisa macam-macam, bunga atau bentuk bangun ruang beraneka.

Selanjutnya, kerajinan dibawa ke ruang pembatikan. Pembatikan dilakukan langsung pada kayu. Istilahnya batik kayu.  Pembantikan yang dilakukan persis seperti membatik kain, menggunakan malam dan canting.

Karena dilakukan manual dan sangat hati-hati, dalam satu hari paling hanya bisa didapatkan satu buah topeng batik kayu.

Kerajinan kayu yang sudah selesai dibatik dan dipernis

Topeng yang sudah dibatik kemudian dipernis dan dikeringkan kembali. Setelahnya tinggal dipajang di showroom.

Kerajinan batik kayu khas Desa Bobung tidak hanya diminati wisatawan dalam negeri. Kerajinan ini sudah pula diekspor ke mancanegara. Diantaranya Brazil (topeng), Eropa (barang fungsional semacam nampan), Asia (patung binatang seperti kucing/gajah), dan Australia (patung kanguru).

Untuk menjamin persaingan yang sehat antara UKM di Desa Bobung, dibentuklah Koperasi. Koperasi juga berperan sebagai pemberi modal.

Harga kerajinan batik kayu bervariasi. Mulai Rp 7500 (gantungan kunci), Rp 300ribu (topeng), Rp 30-40ribu (hiasan binatang), Rp 30-120ribu (mangkuk dan nampan).

Gelang, Mangkok, dan Topeng hasil karya warga Desa Bobung

Koperasi juga menerima pesanan kerajinan kayu ukuran besar. Khusus untuk kerajinan ukuran besar ini harganya bisa mencapai Rp 10juta.

Bapak Ismadi, pemandu yang menemani saya berkeliling desa, menyebutkan saat ini dari 138 KK, hanya 2 KK saja yang tidak ikut membuat kerajinan. “Itupun karena mereka bekerja sebagai PNS.”

Ia beharap, Desa Bobung semakin dikenal dengan kayu batiknya, dan warga desa dapat terus mendapatkan pesanan.  Aminn…

Di showroom, panitia dan penjelajah gizi ribut seribut-ributnya, bukan berantem sih, tapi pada mborong kerajinan kayu. Aduh aduh, itu wajah yang beli dan dan yang jual sama-sama berbinar kesenangan abis transaksi.

—————

MAKAN SIANG DI AULA

Yang menyenangkan dari kegiatan Jelajah Gizi adalah, bisa menikmati penganan lokal yang benar-benar nikmat. Tak kalah rasanya dengan menu internasional di mal-mal. Apalagi yang masak adalah ibu-ibu yang mungkin kemampuan masaknya sudah setara chef terkenal. 😀

Lidah penjelajah gizi hari ini dimanja dengan urap, bacem ayam+bebek, bacem tempe+tahu, sayur lombok ijo, dan lalapan. Uuhh, segarnya..

Sudah kenyang, pamitan, foto-foto. Penjelajah gizi lekas masuk ke bus dan siap lanjut ke tujuan berikutnya.

Anak-anak yang bersekolah di PAUD Desa Bobung dapet mainan baru, hadiah dari Sarihusada. 😀

—————

WARUNG GATHOT THIWUL “YU TUM”

Kangen Thiwul dan Gathot tapi sulit menemukannya di pasar tradisional? Bisa mampir saja ke warung ini.  Pemiliknya adalah perempuan cantik berumur 80 tahun yang bernama Tumirah.

Yu Tum dan saya.

Yu Tum, demikian ia biasa dipanggil, sudah meramu thiwul dan gathot sejak 1985. Dulu, ia berjualan dengan berkeliling kampung. Lalu pada 2004 lalu, warung pertamanya -Gathot Thiwul “Yu Tum”-dibuka.

Saat ini warung Yu Tum bisa menghabiskan 50 kilogram tepung singkong pada hari biasa, dan 70 kilogram tepung pada akhir pekan. Omsetnya juga luar biasa, sekitar 3-4 juta rupiah perharinya.

Oh iya, Yu Tum juga menerima pesanan khusus seperti Thiwul rasa coklat dan keju. Khusus Gathot, selain gathot biasa, ada juga gathot rasa nangka. Karena tidak menggunakan pengawet, penganan ini hanya tahan maksimal dua hari saja.

Harga tiap porsi (satu besek) thiwul atau gathot Rp 12ribu. Kamu boleh beli masing-masing setengah bagian thiwul dan setengah bagian gathot, lho. Harganya sama saja.

Proses pembuatan thiwul dan gathot sangatlah panjang. Makan waktu berhari-hari.

Oh iya, saat ini Warung Yu Tum dikelola oleh anak dan menantu. Sesekali Yu Tum masih turun ke dapur untuk meracik thiwul.

Sore itu, saya pulang dari Warung Yu Tum dengan keyakinan makanan tradisional akan berjaya.

—————

PANTAI INDRAYANTI

Hari menjelang sore. Saatnya hore-hore.

Kaki kami menjejak di pantai putih, bersih. Pantai Indrayanti namanya. Pantai ini tidak begitu lebar, tapi tetap menyajikan pemandangan yang cantik.

Pantai yang dapat berjarak sekitar 70 kilometer dari kota Jogja ini dikelola oleh swasta. Pemberian nama pantai sempat menjadi kontroversi. Pasalnya, Indrayanti adalah nama istri pemilik restoran yang beroperasi di pantai.

Saya tidak akan melupakan bersihnya pantai, lembutnya pasir. Tidak ada satu sampah pun saya lihat tercecer.

Warga menyambut pendatang dengan baik. Pedagang terlihat menawarkan barang, tetapi caranya ramah dan tidak memaksa.

Menikmati pantai akan mudah dilakukan, banyak spot-spot untuk menyendiri. Angin dan ombak terus bertiup, tapi tidak besar.

Anak kecil terlihat mandi-mandi di pinggir pantai. Orang dewasa kebanyakan berfoto atau sekedar duduk menikmati jagung bakar dan kelapa muda. Disediakan penginapan, namun jika berpasangan musti menunjukkan surat nikah lebih dulu. 😀

Penjelajah gizi tiba di pantai dan langsung tercerai-berai. Saat malam menjelang, lewat halo-halo dari MC, kami berkumpul lagi.

Saatnya game! Kali ini setiap tim wajib mengirimkan dua wakilnya untuk bermain LIMBO. Tim PADI GOGO mengirimkan Andre dan saya, lalu kami kalah.. 😀

Pemenang game LIMBO kali ini berasal dari Tim YU TUM. Sebenarnya kalau dilihat dari penampakannya wajar saja ya mereka berdua bisa menang. *hihihi.. Eniwei, selamat ya kalian..  *bersumpah pada langit, suatu saat nanti saya harus punya badan selangsing mereka.

Setiap tim sudah punya kesempatan main 3 macam game, dan sekarang saatnya pengumuman.  Tim saya, PADI GOGO berhasil menjadi juara ke-3, hadiahnya voucher belanja Rp 300ribu, juara ke-3 adalah YU TUM (hadiahnya voucher belanja Rp 500ribu), dan juara ke-1 INDRAYANTI (hadiahnya cash Rp 1juta).

pemenang games jelajah gizi

Sampai di bus, tiap tim pemenang langsung transaksi bagi-bagi hadiah. Hooh, hadiahnya tadi itu dibagi sejumlah anggota yang ada di tim masing-masing. 😀

Oh iya, tadi di pantai, setiap tim musti perform yel-yel. Sebagai mantan kekasih Ariel Noah, tentu saja saya (dibantu anggota tim lainnya), lancar membuat lirik.

Judul yel-yel kami adalah : YELGO (yel-yel padi gogo).

Haha, gak kreatip, yak..

Kamu, makannya apa?
Saya juru masaknya
Saya nasi merah,
Saya belalang,
Saya pilih mie godhok

Kita, ada dimana?
Ada di Gunungkidul
Jalan-jalan bareng,
Makan-makan bareng,
Semua jadi seneng.

Acaranya, eh acara apa?
Jelajah gizi, Sarihusada
Disini pangan lokal berjaya
Enak rasa gizi tersedia.

Padi Gogo, GO GO GO
Makan enak, YOOO…

TIM PADI GOGO sedang perform yel-yel

Kebayang kan nyanyi-nya seperti apa.. Iya, persis kayak gitu. Haha..

Dear Indrayanti, padamu aku kan kembali…..

—————

KANDUNGAN GIZI WISATA KULINER JELAJAH GIZI HARI DUA

ROTI BAKAR

Roti tawar berasal dari tepung. Kandungannya adalah karbohidrat dan protein. Karena sifatnya yang mengenyangkan, roti sering digunakan sebagai pengganti nasi pada saat sarapan.

Saat ini, selain serat, roti juga dapat diperkaya (difortifikasi) dengan berbagai macam zat gizi. Beberapa zat gizi yang umumnya ditambahkan ke dalam roti adalah vitamin, seperti thiamin (vitamin B1), riboflavin (vitamin B2), dan niasin, serta sejumlah mineral berupa zat besi, iodium, kalsium, dan lain-lain. Roti juga sering diperkaya dengan asam amino tertentu untuk lebih meningkatkan mutu protein bagi tubuh.

NASI + AYAM + SAYUR + TELUR + PISANG

NASI : Beras merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi masyarakat Indonesia. Beras sebagai
bahan makanan mengandung nilai gizi yang cukup tinggi yaitu kandungan karbohidrat
sebesar 360 kalori, protein sebesar 6.8 gr dan kandungan mineral seperti Ca dan Fe masing-masing 6 dan 0.8 mg.

AYAM : Kandungan lemak pada ayam kampung lebih rendah daripada ayam ras. Ayam merupakan sumber protein berkualitas tinggi dan lebih rendah kandungan lemak jenuhnya dibanding daging berwarna merah. Ayam juga kaya akan kandungan mineral (kalsium, tembaga, zat besi, fosfor, kalium dan zinc) dan beragam vitamin (vitamin A dan berbagai vitamin B). Kandungan zat gizi ayam kampung per 100 gram bahan adalah Energi (246 kkal), Protein (37.9 gr), dan Lemak (9 gr).

SAYUR LABU SIAM : Labu siam memiliki kadar vitamin C yang tinggi, rendah kalori, rendah sodium, tidak mengandung kolesterol, dan merupakan sumber serat yang baik. Labu siam juga mengandung

  • Folat. Labu siam adalah sumber folat, vitamin B yang sangat bermanfaat bagi ibu hamil dan kesehatan kardiovaskuler.
  • Vitamin C. Vitamin C adalah salah satu antioksidan kuat yang dapat melindungi sel dari kerusakan oleh radikal bebas.
  • Mangan. Mangan dalam labu siam membantu tubuh mengubah protein dan lemak menjadi energi.
  • Serat. Membantu mencegah sembelit dan melancarkan pencernaan.
  • Tembaga. Membantu yodium dalam menjaga kesehatan tiroid.
  • Zinc. Membantu menyehatkan kulit.
  • Vitamin K. Membantu kesehatan tulang dan gigi.

TELUR : Telur merupakan sumber protein yang baik, kadarnya sekitar 14%, sehingga dari tiap butir telur akan diperoleh sekitar 8 gram protein. Kandungan asam amino proteinnya juga sangat lengkap.

Telur kaya fosfor dan besi, tetapi kandungan kalsiumnya rendah. Keadaan sepeerti ini sama seperti yang dijumpai pada daging. Selain itu telur juga mengandung vitamin B kompleks, serta vitamin A dan D (dalam kuning telur). Telur sama sekali tidak mengandung vitamin C.

Kadar kolesterol yang terdapat dalam kuning telur sekitar 250 mg per butir. Para ahli gizi menganjurkan agar orang dewasa hanya mengkonsumsi telur paling banyak 4 butir per minggu.

PISANG : Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, kalsium, dan besi. Bila dibandingkan dengan jenis makanan nabati lain, mineral pisang, khususnya besi, hampir seluruhnya (100 persen) dapat diserap tubuh. Berdasarkan berat kering, kadar besi pisang mencapai 2 miligram per 100 gram dan seng 0,8 mg.

Kandungan vitaminnya sangat tinggi, terutama provitamin A, yaitu betakaroten, sebesar 45 mg per 100 gram berat kering, sedangkan pada apel hanya 15 mg. Pisang juga mengandung vitamin B, dan vitamin B6 (piridoxin).

GATHOT dan THIWUL

Dua penganan ini berbahan dasar singkong. Singkong atau ubikayu (Manihot esculenta Crantz) merupakan salah satu sumber karbohidrat lokal Indonesia yang menduduki urutan ketiga terbesar setelah padi dan jagung. Tanaman ini merupakan bahan baku yang paling potensial untuk diolah menjadi tepung.

SEAFOOD (CUMI dan UDANG)

Seafood mengandung protein yang sangat tinggi. Ada beberapa orang yang sensitif terhadap udang dan cumi-cumi.

Selain protein, cumi-cumi juga mengandung omega-3,  tembaga, seng, vitamin B dan yodium. Kandungan tembaga pada cumi baik untuk penyerapan tubuh, penyimpanan dan metabolisme besi dan pembentukan sel darah merah.

Sedangkan udang tinggi kadar vitamin B12. Vit B12 diperlukan untuk pembelahan sel dan mineral selenium yang memiliki sifat untuk melindungi dan mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh dan fungsi tiroid.

/salam sadar gizi

Sumber : http://web.ipb.ac.id/~tpg/de/pubde_ntrtnhlth_roti.php
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/15820/1/skm-agu2005-%20%285%29.pdf
http://majalahkesehatan.com/labu-siam-sedap-dimakan-dan-berkhasiat/
http://web.ipb.ac.id/~tpg/de/pubde_ntrtnhlth_telur.php
http://id.wikipedia.org/wiki/Pisang
http://health.kompas.com/read/2012/07/03/12073798/7.Jenis.Seafood.Ini.Perkecil.Risiko.Sakit.Jantung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *