Jumpa Pertama dengan Rafflesia

Jika melintas di jalanan Bengkulu dan menemukan spanduk seperti ini, sempatkanlah turun dari kendaraan. Spanduk bikinan warga yang dipasang terbentang itu adalah woro-woro untuk Rafflesia yang sedang mekar. Jangan menunda mampir, karena waktu mekarnya hanya beberapa hari saja. ^^

Spanduk ini pula yang membuat bus kami berhenti di tepi jalan Liku Sembilan KM 45, sekitar Hutan Lindung Taba Penanjung di Bengkulu Tengah, akhir bulan lalu. Spanduk bertuliskan tangan yang dilengkapi gambar Rafflesia membuat saya yang terkantuk-kantuk sontak segar kembali.

Rafflesia!

Rafflesia!

Saya belum pernah bertemu dengan bunga langka nan legendaris ini sebelumnya. Buku bacaan di sekolah sudah membuat saya memperkirakan bentuknya. Tapi membayangkan tentu berbeda dengan menemukan. Hati saya bergetar, rasanya miriplah kalau mau jumpa dengan gebetan. Deg deg serrr..

Perjumpaan, setelah sekian lama dinantikan, tak ditakdirkan mudah. Bunga Rafflesia ada nun jauh di sana, di dalam hutan, sekitar 30 meter menuju lembah, dengan jalur yang cukup terjal dan licin. Agar tak terpeleset, disarankan berpegangan pada tali atau akar pohon. Tim pemandu tour Festival Bumi Rafflesia 2017 dari Alesha Wisata untungnya sigap membantu memegang, menarik, atau mendorong sesuai kebutuhan.

Karena jumlah rombongan tour yang cukup banyak, kami mengantri cukup lama di jalur turun. Sembari turun, kami didongengi oleh Mas Asnody Restiawan soal pola hidup dan penyebaran Rafflesia. Oh iya, Mas Asnody ini dari Bengkulu Heritage Society. Kalau misalnya butuh info soal Bengkulu, khususnya soal heritage, colek aja akun IG-nya di @asnody / @BKL_heritage.

Oke, lanjut soal Rafflesia. Jadi, di seluruh dunia ini ada 26 jenis bunga Rafflesia. Di Indonesia sendiri ada 11 jenis yang 4 jenis di antaranya ada di Bengkulu.

Rafflesia Arnoldi

Rafflesia Arnoldi adalah bunga yang paling populer. Bunga ini dikenal luas setelah ditemukan oleh Sir Stamford Raffles dan Dr. Joseph Arnold pada 1818 di desa Pulo Lebbar (Kecamatan Pino Raya) 30 km dari Kota Manna Kab. Bengkulu Selatan.  Padma Raksasa (Rafflesia arnoldi) ditetapkan menjadi puspa langka melengkapi Melati Putih (puspa bangsa) dan Anggrek Bulan (puspa pesona). Selain menjadi salah satu dari bunga nasional, Rafflesia arnoldii juga menjadi flora identitas provinsi Bengkulu.

Rafflesia Gadutensis (sumber foto: Tempo)


Rafflesia Gadutensis
dapat ditemukan di sisi barat Pegunungan Bukit Barisan Kab. Mukomuko dan Bengkulu Utara. Diameternya lebih kecil ketimbang Arnoldi, kisarannya di 40-46 cm.

Rafflesia Hasseltii (sumber foto: Antara)

Rafflesia Hasseltii sering disebut sebagai cendawan merah-putih karena pola bercak dan warna di helai perigon. Diameter bunganya berkisar antara 35-70 cm. Bunga ini hanya tumbuh di Kabupaten Lebong, Bengkulu.

Rafflesia Bengkuluensis (sumber foto: Antara)

Rafflesia Bengkuluensis memiliki diameter bunga 50-55 cm. Sebaran geografisnya cukup terbatas, hanya di sekitar lembah Talang Tais dan daerah aliran sungai Tais, di sebelah barat laut Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

Kemarin saya dan teman-teman berjumpa dengan bunga yang paling populer, Rafflesia Arnoldi. Bunga ini dari kecil hingga berkembang, butuh waktu yang cukup lama, total sekitar 14 bulan.

Bonggol Rafflesia

Dari Bonggol ini, masih lama sekali sampai nanti bunganya berkembang. Setelah ditunggu demikian lama, bunganya hanya mekar 7 hari saja, itupun di hari ke 4-5 warna kelopaknya mulai menghitam.

Selfie dengan Rafflesia Arnoldi

Kami berjumpa Rafflesia selebar 65 cm ini di hari ke-4 mekarnya. Ukuran terbesar Rafflesia Arnoldi yang pernah ditemukan adalah 120 cm. Jadi ini cuma setengahnya! Di sekitar bunga, banyak kami temui bonggol-bonggol bakal bunga. Masih kecil, butuh waktu setahunan lagi menunggu mereka mekar.

Kalau dilihat dari dekat, bentuk Rafflesia ini agak nyeremin. Bertotol-totol besar, bagian tengahnya berlubang mirip cawan, dan dalamnya ada semacam duri-duri landak. Saya sempat mendekatkan hidung dan samar-samar mencium bau anyir. Tapi, baunya tidak separah yang saya bayangkan. Masih aman dan tidak terlalu tercium dari jarak agak jauh.

Oh iya, untuk teman-teman yang akan berkunjung melongok Rafflesia dan beruntung berjumpa langsung, berikut ada pesan dari Komunitas Peduli Puspa Langka. Bengkulu Heritage Society.

  1. Sebaiknya tidak masuk ke kawasan habitat puspa langka sendirian. Ajak pemandu wisata atau minta temani penduduk setempat. Biasanya selalu ada penduduk yang menunggu di area mekarnya bunga.
  2. Berjalanlah di jalur yang disediakan agar tidak ada habitat lain yang terinjak saat kita naik/turun jalur.
  3. Ketika berkunjung dalam jumlah rombongan, buat kelompok kecil dengan jumlah maksimal  5 orang. Hanya 5 orang saja yang diperbolehkan berada dekat bunga, setelah itu bergantian dengan kelompok lainnya.
  4. Hati-hati melangkah, kemungkinan potensi menginjak bakal bunga (kenop/bongkol) bunga yang kecil amat besar.
  5. Dilarang berfoto sambil menyentuh bunga ataupun inangnya. Untuk berfoto pastikan sudah meminta izin dan ikut aturan dari pengelola dan pengawas habitat demi menjamin keselamatan dan kelestarian bunga rafflesia, bakal bunga (kenop/bongkol) dan inangnya.
  6. Foto grup tidak dianjurkan berdekatan dengan bunga rafflesia. Hal ini agar dapat mencegah menginjak bakal bunga (kenop/bongkol), inang dan menyenggol kelopak bunga.
  7. Selama berada di habitat dilarang merusak dan mengambil tumbuhan/tanaman lainnya.
  8. Dilarang membuang sampah sembarangan selama berada di dalam kawasan. Pengunjung sangat dianjurkan membawa kantong plastik untuk tempat sampah dan membawanya kembali saat keluar kawasan habitat.
  9. Terakhir, hormati budaya setempat. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.

Semoga Rafflesia tetap bisa ditemui di tahun-tahun mendatang dan semakin banyak teman-teman juga mendapatkan rezeki baik berjumpa Rafflesia.

/salam Rafflesia.


Perjalanan bersama blogger, fotografer, instagramer, dan youtuber ini merupakan kerjasama Dinas Pariwisata Bengkulu, Alesha Wisata Bengkulu, dan Komunitas Bengkulu Heritage. Foto-foto juga ditampilkan di twitter dan instagram dengan hashtag #FestivalBumiRafflesia2017 #FamtripBengkulu #PesonaBengkulu.

7 thoughts on “Jumpa Pertama dengan Rafflesia”

  1. kayaknya lebih cantik kalo dilihat dari jauh ya.. hihi.. kalo lihat detailnya agak geli 😛 tapi kamu dan rombongan beruntung sekali bisa lihat bunga langka ini 😀

    1. Hooh, kalo dari jauh aman-aman aja. Pas close up baru agak-agak gimanaa gitu. Mana bunganya gede betul ya. Tapi yes, ku bahagia bisa ketemu sama Rafflesia. Sangat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *