Kalau Anak Sakit

Kalau anak sakit, kepala sampai kaki rasanya ikut lemas. Tak tega rasanya melihat si anak berjuang melawan sakitnya. Rasanya, kalau bisa, pingin minta sama tuhan supaya sakitnya si anak dipindahkan saja ke saya.

Jadi, setelah semalaman tak tenang melihat si bayi muntah dan diare terus-terusan, pagi-nya saya bawa dia ke dokter.

Dari omong-omong hampir setengah jam, kurang lebih dokternya mendiagnosis bayinya kena GE (Gastroenteritis acute). Dokter berharap saya tenang, terus perhatikan asupan cairan dan tanda-tanda kegawatdaruratan pada si anak. Tanda-tanda kegawatdaruratan itu merupakan petunjuk buat saya untuk segera membawa si anak ke rumah sakit (lagi).

Sementara saya hanya diminta observasi, menghitung asupan masuk, memperhatikan asupan keluar dan mengusahakan pengganti cairan tubuh (oralit) bisa masuk ke badannya si anak.

Oh iya, saya juga diminta untuk memperhatikan plan A dan plan B dari WHO untuk kasus acute gastroenteritis ini.

Sekarang anaknya masih lemes, ibunya apalagi.

Dia harus sembuh, dia pasti sembuh.

/salam emak risau

 

8 thoughts on “Kalau Anak Sakit”

  1. Waa mbaak, Triya juga pernah didiagnosa gastroentritis. Sempet muntah2 9x dalam 12 jam, abis itu diare juga.. Nggak mau makan.. Jadi yg masuk cuma roti dan marie.. Rada stress, tapi membaik setelah 2 hari.. Mudah2an cepet sembuh yaa.. Hang in there…

  2. barusan upload juga tulisan tentang anak sakit 🙁 jadi bisa ngerasain sedihnya

    semoga dedenya segera baikan ya Mbak

  3. kak re, gmana dedek embun? dah sehat? dulu kaisar masuk rumah sakit juga gara-gara itu sakitnya,,gampangnya sih kami sebut sakit mun-men, muntah mencret,,berat badan bisa drastis berkurang,,, harus kuat sih, nahankan rewelnya dan stress kepala…sabar ya mak mbun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *