Kalau Anak Susah Makan

gambar dari sini
gambar dari sini

Bayi saya susah sekali makan belakangan ini. Sebagai ibu, tentu saja saya kuatir. Dulu, saat dia masih bayi sekali, malas makannya biasa ditandai dengan melepeh, saat ini dia sudah jauh lebih pintar.

Kalau malas makan, dia akan berlari kencang menjauhi mangkuk nasi yang saya bawa sambil berujar “enggaaaakkkkk”. Kalau saya marah atau mengancam, dia akan menerima satu suapan, lalu menyimpannya di dalam mulut selama mungkin. Lalu, saat saya datang untuk menyuapi kembali dia akan membuka mulutnya lebar-lebar sambil berujar, “masih ada!”

Saya berusaha sangat sabar dengan kelakuan malas makannya, tapi kadang saya tak tahan dan akhirnya mengancam. “Kalau ga makan, nanti kita ga jalan-jalan sore”, atau “Kalau ga makan, nanti buma pergi aja, ga ajak Embun”.

Biasanya setelah diancam, dia akan pasang mimik wajah ingin menangis, mendatangi saya, dan pasrah mulutnya disuapi. Setelah mengancam, dia makan, tapi kemudian saya tak bahagia, tak happy. Saya benci mengancam anak. Saya merasa bersalah.

Kemarin, seorang teman bilang, makan itu bukan cuma soal memasukkan nutrisi dan menambah berat badan bayi.

Makan itu petualangan! Kegiatan makan haruslah menyenangkan. Kalau makan terpaksa, makanan yang tadinya enak bisa jadi bikin eneg.  Orangtua, kata dia, kadang lupa, saat makan ada proses latihan, mulai dari mengenyot, mengunyah, hingga menelan. Proses makan mestinya menyenangkan. Supaya menyenangkan, si ibu bisa bikin menu yang variatif.

Dia cerita, dulu saat anaknya masih kecil dan malas makan, mengganti suasana bisa jadi obat. Taplak meja dibentangkan di teras,  anak diminta duduk manis, dan dia (si ibu), datang berpura-pura sebagai pelayan restoran menawarkan berbagai macam pilihan makanan. “Mau pesan makan apa, bu. Hari ini ada brokoli rebus kuah keju, apa ibu mau pesan?”

Lain kali, dia berpura-pura si anak adalah tuan puteri kerajaan, si anak dipakaikan baju cantik dan si ibu jadi dayang-dayang. “Wah, sudah cantik, supaya kulitnya ikut cantik dan badannya sehat, kita harus makan-makanan bergizi, nih”.

Selain makan sambil berakting, dia juga senang mengajak anaknya masak bersama sambil bercerita. “Ini kangkung, warnanya hijau, kalau kangkung seratnya banyak, bagus dimakan supaya sehat”, atau “Ini wortel, warnanya kuning, nanti kita makan wortel yuk, enaakkk, banyak vitaminnya juga”.

Makan bersama teman atau sepupu bisa juga bikin si anak berselera. Boleh dicoba kalau kehabisan ide. Trus kalau ada dana, boleh juga mengajak anak makan di restoran sesekali. Ya tapi ga bisa keseringan juga sih. Bisa bolong kantongnya, kan?

Menurut saya, dia ibu yang sabar. 😀

Oh iya, dia juga bilang, kalau anak ga mau makan, ga usah dipaksa-paksa, biarkan saja dulu. Nanti kalau lapar anaknya pasti datang sendiri minta makan.  :p

——

Kalau malas makan, saya suka membiarkan si bayi makan sendiri. Dia lebih tau kapan mulutnya kosong juga seberapa besar suapan yang dia inginkan. Membiarkan dia makan sendiri melatih motorik bayi, melatih kepercayaan diri dan kemandirian.

makan sendiri

Tapi, kadang, kalau dibiarkan makan sendiri, ini yang dia lakukan. 😐

malasmakan

Selamat makan Om dan Tante, jadi apa menu kita hari ini?

/Salam makan

6 thoughts on “Kalau Anak Susah Makan”

  1. ohmyyyyy… anak susah makan itu adalah salah satu hal yang bikin ibu-ibu pengen cari tali sama pohon -____-

    1. baru bisa buka komen, Nih.

      jadi kalau anak setahun, teorinya (katanya) gini.
      Si anak kan mulai belajar tekstur makanan dari 6 bulan, tuh. Dari makanan cair, encer, lunak, terus nanti lama-lama jadi padat. So, kalau sekarang belum makan makanan meja (makanan yang sama dengan orangtuanya), bisa coba ubah teksturnya pelan-pelan menuju ke sana.

      Jangan takut pake bumbu masak, umur setahun udah bisa makan makanan pake semua bumbu, kalau PeDe, bisa mulai dikenalin cabe dikiit-dikiit juga.

      Ubah suasana, ubah menu, ganti-ganti yang suapin, main sama temannya, cobain aja satu-satu.

      Kalo ga berhasil juga, aku akhirnya pake rumus, biarin aja, toh nanti kalo lapar dia minta sendiri. :p

      Selamat berjuaaangg.. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *