Kamu Siapa?

Kamu.
Ya, Kamu.
Mengganggu mata kemarin. Di metromini.

Debar jantung bersahutan, mata enggan tenang.
Lengan diharap sempat menyatu saat bus rombeng mendadak diam.
Badan dipasang melayang, berharap ditopang lengan idaman

Ahh, kamu.
Ya, Kamu.
Buat otakku buntu.

“halte.. halte…” kondektur berteriak.

Aku? Enggan melangkah.
Terpaksa hanya melepaskan sepandang kilas.
Hanya riap rambut panjang yang terlihat.

Kamu.
Ya, Kamu. Lelaki misterius di bus kota.
Kamu siapa?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *