KANKER PAYUDARA: TAK NYATA JIKA BELUM DI DEPAN MATA

USG Payudara (OMNI Hospital).

Saya cengangas-cengenges ketika masuk ruangan DR. dr. Denni Joko Purwanto, Sp.B (K) Onk untuk USG payudara. Setelah membuka pakaian dan rebah di meja periksa pun, hati saya masih tenang-tenang saja. Namun saat dokter melambatkan pindaian, pikiran saya mulai tak keruan.

Tidak ada yang aneh di badan saya, semuanya biasa-biasa saja. Tak ada sakit atau rasa yang aneh. Namun tangan dokter yang diam di satu titik, sukses membuat saya hancur lebur. Saat itu juga otak saya pergi berpikir jauh. Sangat jauh! Kekhawatiran soal kemungkinan kanker payudara mulai meraja, rasa takut mengambil alih, dan tubuh saya mulai gemetar.

“Mohon maaf, saya izin periksa ulang secara manual, ya,” lamat-lamat saya mendengar dokter buka suara.

“Ini kista, kecil. Biasa, tak bahaya,” ujar dokter tenang. Perlahan saya menghembuskan napas yang lama tertahan. Lalu saya mendengar dokter menjelaskan soal ukuran kista yang masih aman, hanya sekitar 1 sentimeter. Kista dalam ukuran itu tidak perlu penanganan khusus. Kebanyakan kista malah akan hilang dengan sendirinya.

Tapi tidak semua kista menghilang begitu saja. Jika ukurannya sudah besar dan mulai mengganggu aktivitas atau menimbulkan rasa sakit, artinya kista sudah memerlukan tindakan lanjutan. Tindakannya tidak rumit, hanya penyedotan cairan.

Konsultasi dengan DR. dr. Denni Joko Purwanto, Sp.B (K) Onk, OMNI Hospitals Alam Sutera

Pemeriksaan USG Payudara ini, adalah rangkaian dari acara bincang-bincang soal Breast Cancer Awareness di OMNI Hospitals Alam Sutera, dua minggu lalu. Pematerinya DR. dr. Denni Joko Purwanto, Sp.B (K) Onk, spesialis bedah konsultan onkologi yang sudah sangat berpengalaman menangani kasus kanker, khususnya kanker payudara.

Saat diundang untuk hadir di acaranya, saya segera mengiyakan. Memiliki seorang sepupu yang sudah meninggal karena kanker payudara, membuat saya lebih waspada soal kemungkinan terkena penyakit yang sama.

Kanker payudara adalah penyebab pertama kematian akibat kanker pada perempuan di Indonesia. Kanker ini dapat ditangani lebih cepat jika pasien datang lebih awal. Sayangnya kebanyakan pasien datang saat sudah cukup parah. Tentu saja tetap bisa ditangani, tetapi waktu dan usaha yang diperlukan tentu lebih panjang.

Bagaimana caranya agar tahu lebih awal? SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) atau SADANIS (pemeriksaan payudara klinis) adalah kuncinya. SADARI ini sebaiknya dilakukan sebulan sekali pada hari ke 7-10 dari hari pertama menstruasi. Hanya tujuh menit saja, satu bulan sekali, sebagai langkah awal untuk menyelamatkan nyawa!

ENAM LANGKAH SADARI

Lalu, apa saja yang harus diwaspadai saat SADARI?
Disarankan untuk konsultasi segera ke dokter jika dalam pemeriksaan mandiri menemukan:

  • Teraba benjolan keras pada payudara atau ketiak.
  • Terjadinya perubahan pada permukaan kulit: kulit menjadi berkerut, atau terdapat cekungan.
  • Ada perubahan ukuran dan bentuk payudara, terutama ketika mengangkat payudara atau menggerakkan lengan.
  • Menemukan cairan dari puting payudara, tapi bukan ASI.
  • Ada darah yang merembes dari puting.
  • Ada bagian puting yang memerah dan menjadi lembab, serta jika ditekan tidak kunjung berubah ke bentuk semula.
  • Puting berubah bentuk, misalnya menjadi hilang/masuk ke dalam.
  • Ada ruam di sekitar puting.
  • Ada rasa sakit atau tidak nyaman yang berkelanjutan pada payudara.

Ahhh, saya kan hidupnya normal-normal saja, kanker rasanya jauh sekali dari bayangan.

Percayalah, saya juga berpikir serupa sampai sepupu akhirnya mengalami sendiri. Faktor turunan memang menjadi salah satu risiko menyebarnya penyakit. Tapi ada faktor lain juga yang mengambil peran besar, di antaranya adalah gaya hidup.

http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/penyakit-kanker-dan-kelainan-darah/apa-saja-faktor-risiko-kanker-payudara

FAKTOR RISIKO KANKER PAYUDARA

  • Haid pertama pada usia di bawah 12 tahun.
  • Wanita yang tidak menikah.
  • Wanita menikah tetapi tidak memiliki anak.
  • Melahirkan anak pertama pada usia 30 tahun.
  • Tidak menyusui.
  • Menggunakan kontrasepsi hormonal dan atau mendapat terapi hormonal dalam waktu yang cukup lama.
  • Menopause pada usia lebih dari 55 tahun.
  • Pernah operasi tumor jinak payudara.
  • Riwayat kanker dalam keluarga. Sekitar 5-10% kanker payudara berhubungan dengan mutasi gen yang diturunkan oleh ibu/ayah.
  • Wanita yang mengalami stres berat.
  • Konsumsi lemak dan alkohol secara berlebih.
  • Perokok aktif dan pasif.

Satu dari delapan perempuan di dunia didiagnosis kanker payudara. Kanker ini bukan lagi penyakit yang jauh, kemungkinan terkena cukup besar, dan tindakan pencegahan perlu dilakukan. Jika sudah melakukan SADARI secara rutin di rumah, SADANIS boleh dilakukan sebagai pelengkapnya sekitar 2-3 tahun sekali.

Di mana bisa melakukan SADANIS?
Kebanyakan rumah sakit memiliki unit medical check-up untuk pasiennya. Di OMNI Hospitals, layanan ini dilakukan di Oncology Center. Unit medis ini memiliki peralatan medis lengkap dan terkini. Layanannya sendiri meliputi screening, diagnosis, pembedahan, dan kemoterapi.

Ingin tahu lebih jauh soal kanker payudara? Dapatkan info lebih lengkap hanya dengan klik link ini yaa.. Di link yang sama, kamu juga bisa dapat juga penawaran khusus untuk USG payudara di OMNI Hospitals Alam Sutera.

Ingat-ingat, jangan lupa periksa payudara sendiri. Tujuh menit, satu kali sebulan… Waspada lebih awal dengan SADARI lebih baik daripada diam-diam lalu kaget belakangan.

/salam sadari

16 thoughts on “KANKER PAYUDARA: TAK NYATA JIKA BELUM DI DEPAN MATA”

  1. Kanker payudara memang jadi momok menakutkan buat perempuan. Sayangnya berapa kasus yang saya dengar penderita kanker sering terlambat tahu ya. Semoga kita sehat semuanya mbak

  2. Dulu pernah dapat calon istri yang punya kanker payudara. Karena ku takut dia meninggal lebih awal, jadi aku membatalkan lanjut dengannya. Semoga aku tidak dibilang jahat karena memutuskan hubungan itu. Informasi ini penting banget buat perempuan.

  3. Saya pernah divonis penyakit ini oleh dokter. Untuk beberapa saat bikin hidup rasanya jadi gelap. Bikin saya down dan jungkir balik.

    Alhamdulillah udah melewati masa ini. Hikmahnya, semakin bikin saya peduli untuk menjaga kesehatan.

  4. Awareness terhadap breast cancer memang perlu semakin ditingkatkan. Penyakit ini memang menjadi momok tersendiri bagi setiap perempuan. Thks utk sharingnya ya

  5. penyakit yang paling mengerikan buat perempuan yah, sudah ada beberapa orang terdekat yang terkena juga, jadi tiap kali baca postingan tentang kanker payudara secara otomatis jadi melakukan pengecekan juga dengan payudara sendiri.

  6. Penting banget untuk sadar sama diri sendiri, apalagi bagian tubuh yg satu ini. Jadi, harus lebih waspada jika ada perubahan dan cek segara. Thank nih mba sharing-nya… semoga banyak yg baca dan lebih tahu lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *