Karena Agustus

Agustus sudah lahir, sebentar lagi mati.
Ini bulan kelahiranku.
Agustus sudah lahir, sebentar lagi mati.
Ini bulan kelahiranmu.
Agustus sudah lahir, sebentar lagi mati.
Aku mencintaimu.

Agustus bulan kita.
Saat tangisan pertama muncul di dunia.
Lalu di masa depan, kita dipertemukan.
Namun tidak dipersatukan.

Agustus sebentar lagi pergi.
Sayang cinta yang kugendong bertahun tak ikut angkat kaki.
Meski napasnya sudah satu-satu.
Karena hidup lama berkubang luka.

Agustus diam-diam menepi, mungkin takut mengusikku.
Setiap petang, dalam lamunan, pandangan jauh kulayangkan.
Pada kenangan berisi ciuman, pelukan, obrolan ringan,
juga lengkungan tanganku yang demikian pas di keliling tubuhmu.

Saat ini Agustus,
dan, pada setiap putarannya aku mengerti.
Sungguh berhajat cinta itu,
beban yang demikian berat,
ditanggung sendirian.

/ode rindu nomor tiga ribu satu.

One thought on “Karena Agustus”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *