Karma

Yang ada di pikiran saya hanya memperjuangkan cinta.
Saya pikir, pandangan mata yang tertumbuk enggan lepas dari punggungnya itu suatu pertanda.
Saya dan dia, pasti bersama.
Dan, agar hal itu terlaksana, saya mesti bergerak.

Seperti anjing kelaparan saya mengejar.
Dimana dia ada, tidak jauh di sekitarnya, saya ada.

Jika matanya memandang sekeliling, saya duduk manis, menyiapkan senyuman.
Merayu.

Dia kekasih orang.
dan saya tak mau tahu.

Saya terus saja menggoda.
Lewat coklat dan puisi yang tak pernah habis saya sematkan di sakunya.

Dia gemetar, ragu.
dan mengiyakan saat saya minta jadi kekasih gelapnya.
Saya menang satu langkah.

——

Sepuluh tahun kemudian

Saat ini, saya, dia, hidup bahagia.

——

Karma

Saya sering memikirkan karma.
Apakah yang saya lakukan dulu, dosa?

////

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *