Dari Kuyup Sampai Kering di Karst Tubing Sedayu

Terakhir ke Jogja bareng Embun, saya cuma bikin rencana main ke Taman Pintar aja. Sisanya ya ikut arus, mikirnya antara cari makanan enak atau kopdar sama temen-temen. Eh ternyata ketemuan sama temen tuh jadi jalan baik, kami diajak nyobain karst tubing! Karena Embun belum pernah, ajakannya langsung kami iyakan dong!

Lokasi karst tubingnya ada  di Dusun Surobayan, Kelurahan Argomulyo, Kecamatan Sedayu. Lokasinya agak masuk, tapi jalan menuju ke sana udah mulus. Operatornya udah mulai buka loket dari jam 8 pagi. Terakhir bisa main airnya di jam 5 sore. Biasanya tubing ini akan ramai di akhir pekan, jadi kalau bisa main ke sininya di hari kerja aja yaa…

pintu masuk
daftar harga

Langkah pertama yang harus dilakukan kalau main ke sini adalaaaahhh… Yak kamu benar, jawabannya adalah, BAYAR! 😀

Biaya yang dibayarkan sesuai dengan track yang diinginkan. Untuk track 1 panjangnya 0,9KM, biayanya Rp40.000 untuk turis domestik dan Rp60.000 untuk turis internasional. Kalau dirasa track 1 kurang jauh, bisa pilih track 2 yang panjangnya 1,4KM. Tiketnya Rp50.000 untuk turis lokal dan Rp70.000 untuk turis interlokal.

Saya, karena punya pengalaman hanyut, agak deg-degan mau main air. Tapi liat wajah Embun dan temannya (Lumen), saya ga tega ngusulin track pendek. Jadi, setelah tarik napas, hembuskan, tarik lagi, hembuskan lagi, kami sepakat pilih track 2!

Kami main ber-5. Keluarga Lumen sepaket, saya, dan Embun. Supaya ada kenang-kenangan kami sekalian beli jasa foto. Jasa fotonya terjangkau, cuma Rp50.000 untuk kelompok di bawah 15 orang, dan Rp70.000 untuk kelompok yang jumlahnya di atas itu.

Sebelum main, semua peserta harus pakai alat keselamatan. Ada pelampung, helm, dan sepatu. Ukuran sepatunya cukup banyak, sayang mereka ga menyediakan ukuran anak-anak. Lumen untungnya sudah pakai sendal gunung. Embun akhirnya pakai sendal jepit yang diikat tali karet.

Di atas ini adalah wajah saya yang pura-pura bahagia padahal aslinya jantungnya udah berdebur ga tau aturan. 🙁

Aktivitas hanyut-hanyutan pakai ban di sungai ini akan dimulai dari lokasi yang tinggi ke lokasi yang lebih rendah (mengikuti arus air). Menuju lokasi start ini akan diantar pakai mobil oleh operator. Sebelum naik mobil, peserta harus lewat jembatan yang disusun dari potongan kayu dan tali lebih dulu.

Duh gusti, di jembatan yang goyang-goyang melulu ini aja saya udah lemes! Tapi karena lagi jalan sama Embun, saya harus pura-pura tegar. 🙁

Lewat jembatan kami sudah ditunggu sama mobil dan ban. Peserta di bawah, ban di atas. Ban ini harus dibawa sendiri-sendiri ke sungai. Tapi tenang aja, dari tempat turun ke sungai ga terlalu jauh, dan bannya ga terlalu berat.

Nah, setelah perjuangan mendaki gunung lewati lembah tadi kan kita akan ketemu sungai tuh, tinggal nyebur aja deh seban-bannya sekalian! 😀

Ini formasi awalnya,  masih disuruh pegangan biar ga jauh, takut kangen…

Ini pas ada jeram turun!
Embun sih mukanya hepi-hepi aja pas meluncur di sini. Saya yang liat mendadak lunglai. (Catatan: foto emak sengaja ga ditampilkan di sini karena ekspresinya ga kekontrol!)

Kalau ini, penampakan waktu anak-anak dipisahkan dari orang tuanya. Saya kurang tau apa rencana mas-mas operator dengan memisahkan kami. Mungkin supaya anak-anak tumbuh mandiri lebih cepat? *mikir kejauhan

Jelang ujung track, ada satu lokasi yang bisa dipakai buat loncat dari tebing gitu. Ga begitu tinggi, sekitar 2-3 meter aja. Lumen pas ditawari loncat langsung naik dong! Saya biarkan Embun memutuskan sendiri mau loncat atau tidak. Setelah mikir beberapa saat, dia memutuskan untuk ikutan!

DAN EMAK DEG-DEGAN LAGI, SAUDARA!!!

AKSI LUMEN

 

AKSI EMBUN
HEPI BERAT SETELAH LONCAT

Pas liat Embun loncat, saya cuma bisa doa-doa aja dari jauh. Mendekat ke air bagian dalamnya saya ga berani karena ga bisa menjejak dasar sungainya. Opo-nya Lumen jadi penyelamat. Dia yang nunggu anak-anak loncat dan setelah itu memandu mereka berenang ke bagian sungai yang lebih dangkal. #TerimaKasihOpo!

Untungnya Embun cuma loncat satu kali aja. Saya udah lesu banget soalnya. Ga tau harus bersandar ke siapa kalau harus mengulang pengalaman berdebar-debar ga tau juntrungan seperti tadi. 🙁

Di ujung track, kami dijemput dengan mobil lagi. Ketika sampai, saya baru sadar ternyata mobilnya bisa terus masuk sampai loket. Lha tadi itu lewat jembatan buat apaaaaaaa…. *GEMAS.
Pas tanya ke mas operator, katanya sih buat meningkatkan ketegangan alias adrenalin di awal. Supaya pas masuk sungai badannya udah anget-anget seru gitu deh.

KZL! Hahahaha…

Oh iya, kalau main ke sini sekalian bawa baju ganti dan alat mandi ya. Di sini ada kamar mandi pancuran gitu, bisa sekalian bilas-bilas. Kalau udah selesai bilas, jangan pulang dulu. Operatornya nyediain camilan yang bisa dimakan gratis! Kemarin ada teh anget, ubi rebus, sama kacang rebus. Enak!

***

Tertarik nyobain karst tubingnya? Ini ada beberapa tips dari saya, semoga bermanfaat:

  1. Telepon dulu operatornya sebelum datang untuk menghindari antrian masuk yang panjang dan lamaaa.
  2. Bawa sunscreen dan oles-oles sebelum main.
  3. Kalau bawa anak-anak, jangan lupa sediakan alas kaki yang ga mudah lepas, misal sandal gunung atau sepatu karet yang ringan.
  4. Datang dengan rombongan lebih seru. The more the merrier…
  5. Bawa baju ganti, alat mandi, alat dandan.
  6. Lebih baik berkunjung di musim hujan supaya debit airnya agak banyak.

Selamat main air! Pantang pulang sebelum kuyup!

/salam basah

2 thoughts on “Dari Kuyup Sampai Kering di Karst Tubing Sedayu”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *