Kelontang Riang dari Kampung Kaleng

Pernah dengar Kampung Kaleng sebelum baca tulisan ini? Kalau saya, beneran baru tau soal kampung ini waktu diajak jalan-jalan ke sana minggu lalu.

Kampung Kaleng letaknya ada di Kampung Dukuh, Desa Pasir Mukti, Kec. Citeureup, Kabupaten Bogor. Kampung ini sudah tiga generasi jadi sentra industri kerajinan berbahan dasar kaleng/alumunium.

Produk bikinan kampung ini macam-macam, mulai dari oven tradisional alias oven tangkring, oven gas, cetakan kue, kaleng kerupuk, toples mini, panci, aksesoris kendaraan, peralatan rumah tangga, serta produk industri seperti rambu-rambu, ducting AC, tempat sampah, sampai septic tank!

Hasil produksi perajin dari kampung ini, disalurkan ke beberapa sentra penjualan perabotan di Jakarta, seperti Cawang, Jatinegara Mester, Jembatan Lima, Tanah Abang, dan Mayestik. Karena harga dan kualitasnya, sekarang banyak juga pesanan langsung dari pelanggan di luar wilayah Jabodetabek.

Perajin di kampung ini menerima pesanan dengan ukuran custom (on demand), lho. Misalnya, mau pesan oven dua lantai, panjang 2 meter, lebar setengah meter, bisa! Mau pesan cetakan kue bentuk lonjong, bulat, atau bergerigi, bisa! Perajin di kampung ini levelnya udah kelas tinggi semua, belajarnya otodidak dan langsung praktek di lapangan.

Di Kampung Kaleng ada 135 rumah produksi yang bikin kerajinan dari kaleng. Sepanjang jalan-jalan, rasanya hati senang dengar bunyi kelontang-kelontang dari tumpukan kaleng. Kampungnya produktif sekali. Ga keliatan tuh anak-anak muda yang nongkrong ga jelas di pojokan gang, atau ibu-ibu yang nongkrong gosipin tetangga sebelah yang baru beli kulkas baru. 😀

Kemarin, di salah satu rumah, saya sukses jatuh hati dengan cetakan bentuk Hello Kitty, akhirnya jajan deh.. ^^

Oh iya, selain kaleng, kampung ini bikin kerajinan dari kain/busa. Produk jadinya macem-macem, ada bantal, keset kaki, boneka, dll. Kalau misalnya butuh souvenir dalam partai besar untuk event/acara kantor, coba deh mampir ke sini, siapa tau cocok harga dan rupa.

Untuk pengunjung yang baru pertama kali ke sini, mungkin akan bingung mesti belanja barangnya di mana, ya… Tenang aja, kamu bisa langsung mampir ke Koperasi Rancage. Koperasi yang pendiriannya didukung oleh Indocement ini menaungi 120 orang perajin di dalam dan luar kampung.

Koperasi ini bibitnya ada dari Kelompok Usaha Bersama (KUB) Rancage yang dibentuk oleh Dedi Ahmadi pada 2012. “KUB ini diharapkan bisa menyatukan para perajin yang terpecah karena persaingan harga yang tidak sehat.”

Nah, sejak ada koperasi, organisasi ini manfaatnya jadi meluas. Koperasi bisa bantu perajin dapat pasar baru, dapat bantuan modal, juga bantu pemasaran secara daring (online). Indocement yang udah bantu pendirian koperasi di awal, tetap mendukung dengan cara membeli produk bikinan anggota untuk keperluan perusahaan, dan menyalurkan pinjaman bergilir tanpa bunga. 🙂

Dedi Ahmadi (Dedi Rancage) karena inisiatifnya menyatukan warga kampung demi kemakmuran bersama itu dianugerahi Mendali Satya Lencana Pembangunan dan Bakti Koperasi oleh Menteri Koperasi dan UMKM Republik Indonesia, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, lho. Keren ya. 🙂

produk jadi yang dijual koperasi
produk jadi yang dijual koperasi
Yuk dipilih ovennya

Dari Kampung Kaleng, perjalanan kami berlanjut ke Pusat Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3M) Hambalang. Di sini kami dibawa tur, liat pusat pembibitan ikan, kebun, peternakan, dll.

P3M Hambalang ini berdiri di  atas lahan pascatambang Indocement. Luasnya 10,5ha, ada 17 spot, pertanian, peternakan, perikanan, cluster energi alternatif, biogas (gas dari kotoran sapi yang diproses jadi metana). Ada juga pohon jati, pohon energi (jarak, kemiri sunan), dll.

Yang keren dari P3M Hambalang adalah, pengunjung bisa liat langsung aplikasi solar cell untuk kebutuhan sehari-hari. Seluruh area P3M menggunakan sistem listrik alami, sama sekali ga pake jaringan PLN.

Selama ini, P3M belum pernah kekurangan listrik, panen matahari selama 1 jam saja, cukup untuk kebutuhan energi listrik selama 6 jam di seluruh kawasan. Investasi awal solar cell memang besar, tapi manfaatnya bisa dirasakan sampai bertahun-tahun kemudian.

Dari kunjungan setengah hari kemarin, area favorit saya adalah kebun melon! Setelah sekian banyak umur, baru kali ini saya liat pohon melon dengan mata sendiri. Unyu ternyata ya, kuning-kuning menggantung seksi di pohonnya gitu. 🙂

Setelah liat pohon melon, kami sempat juga makan buahnya yang super manis. Sayang karena kehausan, buah melon potongnya ga sempet kefoto. 🙂

Pada 2017, P3M Kompleks Pabrik Citeureup Hambalang ini dikunjungi sekitar 2.700 pengunjung. Kegiatannya macam-macam, ada yang ikut kegiatan eduwisata, pelatihan, juga studi banding. Paket eduwisata ini penikmatnya kebanyakan anak-anak usia TK dan SD. Mereka bisa lihat langsung budidaya perikanan, peternakan kambing dan burung puyuh, serta area pertanian.

Untuk warga yang jadi desa mitra Indocement, dipersilakan untuk datang, berlatih langsung di kawasan P3M dan bawa ilmunya pulang ke rumah masing-masing untuk langsung dipraktekkan. Oh iya, semua kegiatan di P3M ini tanpa biaya. Menyenangkan ya.. 😀

Terima kasih ajakan jalan-jalannya Indocement, besok boleh lho kalau mau ajak liat kebun durian. ^^

/salam jalan-jalan

 

 

 

 

 

42 thoughts on “Kelontang Riang dari Kampung Kaleng”

  1. Ya, ampuun, Rereee…usia bunda 7 bulan lagi delapan nol baru tau tuh ada kampung yg namanya kampung kaleng. Produktif bngt ya, dan yg bikin bangga anak2 mudanya gak ada yg pd nongkrong gak jelas. Indocement salut deh beri bantuan pinjaman tanpa bunga, haregene mana ada. Sekali lg salut dah ma Indocement. Mauuu donk dicolek kl ada lagi acara ke kampung kaleng ini yak!?!

    1. Nah benaarrr. Ini kampung yang kirim barangnya ke Cawang Mba. Seneng deh kalau ovennya masih awet sampe sekarang, selamat panggang-panggang yaa..

    1. Wah, kamu rajin banget Kak mau ikut belajar.
      Aku sih pingin borong aja semua, ngilu ga berani pegang-pegang kalengnya kan tajeemm.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *