Kemarin di Bromo

kemarin di Bromo,
debu menusuk mataku,
rasanya perih sekali.
membuatku teringat kamu,
dan rangkaian kata
yang membuat hati pilu.

pada saat-saat begini,
pada tempat yang jauh begini
kamu tetap bisa mengambil alih pikir.
membuatku harus menggigit bibir,
mengatur napas, menelan ludah,
bertahan sekuatnya, agar pipi tidak basah.

kemarin di Bromo,
matahari terbit cantik sekali,
ada semburat ungu, jingga, biru.
membuatku kembali ingat kamu
dan senyum tipis
yang selalu buatku ngilu.

kemarin di Bromo,
aku ingat kamu,
untung saja debu
menyembunyikan sebab
air mata yang jatuh
akibat rindu.

/ode rindu nomor delapan puluh satu

 

5 thoughts on “Kemarin di Bromo”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *