Kemenyan, Buruk Rupa Karena Sangka

kemenyan
kemenyan

Pernah lihat kemenyan, atau cium wangi kemenyan dibakar?
Wangi kemenyan ini luar biasa khas, kalau menurut saya tak mungkin deh salah cium baunya. Kemenyan yang dibakar itu wanginya sama sekali berbeda dengan bakar-bakaran lain, sate ayam misalnya. 😀

Saya tidak pernah mencium dan melihat kemenyan digunakan selain dalam praktek pemujaan. Kemenyan, bersama beberapa benda dan tumbuhan lain biasanya diletakkan bersama sebagai bagian dari sesajen, alias persembahan. 

sumber fotosumber foto

Karena pengalaman saya akan kemenyan selalu berhubungan dengan dunia lain dan yang mistis-mistis, persepsi saya akan kemenyan cukup buruk. Ketika mencium bau kemenyan dari rumah tetangga, misalnya, otak saya akan mencerna informasi tersebut menjadi persangkaan, antara lain :

“Oh, lagi ada yang bikin sesajen”
“Oh, mungkin sedang mandiin keris”
“Eh, Pak Anu dukun ya?”
“Duh serem, ga usah macem-macem deh sama Pak Anu, nanti disantet!”

Jelek sekali, ya…
Iya… 😐

Semua persangkaan buruk itu terjadi hanya karena wangi kemenyan yang dibakar!
Terlalu.

———————————————–

Sebentar, sebelum ikutan berprasangka buruk seperti saya. Adakah kawan tau, kemenyan itu berasal dari tumbuhan apa? Jangan-jangan kawan juga sama seperti saya. Tau wanginya, tak tau asalnya. 😀

Berdasarkan informasi yang saya sadur dari berbagai sumber, didapatkan informasi kalau :

Kemenyan adalah getah (resin, hars) yang dikeluarkan oleh luka-luka memar (sadapan) di kulit batang pohon beberapa spesies Styrax yang tumbuh di Sumatra, Jawa, Malaysia dan Thailand. Beberapa jenis yang biasa diperdagangkan adalah kemenyan Sumatra yang berasal dari pohon kemenyan durame (S. benzoin) dan kemenyan toba (S. paralleloneurus), serta kemenyan siam yang dihasilkan oleh pohon S. tonkinensis dan S. benzoides.

Jika persepsi kita selalu negatif pada kemenyan, sekarang sudah waktunya untuk membuka mata.
Kemenyan adalah salah satu rempah yang pada masa lampau amat sangat diminati dan jadi salah satu pelambang kemakmuran. Harganya saja menyamai harga emas!

Hasil sadapan pohon kemenyan ini diperdagangkan sejak ribuan tahun lalu, kak. Bukti-bukti arkelogis nunjukin kalau dalam makam Tutankhamun, Raja Mesir kuno yang meninggal pada 1323 SM, juga ditemukan kemenyan. Meski harganya sangat tinggi, volume perdagangan kemenyan di kawasan Arab sangat ramai. Di Indonesia, penghasil pohon kemenyan terbesar adalah di Sumatera Utara.

Saat ini harga kemenyan bervariasi. Kemenyan dari Desa Matiti, Kecamatan Dolok Sanggul, Sumatera Utara misalnya, menjual kemenyan dengan harga Rp 50.000 – Rp 140.000/kg untuk berbagai kelas.

Iya, harganya masih cukup tinggi, kok. Masalahnya tuh saat ini petani hanya mengandalkan tanaman tua yang umurnya udah puluhan sampai ratusan tahun.  Trus pohon kemenyan ini lamaaa banget gedenya. Petani juga ga bisa tanam kemenyan di tempat lain karena sampai sekarang belum ada penelitian yang nunjukin pohonnya bisa ditanem di tempat lain. 🙁

Kebun Kemenyan di Dolok Sanggul. Sumber foto.Kebun Kemenyan di Dolok Sanggul.
Sumber foto.

Ga cukup bermasalah pada sumbernya, perdagangan kemenyan juga punya beberapa kendala. Direktur Utama Badan Usaha Kecil dan Menengah Global Bisnis yang juga Mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri Usaha Kecil Menengah Tapanuli Utara, Jonny Hutagalung bilang, banyak praktek penjualan kemenyan yang ngerugiin petani. 😐

Tahun 2000an, katanya pernah ada penelusuran rantai perdagangan kemenyan. Jadi, dari petani dan pengumpul kecil di Tarutung dan Dolok Sanggul, sebagian besar kemenyan dikirim ke Semarang, Jawa Tengah.
Ternyata dari Semarang masih juga dikirim sebagai barang setengah jadi untuk dikirim lagi ke Singapura. “Dari Singapura, baru dikirim ke Timur Tengah, China, dan ke Eropa, khususnya Perancis.”

Kalau aja kemenyan bisa diproses di dalam negeri, dan diekspor langsung ga lewat negara lain, pasti hasilnya lebih menguntungkan untuk petani. 🙁

———————————————–

Omong-omong, soal kemenyan yang dikirim ke Eropa, khususnya Perancis tadi, saya melakukan beberapa penelusuran singkat, yang hasilnya lumayan bikin bengong.

Itu lho, kak.. Kemenyan ternyata dipakai di industri parfum sebagai bahan baku wewangian. Kenapa dia dipake? Karena kemenyan punya sifat fiksatif yang berguna banget untuk ikat wangi parfum supaya tahan lebih lama.

Hayoo.. Kebayang ga parfum-parfum mahal ini ternyata pake bahan baku kemenyan?

Prada Candy
Prada Candy
Terre d'Hermes - Hermes for men
Terre d’Hermes – Hermes for men
Pi Givenchy for Men
Pi Givenchy for Men
Les Exclusifs de CHANEL
Les Exclusifs de CHANEL

Duhh, beneran deh. Gegara browsing dan ketemu fakta-fakta ini, saya itu rasanya malu hati banget udah buruk sangka sama kemenyan. Tau ga, si kemenyan ini hebatnya selain buat parfum, juga dipake di industri farmasi untuk pengawet dan campuran obat batuk.

Keren, ya.. 😀

Jadi, yang kemaren-kemaren sempet buruk sangka sama kemenyan *contohnya saya*, udah waktunya buka mata-buka telinga.
Ini kemenyan aset bangsa yang luar biasa, lhoo.
Kalau aja ada peraturan yang ketat soal penjualan bahan baku siap pakai ke luar negeri, tidak lagi boleh bahan setengah jadi, misalnya, harga kemenyan pasti akan melambung lebih tinggi. Petani juga lebih sejahtera, dan kemenyan – salah satu rempah mahakarya Indonesia – ini, bakalan bisa lebih terkenal daripada sekarang.

Trus-trus kalo kemenyan udah terkenal, pasti asik kalo nanti kita jalan-jalan ke luar negeri, pas ada yang ngajak kenalan, percakapannya begini :
________________
+ Hi, kamu asalnya dari mana?
–  Halo, saya dari Indonesia…  🙂
+ Wah, Indonesia! Kemenyan Indonesia kan OK punya tuh. Saya punya dua botol di rumah.
________________

Seru kan, yaaa…

Udah ah, ngomongin kemenyan mah ga abis-abis. Saya mau mandi dulu, biar seger. Abis mandi trus mau bakar kemenyan, biar rumahnya wangi. 😀

 

/salam kemenyan!

Bonus : Aneka parfum di dunia yang pakai bahan baku kemenyan dalam pembuatannya.

aneka parfum dengan bahan baku kemenyan (benzoin).
aneka parfum dengan bahan baku kemenyan (benzoin).

Sumber :

Catatan : Tulisan ini diikutkan dalam lomba blog Gemah Rempah Mahakarya Indonesia.

 

4 thoughts on “Kemenyan, Buruk Rupa Karena Sangka”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *