32 Jam di Perut Matarmaja

Liburan bareng Embun itu menyenangkan, anaknya santai,Β  mudah adaptasi, dan ga pernah kehabisan bahan cerita. Sepanjang jalan Jakarta – Malang – Jakarta, walaupun liburannya cuma berdua, rasanya tetap rame karena anaknya tuh berhenti ngomong kalau lagi tidur dan yutuban aja. ^^

Waktu merencanakan liburan ke Batu, Malang, saya bolak-balik galau, khawatir perjalanan kurang nyaman, takut anaknya rewel, dan saya jadi emosi. Ga asyik banget kalau liburan disela dengan marah-marah, kan?

Embun udah cukup sering jalan jauh sebenarnya, tapi perjalanan naik kereta api, yang sekali jalannya makan waktu lebih dari 16 jam baru sekali ini. Sebelumnya kami liburannya dengan pesawat yang terbangnya 2-3 jam saja, atau naik mobil. Perjalanan naik mobil memang bisa berhari-hari di jalan, tapi kondisinya tentu nyaman karena kami bisa berhenti-jalan semaunya dan sebutuhnya.

Kami ke Malang di penghujung liburan sekolah, naik Kereta Api Matarmaja kelas ekonomi. Kereta Matarmaja berangkat dari Stasiun Senen setiap hari pukul 15. 15 WIB dan tiba di stasiun akhir Malang Kota Baru pukul 7.51 keesokan harinya. Ongkos keretanya Rp109.000 per orang. Total, untuk biaya kereta pulang-pergi ke Malang untuk dua orang, saya menghabiskan Rp436.000 saja. Murah yaa.. ^^

Saya sengaja pilih tanggal berangkat dan pulang di hari kerja. Harapannya kereta agak lengang agar duduk bisa lebih nyaman. Sayang harapan tinggal harapan, keretanya penuh! Ongkos kereta yang murah bikin transportasi ini jadi pilihan banyak orang untuk bepergian. πŸ˜€

Dari fasilitas, kereta eksekutif, bisnis, dan ekonomi, kurang lebih sama saja. Fasilitas seperti pendingin udara, toilet, pelayanan staf, dan restoran bisa didapatkan di semua kelas kereta. Bedanya ada di posisi bangku, jenis bangku, dan jarak antar bangku.

Bangku di kereta ekonomi diposisikan berhadapan. Kalau badan cukup tinggi dan besar, dipastikan akan bertemu kaki dengan penumpang di depannya. Lalu, bangku di kereta ekonomi diatur tegak lurus, tidak bisa direbahkan. Bangku kereta di kelas ekonomi juga tidak seempuk bangku di kelas lainnya, jadi kalau duduk cukup lama dipastikan bokong akan pegal-pegal manja. πŸ˜€

Kenapa saya memilih Matarmaja untuk bepergian:

  1. Tiketnya murah.
  2. Jam berangkat dan tibanya saya suka, sebagian besar waktu perjalanan akan habis di waktu tidur malam, jadi jauhnya perjalanan ga begitu terasa.
Anaknya diposisikan telentang, emak duduk mepet ujung.

Kemarin saya memilih kursi di kereta ke-5. Ga ada tujuan khusus, cuma kebetulan di kereta itu masih ada dua kursi kosong yang berdampingan buat saya dan Embun. Setelah naik dan duduk saya baru tau kalau kereta Reska (restoran kereta api) ada di antara kereta ke-4 dan ke-5. Artinya saya ga perlu jauh-jauh kalau mau jajan! Horeeee..

Ternyata posisi Reska ini beda-beda di tiap kereta. Sebelumnya, di Gaya Baru Malam Selatan, kereta Reska ada di bagian ekor, setelah kereta ke-8.Β  Kalau kamu tipe yang suka nyemil, bolehlah cari tau lebih dulu posisi kereta Reska sebelum memesan tiket yaaa.. Buat yang malas jalan ke Reska, bisa juga beli atau pesan makanan dari staf yang mondar-mandir menawarkan makanan/minuman.

Jadi, gimana Embun di perjalanan?

Embun sehat dan senang! Hehehe. Segala khawatir yang emak gendong-gendong dari rumah pun raib. Kebanyakan kami ngobrol, becandaan, yutuban, baca buku, dan tidur! Paginya, setelah lebih dari 12 jam perjalanan, anaknya kasi saya senyum semanis ini. πŸ˜€

 

Pas dia senyum gitu, hati emak langsung nyesss enak. Emak merasa sukses! Hahaha..Β Setelah ini, sepertinya saya akan makin berani bawa dia jalan-jalan yang lebih jauh. Saya kepikir buat naik gunung atau kemping berdua sih, semoga terwujud segera. Amin!

Embun sempet fotoan sama Mba Kondektur.
Bawaan kami pas liburan kemarin. Saya terpaksa bawa dua tas karena harus bawa perlengkapan kerja pas liburan.

Setelah puas main-main empat hari di Batu, kami lalu pulang ke Jakarta dengan kereta yang sama. Di rute Malang Kota Baru -Jakarta Stasiun Senen, waktu berangkat kereta jadi lebih sore, pukul 17.30 WIB. Pengalaman di perjalanan kurang lebih sama, Embun tidurnya lelap dan minus rewel. Kereta tiba di Jakarta pukul 09.20 keesokan harinya. Durasi perjalanan lebih singkat 30 menit di perjalanan pulang,

Berikut beberapa tips dari saya mau coba naik kereta ekonomi bareng anak:

  1. Bawa jaket dan kaos kaki. Lebih baik pakai celana panjang dan baju panjang karena kereta lumayan dingin. Kalau baju panjang masih kurang, bawa sarung atau selimut juga.
  2. Bawa uang pecahan kecil buat jajan.
  3. Bawa camilan kesukaan anak. Bawa air putih yang cukup atau beli air di kereta restorasi
  4. Bawa buku, mainan kesukaan anak, tissue basah, tissue kering/lap tangan.
  5. Datang di awal waktu ke stasiun agar tidak terburu-buru saat naik kereta dan cari tempat duduk.

/salam jalan-jalan


51 thoughts on “32 Jam di Perut Matarmaja”

    1. Iyaa, duhhh kemarin dingin banget. Rencananya mau muter-muter Batu sampe malem, eh jam 8 udah ga kuat trus balik penginapan deh. πŸ˜€

    1. Sama euy, aku juga gitu. Deg-deg-ser takut anaknya ga nyaman, emaknya ga nyaman. Dengan kekuatan bulan, akhirnya dicoba, dan bagusnya sukses walaupun bonus pegel. :))

  1. mbaa.. kok murah banget ke Malang berdua ga nyampe 500k. waini goals aku banget nih bisa traveling backpackeran kayak gini sama anakku. semoga bisa terwujud yaa aamiin. makasih mba buat sharing dan inspirasinya

  2. Seru bangetbya mba Re bisa liburan sama anak. Sedikit cerita nih beberapa bulan lalu aku ke Bandung naik kereta ekonomi dan bagussss banget dalamnya, bersih, ada AC plus ada colokan. Fasilitas kereta saat ini memang bisa di bilang nyaman sih dan pilihan tepat untuk berpergian soale ga macet hehe.

    1. Iyaa, kereta ekonomi udah enak sekarang. Masalahnya kalau jauh ya itu, pegel karena kursi ga bisa disesuaikan posisinya. πŸ™‚

  3. Embun pinter fotoin mamanya. Asik nih punya teman traveling baru yang kuat diajak naik kereta ekonomi.
    Aku pernah, mbak. Sekali perjalanan kejebak karena ada kecelakaan kereta, jadilah Surabaya-Jakarta 25 jam naik Gaya Baru.

  4. Lupa kapan terakhir naik kereta. Udah geer mau ikut komunitas jalan jalan ke Malang eh belum jodoh eventnya . Enak ya kereta itu pun lamaan tetap asyik prmandangannya . Peluk hangat buat embun ya

    1. Kalo bareng-bareng tambah asyikkkk.. Pas berangkat kemarin ada rombongan ibu-ibu yang mau naik bromo, duh cemburu liat mereka seru banget sepanjang jalan. πŸ˜€

  5. Rencananya aku juga akan ke Blitar pake Mataremaja mba, aku sih belum pernah naik kereta sampai ke Blitar, dulu nyoba sampai ke Jogja. ga berasa sih, seru aja. Tapi ga tau kalau ke Blitar yah, hehe….semoga kesampaian.

  6. ya ampun seneng banget bica backpacker sama anak… embun usia berapa mbak ? aq pengen nyoba seperti itu kalau anakku sudah lebih besar… ditunggu cerita lainnya yah mbakk

    1. Sama kaya pengalamanku Mba, aku nae kereta pake celana pendek + baju lengan pendek, sukses kedinginan sepanjang jalan. hahahha

  7. Kereta zaman sekarang keren ya Mba. AC-nya juga dingin meski kelas ekonomi. Tipsnya oke banget, memang harus bawa jaket kalau naik kereta. Dulu saya ngentengin kereta ekonomi ke Semarang, ga bawa jaket cuek aja pakai kaos, hasilnya menggigil dan sebentar2 diri deket toilet hehehhe

    1. Iya, di kereta ga ada yang lalu-lalang selain penumpang dan petugas. Kalau pingin makanan tertentu baiknya ngebekel dari rumah.

  8. Ke Malang belum pernah naik matarmaja. Selalu naik sembrani. Tapi skg matarmaja sdh bagus ya. Jadi pengen nyoba nih ke Malang pake kereta ini soanya lebih murah ya. Murah banget.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *