Kopi, Jalan Panjang Sebelum Terhidang

I don’t know how people live without coffee, I really don’t. ~ Martha Quinn

————————————-

Saya suka kopi dan penikmat kopi instan. Saya menyesapnya tanpa batasan waktu. Tak mesti pagi saat bangun atau malam sebelum tidur.

Teman kopi tak harus sekeping kraker manis, bersama saya kopi bisa berteman baik dengan nasi goreng, tongseng, mie ayam, atau menu lainnya. Jenis kopinya tak penting, mau coklat atau hitam pekat, semua bablas lewat tenggorokan.  

Oh iya, selain karena rasanya yang menyenangkan, saya suka kopi karena di kehidupan ini kopi punya peran menyelamatkan saya di masa-masa genting.   🙂

Merayakan kecintaan pada kopi, Desember kemarin saya ikut kontes menulis soal kopi yang diadakan @inibaruhidup.  Hadiah kontesnya, jalan-jalan ke kebun dan pabrik kopi Nescafé di Lampung. Saya ikutan, dan terpilih jadi salah satu blogger yang berangkat ke Lampung! ^^

10 Desember 2014, perjalanan menuju Lampung lewat darat, dimulai!

Setelah makan siang bersama di Kantor Nescafé di bilangan TB Simatupang, saya, 8 pemenang lain, dan panitia bergegas menuju bus yang akan mengantarkan kami ke Lampung. Perjalanan lewat darat menuju Lampung makan waktu 8 jam dengan perhitungan rata-rata 2,5 jam untuk jarak Jakarta – Pelabuhan Merak, Pelabuhan Merak – Pelabuhan Bakauheni (dengan kapal laut), dan Pelabuhan Bakauheni – Bandar Lampung.

Perjalanan lancar, teman-teman menyenangkan dan panitianya baik hati. Alhamdulillah. 🙂

————————————-

Perjalanan Biji Kopi

Hai-hai, yang suka minum kopi, udah pada tau penampakan pohon kopi atau belum, nih? Kalau belum, begini ini bentuknya. Daunnya lebar, bijinya membuntal di batang daun, dan pohonnya tidak terlalu tinggi.

pohon kopi

biji kopi di pohonMasa tanam pohon kopi sebelum berbuah cukup panjang, 2,5-3 tahun sejak pertama kali ditanam. Masa produktifnya sendiri bisa lebih dari 20 tahun.

Saat ini, Lampung punya perkebunan kopi robusta yang terbesar di Indonesia, jumlah petani kopinya saja mencapai 12 ribuan orang.  Karena pasokan kopi yang cukup banyak dan stabil, sejak 1979 Nestlé membuka pabrik pengolahan biji kopinya di kota gajah ini.

Kebanyakan kopi yang ditanam adalah robusta karena ketinggian lahan rata-rata ada di 280mdpl – 1000mdpl. Jika posisi kebun lebih tinggi dari 1000mdpl, kopi yang dianjurkan ditanam adalah jenis arabica.kopi robusta

 

Arabica VS Robusta
Arabica VS Robusta

Sayangnya, produksi perkebunan kopi di Lampung makin lama makin surut. Sebabnya, hampir semua biji kopi dihasilkan dari tanaman kopi yang sudah tua. “Pohon kopi yang ada saat ini kebanyakan warisan dari orangtua/kakek. Petani hanya meneruskan mengurus dan memanen, hasil panen semakin sedikit,” Kata Pak Budi Utomo, Kepala Pabrik Nescafé, Lampung.

Karena masa tanam kopi sebelum berbuah cukup panjang, petani kopi enggan menanam pohon baru untuk menggantikan pohon lama. Toh, meski pohonnya sudah tua dan hasilnya berkurang, para petani bisa tetap mendapatkan uang.

Membabat pohon-pohon tua yang ada saat ini dan menggantinya dengan pohon baru jelas bukan solusi karena petani punya kebutuhan harian yang harus dipenuhi. “Nunggu pohon baru berbuah kan lama, sedangkan kebutuhan hidup ada terus,” kata Pak Budi lagi.

Keengganan petani untuk menanam pohon baru juga karena harga kopi cukup fluktuatif, kadang tidak terlalu tinggi dan malah pernah sangat rendah di tahun 2003-2004 lalu. Pada tahun 2000 harga kopi ada di angka Rp 21ribuan. tahun 2003-2004 harganya anjlok ke Rp 2500 saja perkilogramnya karena pasokan kopi yang banyak, tetapi kampanye minum kopi sangat rendah.

Untuk menjawab permasalahan yang ada, maka digagaslah Nescafé Plan.

————————————-

Nescafé Plan

nescafe plan

Nescafé Plan ini adalah salah satu program dari Nestlé yang ditujukan untuk kesejahteraan petani. Tujuan dari Nescafé Plan supaya terbentuk yang namanya responsible farming lewat edukasi ke petani secara langsung. “Jadi Nescafe tidak cuma beli kopi, lalu selesai. Ada tanggung jawab dan kepedulian juga kepada petani” kata Pak Budi.

Dalam programnya, sampai tahun 2020 mendatang, Nestlé akan membagikan 18 juta bibit pohon kopi baru untuk menggantikan pohon kopi yang sudah ada. Sistem pembagiannya tidak langsung, tetapi dalam tiap periode pembagian bibitnya, petani diminta mengosongkan 10 persen lahan untuk menanam bibit baru.

Tak cuma membagikan bibit, Nestlé juga membuka kelas pengelolaan tanaman kopi, lho. “Tak lepas tangan, tapi diedukasi juga bagaimana cara mendapatkan biji kopi yang berkualitas.”

Proses edukasi yang digagas Nescafé Plan disesuaikan dengan kebutuhan, disertai juga dengan praktek langsung. Tiap kelompok tani yang baru bergabung dalam program akan mendapatkan 6 modul pembelajaran. Tiap modul dipelajari satu hari, sebulan sekali. Jadi, dalam enam 6 bulan kelompok petani baru akan mendapatkan paket modul yang lengkap.

Untuk kelompok petani yang sudah bergabung lebih dulu hanya akan diberikan 4 modul saja. Materinya lebih ke pengayaan dan pengembangan kelembagaan. Kebayang ga petani belajar kelompok? Beneran ada, lhoo.. 🙂

Berbeda dengan penerapan CSR dari perusahaan lain, NESCAFÉ lewat Nescafé Plan berupaya mengembangkan produksi kopi yang berkelanjutan di Lampung serta meningkatkan kesejahteraan para petani melalui kemitraan berkesinambungan. “Di Nestlé kami menyebutnya Creating Shared Value atau CSV – cara kami menjalankan bisnis,” ungkap Pak Budi.

Petani diberikan bibit, diedukasi agar hasil kopinya bermutu, lalu apakah mereka berkewajiban menjual biji kopi ke Nestlé?
Ternyata tidak. Tidak ada ikatan langsung antara petani dan Nestlé.
Meski mendapatkan manfaat, petani dibebaskan menjual kopinya kemana saja! Wow.
Nestlé, kata Pak Budi, juga tidak bisa memberikan harga yang asal-asalan kepada petani karena petani sudah melek informasi dan menawarkan kopinya dengan acuan harga kopi di London! O_O

Kembali ke pengelolaan kebun kopi. Saat ini petani kopi di Tanggamus, Lampung menanam rata-rata 2000-2500 pohon dalam luas tanah 1 hektar. Rentang tanaman ini, menurut Agronomis Nestlé M. Adi Wicaksana, terlalu sempit. “Nescafé Plan menargetkan tanaman kopi diberikan rentang jarak 2,5 m antar pohon dengan populasi total 1300 pohon per hektar.”

Jarak antar pohon kopi di Education and Development Farm Nestle.
Jarak antar pohon kopi di Education and Development Farm Nestle.

Rentang tanaman yang cukup besar ini juga memungkinkan dibudidayakannya tanaman sela. Lada, jagung, cabe, dan pisang adalah contoh tanaman sela yang aman dan tidak mengubah rasa kopi yang dihasilkan. Tanaman sela juga bisa bantu petani mendapatkan penghasilan sembari menunggu kopi siap panen. 🙂

Pohon yang banyak dan padat memberikan bayangan hasil panen yang semu. Terlihat banyak pohonnya tapi panennya tidak maksimal. Petani, kata Adi, lebih baik menanam pohon lebih sedikit tetapi perawatannya maksimal.

Data dari Dinas Perkebunan Kabupaten Lampung Barat menyebutkan produksi kopi robusta yang ditanam di areal seluas 49.826 hektar mampu menghasilkan 48.098 ton biji kopi per tahun. Itu artinya, dengan pola perawatan kebun yang ada saat ini, petani hanya menghasilkan panen kurang dari 1 ton per hektar. Bandingkan hasilnya dengan perkebunan kopi di Vietnam yang bisa panen 6-7 ton per hektarnya. 🙁

Kopinya sama, mengapa hasilnya bisa berbeda? Ya itu tadi, perbedaan petani Lampung dan petani Vietnam hanya ada di pengelolaan kebunnya saja. Pohon kopi yang ada di Tanggamus saat ini ditanam tanpa batas aturan lubang tanam dan tidak dipupuk secara rutin.  Sedangkan saat menanam kopi, petani Vietnam membuat lubang tanam seluas 1×1 meter per pohonnya, dan untuk tiap pohon mereka memberikan pupuk sebanyak 15kg.

Udah keliatan dong kalau pengelolaannya baik maka panennya akan baik. Tapi, ga semudah itu untuk meyakinkan petani Lampung mengubah cara berkebun, lho. Nah ini yang jadi tantangan tim agronomis Nestlé di lapangan.

Salah satu anggota tim agronomis dari Nestle.
Adi, salah satu anggota tim agronomis dari Nestle.

Adi bilang, meski hasil panennya menggiurkan akan sulit bagi petani mengikuti sistem tanam kopi ala Vietnam. Untuk itu, Nescafé Plan Indonesia menganut sistem tanam yang agak berbeda.
“Lubang tanam yang disarankan di sini 60×60 cm dan pupuk yang dianjurkan adalah 5-10kg per pohonnya. Itu saja masih ditawar, lho,” katanya. 🙂

Nah, supaya petani percaya cara menanam kopi yang baik bisa menghasilkan panen yang baik, Nestlé bikin kebun percontohan. Kebun ini punya target dalam 2 tahun kopi yang ditanam sudah berbuah. “Nestlé Farm ini membuktikan kalau Nescafé Plan bukan sekedar janji dan kata-kata, tapi juga bisa dibuktikan,” kata Adi.

Nestle Farm Map
Nestle Farm Map

————————————-

Perawatan Bibit Kopi

Bibit Kopi dari ICCRI
Bibit Kopi dari ICCRI

Sumber bibit kopi yang dibagikan ke petani tidak asal. Nestlé mengirimkan langsung bibit hasil teknologi Somatic Embryogenesis dari  Indonesian Coffee and Cocoa Research Institute (ICCRI), Jember.
Metode Somatic Embryogenesis dipilih agar produktivitas dan kualitas tanaman kopi bisa seragam. “Bibit kopi yang sudah berumur 3 bulan diantar ke Lampung. Pengirimannya dengan pesawat agar tidak rusak.” ujar Pak Budi.

Saat membeli bibit kopi dari ICCRI, Nestlé punya permintaan khusus, diantaranya, jumlah daunnya minimal 3 pasang, tingginya minimal 15 cm, dan tidak terkena penyakit.

Dengan berbagai syarat yang ditentukan oleh Nestlé, tentu saja bibit kopi dari ICCRI sudah baik kualitasnya. Tetapi bibit yang baik akan sia-sia kalau perawatannya tidak diperhatikan.

Perawatannya bagaimana?

Begitu sampai di Nestlé Nursery, agar tidak rusak bibit muda harus langsung dipindahkan ke dalam media tanam baru. Media tanam berupa polybag ini di dalamnya ada tanah, pasir, dan pupuk kompos.

Petani menyiapkan polybag dalam jumlah banyak agar bibit yang baru datang bisa segera dipindahkan.
Anggota Kelompok Usaha Bersama (KUB) menyiapkan polybag dalam jumlah banyak agar bibit yang baru datang bisa segera dipindahkan.

Setelah cukup banyak polybag yang disiapkan, polybag ini kemudian disusun memanjang, dibolongi bagian tengahnya, dan siap diisi dengan bibit yang baru.

Polybag dibolongi bagian tengahnya.
Polybag dibolongi bagian tengahnya.
Media siap tanam
Media siap tanam

Bibit yang telah ditanam kemudian disiram dan disimpan dalam sungkup sekitar 21 hari-1 bulan.

Bibit muda disungkup selama 21-30 hari
Bibit muda disungkup selama 21-30 hari

Kalau sudah selesai disungkup lalu bagaimana? Selayaknya bayi, bibit muda ini perlu dikenalkan dengan dunia bakal tempat dia tinggal. Tiap-tiap harinya, sungkup plastik dibuka selama satu jam, esoknya dibuka lagi selama dua jam, hari berikutnya jam buka sungkup ditambahkan lagi satu jam, sampai akhirnya sungkup dibuka total selama 24 jam penuh.

Lepas dibuka total, apakah bibit sudah bisa dibagikan? Ternyata belum juga. Bibit baru bisa dibagi ke petani binaan kalau sudah lulus hidup tanpa sungkup selama sebulan lagi.

Pak Suhadi, anggota kelompok tani binaan Nestle mengambil bibit kopi di Kebun Pembibitan Nestle.
Pak Suhadi, anggota kelompok tani binaan Nestle mengambil bibit kopi di Kebun Pembibitan Nestle.

Panjang ya perjalanan bibit kopi sebelum ditanam di kebun petani. Noor Kartika Sari, Agronomis Nestlé yang berkonsentrasi pada perawatan bibit, bilang “Totalnya, bibit dirawat 3 bulan di Jember dan 3 bulan lagi di Lampung, baru bisa dibagikan.”
Kenapa harus enam bulan? Harapannya, bibit yang sudah berumur enam bulan itu sudah cukup sehat, kuat dan bisa tumbuh dengan baik di kebun milik petani. 🙂

Beberapa petani yang sempat saya ajak berbincang kemarin bilang, Nescafé Plan tidak hanya membagikan bibit robusta bermutu untuk membantu meremajakan kebun mereka, tetapi juga membuka mata petani soal pentingnya pengelolaan, memberikan modul pelatihan yang bermanfaat, dan mendapatkan sertifikasi 4C. Kopi yang mereka tanam memang belum berbuah, tetapi nanti dengan pengelolaan yang baik dan tanaman kopi baru, mereka berharap hasil panen yang lebih besar. Amin ya, Pak. 🙂

Noor, agronomis Nestle menjelaskan alur bibit sejak pertama kali datang hingga siap dibagikan ke petani.
Noor, agronomis Nestle menjelaskan alur bibit sejak pertama kali datang hingga siap dibagikan ke petani.

Oh iya, ada info penting dari agronomisnya juga, nih. Jadi, karena sistem penyerbukan pohon kopi robusta itu bersilang, agar hasilnya baik, dalam satu area akan sebaiknya ditanam minimal 4 jenis klon. Dalam kebun pembibitan Nestlé contohnya, ada 4 klon yang disiapkan, yaitu SA 237, BP 939, BP 936, dan BP 534.

Klon Kopi Robusta, disertai cara perawatan dan perkiraan produksi.
Klon Kopi Robusta, disertai cara perawatan dan perkiraan produksi.

Kopi sudah ditanam, menunggu berbuah dan bisa dipanen, petani memanfaatkan tanaman sela untuk menghasilkan uang. Tanaman sela yang cukup umum ditemukan yaitu lada dan pisang.

Pisang jadi salah satu tanaman sela
Pisang jadi salah satu tanaman sela

Pak Konstiyanto, pemilik KUB Prima bilang, pisang jadi salah satu tanaman sela favorit petani karena masa panennya yang relatif singkat dan tanamannya mudah diurus. 🙂

————————————-

Perjalanan Biji Kopi

Memasuki masa panen, petani akan melewati beberapa tahap sebelum kopi siap dijual.

ALUR PANEN KOPI

Sayangnya waktu kemarin ke Lampung kami tidak bisa lihat langsung proses panen karena panen raya kopi ada di bulan April – September. Saat musim panen, Pak Suhartono-pemilik Kelompok Usaha Bersama (KUB) Bintang Jaya bilang, bisa memroses 72-80 ton biji kopi per harinya.

Petani memang tidak menjual langsung kopinya ke Nestlé. Penjualan kopi dilakukan melalui KUB-KUB yang bekerjasama. Tiap KUB punya syarat masing-masing soal kualitas kopi yang bisa diterima dari petani. Kopi yang petani jual ke KUB bukan berbentuk biji kopi gelondongan, tapi sudah melalui tahap sortasi dan pengeringan buah sebelumnya.

Ini dia perjalanan biji kopi sebelum sampai di Pabrik Nescafé, Panjang, Bandar Lampung.

a. Panen
Cara panen tiap petani berbeda, ada yang memanen seluruhnya ada juga yang bertahap sesuai tingkat kematangan biji.

b) Sortasi buah kopi
Sortasi buah kopi dilakukan petani untuk memisahkan buah kopi yang baik dan yang kualitasnya lebih rendah. Pemisahan juga dilakukan untuk membuang batu, buah muda, buah busuk, dan, ranting.

c) Pengeringan buah kopi
Kopi yang disortasi sebelumnya kemudian dikeringkan di lantai jemur. Tujuannya agar menghasilkan buah kopi kering dengan kadar air tertentu.

d. Pengupasan kulit buah dan kulit tanduk
Cara mengupas kulit bisa dengan ditumbuk tetapi resiko biji kopi pecah cukup tinggi atau menggunakan mesin pengupas (huller).

Buah kopi yang telah dikeringkan tetapi belum dikupas
Buah kopi yang telah dikeringkan tetapi belum dikupas

e. Sortasi dan pengeringan biji kopi
Kemudian dilakukan sortasi kembali, biji kopi harus dibersihkan dari sisa kulit buah, kulit tanduk, dan kotoran lain.
Jika masih kurang kering, biji kopi bisa dijemur kembali.

Sortasi kopi dengan mesin
Sortasi kopi dengan mesin

f. Pengemasan dan Penyimpanan
Biji kopi dikemas dalam karung-karung ukuran besar.

Karung berisi kopi
Karung berisi kopi

—————–

Agar kopi yang sudah dikumpulkan di KUB lolos untuk dijual ke Pabrik Nestlé, ada persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu kadar airnya minimal 12 persen, dan nilai defect maksimalnya 80.

Syarat Kopi untuk dijual ke Pabrik Nestle
Syarat Kopi untuk dijual ke Pabrik Nestle

 

Defect adalah tingkat cacat pada biji kopi menurut standard yang digunakan oleh SCAA atau Specialty Coffee of America Association. Proses penghitungannya mengikuti aturan tertentu yang sudah ditetapkan.

Cara pengambilan sampel biji kopi mentah untuk dihitung tingkat defectnya yaitu dengan mengambil sedikit biji kopi dari setiap karung kopi yang ada.

ilustrasi pengambilan sample kopi
ilustrasi pengambilan sampel kopi

Sampel kopi yang telah diambil kemudian ditimbang sebanyak 300 gram dan dilihat tingkat kecacatannya berdasarkan beberapa kriteria, contohnya : biji hitam, batu/ranting, biji kosong, biji bolong, biji pecah, dan beberapa kriteria lainnya.

defect kopi
defect kopi

Setelah dipisahkan berdasarkan kriteria, lalu dihitung total defectnya ke dalam form. Berikut ilustasi penghitungan nilai defect biji kopi yang dilakukan di KUB Bintang Jaya.

Tak hanya uji defect, kopi yang akan dikirim ke Pabrik Nestlé harus melalui uji kadar air juga.

Uji kadar air dengan mesin.
Uji kadar air dengan mesin.

Kalau syaratnya sudah lengkap, kopi siap dikirim ke pabrik. Yay!

————————————-

Biji Kopi di Pabrik Nescafé

Pabrik Nescafe
Pabrik Nescafe

Kurang seru kalau bicara tanaman kopi tanpa lihat cara pengolahannya di pabrik. Ternyata, kopi yang sudah beberapa kali disortir sebelumnya di petani dan KUB, tidak langsung diolah, lho.. Kopi dinilai kembali kualitasnya dengan pengulangan penghitungan nilai defect dan cupping oleh panelis. 🙂

Perhitungan Nilai Defect Kopi di Pabrik Nescafe
Perhitungan Nilai Defect Kopi di Pabrik Nescafe
Cupping Kopi
Cupping Kopi

Nah, waktu cupping ini akan ketahuan sejarahnya si kopi. Kopi menangkap bau-bauan sekitarnya dengan cermat. Jika diletakkan di sebelah bahan kimia atau karung penyimpan kopi tidak bersih, maka rasa kopi yang dicoba tidak akan baik dan pastinya juga tidak lolos uji.  Untuk menjadi panelis dalam cupping test harus bisa membedakan rasa dasar asam, asin, manis dan pahit. “Intinya harus banyak latihan,” Pak Budi menjelaskan.

Jika sudah lulus, baru deh kopi diproses di pabrik. Kopi yang lulus uji awal kemudian disortasi ulang dengan mesin untuk memisahkan batu, ranting, kulit biji kopi, dan benda asing lainnya. Lepas proses sortasi, kopi dikirimkan ke mesin pengolahan.

Berikut perjalanan biji kopi menjadi kopi instan di Pabrik Nescafé, Panjang, Bandar Lampung.

Proses pengolahan biji kopi menjadi kopi instan
Proses pengolahan biji kopi menjadi kopi instan

Kopi instan hitam yang diproduksi oleh Nescafé tidak ditambahkan bahan apapun. Proses produksinya hanya melibatkan biji kopi dan air untuk menyeduh.  Secara singkat, proses pengolahan biji kopi menjadi kopi instan Nescafé bisa dijelaskan sebagai berikut:

  1. Sebelum dapat digunakan untuk membuat kopi, biji kopi harus dipanggang lebih dulu. Proses pemanggangan kopi akan mengubah warna biji kopi yang semula hijau menjadi hitam. Semakin lama dipanggang warna kopi akan semakin gelap.  Biji kopi biasanya dipanggang antara 180C dan 240C selama tiga sampai 12 menit.biji kopi panggang
  2. Selanjutnya, biji kopi digiling dan diseduh. Di waktu yang bersamaan, panas akan menyebabkan perubahan dalam rasa dan aroma dari biji kopi. Aroma minyak akan keluar dari biji dan menciptakan aroma khas kopi. Aroma  ini tidak menguap sia-sia, melainkan ditangkap dengan menggunakan teknologi Enhanced Recovery Aroma (ERA). Aroma yang telah “disimpan” ini akan diinjeksikan kembali pada proses extraksi, dua tahap terakhir sebelum dikemas.
  3. Ekstrak kopi kemudian diangkat melalui proses penguapan dan pengeringan (spray drying & agglomeration). Proses ini mengubah seduhan kopi menjadi butiran atau bubuk; inilah kopi yang biasa kita gunakan untuk mendapatkan secangkir NESCAFÉ yang mantap. 🙂
  4. Pengemasan.

Kopi yang masuk ke Pabrik Nescafé tidak hanya menjadi kopi sachet instan hitam, tapi pabrik ini memproduksi juga Mixes Coffee (3in1). Pada kopi campuran, kopi hitam tadi ditambahkan dengan krim, gula, dan perasa lainnya.

Alur Pengolahan Kopi Mix
Pengolahan Kopi Mix

Saat ini, Nescafé punya banyak varian rasa, ada kopi hitam, kopi 3in1 dengan campuran gula dan krim, ada juga kopi siap minum dalam kemasan kotak. Kamu suka yang mana? ^^

nescafe_allproduct

————————————-

Cupping 

Setelah puas diajak jalan-jalan ke pabrik, kami semua diajak untuk coffee tasting! Horeee! Saatnya icip-icip semua varian kopi Nescafé yang ada di Indonesia. 🙂

coffee tasting
coffee tasting

Cara tes rasa kopi bukan dengan menyeduhnya segelas lalu duduk leyeh-leyeh sambil bersenda dengan kawan. Coffee tasting dilakukan dengan serius. Setiap peserta, memegang dua sendok cekung. Satu digunakan khusus untuk menyendok kopi dari gelas, kemudian dituang ke sendok yang satu lagi untuk diminum. Cara demikian menghindarkan kopi tercemar air liur. Setelah mencoba rasa kopi, kedua sendok dibilas lebih dulu baru kemudian lanjut tes rasa kopi berikutnya. 🙂

Agar dapat mengetahui rasa kopi dengan tepat, kopi di sendok tadi harus dihisap sekuat tenaga sampai berbunyi keras dan kopi di dalam mulut menyebar ke segala arah, hingga ke bagian belakang lidah. Cara demikian dimaksudkan agar mulut dapat mengecap semua sensasi rasa dalam sekali hirupan.

Kami beberapa kali diberikan contoh cupping yang benar, sayangnya saya gagal mengikuti. Se-semangat apapun saya menghirup kopi, suara “slruuup” yang super keras itu tidak muncul. :”)

Di Pabrik Nescafé, Coffee Tasting dilakukan setiap hari agar produk yang didistribusikan sesuai dengan rasa yang diinginkan dan terjamin kualitasnya.  Dalam tiap sesi coffee tasting ada beberapa orang yang memberikan penilaian akan rasa produk agar hasilnya objektif.

Selain menjajal kopi siap minum, kami juga digiring ke ruangan yang berbeda untuk belajar membedakan kualitas dan jenis kopi.

Kualitas & Jenis Kopi
Kualitas & Jenis Kopi

Nilai kopi menentukan harga jualnya. Pabrik Nescafé Lampung hanya menerima kopi dengan nilai defect 80. Kopi lainnya yang tidak lulus uji, menurut petani, dijual ke produsen kopi tubruk dan produsen kopi instan lainnya.

Setelah cupping, ini kesimpulan soal perbedaan kopi arabica dan robusta.

Kandungan kafein kopi robusta lebih tinggi kafeinnya daripada arabica. Wangi kopi robusta cenderung mirip coklat, woody (wangi kayu) atau earthy (bau tanah) dan arabica cenderung mengeluarkan wangi yang tajam dan sedap seperti rempah seperti herbal, berry, nutty dan floral. Rasa arabica lebih asam, sedangkan untuk rasa pahit kopi, robusta pemenangnya. ^^

Setiap kali ada pengiriman kopi ke pabrik, proses cupping biji kopi ini dilakukan. Cupping yang rutin dimaksudkan untuk menghindari penggunaan bahan baku yang tidak sesuai standar.

—————–

Selesai cupping, saatnya berfoto dengan orang nomor satu di Pabrik Nescafé Panjang, Pak Budi Utomo. 🙂

Pak Budi Utomo, Kepala Pabrik Nescafé, Lampung.
Pak Budi Utomo, Kepala Pabrik Nescafé, Lampung.

dan tak ketinggalan mencoba kopi seduhan teknologi mesin kopi paling keren dari Nestlé,  Nestlé Nespresso Capsule. Duh, jadi kepengen punya deh, bikin kopinya gampang banget dan pastinya bersih karena ampas kopi ga keluar dari kapsulnya. Kopinya pun enak, dan wangi.. ^^

Nespresso
Nestle Nespresso

—————–
Kesimpulan usai jalan-jalan di pabrik :

  1. Kopi hitam Nescafé tidak ditambahkan bahan kimia atau bahan lainnya. Hanya ada dua bahan utama, air dan biji kopi.
  2. Tidak ada yang namanya “white coffee”, karena setelah diroasting pasti kopi berubah jadi hitam. Warna kopi yang putih bisa jadi karena ditambahkan krim.
  3. Komponen utama coffee mix bisa dilihat di bagian belakang kemasan. Bagian terbanyak biasanya adalah gula, krim, dan kopi instan hitam.
  4. Ampas kopi hasil pengolahan di pabrik tidak dibuang dan jadi limbah, tapi digunakan sebagai bahan bakar. Keren, ya. 🙂
  5. Ga boleh foto-foto di dalam pabrik!
  6. Masuk pabrik itu bajunya harus sesuai standar keamanan. Pakai sepatu khusus yang bagian depan di atas jari-jarinya super tebal dan keras (supaya kalo kejatuhan benda berat, kakinya ga bonyok). Pake penutup kepala, pakai penutup telinga, dan jas panjang. 🙂
  7. Nescafé menciptakan teknologi membuka kemasan kopi instan yang memudahkan konsumen. Tak perlu cari gunting atau minta bantuan teman lagi untuk membuka kemasannya, ya.
    Robek di bagian "buka di sini". Bagian itu didesain lebih tipis ketimbang bagian lainnya, sehingga mudah disobek.
    Robek di bagian “buka di sini”. Bagian itu didesain lebih tipis ketimbang bagian lainnya, sehingga mudah disobek

     

————————————-
Setiap kopi yang saya seduh setelah hari itu membawa pikiran saya melayang jauh ke perkebunan kopi, pada biji kopi muda, petani kopi yang bersemangat untuk jadi lebih baik, agronomis yang rela tinggal jauh dari keluarga, dan Pak Budi yang membuka mata soal kopi instan.

Kopi, seperti layaknya kehidupan, punya jalan panjang sebelum terhidang di depan mata.

Maka, nikmatilah, dengan caramu.

/salam kopi!
@atemalem

Catatan :
Foto diambil dari koleksi pribadi dan website Nescafe
Tulisan ini diikutkan dalam Story Competition #DiBalikSecangkirKopi

24 thoughts on “Kopi, Jalan Panjang Sebelum Terhidang”

  1. Seru re… Banyak ilmu banget ya, aku kira km sekalian mudik… Kapan2 main ke rumahku, aku sajikan nespresso ya….. Beneran praktis ga pake bersih2 🙂

  2. Dea salah satu orang yang mikir kalo kopi item instan itu ada bahan tambahannya, makanya Dea milih bikin kopi pake mesin.
    Baru tau kalo kopi item nescafe ga ada tambahan apapun.
    Blognya informatif banget, nih.

    (:

    1. Hai Dea, salam kenaaaalll..
      Eh, beneran lho itu, kopi nescafe yang kopi hitamnya itu ga pake zat tambahan. Aku aja kaget. hahaha..
      Ishh, dipuji. Makasi yaa.. ^^

    1. Kan ya Tik, kuatir kopi instan ada kandungan nganeh-nganehnya kan?
      Percaya ga percaya, dibikinnya cuma dari kopi dan air, itu aja.

  3. Tulisannya panjang, tp bacanya enak.
    Temanya soal kopi, sukak.
    Gw kalo ngopi ga pernah ganti, milih Nescafe Classic trus. Udah cocok di mulut.

  4. Gw sama kopi sohiban banget. Sehari gw minum kopi item lebih kalik 3 gelas.
    Seneng banget kalo punya kesempatan liat kebun sama pabrik kopi, kayak elo.
    Eniwei tulisannya keren. Gudlak!

    1. Wah, ini Pak Junda? O_O
      Beneran Pak Junda?
      Terimakasih banyak sudah mampir ke blog ini, Pak.
      Duh, senangnya.

      Terimakasih juga sudah menerima kami di kebun dan pabriknya yah, Pak. Semoga ndak kapok. ^^

    1. Haaiii.
      Sama-sama yaaa Mas Jimo..
      Makasi banyak udah mampir, baca, dan komen. Jadi seneng. ^^
      Kemarin di kebun kita ga sempat kenalan tapi yak 🙂

  5. Selama ini kita ngga banyak peduli dari mana asal kopi yg kita minum, terutama kopi instan. Kadang malah mikir itu kopi yg diimport sudah dalam kemasan. Padahal mengetahui asal kopi adalah seni minum kopi. Seru, Re!

    1. Iya kak.
      Selama ini minum ya tinggal minum. Ga ngerti kalo pohon kopi itu berbuahnya lama banget, petaninya musti nanem yang lain juga supaya bisa hidup layak, dll.
      Makasii udah mampir. ^^

  6. Allaaahu Akbar!!! Terima kasih banyak Ya Allah.. KebesaranMU… Terima kasih banyak Mbak.. artikelnya MasyaAllah bagus banget… Terharu mbacanya… Lebih bersyukur lagi saat menikmatin Kopinyaaa… Harus dihabisin, jangan dibuang… ??…

  7. Jadi 1 hektar kopinya menghasikan berapa ton per hektarnya? Dan 1 hektar ada berapa pohon kopi yg ditanam, mohon infonya mbak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *