Kopi, Luwak, dan Indahnya Pemandangan dari Bali Pulina.

Pecinta kopi mana suaranyaaa…
Cuss meluncur ke Bali Pulina, perkebunan kopi yang letaknya di dataran yang lumayan tinggi. Di Bali Pulina, kita bisa santai menyesap kopi sambil menikmati pemandangan sawah bertingkat nan hijau terbentang.

Ini kali kedua saya main ke Bali Pulina. Dulu tidak ada tiket masuk yang dikenakan untuk perorangan, biaya hanya dibebankan untuk pengunjung yang ingin membeli paket tester. Pengunjung bisa jalan-jalan dan duduk-duduk sepuasnya hingga lokasi tutup tanpa mengeluarkan biaya sama sekali.

Sekarang pengelola mengubah aturan, tiket masuk dibebankan di awal. Setiap orang dikenakan biaya Rp 100.000. Biaya ini nantinya sudah termasuk jalan-jalan keliling lokasi dengan ditemani pemandu, 8 macam tester minuman  dalam gelas mungil, 1 jenis minuman pilihan dalam gelas ukuran normal (boleh pilih kopi luwak juga), dan 1 piring cemilan.

gerbang depan Bali Pulina
Selain coklat, ada beberapa jenis tanaman lainnya juga
mendengarkan pemandu
jalan setapak untuk pengunjung

Agrowisata Bali Pulina terletak di Banjar Pujung Kelod, Desa Sebatu, Kec. Tegalalang, Kabupaten Gianyar. Lokasinya dekat dengan Ubud, searah denganobjek wisata Tegalalang yang beken dengan sawah terasering.

Bali Pulina yang baru mulai buka tahun 2001 ini punya luas areal sekitar 1,5 hektar. Di sini, kita bisa lihat pengolahan dari kopi luwak, dimulai dari kenalan dengan binatang luwak!

Luwak dan biji kopi pilihan sebagai makanannya
biji kopi pilihan
biji kopi dijemur sebelum diroasting
kopi sedang dijemur dan turis yang gemas pingin pegang-pegang

Biji kopi yang jadi makanan luwak itu ga asal ambil ternyata. Luwak hanya memilih buah yang terbaik, paling enak dan paling matang untuk dimakan. Karena luwak tidak bisa mencerna biji kopi, setelah berselancar di dalam pencernaan, biji kopi lalu keluar utuh bersama kotoran.

Saat berada di saluran pencernaan luwak, biji kopi mengalami fermentasi yang menciptakan rasa kopi khas: lembut, seperti cokelat dan tanpa rasa pahit. Karena sejak awal luwak hanya memilih biji kopi dari kualitas tertinggi, kopi hasil fermentasi ini tentu saja menjadi dua kali lipat nilainya.

Usai melihat-lihat kawasan perkebunan, saatnya duduk santai menikmati pemandangan dan menyesap kopi nikmat produksi Bali Pulina.

Delapan cangkir minuman tester

Delapan cangkir minuman tester itu disajikan di wadah kayu dan disusun secara berurutan: lemon tea, ginger tea, ginger coffee, ginseng coffee, chocolate coffee, pure cocoa, vanilla coffee, dan pure bali coffee.

pilihan cemilan di Bali Pulina
kopi luwak

Pengelola Bali Pulina menyediakan beberapa spot untuk ngopi-ngopi. Spot panggung kayu disediakan untuk pengunjung yang ingin ngopi sambil menikmati pemandangan sawah dan pepohonan hijau. Spot ini biasanya cukup ramai oleh turis yang foto-foto.

Ingin suasana yang lebih tenang? Di bagian dalam ada beberapa kursi dan meja untuk pengunjung yang ingin suasana santai ala kafe. Ruangan didisain dengan dinding terbuka, lantai batu, serta kursi dan meja kayu. Di ruangan ini ada pegawai yang siap meracik kopi pilihan. Saya betah duduk di sini, rasanya enak sekali menghidu semerbak harum kopi yang baru diseduh.

Sebelum pulang, bolehlah mampir sebentar ke toko untuk sekadar lihat-lihat atau membeli oleh-oleh. Di toko ini, semua jenis minuman yang disajikan sebagai tester tersedia bubuknya. Mau beli bubuk atau biji kopi luwak? Tentu saja ada, semua tersedia, yang penting buka dompet aja yang lebar. 😀

/salam ngopi-ngopi!

Foto oleh @nickosilfido@ratrichibi, @atemalem.
Perjalanan bersama Nicko, Ratri, Winny, dan Leoni ini adalah undangan dari Kementerian Pariwisata untuk program Pesona Indonesia.

2 thoughts on “Kopi, Luwak, dan Indahnya Pemandangan dari Bali Pulina.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *